Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Share : Social Work Journal

COPING STRES KARYAWAN DALAM MENGHADAPI STRES KERJA Utaminingtias, Wiari; Ishartono, Ishartono; Hidayat, Eva Nuriyah
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.345 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13123

Abstract

Potret kehidupan anak jalanan yang terjadi saat ini merupakan fenomena yang sering dijumpai di tengah-tengah kehidupan masyarakat, maka perlunya dilakukan pembinaan anak jalanan untuk mengurangi persebaran anak jalanan. Sehingga, rumah singgah menjadi salah satu alternatif kebutuhan terhadap pembinaan anak jalanan. Sebagai organisasi pelayanan sosial, rumah singgah juga memerlukan dana untuk dapat menjalankan setiap program-program pembinaan anak jalanan yang selama ini telah dikelola. Fundraising diperlukan dalam kegiatan pencarian sumber-sumber dana baik melalui donatur maupun dari sumber-sumber lain yang memiliki potensi dalam mengembangkan sebuah organisasi pelayanan sosial, dalam hal ini rumah singgah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena dalam penelitian ini ingin mengetahui bagaimana penerapan strategi fundraising yang dilakukan oeh rumah singgah Bina Anak Pertiwi. Studi ini menunjukkan bahwa rumah singgah ini menggunakan strategi fundraising dalam melakukan pembinaan terhadap anak jalanan serta menjalankan setiap programnya. Tiga strategi fundraising yang digunakan yaitu; Acquisition Strategies, Retension Strategies, dan Upgrading strategies.
HAK ASASI MANUSIA DAN PEKERJAAN SOSIAL Hidayat, Eva Nuriyah
Share : Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.151 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i1.13060

Abstract

Hak asasi manusia dan pekerjaan sosial merupakan suatu hal yang saling berkaitan, dimana pekerjaan sosial di dalam prakteknya mendasarkan etika pada hak asasi manusia. Dalam praktek pekerjaan sosial, permasalahan yang muncul adalah hak asasi manusia yang seperti apa yang dapat diterapkan sebagai etika praktek pekerjaan sosial. Oleh karena itu mahasiswa perlu dibekali dasar-dasar hak asasi manusia yang sesuai dengan sistem sosial masyarakat.
PENGASUHAN (GOOD PARENTING) BAGI ANAK DENGAN DISABILITAS Vani, Gabriela Chrisnita; Raharjo, Santoso Tri; Hidayat, Eva Nuriyah; Humaedi, Sahadi
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.729 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13067

Abstract

Setiap anak tidak terkecuali anak dengan disabilitas mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan pendidikan, dan hak-hak lainnya. Akan tetapi jumlah anak disabilitas di Indonesia yang ternyata tidak sedikit harus diperhatikan bersama terutama oleh lingkungan terdekat atau orangtua. Hal ini dibuktikan dengan adanya jumlah anak penyandang disabilitas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menurut Pendataan Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Kementerian Sosial (2009) , terdapat 65.727 anak, yang terdiri dari 78.412 anak dengan kedisabilitasan ringan, 74.603 anak dengan kedisabilitasan sedang dan 46.148 anak dengan kedisabilitasan berat. Lalu berdasarkan Susenas Triwulan 1 Maret 2011, jumlah anak Indonesia sebanyak 82.980.000. Dari populasi tersebut, 9.957.600 anak adalah anak berkebutuhan khusus dalam kategori penyandang disabilitas. Anak dengan disabilitas memerlukan penanganan khusus, tetapi tidak semua orangtua yang tulus menerima anak dengan disabilitas dan memberikan kasih sayang secara penuh hal ini dapat terlihat dari penerimaan orangtua yang sedih, malu, dan terkejut. Dengan penerimaan tersebut, akan mengakibatkan orangtua tidak memperdulikan anak dengan disabilitas dan kurangnya perhatian atau kasih sayang orangtua kepada anak dengan disabilitas. Belum banyak orangtua yang menerima anak dengan disabilitas dengan hati yang tulus, yang mengakibatkan kurang terpenuhinya hak dan kebutuhan anak dengan disabilitas. Dalam hal ini, perlu adanya pengasuhan baik dari keluarga terutama kedua orangtua anak. Pengasuhan yang baik akan menghasilkan anak dengan disabilitas dapat memenuhi kebutuhan dan mendapatkan hak mereka sehingga dapat berfungsi secara sosial. Perlunya edukasi akan fungsi keluarga yang memang harus dipenuhi yaitu afeksi, keamanan, identitas,afiliasi, sosialisasi, kontrol harus diberikan orangtua kepada anak penyandang disabilitas. Pelayanan sosial bagi keluarga juga dapat diterapkan diadakan misalnya dengan pelayanan konseling keluarga, family life education (pendidikan kehidupan keluarga), dan parent support group dapat dilakukan oleh pekerja sosial dalam memberdayakan orang tua serta anak dengan disabilitas.
INTERAKSI DIDALAM KELUARGA DENGAN ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI PANTI SOSIAL MASURDI PUTRA BAMBU APUS JAKARTA Suharto, Febry Hizba Ahshaina; Wibhawa, Budhi; Hidayat, Eva Nuriyah
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.35 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13089

