Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MANGGALI

Pembuatan Mie dengan Subtitusi Tepung Ampas Tahu Rarastiti, Chairunisa Nur; Hidayat, Umar; Sudrajat, Agus; Sundari, Santy; Mardika, Intan Ayu
Manggali Vol 3 No 2 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i2.2783

Abstract

Diversifikasi pangan merupakan salah satu program pemerintah yang berfokus pada penganekaragaman bahan pangan. Kebijakan ini diperlukan demi mendukung terwujudnya ketersediaan aneka ragam pangan berbasis lokal dan sebagai strategi mengatasi ketergantungan masyarakat terhadap bahan pangan seperti tepung terigu. Upaya tersebut dapat didukung dengan memanfaatkan ampas tahu. Tepung ampas tahu memiliki sifat fisik yang sama dengan tepung pada umumnya, namun memiliki kandungan gizi lebih tinggi. Produk pangan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah mie, dimana bahan dasar mie adalah tepung terigu. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada remaja tentang pemanfaatan sumber daya pangan lokal dan berinovasi dalam pembuatan makanan dengan sumber yang lebih bergizi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah, penyampaian materi dan tanya jawab. Adapun hasil pengabdian diperoleh bahwa penyuluhan yang disertai dengan diskusi dengan para siswa SMP Negeri 8 Kota Semarang berdampak positif terhadap pemahaman dan sikap siswa dalam memanfaatkan sumber pangan lokal.
Pemberian Edukasi Mengenai Ragam Makanan Sehat Siswa SMP Negeri 8 Semarang Hidayat, Umar; Rahmawati, Fiqhi Cahyaningrum; Agina, Grace; Chaerunnisa, Zahra Rizqika
Manggali Vol 2 No 2 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i2.2237

Abstract

Adolescence is the stage at which age begins to be physically active compared to previous periods. Many factors affect the nutritional status of this group, both directly and indirectly. The food factor consumed is a direct determinant of nutritional status in addition to a history of illness or disease. At this age, the level of knowledge of a variety of healthy snacks and adequate nutritional content is still low, so it is necessary to provide education to this age group. SMP Negeri 8 Semarang was chosen as a place of service because the school was adjacent to an area that sells various kinds of food and becomes a gathering place for students after school. Various high-calorie, high-sugar, and low-fiber snacks are sold there. Education was provided online using the Zoom Meeting due to the COVID-19 pandemic situation. The educational activities was successful and conducive. The achievement of the target and the output of this activity has been achieved, namely the feedback from the participants and the question and answer session went well. This shows that there was a change in the level of adolescent knowledge of the material provided. Providing education about this material should be done regularly in schools. This is in view of the importance of knowledge about types of nutritious food and the fulfillment of a balanced nutritional diet, as well as its impact on adolescent growth and development, degenerative diseases, and the menstrual cycle at a young age, so that future health can always be maintained.
Edukasi Pencegahan Stunting dengan Ragam Protein Hewani Rarastiti, Chairunisa Nur; Hidayat, Umar; Sundari, Santy; Sudrajat, Agus; Mukti, Akbar Rizza
Manggali Vol 3 No 1 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i1.2528

Abstract

Masalah gizi yang masih menjadi fokus di Indonesia adalah stunting. Stunting sering tidak disadari oleh masyarakat karena tidak adanya indikasi seperti penyakit pada umumnya. Oleh karena itu, penanggulangan masalah stunting harus dimulai jauh sebelum seorang anak dilahirkan dan bahkan sejak remaja untuk dapat memutus rantai stunting dalam siklus kehidupan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada remaja sekolah menengah atas, terkait pencegahan stunting dan ragam protein hewani. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah, penyampaian materi dan tanya jawab. Adapun hasil pengabdian diperoleh bahwa penyuluhan yang disertai dengan diskusi dengan para siswa SMK Darussalam Kabupaten Semarang berdampak positif terhadap pemahaman dan sikap siswa dalam pemenuhan ragam protein hewani untuk mendukung upaya pencegahan stunting.