Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERAN PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANSIA Triwanti, Shinta Puji; Ishartono, Ishartono; Gutama, Arie Surya
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.722 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13072

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia mengalami peningkatan disetiap tahunnya, hal ini menimbulkan berbagai permasalahan seperti kemiskinan, tindak kekerasan, pelanggaran hukum, terlantar sehingga lansia mengalami ketergantungan terhadap orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan lansia sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, dan sebagai lembaga primer keluarga mempunyai peran penting untuk membantu lansia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, pengaruh globalisasi mempengaruhi perubahan nilai dan peran di dalam keluarga, adanya perubahan struktur di dalam keluarga dari keluarga besar menjadi keluarga kecil sehingga hal ini membuat keluarga lebih banyak yang menempatkan lansia di sebuah panti werdha dibandingkan tinggal dan dirawat oleh keluarga secara bersama-sama. Oleh karena itu, panti werdha memiliki peranan penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan lansia melalui pelayanan yang dilakukan. Pelayanan yang diberikan berupa pemenuhan kebutuhan fisik,psikis, maupun kebutuhan sosial yang tidak didapatkan ketika berada di dalam keluarga.Melalui pemenuhan kebutuhan yang diberikan oleh panti werdha maka hal ini dapatmembantu lansia untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI LINGKUNGAN MARGALUYU KELURAHAN CICURUG Sulistiyorini, Nur Rahmawati; Darwis, Rudi Saprudin; Gutama, Arie Surya
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.058 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13120

Abstract

Produksi sampah setiap hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah produk dan pola konsumsi masyarakat. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi paningkatan volume sampah tersebut adalah dengan cara: mengurangi volume sampah dari sumbernya melalui pemberdayaan masyarakat. Permasalahan dalam partispasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah adalah apa saja bentuk regulasi yang terkait dengan pengelolaan sampah di Lingkungan Margaluyu, bagaimanakah bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan tngkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Penelitian tentang pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di Lingkungan Margaluyu Kelurahan Cicurug, Tujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat di Lingkungan Margaluyu. (2) mendeskripsikan tingkat partisipasi masyrakat di Lingkungan Margaluyu Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam upaya perbaikan lingkungan yaitu dengan memberikan sumbangan tenaga berupa kerja bakti dan ikut serta dalam pengelolaan sampah. Selain itu, mereka juga mengadakan pertemuan warga yang dilakukan satu kali dalam sebulan, yang dihadiri oleh sebagian warga untuk tingkat RW dan seluruh warga untuk tingkat RT. Dalam hal ini tingkat RT cenderung berbentuk partisipasi langsung sedangkan tingkat RW berbentuk partisipasi tak langsung. Warga melakukan kegiatan tersebut tanpa merasa terpaksa sama sekali. Tingkat peran serta masyarakat yang terjadi di Lingkungan Margaluyu Kelurahan Cicurug menurut kategori sedang, masyarakat ikut serta partisipasi akan tetapi pelaksanaanya masih belum maksimal.
PELAYANAN SOSIAL BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH Tamba, Elita Metica; Krisnani, Hetty; Gutama, Arie Surya
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.459 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13077

Abstract

Setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan untuk pengembangan potensi, minat dan bakat dirinya agar mereka kelak dapat menjadi penerus bangsa yang memiliki kemampuan intelektual sehingga dapat dijadikan sumber daya manusia yang berpotensi dalam memimpin bangsa dan negara kearah yang lebih baik. Namun banyak faktor yang akhirnya membuat anak-anak Indonesia mengalami putus sekolah. Faktor-faktor yang menyebabkan remaja putus sekolah adalah ekonomi keluarga, kurangnya kemampuan dan minat remaja dalam mengikuti pendidikan di sekolah, kondisi tempat tinggal remaja, pandangan masyarakat terhadap pendidikan, adat istiadat dan ajaran-ajaran tertentu. Remaja putus sekolah merupakan masalah sosial yang harus mendapatkan perhatian khusus, karena dampak yang ditimbulkan tidak lagi hanya dirasakan oleh individu remaja itu sendiri, tetapi juga oleh masyarakat. Dampak yang ditimbulkan yaitu pengangguran, kriminalitas, kemiskinan dan kenakalan remaja. Diperlukan upaya penanganan remaja putus sekolah untuk mengurangi dampak negatif yang mereka timbulkan. Dalam upaya mengurangi remaja putus sekolah, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelayanan sosial. Pelayanan sosial tersebut bertujuan agar remaja putus sekolah tetap mendapatkan pendidikan di luar sekolah yang dapat dijadikan bekal untuk memperoleh pekerjaan sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Pelayanan sosial yang diberikan tentunya harus sesuai dengan kebutuhan remaja putus sekolah. Pelayanan sosial yang dapat diberikan yaitu berupa pembinaan bagi remaja putus sekolah melalui bimbingan. Bimbingan yang diberikan yaitu bimbingan mental agama, bimbingan sosial dan fisik, bimbingan keterampilan dan Praktek Belajar Kerja (PBK).
BENCANA SOSIAL KASUS LUMPUR PT. LAPINDO BRANTAS SIDOARJO, JAWA TIMUR ELIKA, ELMAGHFIRA PUTRI; RESNAWATY, RISNA; GUTAMA, ARIE SURYA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.909 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14272

