Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ISOLASI CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) DENGAN MEMANFAATAN LIMBAH TONGKOS SAWIT SEBAGAI PENGGANTIN CMC KOMERSIL Iqbal Kamar; Dewi Yuniharni; Ramadhani Emilia
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i1.9640

Abstract

Produk limbah padat industri dari produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dikenal sebagai tandan buah kelapa sawit kosong (tongkos). Saat ini banyaknya tongkos kelapa sawit yang berlimpah tanpa pengelolaan dan pengolahan yang baik, sehingga perlu difikirkan pemanfaatannya yang lebih berguna yang tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Adapun tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses sintesis dan karateristik carboxymethyl cellulose (CMC) hasil sintesis dari TKKS. Tahapan proses sintesis CMC dari TKKS yaitu melalui proses isolasi α-selulosa (delignifikasi, swelling, bleaching, dan hidrolisis) alkalisasi dan karboksimetilasi.  Analisis CMC dari TKKS ditinjau dengan beberapa parameter uji seperti parameter uji organoleptik, pH, viskositas, derajat subsitusi, kemurnian dan analisa FTIR. Hasil penelitian diperoleh CMC dari limbah TKKS menunjukan hasil yang baik berdasarkan hasil uji telah memenuhi standar SNI 06-3726-1995. Hasil uji organoleptic CMC dari limbah TKKS berbentuk serbuk hablur, berwarna krim (putih kekuningan), dan tidak berbau. Serta CMC limbah TKKS ini pH 7,3 dengan viskositas 8,96 cP serta nilai derajat subsitusi 0,8 dan kemurnian 99,41%. CMC dari TKKS yang dihasilkan menunjukkan gugus fungsi O-H, C-H, dan C-O yang memiliki difraksi sinar-X dan spektra FTIR yang setara dengan CMC komersial
Pelatihan Penggunaan Aplikasi EcoGreB sebagai Aplikasi Pendukung dalam Penjualan Produk dari Sampah Plastik di Aceh Tamiang Isra, Muhammad; Syahiir Kamil; Sumawijaya; Iqbal Kamar; Muhammad Nuzan Riski
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24722

Abstract

Pengelolaan sampah plastik di Aceh Tamiang telah menghasilkan berbagai produk daur ulang yang bernilai ekonomis, namun permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah kesulitan dalam memasarkan produk tersebut secara luas. Pemasaran yang masih bergantung pada metode konvensional membuat jangkauan pasar terbatas dan kurang mampu bersaing di era digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperkenalkan aplikasi EcoGreB sebagai platform digital yang mendukung penjualan produk hasil olahan sampah plastik. Tujuan umum kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi dan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi EcoGreB sebagai sarana pemasaran. Tujuan khususnya yaitu meningkatkan pemahaman tentang strategi penjualan digital, memperkuat kemampuan penggunaan aplikasi, serta memperluas akses pasar produk daur ulang. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, pelatihan teknis penggunaan aplikasi, simulasi transaksi, dan pendampingan kepada peserta. Hasil kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memasarkan produk secara lebih efektif dan efisien, sekaligus mendorong berkembangnya ekonomi sirkular berbasis teknologi di Aceh Tamiang.
Edible Coating Berbasis Pektin Pisang Cavendish (Musa Acuminata Cavendish) dan Plasticizer Sorbitol untuk Memperpanjang Masa Simpan Stroberi (Fragaria x Ananassa) Alvira Rosa; wusnah; Rizka Nurlaila; Iqbal Kamar; Suryati; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23487

