Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penguatan Tata Kelola Bank Sampah Hatim Berseri sebagai Wujud Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Etik Puji Handayani; Nurleni Kurniawati; Feby Musti Ariska
Seandanan: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Seandanan: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/seandanan.v3i1.58

Abstract

Bank Sampah Hatim Berseri merupakan salah satu Bank Sampah Unit (BSU) yang ada di Kota Metro. Bank sampah ini belum memiliki tata Kelola yang baik, seperti belum adanya model pengembangan bisnis dan media promosi dan pemasaran yang mendukung. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pendampingan dalam rangka penguatan tata Kelola yang akan berdampak dalam peningkatan kesadaran dan pemahaman bagi masyarakat serta meningkatkan kinerja pengelolaan bank sampah. Metode pengabdian dilakukan dengan cara sosialisasi dan diskusi penguatan tata kelola bank sampah. Tim pengabdian terdiri dari dosen dan mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2023. Lokasi kegiatan di Kelurahan Hadimulyo Timur Kecamatan Metro Pusat Kota Metro. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa penguatan tata kelola pengembangan model bisnis mencakup penyusunan laporan keuangan yang baik, pencatatan yang akurat, pengelolaan dana yang tepat, dan pelaporan yang jelas. Melalui pendampingan, Pengurus Bank sampah juga akan mendapat informasi dan edukasi tentang manfaat dan pentingnya tata kelola pemasaran. Kegiatan ini meliputi pembuatan brosur, dan media sosial guna mengkampanyekan program dan produk Bank sampah sebagai UMKM ke masyarakat yang lebih luas.
PEMANFAATAN POTENSI LIMBAH LOKAL DALAM BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA MENUJU PERTANIAN ORGANIK Fizzaria Khasbullah; Feby Musti Ariska; Nurleni Kurniawati; Windu Mangiring; Ainul Mardliyah; Alima Maolidea Suri; Yatmin
Jurnal Mitrawarga Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL MITRAWARGA
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jmw.v2i1.31

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Mewangi adalah salah satu KWT aktif di Desa Untoro yang berada di wilayah Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. KWT tersebut telah mendapat penyuluhan rutin dari Dosen yang tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Dharma Wacana (STIPER). Penyuluhan dilakukan dalam bentuk sosialisi tentang memanfaatkan potensi limbah lokal (kotoran sapi, sekam padi, dan serasah tanaman) menjadi pupuk kompos yang difermentasi menggunakan Biostarter EM4. Dengan fermentasi menggunakan EM4 akan mempercepat proses penguraian bahan organik sehingga pupuk akan cepat matang dan siap diaplikasikan. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan kepada KWT mengenai cara pembuatan pupuk kompos fermentasi dengan memanfaatkan limbah lokal yang ketersediaannya cukup melimpah. Dengan demikian limbah tersebut dapat termanfaatkan secara optimal dan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia serta cost produksi usaha tani. Setelah kegiatan pengabdian ini diharapkan KWT dapat menyediakan pupuk kompos organik untuk kebutuhan petani di desa Untoro khususnya. Hasil dari kegiatan ini, anggota KWT mendapat informasi melalui transfer ilmu tentang cara pembuatan pupuk kompos dengan Biostarter. Kontribusi mendasar kepada anggota KWT yaitu setelah program pengabdian ini petani mampu memanfaatkan limbah lokal untuk membuat pupuk kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk subtitusi guna mengatasi ketergantungan terhadap pupuk kimia, dalam budidaya tanaman hortikultura menuju pertanian organik. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan kepada KWT bahwa limbah pertanian dan peternakan yang mereka tekuni dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kompos. Dengan demikian, limbah tersebut dapat termanfaatkan secara optimal dan dapat mengurangi cost produksi usaha tani.
Respons Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botritys L) terhadap Jenis Pupuk Organik Cair Pada Berbagai Media Tanam Eka Rusmiati; Nurleni Kurniawati; Sutomo Sutomo; Rakhmiati Rakhmiati
J-Plantasimbiosa Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v6i1.3540