Abstract

This article explores the Lapindo Case not only as a physical disaster, but as a social disaster. The incident occured has threatened the people of Porong, Sidoarjo and also hit the East Java’s economics and affected to the Indonesian development programs. There are not much articles in social science perspectives about this tragedy. This article is constructed Based on some of the information obtained, Sidoarjo in order to explore the, both high and low, political-economy aspects of the Lapindo Case. The author found that the destroyed public spaces, because of mudflow, had caused the damages of social sphe res, which lead to a serious social-political disaster. These facts has lead to multidimensional responses of the elite (the high politics) and the people (the low politics).
PROSES COMMUNITY DEVELOPMENT PADA PROGRAM KAMPUNG IKLIM DI DESA CUPANG KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN CIREBON (STUDI KASUS PROGRAM BANK SAMPAH DALAM PROGRAM KAMPUNG IKLIM) RINALDY, REZA; NULHAQIM, SONI AKHMAD; GUTAMA, ARIE SURYA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.478 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14344

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses community development yang terdiri tahapan engagement, assessment, perencanaan program, pemformulasian rencana aksi, implementasi, evaluasi dan hasil perubahan, dan tahapan terminasi. Proses Community Development yang dilakukan di Desa Cupang melalui program bank sampah dari kegiatan CSR PT.Indocement.Metode penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan teknik penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi non partisipasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Penelitian ini melibatkan 7 Informan yang terdiri dari, staff divisi CSR Indocement, kelompok pengelolaan sampah, aparat pemerintah Desa Cupang dan masyarakat Desa Cupang yang terlibat langsung dalam program bank sampah. Penentuan informan dilakukan berdasarkan tujuan penelitian untuk menggali lebih dalam mengenai community development pada program bank sampah di Desa Cupang.Hasil dari penelitian ini menunjukan proses community development pada 7 tahapan yang dilakukan hanya ada 5 tahapan yang sudah berjalan sebagaimana mestinya, yaitu tahapan engagement, assessment, perencanaan program, Implementasi, dan terminasi. Adapun tahapan evaluasi belum dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Temuan lain dalam penelitian ini menunjukkan kendala pada pemasaran produk dan manajemen organisasi terutama terhadap sumber daya manusia (SDM) dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, Peneliti memberikan saran agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh pada peningkatan kapasitas kelompok pengelolaan sampah dalam bentuk kegiatan Workhshop “Manajemen Organisasi” untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait dalam manajemen organisasi pada anggota kelompok pengelolaan sampah.
FAKTOR PENYEBAB TERGABUNGNYA REMAJA KOTA BANDUNG DALAM KOMUNITAS KENAKALAN REMEJA DEWI, YUSTIKA TRI; WIBAWA, BUDHI; GUTAMA, ARIE SURYA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.485 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14270

Abstract

Kenakalan remaja merupakan hal yang tidak jarang kita temui saat ini. Kenakalan remaja pun tak urung timbul dari sebuah komunitas remaja. Tawuran antar pelajar dari komunitas-komunitas di sekolah, ugal-ugalan di jalan raya, berpesta minuman keras adalah sebagian contoh dari tindakan kenakalan remaja dalam komunitas. Kenakalan remaja tersebut dapat terjadi dari pengaruh suatu komunitas. Remaja di Kota Bandung sudah sangat akrab dengan budaya yang mengharuskan seorang remaja masuk ke dalam komunitas. Akibatnya, Kota Bandung terkenal dengan komunitas antar sekolah untuk para remaja, komunitas geng motor dan komunitas lainnya. Sayangnya banyak pandangan negatif karena biasanya komunitas remaja sering melakukan tindak kenakalan dan tak jarang meresahkan lingkungan serta masyarakat sekitar. Padahal sudah cukup diakui secara global adanya tindak kenakalan remaja disebabkan faktor-faktor tertentu. Jika sudah banyak penelitian yang mencari faktor penyebab adanya tindak kenakalan remaja, penelitian ini lebih memfokuskan kepada faktor-faktor penyabab masuknya remaja dalam komunitas yang sering melakukan tindak kenakalan remaja. Dengan cara observasi langsung dan wawancara mendalam dengan anggota komunitas yang terkenal sering melakukan tindak kenakalan, diharakpakn penelitian ini dapat menyimpulkan fakor penyebab yang mendukung remaja bergabung. Faktor penyebab remaja bergabung dalam sebuah komunitas kenakalan remaja, diyakini mempunyai dua faktor penentu yaitu faktor pendorong dan faktor penarik.
PEMBERDAYAAN PETANI KOPI MELALUI PENGUATAN KAPASITAS DALAM PENGOLAHAN HASIL KOPI DI DESA GENTENG, KECAMATAN SUKASARI, KAB. SUMEDANG APSARI, NURLIANA CIPTA; GUTAMA, ARIE SURYA; NURWATI, NUNUNG; WIBOWO, HERY; RESNAWATY, RISNA; DARWIS, RUDI SAPRUDIN; SANTOSO, MEILANNY BUDIARTI; HUMAEDI, SAHADI
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.565 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14346