Abstract

Stroberi merupakan buah yang sangat rentan terhadap kerusakan akibat kandungan air tinggi dan struktur kulit yang tipis, penggunaan edible coating untuk mempertahankan kesegaran buah stroberi merupakan salah satu metode yang yang dibuat dengan bahan pelapis yang dapat dimakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbandingan pektin pisang:sorbitol terhadap karakteristik stroberi selama masa penyimpanan. Edible coating diformulasikan dengan pektin 4% dan sorbitol 3%, kemudian diaplikasikan dengan perbandingan yang ditetapkan.Parameter yang dianalisis meliputi susut bobot, vitamin C, seta uji organoleptic terhadap warna, bentuk dan kontaminasi jamur menggunakan metode Kruskall-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating secara signifikan meningkatkan stabilitas fisik dan kimiawi stroberi. Perbandingan pektin:sorbitol (90:10) % menghasilkan hasil terbaik dengan susut bobot 0,75% dan vitamin C 0,08 % pada hari ke-12 penyimpanan dibandingkan dengan kontrol yaitu 0,92 % dan 0,04%. Efektivitas coating didukung oleh kemampuan pektin membentuk struktur pelindung dan sorbitol dalam meningkatkan fleksibilitas, namun kadar sorbitol yang berlebih dapat menyebabkan porositas lapisan yang menurunkan efektivitas perlindungan.
Preparation of Bioethanol from Pineapple Peel (ananas comosus L. Mer) Waste with the Addition of Hydrochloric Acid and Citric Acid Catalysts Nur Khairani; Rizka Mulyawan; Meriatna; Agam Muarif; Syamsul Bahri; Iqbal Kamar
Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MICoMS) Vol. 4 (2024): Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MI
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/micoms.v4i.948

Abstract

Bioethanol is ethanol derived from biological sources. Bioethanol can be produced from plants that contain many starch and cellulose compounds using the help of yeast activity. One of them is pineapple peel which can add a variety of basic materials for bioethanol production which is economical and easy to obtain. This study aims to analyze the effect of acid hydrolysis on glucose content, analyze the effect of fermentation time and the effect of yeast weight on bioethanol characteristics. This research has been done before and only focused on one catalyst. What has never been done is comparing the two catalysts. The research was conducted using hydrolysis fermentation and distillation using hydrochloric acid and citric acid catalysts with yeast weight variation of 12, 15, and 17 grams, fermentation time variation of 2, 3, 4, and 5 days. In this research, glucose test, density analysis, yield analysis, and GC-MS were conducted. The results of this study showed that the best results in the treatment of hydrochloric acid catalyst at a yeast weight of 15 grams, and obtained glucose levels of 6.90% for hydrochloric acid and 5.10% for citric acid, density test obtained the highest results at a yeast weight of 15 grams 4 days 0.8288 gr / ml for hydrochloric acid catalyst and the lowest density obtained at a yeast weight of 17 grams 5 days 0, 8168 gr/ml, yield analysis obtained at the amount of 15 grams of yeast with a fermentation time of 14 days of 4.3536% in the treatment of hydrochloric acid catalyst and 3.8557% in the treatment of citric acid catalyst fermentation time of 3 days, GC-MS test showed that ethanol contained in the test sample.
Inovasi Edible Coating Berbasis Pektin Pisang dan Sorbitol dalam Memperpanjang Umur Simpan Anggur Hijau (Vitis Vinifera L.) Rizka Nurlaila; Wiza Ulfa Fibarzi; Gita Padusy Mantoffani; Iqbal Kamar; Yohana Dian Putri; Zulmiardi zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.27507

Abstract

Anggur bersifat mudah rusak dan memiliki umur simpan yang terbatas jika disimpan dalam kondisi segar. Suhu optimal untuk penyimpanan anggur adalah antara -1°C hingga 4°C dengan umur simpan selama 4–6 minggu. Sedangkan jika buah disimpan pada suhu ruang umur simpan hanya mencapai 3-6 hari. Edible coating adalah sebuah metode pelapisan buah menggunakan bahan pelapis yang dapat dikonsumsi dan diaplikasikan secara langsung pada permukaan produk yang berupa lapisan tipis. Metode coating dapat dilakukan dengan metode pencelupan (dipping method). Pada penelitian ini akan mengkaji pengaruh perbandingan konsentrasi pektin pisang (2%,4% dan 6%) dan sorbitol (2% dan 3%) terhadap umur simpan pada buah anggur hijau (vitis vinifera linn). Dari penelitian tersebut diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi memiliki pengaruh signifikan terhadap umur simpan yang diukur dengan tingkat susut bobot, kadar vitamin C dan total padatan terlarut (TPT). Dimana semakin tinggi konsentrasi pelapisan pektin maka susut bobot, vitamin C dan total padatan terlarut (TPT) semakin rendah terhadap lama penyimpanan. Nilai susut bobot paling rendah dimiliki oleh konsentrasi 6% : 2% dengan umur simpan 9 hari yaitu 15,355%, nilai vitamin C paling rendah dimiliki oleh konsentrasi 4% : 3% dengan umur simpan 9 hari yaitu 0,008%, dan nilai total padatan terlarut (TPT) paling rendah dimiliki oleh konsentrasi 6% : 2% dengan umur simpan 9 hari yaitu 6,8°brix.
PEMBUATAN PLASTIK DEGRADABLE BERBAHAN DASAR PATI BENGKOANG DENGAN PENAMBAHAN CaCO3 SEBAGAI BAHAN PENGUAT Bima Bahyuzi; Rozanna Dewi; Novi Sylvia; Wiza Ulfa Fibarzi; Iqbal Kamar; Andre Yosi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.19899