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan kehidupan yang dikenal anak untuk pertama kalinya, dan untuk seterusnya anak banyak belajar di dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu peran, sikap dan perilaku orangtua dalam proses pengasuhan anak, sangat besar pengaruhnya dalam pembentukan dan perkembangan kepribadian anak. Dengan kehadiran seorang anak dalam keluarga, komunikasi dalam keluarga menjadi lebih penting dan intensitasnya harus semakin meningkat, artinya dalam keluarga perlu ada komunikasi yang baik dan sesering mungkin antara orang tua dengan anak. Cukup banyak persoalan yang timbul di masyarakat karena atau tidak adanya komunikasi yang baik dalam keluarga. Dalam kenyataannya, proses interaksi anak dengan orangtua tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan dan tidaklah sesederhana yang kita bayangkan dan katakan. Pengasuhan sering dibumbui oleh berbagai hal yang tidak mendukung bagi kemandirian anak, antara lain: sikap dan perilaku orangtua yang tidak dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya, suasana emosi anggota rumah tangga sehari-hari yang tidak kondusif, serta interaksi anggota keluarga lainnya yang tidak baik. Dengan situasi seperti itu, maka tidak semua interaksi keluarga terhadap anak efektif, akibatnya, perilaku dan kemandirian anak, tidak sesuai dengan yang diharapkan. Faktor lingkungan, seperti kemajuan teknologi informasi dan globalisasi yang berkembang pesat dewasa ini sangat mempengaruhi nilai dan norma yang berlaku dalam individu, keluarga, dan masyarakat. Hal ini dapat berakibat terjadinya berbagai permasalahan sosial pada anak diantaranya; penyimpangan perilaku baik pada anak maupun pada orang dewasa, seperti tindak kekerasan, pencurian, pelecehan seksual, tawuran dan lain- lain yang menyebabkan anak berhadapan dengan hukum (ABH).
INTERAKSI DIDALAM KELUARGA DENGAN ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI PANTI SOSIAL MASURDI PUTRA BAMBU APUS JAKARTA Febry Hizba Ahshaina Suharto; Budhi Wibhawa; Eva Nuriyah Hidayat
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.35 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13089

