Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : atech-i

Pemanfaatan POC Pada Budidaya Selada Sistem Hidroponik Deep Flow Technique (DFT) Zulfakri; Angga Defrian
Atech-i Vol. 1 No. 1 (2023): Tahun 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v1i1.10

Abstract

Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya berasal dari bahan organik yakni tumbuhan, hewan dan bakteri yang telah melalui proses rekayasa, dapat berupa padat atau cair yang digunakan untuk menyuplai bahan organik dan baik untuk pertumbuhan tanaman selada. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan Pupuk Organik Cair (POC) pada teknologi hidroponik DFT budidaya tanaman selada dan mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada pada hidroponik sistem DFT setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa Penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) pada budidaya tanaman selada sistem DFT dapat dilakukan dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada, berdasarkan dari data pengamatan pertumbuhan tanaman selada POC dengan EC 1800 μs/cm adalah yang terbaik dibandingkan dengan yang lain yaitu 17,6 cm, dengan jumlah daun 8,2 helai, dan rata-rata berat produksi 52,34 gr
RANCANG BANGUN MESIN PENCABUT BULU AYAM TIPE VERTIKAL defrian, Angga; Malrianti, Yefsi; Zulfakri, Zulfakri
Atech-i Vol. 1 No. 2 (2024): Tahun 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v1i2.20

Abstract

Ayam pedaging atau ayam boiler menjadi salah satu komoditi peternakan di Sumatera Barat. Pencabutan bulu ayam untuk membersihkan ayam dari bulu dan kotoran di beberapa daerah sudah menggunakan mesin pencabut bulu ayam dengan beragam desain. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pencabut bulu ayam tipe vertikal untuk menjawab permasalahan kekurangan dan kelemahan pada mesin pencabut bulu ayam sebelumya sehingga bisa merontokkan bulu ayam secara efektif dan efesien. Mesin Pencabut bulu ayam tipe vertikal ini dirancang dari besi siku dengan ukuran 3,5 x 3,5cm dengan panjang 59,5 cm, lebar atas 59,5 cm, dan tinggi 50 cm. Rancangan mesin ini terdiri dari rangka, inlet, outlet, gear gardan, V-belt dan pulley, bearing, poros, alas plat, karet plucker dan motor listrik. Kapasitas pencabutan mesin yang dihasilkan pada perlakuan adalah 25 ekor/jam, dengan tingkat kerusakan ±1.41%, Efisiensi penerusan daya sebesar 70,97% dengan waktu perontokan rata-rata 0,015 jam/ekor.
PROTOTIPE ALAT PENGERING GAMBIR: PROTOTIPE ALAT PENGERING GAMBIR defrian, angga; Syafri, Edi; Melly, Sandra; Anas, Irwan; Rildiwan, Rildiwan; Zulfakri, Zulfakri; Damanik, Annisa P
Atech-i Vol. 2 No. 1 (2024): Tahun 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v2i1.27

Abstract

Gambir (Uncaria gambir Roxb.) dikenal karena kandungan tanninnya, terutama katekin, yang memiliki berbagai manfaat di bidang farmasi, makanan, dan kosmetik. Proses pengeringan gambir sangat penting untuk mengurangi kadar air dan menjaga kualitas ekstraknya. Namun, pengeringan yang tidak tepat, seperti suhu yang terlalu tinggi, dapat merusak senyawa aktif, mengurangi efektivitas, dan memperpendek umur simpan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe alat pengering gambir yang efisien, mampu mempertahankan kualitas senyawa aktif, serta meningkatkan daya saing industri pengolahan gambir. Metodologi yang digunakan meliputi pengukuran suhu secara manual dan simulasi menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Alat yang dirancang memiliki dimensi P x L x T sebesar 37 cm x 33 cm x 36 cm. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu 38°C adalah 1080 detik. Hasil pengukuran menunjukkan error sebesar 0,04% pada posisi tempat wadah gambir (A) dan 4,9% pada bagian dekat pemanas (B).
Pengaruh Pupuk Organik Cair dan AB Mix terhadap Produksi Kangkung pada Sistem Hidroponik : The Effect of Liquid Organic Fertilizer and AB Mix on Production of Spinach in a Hydroponic System Zulfakri; Angga Defrian; Irwan A; rizki
Atech-i Vol. 3 No. 1 (2025): Tahun 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v3i1.45

Abstract

 Hidroponik adalah salah satu metode tanam menggunakan larutan nutrisi sebagai sumber makanan bagi tanaman dan media pendukung sebagai tempat perakaran, penggunaan sistem hidroponik berarti membutuhkan larutan nutrisi sebagai penyedia kebutuhan hara tanaman, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui proses pembuatan dan pemakaian sistem hidroponik serta mengetahui pengaruh POC dan AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi kangkung pada sistem hidroponik. Hasil pengukuran parameter menunjukkan tinggi tanaman tanaman kangkung tertinggi terdapat pada penggunaan POC yaitu 13,11 cm dan penggunaan AB Mix 24,75 cm, jumlah daun diperoleh 7.14 helai pada penggunaan POC dan 13,86 helai penggunaan AB Mix serta peroduksi tanaman kangkung diperoleh 8,41 gr pada penggunaan POC dan 13,22 gr penggunaan AB Mix. Penggunaan AB Mix dan POC pada budidaya tanaman kangkung sistem hidroponik dapat dilaksanan dengan baik namun hasil produksi pada penggunaan POC masih menunjukkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan AB Mix.