Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Life Science

Pengaruh Nikotin dalam Rokok Elektrik Terhadap Kadar MDA dan SOD pada Darah Tikus Nufus, Izzatun; Lisdiana, Lisdiana; Marianti, Aditya; Peniati, Endah
Life Science Vol 9 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v9i2.47159

Abstract

Electric cigarettes are cigarettes that operate with battery power to burn liquids to produce steam. One ingredient of electric cigarettes that is the same as that in tobacco cigarettes is nicotine. Nicotine is a substance that can cause a person to become addicted, so if a person consumes continuously the body can experience oxidative stress. This is indicated by an increase in MDA levels and a decrease in SOD levels. This study aims to determine the effect of nicotine in e-cigarettes on MDA and SOD levels in blood. The study was conducted on 30 male white rats of the Wistar strain divided into 5 groups, namely the control group (-), control (+), KP1 (electric cigarette with nicotine 3mg) and KP2 (electric cigarettes with nicotine 6mg), and KP3 (cigarettes electric with nicotine 9mg) and exposure to cigarette smoke for 30 days. Data were analyzed by non parametric kruskal wallis and Man Whiteney tests for MDA levels and one way anova test and LSD further testing for SOD levels. The results of the statistical analysis showed that MDA and SOD levels in the control group (-) were significantly different from all groups. The conclusion of this study is that nicotine has an effect on increasing MDA levels and decreasing SOD levels. Rokok elektrik merupakan rokok yang beroperasi dengan tenaga baterai untuk membakar cairan sehingga menghasilkan uap. Salah satu kandungan dari rokok elektrik yang sama dengan yang ada di rokok tembakau adalah nikotin. Nikotin merupakan suatu zat yang dapat menyebabkan seseorang menjadi kecanduan, sehingga jika seseorang mengonsumsi terus menerus maka tubuh dapat mengalami stress oksidatif. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan kadar MDA dan penurunan kadar SOD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nikotin dalam rokok elektrik terhadap kadar MDA dan SOD pada darah. Penelitian dilakukan pada 30 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol (-), kontrol (+), KP1 (rokok elektrik dengan nikotin 3mg) dan KP2 (rokok elektrik dengan nikotin 6mg), dan KP3 (rokok elektrik dengan nikotin 9mg) dan paparan asap rokok selama 30 hari. Data dianalisis dengan uji non parametric kruskal wallis dan Man Whiteney untuk kadar MDA dan uji one way anova dan uji lanjut LSD untuk kadar SOD. Hasil analisis statistik menunjukkan kadar MDA dan SOD pada kelompok kontrol (-) berbeda nyata dengan semua kelompok. Simpulan dari penelitian ini adalah nikotin berpengaruh pada peningkatan kadar MDA dan penurunan kadar SOD
Pengaruh Ekstrak Kulit Lidah Buaya Terhadap Kadar Gula Darah Dan Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Yang Diinduksi Aloksan Setiadi, Eka; Peniati, Endah; R. Susanti, R. Susanti
Life Science Vol 9 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v9i2.47160