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan kehidupan yang dikenal anak untuk pertama kalinya, dan untuk seterusnya anak banyak belajar di dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu peran, sikap dan perilaku orangtua dalam proses pengasuhan anak, sangat besar pengaruhnya dalam pembentukan dan perkembangan kepribadian anak. Dengan kehadiran seorang anak dalam keluarga, komunikasi dalam keluarga menjadi lebih penting dan intensitasnya harus semakin meningkat, artinya dalam keluarga perlu ada komunikasi yang baik dan sesering mungkin antara orang tua dengan anak. Cukup banyak persoalan yang timbul di masyarakat karena atau tidak adanya komunikasi yang baik dalam keluarga. Dalam kenyataannya, proses interaksi anak dengan orangtua tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan dan tidaklah sesederhana yang kita bayangkan dan katakan. Pengasuhan sering dibumbui oleh berbagai hal yang tidak mendukung bagi kemandirian anak, antara lain: sikap dan perilaku orangtua yang tidak dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya, suasana emosi anggota rumah tangga sehari-hari yang tidak kondusif, serta interaksi anggota keluarga lainnya yang tidak baik. Dengan situasi seperti itu, maka tidak semua interaksi keluarga terhadap anak efektif, akibatnya, perilaku dan kemandirian anak, tidak sesuai dengan yang diharapkan. Faktor lingkungan, seperti kemajuan teknologi informasi dan globalisasi yang berkembang pesat dewasa ini sangat mempengaruhi nilai dan norma yang berlaku dalam individu, keluarga, dan masyarakat. Hal ini dapat berakibat terjadinya berbagai permasalahan sosial pada anak diantaranya; penyimpangan perilaku baik pada anak maupun pada orang dewasa, seperti tindak kekerasan, pencurian, pelecehan seksual, tawuran dan lain- lain yang menyebabkan anak berhadapan dengan hukum (ABH).
COPING STRES KARYAWAN DALAM MENGHADAPI STRES KERJA Wiari Utaminingtias; Ishartono Ishartono; Eva Nuriyah Hidayat
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.345 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13123

Abstract

Potret kehidupan anak jalanan yang terjadi saat ini merupakan fenomena yang sering dijumpai di tengah-tengah kehidupan masyarakat, maka perlunya dilakukan pembinaan anak jalanan untuk mengurangi persebaran anak jalanan. Sehingga, rumah singgah menjadi salah satu alternatif kebutuhan terhadap pembinaan anak jalanan. Sebagai organisasi pelayanan sosial, rumah singgah juga memerlukan dana untuk dapat menjalankan setiap program-program pembinaan anak jalanan yang selama ini telah dikelola. Fundraising diperlukan dalam kegiatan pencarian sumber-sumber dana baik melalui donatur maupun dari sumber-sumber lain yang memiliki potensi dalam mengembangkan sebuah organisasi pelayanan sosial, dalam hal ini rumah singgah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena dalam penelitian ini ingin mengetahui bagaimana penerapan strategi fundraising yang dilakukan oeh rumah singgah Bina Anak Pertiwi. Studi ini menunjukkan bahwa rumah singgah ini menggunakan strategi fundraising dalam melakukan pembinaan terhadap anak jalanan serta menjalankan setiap programnya. Tiga strategi fundraising yang digunakan yaitu; Acquisition Strategies, Retension Strategies, dan Upgrading strategies.
METODE HIPNOTERAPI UNTUK PENANGANAN KLIEN DENGAN KEBIASAAN MEROKOK Agung Purwanto; Budi Muhammad Taftazani; Eva Nuriyah Hidayat
Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i2.35080