Abstract

Bioplastik merupakan alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan plastik konvensional yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi biodegradasi dan penyerapan air pada bioplastik berbasis kalsium karbonat dan sorbitol. Sampel bioplastik dibuat dengan variasi konsentrasi sorbitol-kalsium karbonat (2,5 ml-0,2 g, 3 ml-0,4 g, dan 3,5 ml-0,6 g) dan diuji biodegradasinya dengan menanamnya dalam tanah. Hasil menunjukkan bahwa sampel dengan konsentrasi 3 ml-0,4 g mengalami penurunan berat badan tercepat, menunjukkan laju degradasi yang lebih tinggi. Uji penyerapan air juga mengindikasikan bahwa bioplastik dengan konsentrasi bahan yang lebih rendah lebih cepat terurai, namun memiliki sifat yang lebih rapuh dan elastisitas rendah. Sebaliknya, peningkatan konsentrasi kalsium karbonat dan sorbitol membuat bioplastik lebih keras dan tahan lama terhadap degradasi. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai pengaruh komposisi bahan pengikat terhadap sifat mekanik dan biodegradabilitas bioplastik, nilai biodegradasi dan swelling dari bioplastik yang didapatkan telah memenuhi standar nasional Indonesia.
PERBANDINGAN PEMBUATAN BRIKET BATUBARA ACEH DAN SERBUK GERGAJI KAYU DENGAN METODE KARBONISASI DAN NON-KARBONISASI nashrun habib; Zainuddin Ginting; Zulnazri; Iqbal Kamar; raudhatul ulfa; Zetta Fazira
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.26335

Abstract

Penggunaan bahan bakar di Indonesia sangat meningkat namun produksi bahan bakar di dalam negeri belum mampu memenuhi semua kebutuhan pemakaian energi di Indonesia. Sehingga diperlukan pemanfaatkan sumber energi alternatif seperti batu bara dan serbuk gergajian kayu untuk dijadikan bahan bakar yang ramah lingkungan. Dengan demikian mengetahui metode yang baik merupakan salah satu langkah untuk memanfaatkan batubara aceh dan serbuk gergaji kayu sebagai bahan baku alternatif. Oleh karena itu dilakukan pembuatan briket dengan dua metode berbeda yakni karbonisasi dan non karbonisasi agar dapat dilihat perbandingannya serta dilakukan pengujian berupa kadar air, kadar karbon, kadar zat menguap dan nilai karbon yang tepat agar dapat menghasilkan bahan bakar alternatif yang baik dan ramah lingkungan. Maka hasil terbaik untuk metode karbonisasi didapatkan pada perbandingan 25 gram batubara : 75 gram serbuk kayu dengan variasi perekat 15 gr dengan nilai kalor 6561,491 Kal/gr, kadar air 5,904 %, kadar abu 1,626 %., kadar volatile matter 12,388 %, kadar karbon 80,082 % dan laju pembakaran 0,453 gr/menitdan untuk metode non karbonisasi didapatkan pada perbandingan 50 gram batubara : 50 gram serbuk kayu dengan variasi oksidator KMnO4 4% dengan nilai kalor 5668,688 Kal/gr, kadar air 0,477%, kadar abu 2,571%., kadar volatile matter 3,0085%, kadar karbon 93,845% dan laju pembakaran 0,131 gr/menit. Sehingga didapatkan metode karbonisasi menghasilkan nilai kalor yang lebih tinggi namun memberikan kadar air, kadar abu, dan kadar karbon yang lebih tinggi dari metode nonkarbonisasi.