Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Evaluasi  dan Sosialisasi Kesehatan Keselamatan Kerja Pada IKM Cahaya Mulia Bakery Kota Padang Rozza Linda; Isna Juwita; Mufrida Meri; Irmayani Irmayani; Hary Fandeli; Desriyenti Desriyenti
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Interaksi - Juni
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v1i1.24

Abstract

Pengelolaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada industri kecil dan menengah (IKM) sangat penting dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi K3 di Cahaya Mulia Bakery, sebuah IKM di Kota Padang, Sumatera Barat. Berdasarkan observasi dan wawancara, ditemukan bahwa IKM ini menghadapi berbagai tantangan terkait pemahaman dan pelaksanaan K3. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Cahaya Mulia Bakery telah mempertahankan kebersihan, sanitasi, dan pengelolaan limbah yang baik, serta menyediakan ventilasi dan pencahayaan yang memadai. Penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur keselamatan lainnya juga diterapkan dengan benar, yang ditunjukkan oleh minimnya insiden kecelakaan kerja. Namun, ada kebutuhan untuk terus meningkatkan kesadaran pekerja terhadap K3 dan mengadopsi teknologi baru untuk mengurangi risiko. Program pelatihan K3 yang berkelanjutan dan evaluasi berkala juga diidentifikasi sebagai langkah penting ke depan. Secara keseluruhan, Cahaya Mulia Bakery telah menunjukkan komitmen yang signifikan terhadap praktik K3, yang telah menghasilkan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien. Namun, perhatian lebih lanjut diperlukan dalam aspek peningkatan fasilitas, pelatihan berkelanjutan, dan keterlibatan pekerja dalam keputusan terkait K3 untuk lebih memperkuat implementasi K3 di masa mendatang.
Pengembangan Pestisida Nabati sebagai Alternatif Ramah Lingkungan dalam Pengendalian Hama Pertanian (PKM di Nagari Lubuk Pandan) Rozza Linda; Isna Juwita; Desriyenti Desriyenti; Mufrida Meri
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Interaksi - Desember
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v1i2.46

Abstract

Dalam upaya untuk mengembangkan solusi pengendalian hama yang ramah lingkungan, penelitian ini mengkaji penggunaan pestisida nabati yang terbuat dari campuran daun pepaya (Carica papaya), daun jambu biji (Psidium guajava), dan daun meniran (Phyllanthus niruri), dengan tambahan Effective Microorganisms 4 (EM 4) dan deterjen bubuk. Daun pepaya mengandung senyawa papain, karpain, saponin, dan tanin yang bersifat antibakteri dan antifungi, serta efektif dalam merusak sistem pencernaan hama. Daun jambu biji memiliki tanin, flavonoid, saponin, dan asam oleanolat dengan kemampuan antimikroba dan repelan serangga, sedangkan daun meniran mengandung flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat merusak membran sel patogen. Penambahan EM 4 dalam formulasi pestisida nabati ini membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan efektivitas penguraian bahan organik, serta mendukung proses detoksifikasi, sehingga memperkuat kemampuan pengendalian hama. Selain itu, deterjen bubuk digunakan sebagai surfaktan untuk meningkatkan daya sebar pestisida dan meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam sistem hama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pengendalian hama yang efektif dan aman bagi lingkungan, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
Penyuluhan Pengaruh Bahaya Gadget Terhadap Kesehatan Dan Mental Anak di SD Negri 02 2x11 Enam Lingkung Korong Balai Satu Nagari Lubuk Pandan Rozza Linda; Mufrida Meri; Isna Juwita; Irmayani Irmayani; Desriyenti Desriyenti
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Interaksi - Juni
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v2i1.258

Abstract

Penggunaan gadget yang tidak terkontrol pada anak usia sekolah dasar dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental, seperti gangguan tidur, menurunnya kemampuan bersosialisasi, serta risiko gangguan emosional. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa, orang tua, dan guru mengenai bahaya penggunaan gadget yang berlebihan, serta mendorong terbentuknya pola penggunaan teknologi yang sehat. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 02 2x11 Enam Lingkung, Korong Balai Satu, Nagari Lubuk Pandan, dengan melibatkan 90 siswa, 27 orang tua, 11 guru, serta dosen dan mahasiswa KKN dari Universitas Ekasakti (UNES) sebagai penyuluh. Metode kegiatan meliputi presentasi edukatif, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, simulasi peran, dan pembagian lembar edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap dampak negatif gadget dan munculnya komitmen bersama untuk menerapkan kebiasaan digital yang sehat. Penyuluhan ini terbukti efektif dan relevan sebagai langkah preventif dalam membentuk kesadaran serta perilaku bijak dalam penggunaan gadget pada anak usia dini.    
Analisis Spasial Kerusakan Infrastruktur Jembatan Pasca Galodo menggunakan GIS Sebagai Dasar Pemodelan BIM (Studi Kasus: Kecamatan Pauh, Kota Padang) Zelmi Sriyolja; Rozza Linda; Merry Thressia
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1731

