Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penggunaan Website sebagai Strategi Online Fundraising di Yayasan Al-Qomariyah Kota Bandung Dianto, Nurul Izza Sayyidina Aufa; Irfan, Maulana; Gutama, Arie Surya
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.51702

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan strategi online fundraising oleh Yayasan Al-Qomariyah, Kota Bandung, dengan fokus pada pemanfaatan website company profile. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aspek-aspek yang memengaruhi kesuksesan penggalangan dana online, seperti aksesibilitas, akuntabilitas, edukasi, interaksi, dan pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Al-Qomariyah telah memanfaatkan kombinasi pendekatan yang inklusif melalui online fundraising untuk mencapai keberlanjutan dalam dukungan finansial dan direct funding pada proyek spesifik. Website Al-Qomariyah telah mengakomodasi pengalaman berdonasi yang baik, tetapi interaksi lebih fokus dilakukan melalui media sosial. Transparansi penggunaan dana tidak disajikan secara eksplisit melalui website unuk menjaga privasi donatur. Interaksi dalam website masih belum optimal, sehingga media sosial dimanfaatkan untuk meningkatkan interaksi tersebut dan menjadi wadah utama dalam mendorong partisipasi dan donasi. Penelitian ini merekomendasikan Yayasan Al-Qomariyah untuk melakukan integrasi yang lebih baik antara website dengan platform penggalangan dana online lainnya, meningkatkan interaksi di website, serta memperbanyak konten edukatif untuk mendorong partisipasi aktif dalam peningkatan online fundraising mereka. 
Analisis Potensi Desa Wisata dalam Upaya Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Desa Bangunkarya Kabupaten Pangandaran Alifa, Nazmi Nur; Humaedi, Sahadi; Gutama, Arie Surya
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v11i2.38562

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi desa wisata di Desa Bangunkarya dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat. Desa Bangunkarya adalah salah satu desa di Kecamatan Langkaplancar yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Desa wisata adalah komunitas pedesaan yang menawarkan pengalaman wisata dengan fokus pada budaya, tradisi, alam, dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Potensi desa wisata tidak dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan tanpa didukung sumber daya manusia yang berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengambil bahan bacaan sebagai informasi dari berbagai sumber tulisan ilmiah seperti jurnal dan buku tentang potensi desa wisata, peningkatan kapasitas, dan pengembangan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Bangunkarya memiliki potensi wisata yang beragam dan unik. Desa ini memiliki daya tarik wisata alam seperti Bukit Durian dan Sungai Batu Kelir, serta aktivitas wisata yang menarik misalnya “Kikiciprikan” dan eksplorasi Goa Langkob. Desa Bangunkarya juga memiliki produk UMKM dari pertanian, perkebunan, dan peternakan yang berpotensi mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Sumber daya manusia yang berkualitas dinilai penting untuk memastikan pengembangan desa wisata yang berkelanjutan sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat. Penerapan strategi peningkatan kapasitas yang tepat dapat menjadikan Desa Bangunkarya sebagai destinasi wisata unggulan yang menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan.Kata kunci: Desa Bangunkarya, Desa Wisata, Peningkatan KapasitasAbstract This study aims to describe the potential of tourism villages in Bangunkarya Village in an effort to increase community capacity. Bangunkarya Village is one of the villages in Langkaplancar District that has the potential to be developed as a tourist village. A tourist village is a rural community that offers a tourist experience with a focus on the culture, traditions, nature, and daily life of the local people. The potential of tourism villages cannot develop optimally and sustainably without the support of quality human resources. The research method used is a literature study by taking reading materials as information from various scientific writing sources such as journals and books about the potential of tourism villages, capacity building, and community development. The results showed that Bangunkarya Village has diverse and unique tourism potential. This village has natural attractions such as Durian Hill and Batu Kelir River, as well as interesting tourist activities such as "Kikiciprikan" and exploration of Langkob Cave. Bangunkarya Village also has MSME products from agriculture, plantations, and animal husbandry that have the potential to support sustainable tourism development. Quality human resources are considered important to ensure the sustainable development of tourism villages, so efforts to increase community capacity are needed. The implementation of the right capacity building strategy can make Bangunkarya Village a leading tourist destination that offers a unique experience for tourists.Keywords: Desa Bangunkarya, Tourism Village, Capacity Building 
Tahap Pra Pengorganisasian Komunitas Lokal dalam Mitigasi Bencana di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran Ramadhan, Gumilang; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v11i2.39847