Abstract

Flowering cabbage is a type of vegetable with high economic value and has a stable selling price, however, production has decreased by up to 10 quintals/ha. One effort to increase the production of cauliflower can be done by providing various liquid organic fertilizers, because they are easily absorbed by plants and contain complete macro and micro nutrients. Land for flowering cabbage cultivation is also limited, so it is necessary to develop cultivation by paying attention to the type of soil and appropriate and supportive planting media. This research aims to determine the effect of POC type and the interaction between POC type and various planting media. This research was carried out at the STIPER Dharma Wacana Experimental Garden, Margorejo Metro Selatan, Metro City at an altitude of 55 meters above sea level, from October to December 2022. This research used an experimental method, with a split plot treatment design consisting of a main plot and subplots. The main plot is a type of liquid organic fertilizer (P) and the sub plots are various planting media (M). Observational data is tested using analysis of variance, similarity of variance can be tested using the Barlett test and non-addictiveness of the data using the Tuckey test, followed by the least significant difference test (LSD) at the 5% level. The results showed that the type of POC did not have a real influence on all the variables observed, while various planting media had a significant influence on the variable number of leaves.
Joint application of B. bassiana and M. anisopliae bioinsecticides for controlling rice bugs and improving rice yields Ponijan; Handayani, Etik Puji; Kurniawati, Nurleni; Rakhmiati; Zulkarnaen
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 23 No. 2 (2023): SEPTEMBER, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA: JOURNAL OF TROPICAL PLAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhptt.22358-64

Abstract

The rice bug (Leptocorisa oratorius F.) is a serious pest of head rice (Oryza sativa L.). It feeds on the developing kernels of rice, starting from the heading phase when the panicle is exposed from the boot until the end of the ripening phase, which makes it susceptible to indirect yield loss. Multiple insecticide applications are often made during the hard drought growth stage due to high densities of rice bugs that frequently migrate from nearby harvested fields or as a result of eggs laid by subthreshold populations during the first two weeks of heading. The research was conducted at The Food Crops and Horticulture Laboratory Trimurjo, Central Lampung, from August to October 2020, using a randomized complete block design (RCBD) with 7 bioinsecticide treatments. The objective of the research was to determine the efficacy of integrating biopesticides B. bassiana and M. anisopliae on rice bug mortality and rice yields. The results showed that rice bug mortality increased by 100% with a lethal period of 72 hours after exposure to B. bassiana 5 g L-1 + M. anisopliae 5 g L-1. Additionally, there was a 19.73% increase in the percentage of rice grain maturity (hard dough) and a reduction of 99.4% in damage (empty grain) compared to the control.
Modifikasi Pengolahan Limbah Kotoran Sapi Melalui Pemberdayaan Karang Taruna di Desa Astomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah Kurniawati, Nurleni; Ariska, Feby Musti; Mangiring, Windu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini limbah kotoran sapi hanya dijual dalam bentuk mentah tanpa melalui proses pengolahan sehingga harga relatif murah, bahkan hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan untuk petani daerah sekitar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan seperti sosialisi dan pelatihan tentang modifikasi limbah kotoran sapi menjadi pupuk fermentasi dalam bentuk Kompos Blok dan Media Semai. Limbah tersebut ditambahkan bahan lain seperti cocopeat, arang sekam, ampas aren yang selanjutnya difermentasi menggunakan Biostrater untuk mempercepat proses pengomposan menjadi produk dengan kualitas dan bernilai ekonomi. Dengan melibatkan dan memberdayakan remaja Karang Taruna dalam mengembangkan potensi daerahnya, kedepannya program pengolahan limbah ini dapat berjalan secara terorganisir dan berkelanjutan. Hasil kegiatan ini berupa informasi tentang pengolahan dan modifikasi produk limbah kotoran sapi. Kontribusi mendasar kepada anggota Karang taruna yaitu setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini mereka mampu mengolah limbah dari Kelompok Ternak Limousin kemudian memanfaatkan dan memasarkannya pada wilayah setempat. Pupuk Kompos Blok dapat digunakan sebagai pupuk subtitusi guna mengatasi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan media semai dalam bentuk blok dinilai bersifat ramah lingkungan dan sangat praktis karena tanpa ada wadah dan dapat langsung ditanam ke dalam tanah. Dengan demikian, remaja Karang Taruna dapat berperan besar dalam menangani permasalahan limbah sehingga termanfaatkan secara optimal dan meningkatkan nilai jual. Up until now, cow manure waste has only been sold in its raw form without processing, resulting in a relatively low price, with only a small portion being used by local farmers. The community service activities were carried out in the form of counseling, such as socialization and training on modifying cow manure waste into fermented fertilizer in the form of compost blocks and seedling media. The waste was mixed with other materials like cocopeat, rice husk charcoal, and aren pulp, and then fermented using Biostrater to accelerate the composting process, resulting in a product of quality and economic value. By involving and empowering the Karang Taruna youth in developing the potential of their region, this waste processing program can be organized and sustainable in the future. The outcome of this activity includes information on the processing and modification of cow manure waste products. A fundamental contribution to the Karang Taruna members is that after participating in this community service activity, they will be able to process waste from the Limousin Livestock Group, then utilize and market it within the local area. Compost blocks can be used as a substitute fertilizer to reduce dependency on chemical fertilizers, and the block-form seedling media is considered environmentally friendly and very practical because it requires no container and can be directly planted into the soil. Thus, the Karang Taruna youth can play a significant role in addressing waste issues so that it can be optimally utilized and increase its market value.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pakan Maggot pada Bank Sampah HATIM Berseri Kota Metro Kurniawati, Nurleni; Ariska, Feby Musti; Mangiring, Windu
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11297

