Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rancang Bangun Mesin Pencuci Kentang Defrian, Angga; Ginting, Agus; Zulfakri, Zulfakri; Amrizal, Amrizal; Tarigan, Sumatera; Febriamto, Adi
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Volume No. 17, No. 1, April 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i1.30435

Abstract

Abstrak.Salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kentang adalah proses pasca panen yaitu pencucian. Proses pencucian kentang saat ini masih dilakukan secara manual oleh para petani, bahkan banyak tidak dicuci setelah proses pemanenan selesai. Hal ini mengakibatkan tampilan kentang kelihatan kurang menarik. Proses pencucian dengan cara ini mempunyai beberapa kelemahan dimana penggunaan air menjadi tidak terkontrol, juga membutuhkan ruang yang besar untuk perendaman yang banyak dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu tujuan penelitian ini merancang dan membangun mesin pencuci kentang, dengan harapan pada pencucian kentang menjadi lebih efisien waktu dan lebih efektif. [A1]Metode yang digunakan pada perancangan ini adalah analisa perancangan, rancangan struktural, fungsional dan hasil pengamatan. Hasil penelitian ini telah merancang bangun mesin pencuci kentang dengan ukuran panjang 78,75 cm, lebar 35 cm dan tinggi 58 cm. Dari analisa perancangan didapatkan kapasitas adalah 155,24 kg/jam. Hasil pengamatan yaitu pada 1 kg kentang dengan perbedaan waktu pencucian yaitu 0,[A2]5, 1, 1,5, dan 2 menit., didapatkan waktu pencucian yang optimal adalah 1 menit dan 1,5 menit pada beban 1 kg kentang. hasil dari 1 menit dan 1,5 menit masing-masing menghasilkan kentang yang bersih sebesar 76,92%, 84,61%, kotor 15,38%, 7,69%, dan kulit terkelupas 7,69%, 15,38%.Potato Washing Machine DesignAbstract Abstract One important factor in maintaining the quality of potatoes is the post-harvest process, namely washing. The current potato washing process is still done manually by farmers, many are not even washed after the harvesting process is complete. This results in the appearance of potatoes looking less attractive. The washing process in this way has several disadvantages where the use of water becomes uncontrolled, also requires a large space for a lot of soaking and takes a long time. Therefore the purpose of this study is to design and build a potato washing machine, with the hope that washing potatoes becomes more time efficient and more effective. The method used in this design is design analysis, structural, functional design and observation results. The results of this study have designed a potato washing machine with a length of78,75 cm, width of35 cm and height of58 cm. From the design analysis, the capacity is155.24 kg / hour. The results of the observation were on1 kg of potatoes with a difference in washing time of 0.5, 1, 1.5, and 2 minutes., the optimal washing time was 1 minute and 1.5 minutes on a load of1 kg of potatoes. The results of the observation were on1 kg of potatoes with a difference in washing time of 0.5, 1, 1.5, and 2 minutes., the optimal washing time was 1 minute and 1.5 minutes on a load of1 kg of potatoes. The results of 1 minute and 1,5 minutes resulted in clean potatoes of 76.92%, 84.61%, gross 15.38%, 7.69%, and flaky skin of 7.69%, 15.38%, respectively.
Pengaruh Pupuk Organik Cair dan AB Mix terhadap Produksi Kangkung pada Sistem Hidroponik : The Effect of Liquid Organic Fertilizer and AB Mix on Production of Spinach in a Hydroponic System Zulfakri; Angga Defrian; Irwan A; rizki
Atech-i Vol. 3 No. 1 (2025): Tahun 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v3i1.45

Abstract

 Hidroponik adalah salah satu metode tanam menggunakan larutan nutrisi sebagai sumber makanan bagi tanaman dan media pendukung sebagai tempat perakaran, penggunaan sistem hidroponik berarti membutuhkan larutan nutrisi sebagai penyedia kebutuhan hara tanaman, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui proses pembuatan dan pemakaian sistem hidroponik serta mengetahui pengaruh POC dan AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi kangkung pada sistem hidroponik. Hasil pengukuran parameter menunjukkan tinggi tanaman tanaman kangkung tertinggi terdapat pada penggunaan POC yaitu 13,11 cm dan penggunaan AB Mix 24,75 cm, jumlah daun diperoleh 7.14 helai pada penggunaan POC dan 13,86 helai penggunaan AB Mix serta peroduksi tanaman kangkung diperoleh 8,41 gr pada penggunaan POC dan 13,22 gr penggunaan AB Mix. Penggunaan AB Mix dan POC pada budidaya tanaman kangkung sistem hidroponik dapat dilaksanan dengan baik namun hasil produksi pada penggunaan POC masih menunjukkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan AB Mix.
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA TEKNIK GEOSPASIAL MELALUI PELATIHAN PEMETAAN BERBASIS UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) DI SMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH Wathri Fitrada; Amrizal Amrizal; Er Prabawayudha; Zulfakri Zulfakri; Veronika Sriwulantari; Annisa Purnamasari Damanik
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i3.7294

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis siswa Jurusan Teknik Geospasial SMK Negeri 2 Payakumbuh melalui pelatihan pemetaan geospasial berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan kompetensi siswa dalam penguasaan teknologi UAV serta keterbatasan fasilitas pendukung, seperti perangkat UAV dan perangkat lunak fotogrametri, di sekolah. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi penyampaian materi konseptual, demonstrasi perencanaan misi penerbangan, praktik penerbangan UAV, serta pengolahan citra menggunakan perangkat lunak fotogrametri untuk menghasilkan produk orthomosaic. Materi pelatihan mencakup konsep dasar penginderaan jauh, fotogrametri, perencanaan misi penerbangan, keselamatan operasional UAV, akuisisi citra udara, serta pengolahan data spasial hingga menghasilkan produk pemetaan. Metode pelatihan berbasis praktik langsung dirancang agar siswa memperoleh pengalaman dalam memahami seluruh alur kerja pemetaan berbasis UAV, mulai dari akuisisi data hingga pengolahan dan interpretasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengikuti tahapan pemetaan UAV dan menghasilkan produk orthomosaic dari data hasil praktik lapangan. Selain itu, kegiatan menghasilkan luaran berupa peta digital, dokumentasi video, dan sertifikat pelatihan bagi seluruh peserta. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa 94% peserta menyatakan puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan pelatihan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pengalaman praktis dalam pemetaan berbasis UAV dan mendukung penguatan kompetensi dasar siswa dalam menghadapi kebutuhan bidang geospasial. Kegiatan ini juga menjadi dasar untuk pengembangan pelatihan lanjutan dan integrasi pemetaan UAV dalam pembelajaran vokasi.