Abstract

Desa Karangjaladri merupakan wilayah yang sering terdampak oleh bencana menyebabkan diperlukannya upaya mitigasi guna mengurangi mengurangi jumlah korban, dan besarnya kerugian akibat bencana yang ditimbulkan. Upaya yang dapat dilakukan adalah pembentukan organisasi lokal berbasis mitigasi. Sebelum dibentuknya organisasi lokal, masyarakat dapat melakukan tahap pra pengorganisasian dalam teori Community Organizing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas yang dapat dilakukan masyarakat lokal pada tahap pra pengorganisasian dan juga pentingnya tahapan pra pengorganisasian dalam konteks mitigasi sebelum dilakukan tahapan selanjutnya dari manajemen bencana. Penelitian  ini menggunakan Studi Literatur dengan melakukan pengkajian berbagai literatur relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, berita dan data dari penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa masyarakat Desa Karangjaladri harus dapat terlebih dahulu mengklarifikasi dan menjelaskan kondisi umum awal masyarakat mengenai berbagai dimensi baik kondisi sosial, politik, budaya, sejarah, ekonomi, geografi, demografi, infrastruktur, pola aktivitas masyarakat dan aktivitas pemimpin lokal. Tulisan ini memberikan saran masyarakat bersama para pemimpin lokal harus memanfaatkan berbagai aktivitas keseharian masyarakat untuk melakukan tahap pra-pengorganisasian sebagai upaya dan modal dasar untuk mempersiapkan  pembentukan organisasi lokal yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mitigasi bencana. Selain itu masyarakat yang mampu menjelaskan dan mengklarifikasi kondisi awal kehidupan mereka akan memiliki dasar kuat dan keinginan besar untuk berpartsipasi secara aktif melakukan perubahan ke arah lebih baik
Penguatan Kapasitas bagi UMKM di Rukun Warga 07, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung Pratama, Yudhistira Anugerah; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.3242

Abstract

Penguatan kapasitas merupakan rangkaian kegiatan bagi kelompok dengan pendampingan rutin, agarkelompok tersebut dapat berkembang menjadi kelembagaan yang aktif, partisifatif, serta berfungsi sesuai dengan peranannya di masyarakat. Penguatan kapasitas yang dikaji dalam artikel ini adalah penguatan kapasitas UMKM di Rukun Warga 07, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta menganalisis penguatan kapasitas UMKM di RW 07 yang terdiri dari empat dimensi, yakni peran pemimpin lokal, pengembangan komunitas lokal, komunikasi vertikal dan horizontal, serta dukungan pihak luar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan dimensi penguatan kapasitas UMKM di RW 07 sudah terimplementasi dengan baik, namun belum mencapai hasil maksimal. Tidak maksimalnya proses penguatan kapasitas tersebut terlihat dari belum adanya proses pengembangan komunitaslokal di RW 07. Hal tersebut berimplikasi terhadap terhambatnya pencapaian tujuan dari penguatan kapasitas UMKM di RW 07. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran bagi penguatan kapasitas UMKM diRW 07, diantaranya pemimpin lokal di RW 07 perlu menjaga dan meningkatkan perannya, komunitas lokal perlu dikembangkan, komunikasi vertikal dan horizontal perlu dijaga dan ditingkatkan, serta dukungan pihak luar perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Selain itu, peneliti juga memberikan saran berupa pemberian pelatihan bagi UMKM di RW 07 agar proses penguatan kapasitas dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Assessing the Leverage of Islamist Groups and Opposition Parties Alliance in Indonesia’s Regional Electoral Contest Herdiansah, Ari Ganjar; Gutama, Arie Surya; Sumadinata, Widya Setiabudi
Jurnal Politik Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article tempts to verify the intricate dynamics of political alliances between Islamist groups and opposition parties in Indonesian elections, focusing on the 2018 West Java gubernatorial contest. The study employs exit poll data, investigating the relationship between religiosity, politico-religious narratives, and voting behaviour. While the mobilising power of Islamist groups appeals to political parties, creating a temporary alliance, these do not guarantee electoral triumph even in a conservative region. The politico-religious propaganda, in principle, consolidates Islamist-inclined voters. Despite high levels of religiosity among voters, the alliance's strategies fail to convey this religious mobilisation into broad electoral success. This underscores that the efficacy of such campaigns is contextually dependent and shaped by local socio-political conditions. However, the alliances offer potential political leverage, suggesting an enduring interplay between Islamist groups and political parties in the Indonesian electoral landscape. This exploration contributes to understanding the complexities of Islamist mobilisation within multi-level electoral contests.
ADVOKASI SOSIAL HAK KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS OLEH LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT Januaristy, Ane Khalishah Shessary; Rachim, Hadiyanto Abdul; Gutama, Arie Surya
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.68746