Abstract

Bank Sampah merupakan tempat menabung sampah dan alternatif daur ulang sampah. Bank Sampah Hatim Berseri aktif menampung kemudian mengolah sampah anorganik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual seperti tas belanja, sofa ecobrik, paving blok, sedangkan sampah organik belum dimanfaatkan ataupun diolah. Tujuan pengabdian melalui sosialisasi ini yaitu untuk memberikan wawasan dan ketrampilan terkait pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot, sehingga diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam menangani permasalahan sampah organik Nasabah dan masyarakat sekitar Bank Sampah Selain itu, adanya pengolahan sampah organik tersebut juga menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat. Hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan lele dan ayam, dan bahkan residu budidaya maggot berupa kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman. Berdasarkan evaluasi secara terukur melalui kuesioner diketahui bahwa pemahaman nasabah dan Masyarakat sekitar Bank Sampah cukup tinggi terlihat dari antusiasme, keaktifan selama proses sosialisasi dan diskusi.  Dari hal tersebut maka diharapkan juga dapat menambah inovasi program-program Bank Sampah Hatim Berseri dan masyarakat sekitar Bank Sampah dalam mewujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat
DAMPAK APLIKASI FLY ASH DARI PEMBANGKIT LISTRIK DI PT. GREAT GIANT PINEAPPLE-LAMPUNG TERHADAP AKTIVITAS BIOLOGI TANAH DI LAHAN MARGINAL Nurleni Kurniawati; Priyadi Priyadi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.23.1.9-14

Abstract

[EFFECT OF FLY ASH APPLICATION FROM POWER PLANT OF PT. GREAT GIANT PINEAPPLE ON SOIL BIOLOGYCAL ACTIVTY IN MARGINAL LAND]. Fly ash is a coal combustion waste containing nutrients that can be used to improve the soil fertility. The waste continues to increase but its handling is still limited because it is still classified as hazardous and toxic waste (B3). This study aims to determine the soil biological activity due to the application of fly ash and cow manure on marginal soils. The study was conducted using a completely randomized block design arranged factorial. The first factor is the dosage level of fly ash (F), namely 0 g/pot (0 ton/ha), 75 g/pot (50 ton/ha), 150 g/pot (100 ton/ha), and 225 g/pot (150 ton/ha) and the second factor is the dose of cow manure with three levels, namely 15 g/pot (10 ton/ha), 30 g/pot (20 ton/ha), and 45 g/pot (30 ton/ha). The observation parameters were (total population of fungi, bacteria, and soil respiration). The results showed that the addition of fly ash at various doses affected the soil biological activity by increasing the population of fungi, bacteria and soil respiration. The highest population of microorganisms was fungi, which was 17.8 x 107 Log CFU/g, bacteria 13.7 x 105 Log CFU/g, while the highest soil respiration was 54.53 mg CO2 at a dose of 100 ton/ha fly ash. In addition, the application of cow manure at a dose of 10, 20, 30 ton/ha  did not affect observed variables. 
Pendampingan Izin PIRT sebagai Penguatan Produk dan Perluasan Pasar Produk KWT Sekar Mewangi di Desa Untoro, Trimurjo, Lampung Tengah Feby Musti Ariska; Khasbullah, Fizzaria; Kurniawati, Nurleni; Mardliyah, Ainul; Mangiring, Windu; Alima Maolidea Suri; Yatmin
Jurnal Mitrawarga Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL MITRAWARGA
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jmw.v2i2.33