Abstract

Diabetes mellitus is caused because the pancreas does not produce enough insulin or insulin resistance occurs. As a result, the concentration of glucose in the blood increases (hyperglycemia). Aloe vera extract (EKLB) contains active compounds (flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and phenolics), which have the potential to reduce blood sugar levels (KGD) and improve the histopathology of rat pancreas. This study aims to determine the effect of aloe vera skin extract on decreasing blood sugar levels and improve histopathology of rat pancreas induced by alloxan. This research is an experimental study using a randomized design complete with Randomized Design Post Test. A total of 25 rats were divided into 5 groups, namely K (-) normal groups who were fed standard food and drink. K (+) positive control group induced by alloxan 120 mg / kgBB. KP I, KP II and KP III were alloxan induced groups of 120 mg / kgBB and were treated with EKLB with doses of 87.5, 175 and 350 mg / kgBB respectively. The treatment was carried out for 28 days. Blood glucose levels were measured on day 0 as preliminary data, then on days 4-7 after induction. On the 29th day measured the KGD of the rat after EKLB treatment and made histopathological preparations for rat pancreas. The KGD data obtained were tested with one way Anova with a 95% confidence level followed by the Tukey HSD test. While the data from pancreatic histopathology observation were tested using Kruskal-Wallis and continued with Mann-Whitney. The results of the statistical test showed that the KGD and pancreatic histopathology picture of the K (+) group were significantly different from the treatment group. In the KP III group had KGD and pancreatic histopathology was not significantly different from K (-). It can be concluded that the administration of aloe vera skin extract for 28 days in hyperglycemic rats had an effect on KGD and histopathology of rat pancreas. Diabetes melitus disebabkan karena pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau terjadi resistensi insulin. Akibatnya konsentrasi glukosa di dalam darah meningkat (hiperglikemia). Ekstrak kulit lidah buaya (EKLB) memiliki kandungan senyawa aktif (flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan fenolik), yang berpotensi menurunkan kadar gula darah (KGD) dan memperbaiki gambaran histopatologi pankreas tikus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit lidah buaya terhadap penurunan kadar gula darah dan memperbaiki gambaran histopatologi pankreas tikus yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan Post Test Randomized Design. Sebanyak 25 ekor tikus dibagi 5 kelompok, yaitu K (-) kelompok normal yang diberi makan dan minum standar. K (+) kelompok kontrol positif yang diinduksi aloksan 120 mg/kgBB. KP I, KP II dan KP III adalah kelompok yang diinduksi aloksan 120 mg/kgBB dan diberi perlakuan EKLB dengan dosis berturut-turut 87,5, 175 dan 350 mg/kgBB. Perlakuan dilakukan selama 28 hari. Kadar glukosa darah diukur pada hari ke-0 sebagai data awal, kemudian pada hari ke 4-7 setelah induksi. Pada hari ke-29 mengukur KGD tikus setelah perlakuan EKLB dan membuat preparat histopatologi pankreas tikus. Data KGD yang diperoleh diuji dengan one way Anova dengan taraf kepercayaan 95% dilanjut dengan uji Tukey HSD. Sedangkan data hasil pengamatan histopatologi pankreas diuji menggunakan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa KGD dan gambaran histopatologi pankreas kelompok K (+) berbeda nyata dengan kelompok perlakuan. Pada kelompok KP III memiliki KGD dan gambaran histopatologi pankreas tidak berbeda nyata dengan K (-). Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit lidah buaya selama 28 hari pada tikus hiperglikemia berpengaruh KGD dan gambaran histopatologi pankreas tikus.
Struktur Histopatologis Lambung Tikus Wistar yang Diberi Ekstrak Daun Singkong (Manihot utillisima Pohl.) secara Kronik WH, Nugrahaningsih; Luthfiani, Addina Nur; Lisdiana, Lisdiana; Peniati, Endah
Life Science Vol 10 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54459

Abstract

Cassava leaves contain sodium (Na), potassium (K), and iron (Fe) which can increase the body's blood pressure. In addition, the chemical content of cassava leaves can also act as an anti-hypertension agent. However, cassava leaves also contain hydrogen cyanide (HCN) which at certain doses can cause toxic effects. This study aims to determine the safety of long-term consumption by observing the damage to gastric organ cells in Wistar rats after administration of cassava leaf extract (Manihot uttilisima Pohl.) for 90 days. Cassava leaf extract was made by maceration method using distilled water as a solvent. This research is an experimental laboratory research with a posttest only control group research design. This study used 36 Wistar rats which were randomly divided into 4 groups consisting of group I (control) given 10 ml/w of distilled water, group II (treatment group) given cassava leaf extract 80 mg/bb, group III (treatment group) given cassava leaf extract 400 mg/bb, group IV (treatment group) was given cassava leaf extract 2000 mg/bb. Organ sampling was carried out after 90 days of treatment, all rats were killed by cervical dislocation, then their stomach organs were taken. To determine the histopathological structure between the control group and the treatment group, the data from the gastric histopathological test of Wistar rats were analyzed using descriptive analysis. did not affect the histopathological structure of the stomach of Wistar rats. Daun singkong mengandung natrium (Na), kalium (K), dan besi (Fe) yang mampu meningkatkan tekanan darah tubuh.Selain itu, kandungan kimia dari daun singkong juga dapat berperan sebagai agen anti hipotensi. Akan tetapi, pada daun singkong juga mengandung hidrogen sianida (HCN) yang pada dosis tertentu dapat menyebabkan efek toksik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamananan konsumsi jangka panjang dengan melihat kerusakan sel organ lambung pada tikus Wistar setelah pemberian ekstrak daun singkong (Manihot uttilisima Pohl.) selama 90 hari. Ekstrak daun singkong dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut akuades. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian postest only control group. Penelitian ini menggunakan 36 ekor tikus Wistar yang secara acak dibagi menjadi 4 kelompok terdiri dari kelompok I (kontrol) diberi akuades 10 ml/bb, kelompok II (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 80 mg/bb, kelompok III (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 400 mg/bb, kelompok IV (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 2000 mg/bb. Pengambilan sampel organ dilakukan setelah 90 hari perlakuan, semua tikus dimatikan denggan cara dislokasi cervicalis, kemudian organ lambungnya diambil. Untuk mengetahui struktur histopatologi antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan data hasil uji histopatologi lambung tikus Wistar dianalisis menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak daun singkong secara oral selama 90 hari pada dosis 80mg/bb,400 mg/ bb, dan 2000 mg/ bb tidak memberikan pengaruh pada gambaran struktur histopatologi lambung tikus Wistar.
Efektivitas Pemberian Tepung Maggot BSF (Black Soldier Fly) pada Pakan terhadap Kualitas Telur Burung Puyuh Nisa', Lailatun Nisa'; Peniati, Endah; Marianti, Aditya; Lisdiana, Lisdiana; Christijanti, Wulan
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65203