Abstract

Pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan struktural, sosial, dan kultural yang berdampak pada keterbatasan akses terhadap informasi, layanan kesehatan, serta perlindungan hak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga dengan ketimpangan sosial, diskriminasi, dan lemahnya sistem pelayanan yang inklusif. Dalam situasi ini, peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi penting sebagai aktor advokasi sosial yang menjembatani pengalaman kelompok rentan dengan upaya perubahan kebijakan dan praktik sosial. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data sekunder dari buku akademik, artikel jurnal ilmiah, laporan organisasi, dan dokumen kebijakan yang relevan. Analisis difokuskan pada advokasi sosial hak kesehatan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas serta peran LSM untuk memperjuangkan pemenuhan hak secara partisipatif dan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa advokasi sosial oleh LSM berperan meningkatkan kesadaran hak, memperluas partisipasi perempuan penyandang disabilitas, serta mendorong perubahan struktural menuju layanan dan kebijakan yang lebih inklusif. Advokasi kesehatan reproduksi berbasis hak menjadi strategi penting untuk memastikan terpenuhinya prinsip kesetaraan dan keadilan sosial bagi perempuan penyandang disabilitas. The fulfillment of reproductive health rights for women with disabilities continues to face structural, social, and cultural barriers that limit access to information, health services, and legal protection. These conditions indicate that reproductive health issues extend beyond medical concerns and are closely linked to social inequality, discrimination, and the lack of inclusive service systems. In this context, Non-Governmental Organizations (NGOs) play a crucial role as social advocacy actors that connect the lived experiences of vulnerable groups with broader efforts toward policy and social change. This study employs a literature review method by analyzing secondary data from academic books, peer-reviewed journals, organizational reports, and relevant policy documents. The analysis focuses on social advocacy for reproductive health rights of women with disabilities and the role of NGOs in promoting rights fulfillment through participatory and sustainable approaches. The findings highlight that NGO-led social advocacy contributes to strengthening rights awareness, expanding participation of women with disabilities, and promoting structural changes toward more inclusive health services and policies. Rights-based reproductive health advocacy emerges as an essential strategy to ensure equality and social justice for women with disabilities.
IMPLEMENTASI PROGRAM CSR PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL: STUDI KASUS DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT LOKAL Humaedi, Sahadi; Gutama, Arie Surya; Ardiansyah, Raka Putra
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.69835

Abstract

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan multinasional, yang tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial tetapi juga untuk memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Artikel ini membahas implementasi program CSR di berbagai sektor termasuk pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Studi kasus menggambarkan inisiatif yang berhasil dilakukan oleh perusahaan multinasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan keberlanjutan lingkungan. Temuan utama menyoroti efektivitas inisiatif CSR dalam meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, peluang ekonomi, dan pelestarian ekologi. Tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kesenjangan akses, dan penolakan masyarakat memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, LSM, dan keterlibatan masyarakat untuk memastikan hasil yang berkelanjutan. Corporate Social Responsibility (CSR) has become integral to the business strategies of multinational companies, aiming not only for financial profitability but also for long-term positive impacts on society and the environment. This article explores the implementation of CSR programs across various sectors including education, healthcare, economic empowerment, and environmental conservation. Case studies illustrate successful initiatives undertaken by multinational corporations to enhance local community welfare and environmental sustainability. Key findings highlight the effectiveness of CSR initiatives in improving education access, healthcare services, economic opportunities, and ecological preservation. Challenges such as resource constraints, access disparities, and community resistance necessitate collaborative approaches involving local governments, NGOs, and community engagement to ensure sustainable outcomes.