Abstract

Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, merupakan daerah pegunungan dan perbukitan, termasuk dalam kategori dataran tinggi dengan ketinggian tempat 800-1200 mdpl. Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, merupakan daerah pegunungan dan perbukitan, termasuk dalam kategori dataran tinggi dengan ketinggian tempat 800-1200 mdpl. Salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Genteng adalah pada sektor perkebunan yaitu kebun kopi, yang telah menjadi menjadi roda perekonomian dalam menopang kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan hasil assessment lapangan mengenai kondisi masyarakat akan ketersediaan kegiatan pelestarian lingkungan hidup, maka dapat ditinjau bahwa masyarakat belum memiliki kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup atas dasar hasil dari kegiatan perekonomian masyarakat sehingga memungkinkan terjadinya kesinambungan antara kegiatan perekonomian masyarakat dengan pelestarian lingkungan hidup.Dalam hal ini, maka potensi untuk pengendalian stabilitas lingkungan hidup dapat ditelaah dari keadaan mayoritas mata pencaharian warga yang didominasi oleh Petani Kopi. Mitra tidak mampu memasarkan secara maksimal hasil kopi, salah satu kendala yang dirasakan oleh mitra adalah kemasan produk yang kurang memadai. Selain itu mitra juga berikeinginan untuk dapat mengolah biji kopi menjadi kopi yang siap saji dengan kualitas yang bagus. Maka dapat ditinjau bahwa perlu diadakannya program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Petani Kopi Melalui Penguatan Kapasitas Dalam Pengolahan Hasil Kopi di Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.
STRENGTH BASED ASSESSMENT PADA MAHASISWA BERWIRAUSAHA YAQIEN, SINDY HUSNUL; RAHARJO, SANTOSO TRI; GUTAMA, ARIE SURYA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.488 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14267

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa pada tahun 2013-2014 ada sekitar 53 PTN yang tersebar di Indonesia dengan jumlah mahasiswa total 341.315, dan PTS di Indonesia berjumlah kurang lebih 625 dengan jumlah mahasiswa 272.350. Selain kuliah, saat ini banyak mahasiswa yang berwirausaha untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Mereka berwirausaha seperti, usaha kuliner, fashion, alat elektronik, jasa desain grafis, dan lain-lain.Semangat berwirausaha sejalan dengan program pemerintah, yakni Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Dana yang dikucurkan pemerintah mencapai 2 miliar untuk mahasiswa terpilih dalam proposal usaha. Dana tersebut guna memberikan dukungan dan pendampingan bisnis mahasiswa. Program Pemerintah itu sejalan dengan semangat Nawacita, yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing secara internasional, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi dengan pemberatan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Berbagai program Pemerintah itu akan membuka peluang usaha masyarakat menciptakan lapangan pekerjaan di tanah air ini.Disamping kesibukan dalam akademik, mahasiswa yang berwirausaha memiliki keunikan. Berbagai tantangan dan hambatan tidak sedikit yang harus diselesaikan. Melalui kekuatannya, banyak mahasiswa wirausaha yang bisa menyeimbangkan antara prestasi dan bisnis. Dengan menggunakan perspektif kekuatan, pekerja sosial dapat membantu individu agar individu tersebut tidak hanya fokus pada masalah. Perspektif ini tidak hanya melihat masalah sebagai fokus utama, melainkan melihat sumber-sumber yang tersedia di sekitar individu yang bisa dijadikan kekuatan untuk menggapai tujuan.
CONFLICT STAGES BETWEEN PT KERETA API AND BANDUNG CITIZEN Johani, Riany Ambonnari; Nulhaqim, Soni Akhmad; Gutama, Arie Surya
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.335 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18359