Abstract

ABSTRAKKebiasaan merokok memiliki dampak negatif yaitu mulai dari menimbulkan berbagai macam penyakit berat hingga kematian dan bagi kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah dapat menyebabkan berkurangnya biaya untuk memenuhi kebutuhan dasar. Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan bagi perokok untuk menghilangkan kebiasaan merokoknya yaitu dengan menerapkan metode hipnoterapi. Metode hipnoterapi lazim digunakan dalam praktik pekerjaan sosial khususnya dalam arena pekerjaan sosial klinis atau pekerjaan sosial medis. Metode ini sejalan dengan perspektif berbasis kekuatan dan keterhubungan antaran fikiran dan tubuh. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana proses hipnoterapi kepada individu dengan kebiasaan merokok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan dua subjek klien yang menjalankan terapi dan seorang hypnotherapist.. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan metode hipnoterapi pada klien dengan kebiasaan merokok terbagi menjadi tujuh tahapan yaitu pra induksi, induksi, deepening, depth level test, suggestion therapy, hypnotherapeutic technique dan terminasi. Terdapat perbedaan pada bagian suggestion therapy dan hypnotherapeutic technique yang disesuaikan dengan tujuan masing-masing klien. Perbedaan terletak pada teknik manipulasi dan substitusi. ABSTRACTSmoking habits have negative impacts ranging from causing various serious diseases to death and for people with low economic income it can lead to reduced costs to meet their basic needs. One form of intervention that can be done to individual smokers can be done by applying hypnotherapy methods. Hypnotherapy methods are commonly used in social work practices especially in the arena of clinical social work or medical social work. This method is in line with the strength perspective and connection between mind and body approach. This paper aims to describe the process of hypnotherapy to individuals with smoking habits.This study operates descriptive qualitative method with three informants, that is two clients who accept therapy and a hypnotherapist. Interviews and observation use as data collection techniques. The results showed that the hypnotherapy method for clients with smoking habits was divided into seven stages, namely pre-induction, induction, deepening, depth level test, suggestion therapy, hypnotherapeutic technique and termination. However, because there are differences in each client's goals, namely reducing and stopping, the suggestion therapy and hypnotherapeutic technique sections are adjusted to these goals. The difference lies in the technique of manipulation and substitution. However, there are similarities in the purpose of the technique given to both, which is to eliminate comfort in smoking activities. 
HAK ASASI MANUSIA DAN PEKERJAAN SOSIAL Eva Nuriyah Hidayat
Share : Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.151 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i1.13060

Abstract

Hak asasi manusia dan pekerjaan sosial merupakan suatu hal yang saling berkaitan, dimana pekerjaan sosial di dalam prakteknya mendasarkan etika pada hak asasi manusia. Dalam praktek pekerjaan sosial, permasalahan yang muncul adalah hak asasi manusia yang seperti apa yang dapat diterapkan sebagai etika praktek pekerjaan sosial. Oleh karena itu mahasiswa perlu dibekali dasar-dasar hak asasi manusia yang sesuai dengan sistem sosial masyarakat.
UPAYA PREVENTIF KONFLIK PENGGUSURAN LAHAN Soni Ahmad Nulhaqim; Eva Nuriyah Hidayat; Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.25173

Abstract

Sebagai dampak dari pembangunan yang dilakukan pemerintah, penggusuran lahan merupakan permasalahan yang menimbulkan konflik dalam masyarakat. Faktor penyebab terjadinya konflik dalam penggusuran lahan ini masyarakat merasa dirugikan dan merasa tidak mendapat perlindungan, karena tidak sedikit penggusuran in bersifat paksaan. Upaya-upaya preventif untuk mencegah terjadinya konflik dalam penggusuran lahan ini diantaranya dengan sosialisasi kegiatan pembangunan, mufakat, penggantian ganti rugi yang layak, partisipasi masyarakat dan relokasi yang layak. Kata kunci: konflik, preventif, penggusuran lahan
PENGASUHAN (GOOD PARENTING) BAGI ANAK DENGAN DISABILITAS Gabriela Chrisnita Vani; Santoso Tri Raharjo; Eva Nuriyah Hidayat; Sahadi Humaedi
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.729 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13067