Abstract

Tepung ikan mempunyai harga yang relative tinggi, sehingga diperlukan penambahan pakan dengan kandungan protein yang tidak kalah dengan tepung ikan seperti tepung maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan larva lalat Hermetia Illucens yang dapat digunakan sebagai sumber pakan protein yang sangat baik. Tujuan penelitian yaitu menganalisis efektivitas tepung maggot BSF yang dicampur dalam pakan terhadap indeks kuning telur, bobot telur, diameter telur, dan kadar protein telur burung puyuh. Metode penelitian yang digunakan menggunakan rancang acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Puyuh dipelihara selama 3 bulan. Data dianalisis secara statistic, apabila ada perbedaan pengaruh dintara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan kualitas telur burung puyuh yang diberikan pakan berupa tepung maggot memiliki pengaruh yang berbeda nyata secara signifikan antara tiap perlakuan. Simpulan yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa tepung maggot dapat meningkatkan kualitas telur burung puyuh.
Co-Authors - Wulandari, - Aditya Marianti Anggitalina Pramilia Dewi Ani Rusilowati Avriana, Lilih Axioma Salsabila Aniq B., F. Putut Martin H. David Mubarok Dewi Mustikaningtyas Dihan Prasetiyanto, Dihan Eka Fitriana Eka Setiadi Eling Purwantoyo Ely Rudyatmi, Ely Ema Aprilia Handini, Ema Aprilia Fajarini, Nata Maulida Fatimah Dini Pamungkas Siwi, Fatimah Dini Pamungkas Fatma, Yunita Nur Hani Pramudiani, Hani Hidayat Trimarsanto Kasmui -, Kasmui Kusoro Siadi Kusuma, Zeni Herawati Lina Herlina Lisdiana Lisdiana Luthfiani, Addina Nur Martien Herna Susanti Maulana, M. Zuhrufi Mauludah, Nurul Mohamad Ikhsan Nurulloh Muhammad Abdullah Mu’afy, Faizal Daffa Ning Setiati Ning Setiati Nisa', Lailatun Nisa' Nufus, Izzatun Nugrahaningsih WH, Nugrahaningsih Nur Rahayu Utami Nurajijah, Salsa Bila Partaya, Partaya Pragiwati Setiana Priyantini Widiyaningrum R Susanti R Susanti R. Susanti, R. Susanti Rahma Ditasari, Rahma Rahmawati, Kamalia Nurazizah Rahmawati, Kamalia Nurazizah Retno Sri Iswari Ria Ika Maharani Riani, Elen Dining Riani, Elen Dining Rina Wahyuningsih, Rina Rizaki, Ibnu Rizaki, Ibnu S Sriyadi Santiani Santiani Setiadi, Eka Sigit Saptono Sinta Ayuningrum, Sinta Siti Harnina Bintari Sofiah Sofiah Sri Sukaesih Sri Sukaesih Sri Widarti, Sri Sriyadi , Sriyadi Sukmawati Sukmawati Supriyanto - Supriyanto Supriyanto Temuningsih Temuningsih, Temuningsih Tuti Widianti Tyas Agung Pribadi, Tyas Agung Ulfa, Berlina Maika Virginia Ainin Kautsar Adiatmah, Virginia Ainin Kautsar Wiwi Isnaeni Wiwi Isnaini Wulan Christijanti Yustinus Ulung Anggraito Zumala Nilasari, Zumala