Abstract

ABSTRACTThe research background between PT KAI and citizen is due to densely populated area which is one of the citizen phenomena. The purpose of this research is to describe conflict stages that were occurred. This research used theory regarding conflict stages by Simon fisher which will be implicated toward social work and social worker’s role on conflict resolution. This qualitative descriptive research used study case technique in which informants are chosen based on purposive sampling such as public figure on society, governmental institution, and other party outside citizen and PT KAI. The research result reveal that pre-conflict firstly triggered by claiming of land by PT KAI toward area of resident on west station citizen. The confrontation started when PT KAI spread letter for land clearing toward West station residents. The situation became intense when PT KAI accompanied by police and soldiers came to residents for clearing of houses. It results into 53 families on west station street loss their home as places to shelter and food stall for living. After conflict, there were involvements of Bandung government, student sympathizers, and society organization for conflict resolution that support this problem to be carried out on legal path. The trial was won by residents of west station. This research suggest that there must be recovery program for residents that loss their home and involvement of parties that had crucial roles on society. ABSTRACTThe research background between PT KAI and citizen is due to densely populated area which is one of the citizen phenomena. The purpose of this research is to describe conflict stages that were occurred. This research used theory regarding conflict stages by Simon fisher which will be implicated toward social work and social worker’s role on conflict resolution. This qualitative descriptive research used study case technique in which informants are chosen based on purposive sampling such as public figure on society, governmental institution, and other party outside citizen and PT KAI. The research result reveal that pre-conflict firstly triggered by claiming of land by PT KAI toward area of resident on west station citizen. The confrontation started when PT KAI spread letter for land clearing toward West station residents. The situation became intense when PT KAI accompanied by police and soldiers came to residents for clearing of houses. It results into 53 families on west station street loss their home as places to shelter and food stall for living. After conflict, there were involvements of Bandung government, student sympathizers, and society organization for conflict resolution that support this problem to be carried out on legal path. The trial was won by residents of west station. This research suggest that there must be recovery program for residents that loss their home and involvement of parties that had crucial roles on society.
KEKUATAN MAHASISWA BERWIRAUSAHA: KASUS DI UNIVERSITAS PADJADJARAN Yaqien, Sindy Husnul; Raharjo, Santoso Tri; Gutama, Arie Surya
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.412 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.18100

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kekuatan Mahasiswa Berwirausaha: Kasus di Universitas Padjadjaran”. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi belum menjamin seseorang dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Data statistik (Badan Pusat Statistik, 2017) mencatat bahwa sebanyak 618.758 lulusan universitas di Indonesia yang belum memiliki pekerjaan tetap. Berwirausaha sejak mahasiswa menjadi salah satu alternatif alternatif, sekaligus menunjukkan potensi kekuatan mahasiswa dalam menghadapi persoalan tersebut. Dalam merespon potensi berwirausaha di kalangan mahasiswa, beragam program telah ditawarkan oleh Pemerintah melalui Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk mendorong mahasiswa berwirausaha dapat terus berkembang baik. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang terdaftar aktif sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran dan berwirausaha dalam rentang waktu 1-3 tahun. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, serta dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui proses penyuntingan, pengkodean, dan tabulasi data, serta interpretasi data dan display. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan mahasiswa berwirausaha di Universitas Padjadjaran memiliki potensi kekuatan dan peluang usaha yang termasuk dalam kategori tinggi. Pendampingan berkesinambungan melalui workshop-workshop pada mahasiswa berwirausaha perlu secara serius dilakukan oleh pihak perguruan tinggi, yang bermitra dengan pelaku-pelaku usaha, baik swasta maupun pemerintah. Agar usaha yang telah dirintis oleh para mahasiswa tersebut dapat sinambung setelah mereka lulus kuliah. This research is entitled "The Strength of Entrepreneurial Students: Cases in Padjadjaran University". The current phenomenon shows that a high level of education does not guarantee that someone can get a job easily. Statistical data (Central Bureau of Statistics, 2017) notes that 618,758 university graduates in Indonesia do not have permanent employment. Entrepreneurship since students become one alternative alternative, as well as showing the potential strength of students in facing the problem. In responding to the potential of entrepreneurship among students, various programs have been offered by the Government through the Ministry of Research and Higher Education to encourage entrepreneurship students to continue to grow well. The population in this study are students who are enrolled as active students of Padjadjaran University and entrepreneurship within the span of 1-3 years. Descriptive research method with a quantitative approach, and by collecting data using questionnaires, observation, and literature study. Data analysis is done through the process of editing, coding, and data tabulation, as well as data interpretation and display. The results of this study indicate that the strength of entrepreneurial students at Padjadjaran University has the potential strength and business opportunities that fall into the high category. Continuous mentoring through student workshops on entrepreneurship needs to be seriously undertaken by the universities, in partnership with business actors, both private and public. So that the efforts that have been initiated by the students can continue after they graduate from college.