Abstract

  Kota Padang merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana alam salah satunya galodo yang terjadi pada November 2025 yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di Kecamatan Pauh. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi jembatan setelah bencana kemudian melakukan pengelolaan data infrastruktur dalam satu sistem data terpadu dalam Geographic Information System (GIS). Dengan data terpadu ini menjadi dasar untuk membuat reka model infrastruktur dengan konsep Building Information Modelling (I-BIM). Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui survei langsung di lapangan pada jalan dan empat jembatan terdampak bencana galodo pada November 2025, yaitu Jembatan Irigasi 1, Jembatan Koto Panjang Limau Manis, Jembatan Koto Tuo, dan Jembatan Lambung Bukik dan jalan menuju jembatan Lambung Bukik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jembatan mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda, mulai dari pengikisan tanah di sekitar struktur, retakan pada bagian utama, hingga kerusakan berat yang menyebabkan jembatan tidak lagi dapat digunakan. Data hasil survei kemudian diolah dan diintegrasikan ke dalam sistem GIS yang dilengkapi dengan informasi spasial dan atribut serta foto dokumentasi, sehingga mampu memberikan gambaran kondisi infrastruktur secara lebih menyeluruh dan mudah dipahami. Data dalam bentuk Digital ini yang akan menjadi dasar dalam membuat reka model Building Information Modelling.
Sosialisasi Potensi Keripik Naga Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Buah Naga Di Nagari Tanjung Alai Rozza Linda; Zelmi Sriyolja; Merry Thressia; Isna Juwita
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Interaksi - Juni
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v3i1.353

Abstract

Nagari Tanjung Alai memiliki potensi produksi buah naga yang cukup besar, luas perkebunan naga 75 ha dengan hasil panen bisa mencapai 150 ton/bulan. Namun saat panen raya sebagian hasil panen tidak mampu diserap oleh pasar, sehingga menyebabkan penurunan harga dan mengurangi pendapatan petani. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi dalam pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah dan daya simpan yang lebih lama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi mengenai potensi pengolahan buah naga menjadi keripik, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah buah naga sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, survei lapangan, koordinasi dengan pemerintahan nagari, serta pelaksanaan sosialisasi dan demonstrasi proses pembuatan keripik buah naga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pemanfaatan buah naga menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Sebagian besar peserta mampu memahami tahapan pengolahan keripik buah naga dan melihat peluang pengembangannya sebagai usaha rumah tangga yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong terbentuknya produk unggulan Nagari Tanjung Alai, memperkuat peran UMKM, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan agroindustri berbasis potensi lokal.
Analisis Postur Kerja Operator Las di Bengkel Las Sasongko Jambi Menggunakan Metode Ovako Work Analysis System (OWAS) dan Nordic Body Map (NBM) Mufrida Meri; Rozza Linda; Irmayani Irmayani; Daniel Widi
Fusion : Journal of Research in Engineering, Technology and Applied Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Fusion - Oktober
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/fusion.v1i2.47

Abstract

Didalam dunia industtri peranan manusia sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam menjalankan proses produksi terutama kegiatan yang bersifat manual. Aktivitas manual ini juga dapat menumbulkan keluhan musculoskeletal. Bengkel las sasongko merupakan perusahan yang bergerak pada bidang pembuatan atau  jasa. Pada pengerjaannya masih menggunakan tenaga manusia. Proses manual yang masih membutuhkan manusia sering menimbulkan kelelahan kerja karena tidak memperhatikan postur tubuh yang ideal. Pengukuran postur tubuh pada penelitian ini dilakukan dengan metode ovako work analisys system (owas) serta untuk mengukur rasa sakit otot pada pekerja dibutuhkan metode nordic body map (NBM). Hasil dari perhitungan nilai OWAS terhadap 4 operator di bengkel las sasongko. Kategori 3 (perlu perbaikan segera mungkin) sebanyak 3 orang operator dan kategori 4 (perlu perbaikan saat ini) sebanyak 2 orang, hasil dari rekapitulasi kuesioner nordic body map tingkat keluhan yang banyak dikeluhkan para operator adalah keluhan musculoskeletal dibagian pinggang dengan tingkat resiko 2 (Sakit),  rekomendasi perbaikan adalah pemberian fasilitas pembantu seperti meja dan kursi sesuai bentuk postur tubuh operator, melakukan peregangan otot sebelum melakukan aktivitas pekerjaan, dan rotasi pekerjaan.
Analisis Beban Kerja Mental Pada Pekerja UMKM Tahu Mtb Menggunakan Metode NASA-TLX Mufrida Meri; Hary Fandeli; Rozza Linda; Irmayani Irmayani; Rio Febrian
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 1 No. 1 (2023): JISS - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.509 KB) | DOI: 10.59435/jiss.v1i1.24

Abstract

Kinerja karyawan sangat berpengaruh dalam penentuan produktivitas suatu perusahaan. Apabila kinerja karyawan di sebuah perusahaan baik, maka produktivitas perusahaan tersebut akan meningkat dan hal ini dapat menyebabkan keuntungan pada perusahaan tersebut bertambah. Begitu pula sebaliknya, apabila kinerja karyawan tersebut buruk, maka produktivitas perusahaan tersebut akan menurun. Salah satu hal yang mempengaruhi kinerja karyawan tersebut yaitu beban kerja mental. Beban kerja mental merupakan sesuatu keadaan yang dialami oleh seseorang yang memberi tekanan dalam hidupnya. Semakin tinggi tekanan yang dirasakan karyawan itu, maka semakin rendah kinerja yang bisa dicapainya. Salah satunya yaitu pada pekerja-pekerja di Pabrik Tahu MTB. Berdasarkan data-data perbandingan nilai rata-rata tiap faktor untuk menghitung beban kerja mental dapat disimpulkan bahwa faktor beban kerja mental yang paling berpengaruh yaitu performansi kerja yang menyatakan tingkat kepuasan yang dirasakan terhadap kinerja yang telah dilakukan yaitu sebesar 85. Rata-rata nilai kebutuhan mental dan kebutuhan fisik bernilai sama yaitu sebesar 80.5 yang menyatakan bahwa beban kerja para pekerja yang membutuhkan fisik dan mental bernilai sama .Terdapat 6 faktor yang mempengaruhi beban kerja para pekerja yaitu Mental Demand,Physical Demand, Temporal Demand,Performance,Frustation, Effort. Berdasarkan hasil dari perhitungan dapat diketahui jumlah karyawan yang memiliki tingkat beban kerja mental kategori tinggi sekali dengan rata-rata WWL 85.66 yang berjumlah 4 orang dan kategori tinggi dengan rata-rata WWL 71.22 yang berjumlah 6 orang.
Budidaya Jamur Tiram Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga di Nagari Tanjung Alai Rozza Linda; Isna Juwita; Mufrida Meri; Rosnita Rauf; Desriyenti Desriyenti
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 1 No. 3 (2023): JISS - Oktober
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v1i3.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan implementasi budidaya jamur tiram sebagai strategi pengembangan ekonomi masyarakat di Nagari Tanjung Alai, Kecamatan X Koto Singkarak. Melalui pendekatan penyuluhan dan pelatihan, kami berusaha meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknik budidaya yang efektif, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan. Metode penelitian mencakup serangkaian kegiatan penyuluhan, pelatihan praktis, dan pendampingan teknis kepada petani dan masyarakat setempat. Informasi diperoleh melalui survei partisipatif, observasi lapangan, dan wawancara dengan petani. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengevaluasi dampak program terhadap peningkatan produksi jamur tiram dan pendapatan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budidaya jamur tiram memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan keluarga di Nagari Tanjung Alai. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya jamur tiram secara signifikan berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas hasil panen. Selain itu, adopsi teknik budidaya yang baik juga mendorong terbentuknya jaringan kerjasama antarpetani, memperkuat aspek sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran praktis tentang potensi budidaya jamur tiram sebagai alternatif pengembangan ekonomi lokal. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa dengan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak terkait lainnya, budidaya jamur tiram dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nagari Tanjung Alai dan daerah sekitarnya. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan, diharapkan program ini dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan.
ANALISIS RISIKO ERGONOMI POSTUR KERJA KARYAWAN DENGAN METODE REBA DAN NBM DI PT. MMZ Mufrida Meri; Rozza Linda; Ari Risky
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2969

Abstract

Abstract: Intensive manual handling activities in the spice processing industry often lead to musculoskeletal complaints among workers. This study aims to analyze the working posture of employees at the cinnamon wood unloading station at PT. MMZ using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) and Nordic Body Map (NBM) methods. The REBA method is used to assess posture-related risk and provide improvement recommendations, while the NBM method identifies body parts experiencing discomfort. The results of the study indicate that the majority of workers fall into the high-risk category based on REBA analysis, with non-ergonomic postures such as bending, twisting the body, and lifting heavy loads being the main contributing factors. Additionally, the NBM findings show that most workers experience discomfort in the neck, shoulders, back, and waist. The conclusion of this study highlights the importance of ergonomic posture adjustments to reduce the risk of musculoskeletal injuries and improve worker well-being. Keyword: Working Posture; Musculoskeletal; REBA; NBM; Ergonomics. Abstrak: Kegiatan manual handling yang intens di industri pengolahan rempah-rempah sering kali menyebabkan keluhan muskuloskeletal pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja karyawan di stasiun pembongkaran kayu kulit manis di PT. MMZ menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Nordic Body Map (NBM). Metode REBA digunakan untuk menilai risiko postur kerja dan memberikan rekomendasi perbaikan, sedangkan metode NBM digunakan untuk mengidentifikasi bagian tubuh yang mengalami keluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja berada dalam kategori risiko tinggi berdasarkan analisis REBA, dengan postur kerja yang tidak ergonomis seperti membungkuk, memutar tubuh, dan mengangkat beban berat menjadi faktor utama. Selain itu, hasil NBM menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami keluhan pada leher, bahu, punggung, dan pinggang. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penyesuaian postur kerja yang ergonomis untuk mengurangi risiko cedera muskuloskeletal dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Kata kunci: Postur Kerja; Muskuloskeletal; REBA; NBM; Ergonomi.
PERANCANGAN MEJA BAR ERGONOMIS DENGAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI DI KOTA PADANG Rozza Linda; Isna Juwita; Desriyenti Desriyenti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6163

Abstract

Abstract: In both work and daily life, people use tools and various facilities to support their activities. These tools and facilities must be designed with human body characteristics in mind to ensure they are comfortable to use. Discomfort can lead to decline in user performance if the tools used are not ergonomic. This study aims to design ergonomic bar counters at cafes in the city of Padang using an anthropometric approach. Based on an inisial survey, baristas reported physical complaints resulting from their work, such as pain in the hand, nech, waist, back and legs. This is caused by bar counters at their workplaces that do not align with their body dimensions, therefore further analysis of the bar counter design is necessary. Base on the an analysis of anthropometric data, the following ergonomic bar counter dimensions were determined: bar counter height 112 cm. bar counter height at the coffee machine 87 cm, bar counter width 64 cm, and bar shelf height 165cm. Keywords:  Bar Counter; Ergonomic; Anthropometry   Abstrak: Manusia dalam bekerja maupun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari menggunakan alat atau berbagai fasilitas yang menunjang aktivitasnya. Alat atau fasilitas tersebut harus dirancang sedemikian rupa dengan mempetimbangkan karakteristik tubuh manusia sehingga nyaman digunakan. Ketidaknyamanan tersebut bisa menyebabkan menurunnya performasi pengguna dikarenakan alat yang digunakan tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan merancang  meja bar ergonomis pada café-café di kota Padang dengan pendekatan antropometri. Berdasarkan survey awal bahwa terdapat keluhan fisik pada barista akibat kerja seperti nyeri pada tangan, leher, pinggang, punggung dan kaki. Hal ini diakibatkan kondisi meja bar di tempat mereka bekerja tidak sesuai dengan kondisi tubuh, untuk itu perlu dilakukan  analisis lebih lanjut tentang perancangan meja bar tersebut. Berdasarkan pengolahan data antopometri didapatkan ukuran meja bar yang ergonomis sebagai berikut: tinggi meja bar 112 cm, tinggi meja bar di bagian mesin kopi 87 cm, lebar meja bar 64 cm, tinggi rak bar 165 cm.    Kata kunci: Meja Bar; Ergonomis; Antropometri