Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Tarian Tradisional Dana-dana Daerah Bolaaang Mongondow di TK Negeri Bukit Hijau Atoga Oranye, Treysi Ashari Oranye Ashari; Kurniawan, Irvan
Indonesian Journal of Early Childhood Education (IJECE) Vol 5 No 1 (2025): IJECE, Volume 5, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ijece.v5i1.1551

Abstract

Aspek perkembangan anak yang perlu mendapat sorotan, kemampuan motorik kasar anak adalah salah satu dari sekian kemampuan anak yang perlu ditingkatkan dengan baik. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, kemampuan ini memerlukan keseimbangan antar anggota tubuh baik sebagian atau seluruh anggota tubuh. Contohnya berlari, melompat, menari dan sebagainya. Menari menjadi salah satu cara untuk meningkatkan motorik kasar pada anak usia dini peneltian ini bertujuan untuk upaya meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui tarian tradisional dana-dana daerah bolaang mongondow di TK Negeri Bukit Hijau Atoga. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), metode ini merupakan sebuah siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I sudah tidak ada siswa dalam kategori BB (Belum Berkembang), 7 siswa 70% dalam kategori MB (Mulai Berkembang), 3 siswa 30% dalam kategori BSH (Berkembang Sesuai Harapan) dan siswa dalam kategori BSB (Berkembang Sangat Baik) masih 0%. Di Siklus II tidak ada siswa dalam kategori BB (Belum Berkembang), sudah tidak ada siswa 0% dalam kategori MB (Mulai Berkembang), 2 siswa 20% dalam kategori BSH (Berkembang Sesuai Harapan) dan 8 siswa (80%) dalam kategori BSB (Berkembang Sangat Baik). Maka upaya untuk meningktan motorik kasar melalui tarian Tradisional Dana-dana Bolaang Mongondow berhasil. dapat disimpulkan bahwa tarian Tradisional Dana-dana Daerah Bolaang Mongondow sangat efektif untuk meningkatkan motorik kasar di TK Negeri Bukit Hijau Atoga.
Peningkatan Kreativitas Motorik Kasar Melalui Aktivitas Melompat Angka Pada Kelompok B Di Tk Negeri Pembina Tabukan Utara Pangayow, Lutfiah Yola; Kurniawan, Irvan
Indonesian Journal of Early Childhood Education (IJECE) Vol 5 No 2 (2025): IJECE, Volume 5, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ijece.v5i2.1825

Abstract

Pendidikan anak usia dini mengacu pada pola pertumbuhan dan perkembangan (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (keterampilan berpikir, kreativitas, kecerdasan emosional dan kecerdasan mental), emosi sosial (sikap dan perilaku, agama), terutama pertumbuhan dan perkembangan anak. Kreativitas motorik kasar adalah kemampuan anak untuk mengembangkan gerakan tubuh yang kreatif dan inovatif. Aktivitas melompat angka dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas motorik kasar pada anak usia dini Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kreativitas motorik kasar pada anak usia dini kelompok B di TK Negeri Pembina Tabukan Utara melalui aktivitas melompat angka. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, yang merupakan sebuah siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat menunjukan bahwa aktivitas melompat angka dapat meningkatkan kreativitas motorik kasar pada anak-anak kelompok B di TK Negeri Pembina tabukan Utara. Dapat di simpulkan dari hasil penelitian bahwa aktivitas melompat angka sangat efektif untuk meningkatkan kreativitas motorik kasar pada pada anak- anak kelompok B di TK Negeri Tabukan utara. Pada siklus I peningkatan kreativitas motorik kasar anak masih belum memenuhi target peningktan yang ditentukan yaitu 75%, dan dengan mengadakan siklus II dapat meningkatkan target kreativitas motorik kasar anak menjadi 80% sudah memenuhi target yang ditentukan
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI DINAS KEPENDUDUKAN CATATAN SIPIL KABUPATEN BIMA kurniawan, irvan; yusuf, Muhammad; Julaiha
Jurnal Nusa Manajemen Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Nusa Manajemen Volume 3 Nomor 1 Maret Tahun 2026
Publisher : Publika Citra Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62237/jnm.v3i1.297

Abstract

This study aims to determine the influence of organizational culture and work environment on employee job satisfaction at the Population and Civil Registration Office of Bima Regency. The approach used in this study is an associative approach. The population in the study amounted to 69 people, with a sample of 38 ASN. Data collection techniques used were observation, questionnaires, and literature review. Data analysis techniques used were validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, correlation coefficients, coefficients of determination, T-tests, and F-tests, processed using the Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 20 program. The results of the study indicate that organizational culture (X1) and work environment (X2) simultaneously have a significant effect on employee job satisfaction at the Population and Civil Registration Office of Bima Regency.
KEANEKARAGAMAN JAMUR ENTOMOPATOGEN PADA KAWASAN AGROFORESTRI KOPI PINUS DENGAN TINGKAT PENGELOLAAN BERBEDA DI HUTAN PENDIDIKAN UB, MALANG: DIVERSITY OF ENTOMOPATHOGENIC FUNGI IN COFFEE-PINE AGROFORESTRY SYSTEMS WITH DIFFERENT MANAGEMENT INTENSITIES IN THE UB FOREST, MALANG Kurniawan, Irvan; Pradika, Angga
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.1.6

Abstract

Keanekaragaman hayati merupakan sumber daya penting dalam ekosistem yang memastikan keberlanjutan dan stabilitasnya. Kemampuan ekosistem untuk menyediakan layanan ekologi, seperti pengendalian hama alami, sangat terkait dengan keanekaragaman jamur entomopatogen di suatu wilayah. Ketersediaan informasi tentang keanekaragaman jamur entomopatogen di bawah naungan pinus dan pada Kawasan agroforestri kopi dengan berbagai Tingkat pengelolaan di UB Forest akan membantu mendukung stabilitas ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai dan menganalisis keanekaragaman jamur entomopatogen pada rizosfer di kawasan agroforestri kopi-pinus dengan tingkat pengelolaan yang berbeda di UB Forest. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kuantitatif dan eksploratif. Penelitian dilaksanakan dengan mengambil sampel tanah rizosfer pada tiga tingkat pengelolaan lahan (tinggi, sedang, dan rendah). Isolasi jamur entomopatogen dilakukan menggunakan metode insect baiting dengan larva Tenebrio molitor sebagai umpan. Identifikasi isolat dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis, kemudian data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks kemerataan, dan indeks dominansi.  Hasil penelitian menunjukkan temuan sejumlah 42 isolat dari genus Aspergillus, Fusarium, Metarhizium, Mortierella, Penicillium, dan Lecanicillium. Hasil analisis menunjukkan bahwa plot Pengelolaan Sedang (PS) memiliki keragaman jamur entomopatogen tertinggi (H' = 1,97), keseragaman tertinggi (E = 0,95), dan dominasi terendah (C = 0,15). Analisis korelasi menunjukkan bahwa suhu tanah memiliki korelasi negatif yang kuat (-0,90) terhadap keanekaragaman jamur entomopatogen, sementara kelembaban tanah menunjukkan korelasi positif sedang (0,70).
Strengthening Early Childhood Motor Development through Structured Educational Play and Outdoor Learning Kurniawan, Irvan; Rahman, Abdul; Febr, Febriyando; Anantasari Gumohung, Dwi; Suhadjerah, Suhadjerah
Journal of Comunity Service in Early Childhood Education Vol. 1 No. 3 (2025): Journal of Comunity Service in Early Childhood Education
Publisher : CV Berkah Syahdin Trust

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64840/jcosece.v1i3.117

Abstract

Background: Motor development is a fundamental aspect of early childhood growth, influencing physical coordination, cognitive processes, and social interaction. However, in many early childhood education settings, particularly in geographically constrained areas, motor stimulation activities are often limited, less structured, and lack variation in instructional strategies. Aims: This community service initiative aims to strengthen early childhood motor development through structured educational play and outdoor learning activities. Methods: This program employed a participatory educational approach through direct engagement with teachers and children in an early childhood education institution. The implementation was carried out in three stages: initial observation and needs identification, structured intervention through educational play and outdoor activities, and reflective evaluation. The activities included movement-based exercises, fine motor skill stimulation, coordination games, and outdoor learning tasks. Data were collected through observation, documentation, and informal interviews, and analyzed using descriptive qualitative techniques. Results: The results indicate a significant improvement in children's participation and motor engagement during learning activities. Children demonstrated better coordination, balance, and fine motor control through activities such as bead stringing, geometric jumping, and coordinated movement exercises. The integration of outdoor learning also enhanced children's enthusiasm, interaction, and active involvement in the learning process. Conclusion: Structured educational play combined with outdoor learning effectively strengthens early childhood motor development. The implementation of this community service initiative provides a practical and applicable model for enhancing motor stimulation in early childhood education settings, particularly in areas with limited learning resources.