Abstract

Setiap anak tidak terkecuali anak dengan disabilitas mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan pendidikan, dan hak-hak lainnya. Akan tetapi jumlah anak disabilitas di Indonesia yang ternyata tidak sedikit harus diperhatikan bersama terutama oleh lingkungan terdekat atau orangtua. Hal ini dibuktikan dengan adanya jumlah anak penyandang disabilitas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menurut Pendataan Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Kementerian Sosial (2009) , terdapat 65.727 anak, yang terdiri dari 78.412 anak dengan kedisabilitasan ringan, 74.603 anak dengan kedisabilitasan sedang dan 46.148 anak dengan kedisabilitasan berat. Lalu berdasarkan Susenas Triwulan 1 Maret 2011, jumlah anak Indonesia sebanyak 82.980.000. Dari populasi tersebut, 9.957.600 anak adalah anak berkebutuhan khusus dalam kategori penyandang disabilitas. Anak dengan disabilitas memerlukan penanganan khusus, tetapi tidak semua orangtua yang tulus menerima anak dengan disabilitas dan memberikan kasih sayang secara penuh hal ini dapat terlihat dari penerimaan orangtua yang sedih, malu, dan terkejut. Dengan penerimaan tersebut, akan mengakibatkan orangtua tidak memperdulikan anak dengan disabilitas dan kurangnya perhatian atau kasih sayang orangtua kepada anak dengan disabilitas. Belum banyak orangtua yang menerima anak dengan disabilitas dengan hati yang tulus, yang mengakibatkan kurang terpenuhinya hak dan kebutuhan anak dengan disabilitas. Dalam hal ini, perlu adanya pengasuhan baik dari keluarga terutama kedua orangtua anak. Pengasuhan yang baik akan menghasilkan anak dengan disabilitas dapat memenuhi kebutuhan dan mendapatkan hak mereka sehingga dapat berfungsi secara sosial. Perlunya edukasi akan fungsi keluarga yang memang harus dipenuhi yaitu afeksi, keamanan, identitas,afiliasi, sosialisasi, kontrol harus diberikan orangtua kepada anak penyandang disabilitas. Pelayanan sosial bagi keluarga juga dapat diterapkan diadakan misalnya dengan pelayanan konseling keluarga, family life education (pendidikan kehidupan keluarga), dan parent support group dapat dilakukan oleh pekerja sosial dalam memberdayakan orang tua serta anak dengan disabilitas.
Co-Authors Adlia Rahma Maulida Agung Purwanto Agus Wahyudi Riana Ahmad Zulfa Styabudi Aisyah Rasya Syafa Azzahra Angel Febriani Aritonang, Johan Immanuel Asmar Husein Azzahra, Aisyah Rasya Syafa Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Enggarati, Lanita Fadilah Putri Fadilah Putri, Fadilah Febriani, Angel Febry Hizba Ahshaina Hizba Ahshaina Febry Hizba Ahshaina Hizba Ahshaina, Febry Hizba Ahshaina Febry Hizba Ahshaina Suharto Febry Hizba Ahshaina Suharto, Febry Hizba Ahshaina Fikriryandi Putra Fikriryandi Putra, Fikriryandi Gabriela Chrisnita Vani Gabriela Chrisnita Vani, Gabriela Chrisnita Hetty krisnani Hetty Krisnani Hetty Krisnani, Hetty Ifally Pramesia Putri Peachilia Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Maulana Irfan, Maulana Maulida, Adlia Rahma Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Mirajani, Inara Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Mr Imamulhadi Muhammad Fedryansyah MUHAMMAD FEDRYANSYAH Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Nabila Thifallya Regina Nadilla, Hanifah Fatwa nunung nurwati Nunung Nurwati Peachilia, Ifally Pramesia Putri Rachim, Hadiyanto Abdul Rachim, Hadiyanto Abdul Rahma Putri, Nadila Auludya Risna Resnawati Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Soni Ahmad Nulhaqim Soni Ahmad Nulhaqim, Soni Ahmad Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Syammas Perdana Syammas Perdana, Syammas Thesalonika Thesalonika Tiara Rahmawati Tiara Salsabilla Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wiari Utaminingtias Wiari Utaminingtias, Wiari Winda Marienda Winda Marienda, Winda