Aji Bagus Priyambodo
Universitas Negeri Malang

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Penerapan media dakon sejarah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MAN 2 Malang Abdul Hamid; Fattah Hanurawan; Aji Bagus Priyambodo
Flourishing Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.818 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i12021p1-12

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to improve the motivation to learn history of X IPA 2 MAN 2 Malang by using learning media in the form of Dakon History. Media Dakon History is a game of dakon that has been modified in such a way by researchers with the aim of being used as a supporting medium for learning activities in historical subjects. Learning motivation is an impulse that moves learning action or other educational actions. Many previous studies found that the use of learning media in the form of dakon games can help obtain the expected research objectives. The results of this study indicate that after the use of Dakon media the history of student learning motivation has increased. Increased student learning motivation can be known by the fulfillment of all aspects of learning motivation proposed by Maslow (in Hanurawan, 2016) with a theory of needs that must be fulfilled in learning and opinions expressed by Slavin (in Hanurawan, 2016) with internal motivation and external motivation in the process learn. Then to strengthen the success of the study can also be seen in the comparison of the results of the questionnaire and improvement of student learning outcomes between before and after the study was conducted. Keywords: the use of dakon history media; the motivation to learn history of x ipa 2 man 2 malang Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar sejarah siswa kelas X IPA 2 MAN 2 Malang dengan menggunakan media pembelajaran berupa Dakon Sejarah. Media Dakon Sejarah adalah permainan dakon yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa oleh peneliti dengan tujuan untuk digunakan sebagai media pendukung kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran sejarah. Motivasi belajar adalah dorongan yang menggerakkan tindakan belajar atau tindakan-tindakan yang pendidikan yang lain. Banyak penelitian sebelumnya menemukan bahwa penggunaan media pembelajaran berupa permainan dakon dapat membantu memperoleh tujuan penelitian yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan setelah penggunaan media Dakon Sejarah motivasi belajar siswa semakin meningkat. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat diketahui dengan terpenuhinya semua aspek motivasi belajar yang dikemukakan oleh Maslow (dalam Hanurawan, 2016) dengan teori kebutuhan yang harus terpenuhi dalam belajar dan pendapat yang dikemukakan oleh Slavin (dalam Hanurawan, 2016) dengan motivasi internal dan motivasi eksternal dalam proses belajar. Kemudian untuk memperkuat keberhasilan penelitian dapat dilihat pula pada perbandingan hasil kuesioner serta peningkatan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah penelitian dilakukan. Kata kunci: penggunaan media dakon sejarah; motivasi belajar sejarah siswa kelas x ipa 2 man 2 malang
Hubungan antara daya tarik interpersonal dan keintiman generasi z di Universitas Negeri Malang Alamanda Catartika; Fattah Hanurawan; Aji Bagus Priyambodo
Flourishing Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.359 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i12021p13-23

Abstract

Abstract: This study aims to determine (1) the level of interpersonal attraction of Generation Z at State University of Malang, (2) the level of intimacy of Generation Z at State University of Malang, and (3) The correlation between interpersonal attraction and intimacy of Generation Z at State University of Malang. This research used quantitative method. The population of this research is 31090 people, and the sample is 240 people that used incidental sampling. The instrument in this study is the scale of interpersonal attraction made by the researchers themselves based on the McCroskey & McCain (1974) theory and intimacy scales made by the researchers themselves based on Orlofsky & Roades (Scharf & Ofra, 2001) theory. There are two data analysis techniques used, namely descriptive analysis and product moment correlation. The results of the descriptive analysis found that: (1) the level of interpersonal attraction on generation Z was in the high category, (2) the level of intimacy on generation Z was in the high category, and (3) there was a positive relationship between interpersonal attraction and intimacy on generation Z at State University of Malang. This research showed that correlation between variables has rxy = 0,185 and had p=0,004 < 0,05, so that Ha was accepted, and it showed that there was positive correlation between interpersonal attraction (X) and intimacy (Y) but it has weak correlation. Suggestions that can be given are (1) we expected for generation Z at State University of Malang have more attention and consider about attractiveness to other people, (2) for BEM Faculty of Psychology at State University of Malang with direction from the lectures, can give an information about attractiveness and intimacy of Generation Z, (3) further researchers are advised to have more attention to the variables and use bigger samples. Keywords: interpersonal attraction; intimacy Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat daya tarik interpersonal generasi Z di Universitas Negeri Malang, (2) tingkat keintiman generasi Z di Universitas Negeri Malang, dan (3) hubungan daya tarik interpersonal dan keintiman generasi Z di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Penelitian ini melibatkan 31090 populasi dengan 240 sampel menggunakan insidental sampling. Instrumen penelitian ini adalah skala daya tarik interpersonal yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan teori McCroskey & McCain (1974) dan skala keintiman yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan teori Orlofsky & Roades (Scharf & Ofra, 2001). Hasil penelitian menunjukkan (1) tingkat daya tarik interpersonal generasi Z dalam kategori tinggi, (2) tingkat keintiman generasi Z dalam kategori tinggi, (3) ada korelasi positif antara daya tarik interpersonal dan keintiman generasi Z di Universitas Negeri Malang. Hasil perhitungan korelasi pada penelitian ini menggunakan product moment, menunjukkan bahwa daya tarik interpersonal dan keintiman memiliki rxy sebesar 0,185 dengan nilai signifikansi 0,004 < 0,05 sehingga hipotesis diterima. Berdasarkan Hal ini terdapat hubungan antara daya tarik interpersonal (X) dan keintiman (Y) yang memiliki korelasi positif di kategori lemah. Saran penelitian adalah (1) bagi generasi Z dapat lebih memperhatikan dan melakukan pertimbangan untuk memiliki ketertarikan pada orang lain jika menimbulkan rasa suka. (2) bagi BEM Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang turut serta dalam memberikan penyuluhan daya tarik interpersonal dan keintiman dan (3) bagi peneliti selanjutnya dapat untuk mengkaji lebih dalam penelitian yang serupa serta dengan sampel yang lebih besar. Kata kunci: daya tarik interpersonal; keintiman
Hubungan motivasi menghafal al-qur’an dan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mahasiswa s1 Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2017 Anwar Kirom Sudjiono; Aji Bagus Priyambodo
Flourishing Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.132 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i12021p33-46

Abstract

Abstract : The purpose of this research is to (a) describe motivation to memorize Al-Qur’an, emotional quotient, and college students learning achievement, (b) know a correlation of motivation to memorize Al-Qur’an with learning achievement, emotional quotient with learning achievement, also motivation to memorize Al-Qur’an and emotional quotient simultaneously with learning achievement. The population is 91 college students with subject determined by using simple random sampling which results 75 subjects. There are three instruments that is applied is (a) scale of motivation to memorize Al-Qur’an with reliability level 0.853, (b) scale of emotional quotient with reliability level 0.870 and (c) documentation of Grade Point (GP). The result of descriptive analysis shows that (a) the level of motivation to memorize Al-Qur’an is in the high level, (b) the level of emotional quotient is in the high level, (c) the level of students learning achievement Al-Qur’an is in the high level. The result of correlational analysis shows that (a) there is positive correlation between motivation to memorize Al-Qur’an and students learning achievement with significance 0.00 smaller is equal to 0.05 and rxy equal 0.441, (b) there is positive correlation between emotional quotient and students learning achievement with significance 0.00 smaller is equal to 0.05 and rxy equal 0.531, (c) there is positive correlation between motivation to memorize Al-Qur’an and emotional quotient simultaneously with students learning achievement with significance 0.00 smaller is equal to 0.05 and rxy equal 0.537. Keywords: motivation to memorize Al-Qur’an; emotional quotient; students learning achievement Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (a) mendeskripsikan motivasi menghafal Al-Qur’an, kecerdasan emosional, dan prestasi belajar mahasiswa, (b) mengetahui hubungan motivasi menghafal Al-Qur’an dengan prestasi belajar, kecerdasan emosional dengan prestasi belajar, serta motivasi menghafal Al-Qur’an dan kecerdasan emosional secara simultan dengan prestasi belajar. Populasi penelitian berjumlah 91 mahasiswa, pengambilan subjek 75 mahasiswa dengan menggunakan teknik sampel acak sederhana. Ada tiga instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu (a) skala motivasi menghafal Al-Qur’an dengan reliabilitas 0,853, (b) skala kecerdasan emosional dengan reliabilitas 0,870 dan (c) dokumentasi nilai indeks prestasi (IP). Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh informari bahwa (a) tingkat motivasi menghafal Al- Qur’an mahasiswa tergolong tinggi, (b) tingkat kecerdasan emosional mahasiswa tergolong tinggi, (c) tingkat prestasi belajar mahasiswa tergolong tinggi. Berdasarkan hasil analisis korelasi diperoleh informasi bahwa (a) terdapat korelasi positif motivasi menghafal Al-Qur’an dan prestasi belajar dengan signifikansi 0,00 lebih kecil sama dengan 0,05 dan rxy sama dengan 0,441, (b) terdapat korelasi positif kecerdasan emosional dan prestasi belajar dengan signifikansi 0,00 lebih kecil sama dengan 0,05 dan rxy sama dengan 0,531, (c) terdapat korelasi positif motivasi menghafal Al-Qur’an dan kecerdasan emosional secara simultan dengan prestasi belajar dengan signifikansi 0,00 lebih kecil sama dengan 0,05 dan rxy sama dengan 0,537. Kata kunci: motivasi menghafal Al-Qur’an; kecerdasan emosional; prestasi belajar
Persepsi Ancaman Sebagai Prediktor Intoleransi Politik terhadap Jamaah Ahmadiyah pada Jamaah Nahdlatul Wathan Muh. Amin Arqi; Tutut Chusniyah; Aji Bagus Priyambodo
Flourishing Journal Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.066 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i22021p162-169

Abstract

Abstract: This research aims to (1) determine the level of perceived threat towards the Ahmadiyah congregation at the Nahdlatul Wathan Pancor congregation in Lombok Timur, (2) knowing the level of political intolerance towards the Ahmadiyah congregation to congregation Nahdlatul Wathan Pancor East Lombok, and (3) to find out perceived threat as a predictor of political intolerance towards congregations Ahmadiyah to the congregation of Nahdlatul Wathan Pancor, East Lombok. This research is a quantitative research with descriptive method and correlational-predictive. The population in this study were 1383 congregations Nahdlatul Wathan who lives in the Bermi Neighborhood, Pancor Village, East Lombok, West Nusa Tenggara and the samples used in This research consisted of 92 people with incidental sampling technique. Instrument In this study, the perceived threat scale and political intolerance scale. Analysis of research data using descriptive analysis with categorization based on the value of T. Hypothesis testing using correlation analysis techniques pearson product moment and simple linear regression. The results of this study indicate that the congregation of Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur (1) most of the subjects had a threat perception high level, (2) most of the subjects have political intolerance towards the Ahmadiyah congregation, (3) perceived threat is a predictor of political intolerance to the Ahmadiyya congregation with a significance of 0.000 and a value of determination 0.495. Keywords: Perceived Threats, Political Intolerancy, Ahmadiyah Congregation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat persepsi ancaman terhadap jamaah Ahmadiyah pada jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur, (2) mengetahui tingkat intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah pada jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur, dan (3) untuk mengetahui persepsi ancaman sebagai prediktor intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah pada jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional-prediktif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 1383 orang jamaah Nahdlatul Wathan yang bermukim di Lingkungan Bermi, Kelurahan Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 92 orang dengan teknik insidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu skala persepsi ancaman dan skala intoleransi politik. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pengkategorian berdasarkan pada nilai T. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur (1) sebagian besar subyek memiliki persepsi ancaman yang tinggi, (2) sebagian besar subyek memiliki intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah, (3) persepsi ancaman merupakan prediktor intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah dengan signifikansi 0,000 dan nilai determinasi 0,495. Kata kunci: Persepsi Ancaman, Intoleransi Politik, Jamaah Ahmadiyah