Abstract

Desa Untoro memiliki Kelompok Wanita tani (KWT) aktif bernama Sekar Mewangi. KWT yang aktif tersebut merupakan mitra binaan STIPER Dharma Wacana Metro. Diketahui bahwa KWT Sekar Mewangi memiliki produk berupa bubuk rempah instan dalam bentuk minuman serbuk. Akan tetapi, produk tersebut belum memiliki izin edar (nomor PIRT) sehingga masih diedarkan atapun dipasarkan secara lokal dan terbatas. Dalam pengelolaan produk KWT tersebut memiliki banyak permasalahan seperti dalam pengurusan P-IRT dan pengembangan produk minuman, seperti (a) minimnya pengetahuan sumber daya manusian (SDM) terkait produksi minuman yang baik guna memenuhi syarat pengurusan izin edar, (b) terbatasnya pengetahuan terkait manajemen tata kelola P-IRT, (c) jangkauan pemasaran yang terbatas karena belum adanya memiliki izin edar produk. Tujuan Pelaksanaan pengabdian dalam pengurusan P-IRT di KWT Sekar Mewangi di Desa Untoro yaitu meningkatkan pengetahuan dan wawasan anggota KWT mengenai sistem dan standar produk KWT yang baik agar memenuhi standar izin edar produk. Hasil kegiatan pengabdian pendampingan dalam mengurus ijin P-IRT berdampak dengan adanya perubahan dalam usaha minuman instan oleh anggota KWT. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) diketahui bahwa sarana produksi yang digunakan dalam proses pembuatan produk telah memenuhi standar yang ditetapkan. Produk hadir dengan kemasan dan label yang menarik serta telah memenuhi kriteria pelabelan yang distandarkan. Untuk kualitas produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar produk minuman dan memiliki kualitas yang baik. Kata kunci: KWT, Minuman Instan, dan P-IRT
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN BAKTERI ASAM LAKTAT KIMCHI PAKCOY AKIBAT KONSENTRASI GARAM DAN LAMA FERMENTASI Khasbullah, Fizzaria Khasbullah; Windu Mangiring; Krisnarini; Nurleni Kurniawati
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.1.77-86

Abstract

Kimchi is a functional dish made of vegetable that can be made by spontaneous fermentation. Kimchi is a representative traditional fermented and ethnic dish in Korea that has been reported as a healthy food. Commonly, its raw material is Napa cabbage but nowadays its raw material can be from various vegetables, one of them is pakcoy. Among mustard greens, Napa cabbage and pakcoy, pakcoy contains the lowest Carotenoid while Napa cabbage (Brassica Juncea L.) contains the lowest Carotenoid. This research aimed to find out the activity of Lactic Acid Bacteria (LAB) and the antioxidant in pakcoy kimchi caused by salt concentration and fermentation duration. Experimental design by two factors, the first factor (S) was concentration of salt (2%, 4%, and 6%) and the second factor (F) was fermentation duration (2 days, 4 days, and 6 days) with three repetitions. The data was presented in form of diagram then, the result was discussed descriptively. Kimchi was made by mixing supporting material and salt smeared on pakcoy, kept in glass jar and subsequently fermented. The observation was done by LAB activity test with Total Plate Count (TPC) method and antioxidant activity by Diphenyl picrylhydrazin (DPPH) method. The research finding showed that concentration of salt and fermentation duration affected the total of LAB and antioxidant activity. The increase of salt concentration caused the decrease of LAB total, while the increase of fermentation duration caused the increase of LAB total. The increase of salt concentration and fermentation duration caused the decrease of antioxidant activity. The highest antioxidant activity was 86.35%, while the highest LAB content was 4.4x1011CFU/mL.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Terbatas dalam Mendukung Program Gerakan Tanaman Pangan Keluarga (Gertapaga) Melalui Pertanian Organik Secara Vertikultur Pada KWT Lingkungan Berseri Kota Metro Mangiring, Windu; Kurniawati, Nurleni; Ariska, Feby Musti
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/xq5zt661

Abstract

Kemandirian pangan keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Namun, keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi kendala utama dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Lingkungan Berseri di Kota Metro dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan keluarga melalui penerapan sistem pertanian organik secara vertikultur. Metode yang digunakan meliputi Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Demonstration Plot, sehingga anggota KWT terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan mulai dari persiapan, sosialisasi, pelatihan, hingga evaluasi. Kegiatan pelatihan mencakup pembuatan media tanam organik, instalasi vertikultur, serta praktik langsung budidaya tanaman sayuran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan anggota KWT dalam mengelola pertanian organik di lahan terbatas. Evaluasi melalui kuesioner juga mengungkapkan adanya minat dan komitmen anggota KWT untuk menerapkan sistem vertikultur secara berkelanjutan. Program ini menghasilkan model percontohan berupa vertical tower yang dapat direplikasi pada pekarangan rumah tangga, sehingga berkontribusi pada peningkatan produktivitas pangan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta terciptanya lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan