Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EFEK PENAMBAHAN EKSTRAK ETANOL HERBA CIPLUKAN (PHYSALIS ANGULATA L) SEBAGAI SUPLEMEN TERAPI PADA RHEUMATOID ARTRITIS Vikasari, Suci Nar; Sujiatmo, Afifah Bambang; Sukandar, Elin Yulinah; Wahyuningsih, Sri; Solihah, Puspa Sari Dewi; Suryani, Suryani; Aisyah, Salmanda; Kuatrina, Kuatrina; Astuti, Niken Juni; Siftiani, Nindy Dwi
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v11i2.667

Abstract

Rheumatoid arthritis is an autoimmune disease characterized with chronic joint inflammation. Chronic inflammation leads to liver function abnormality. Previous study showed that Physalis angulata L. had antiinflammatory, hepatoprotector, and immunosupressan effect. This research aims was to evaluate the effect of ethanol extract of P.angulata as adjuvant on liver function of RA animals model. Animals was induced with 0.1 mL complete freund adjuvant (CFA) intraplantar. The dose of P.angulata extract was 50 mg/kg bw po. The extract was given for 10 days as adjuvant of 0.1125 mg/kg bw methotrexate. Evaluation of liver function consisted of measurement of aminotransferase (AST and ALT), alanine phosphatase (ALP), organ index, and histology. The result showed that CFA could increase the level of AST and ALP and decrease the level of ALT and organ index of control group. The extract of P.angulata as adjuvant of methotrexate could decrease the level of AST and ALP and increase the level of ALT and organ index compare to control group, but could not reach its normal value. Histology showed that the extract also could improve liver regeneration. The extract of P.angulata at dose of 50 mg/kg bw used as adjuvant could improve liver function of RA animals model. 
Efek penambahan ekstrak Etanol Herba Ciplukan (Physalis angulata L) sebagai suplemen terapi pada Rheumatoid Artritis Suci Nar Vikasari; Afifah Bambang Sutjiatmo; Elin Yulinah Sukandar; Sri Wahyuningsih; Puspa Sari Dewi Solihah; Suryani Suryani; Salmanda Aisyah; Kuatrina Kuatrina; Niken Juni Astuti; Nindy Dwi Siftiani
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3660.699 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.1

Abstract

Rheumatoid artritis (RA) merupakan gangguan otoimun yang ditandai peradangan kronis pada sendi. Peradangan kronis dapat menyebakan gangguan fungsi hati. Herba ciplukan telah diteliti mempunyai efek antiinflamasi, hepatoprotektor, dan imunosupresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan ekstrak etanol herba ciplukan sebagai suplemen terapi pada fungsi hati hewan model RA. Pemodelan hewan RA dilakukan dengan induksi 0,1 mL Complete Freund Adjuvant (CFA) intraplantar. Dosis ekstrak ciplukan adalah 50 mg/kg bb peroral. Ekstrak ciplukan diberikan selama 10 hari sebagai suplemen terapi metotreksat 0,1125 mg/ kg bb. Parameter fungsi hati yang diamati adalah kadar aminotransferase (AST dan ALT), alanin fosfatase (ALP), indeks organ, dan histologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol mengalami peningkatan kadar ASTdan ALPsertapenurunankadar ALTdanindeksorganhatidibandingkankelompoknormal. Pemberianekstrak ciplukan sebagai suplemen terapi metotreksat dapat menurunkan kadar AST dan ALP serta dapat meningkatkan kadar ALT dan nilai indeks organ jika dibandingkan dengan kontrol, meskipun belum bisa mencapai nilai normal. Hasil histologi menunjukkan adanya perbaikan organ hati pada hewan yang diberi ekstrak ciplukan sebagai suplemen terapi metotreksat. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol ciplukan 50 mg/kg bb yang digunakan sebagai suplemen terapi metotreksat dapat membantu memperbaiki fungsi hati pada hewan model RA.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL SIRIH MERAH TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS WISTAR JANTAN MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA Puspa Sari Dewi; Ita Nur Anisa
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v2i2.15

Abstract

Tanaman sirih merah (Piper crocatum Ruiz dan Pav) secara empiris telah digunakan masyarakat Indonesia untuk menurunkan kadar lipid dan glukosa darah. Kandungan flavonoid dalam tanaman sirih merah dipercaya yang berkhasiat sebagai penurun lipid dan glukosa darah tersebut. Oleh karena itu, telah dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak etanol sirih merah terhadap kadar glukosa darah pada tikus Wistar jantan model hiperkolesterolemia. Sebanyak 25 ekor tikus Wistar jantan dengan bobot rata-rata 180-200 gram dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok uji yang mendapat ekstrak etanol sirih merah dengan tiga dosis berbeda, kelompok atorvastatin sebagai pembanding dan kelompok kontrol. Ekstrak etanol sirih merah diberikan selama 14 hari bersama-sama dengan pemberian PTU dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi sebagai penginduksi kolesterol. Kadar glukosa dalam serum diukur pada hari ke-3, 7 dan 14 perlakuan. Hasil penelitian dianalisa secara statistik menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol sirih merah dapat menghambat peningkatan kadar glukosa darah pada tikus jantan model hiperkolesterolemia dibandingkan dengan kelompok kontrol setelah 3 hari perlakuan walaupun tidak berbeda bermakna dibanding kelompok kontrol (p=0,05). Kelompok esktrak etanol sirih merah dosis 200 mg/kg bb menunjukkan hasil yang terbaik dibanding kelompok dosis 100 dan 50 mg/kg bb. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol sirih merah dosis 200 mg/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus Wistar jantan model hiperkolesterolemia.
Potensi Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon L.) Sebagai Obat Alternatif Hiperkolesterolemia Pada Tikus Wistar Hiperglikemik Deni Tri Hartanto; Ellen Lydia Kurniasari; Ribka Artha Maria; Puspa Sari Dewi; Vina Septiani
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v6i2.156

Abstract

Abstrak Jeruk lemon (Citrus limon L) secara empiris telah digunakan masyarakat untuk menurunkan berat badan.  Selain itu perasan jeruk lemon pun dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol darah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi ekstrak etanol kulit jeruk lemon sebagai obat alternatif hiperkolesterolemia pada tikus wistar hiperglikemia dengan menggunakan metode proteksi. Proses ekstraksi kulit buah jeruk lemon dilakukan dengan metode maserasi.  Semua tikus diberi sediaan uji sesuai dengan kelompoknya (kontrol, ekstrak etanol jeruk lemon, pembanding simvastatin) bersamaan dengan intervensi fruktosa 60% yang dicampur dalam makanannya selama 6 minggu. Pemeriksaan kadar kolesterol total dilakukan setiap minggu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah lemon mampu menghambat peningkatan kadar kolesterol total tikus wistar hiperglikemia.  Ekstrak etanol kulit buah lemon dosis 70 mg/kg bb menunjukkan hasil terbaik yang berbeda bermakna dibanding kelompok kontrol (p<0,05) pada penelitian ini. Dengan demikian, ekstrak etanol kulit jeruk lemon berpotensi untuk digunakan sebagai obat alternatif hiperkolesterolemia. Kata Kunci : Hiperkolesterolemia, Lemon, Fruktosa 60% Potency of lemon peel ethanolic extract (Citrus limon L.) as alternative drug for hypercholesterolemia in hyperglycemic wistar rat Abstract  Lemon (Citrus limon L) empirically has been used by the community to lose weight. Besides lemon juice is also believed to be able to reduce blood cholesterol levels. This study aims to determine the potential of ethanol extract of lemon peel as an alternative medicine for hypercholesterolemia in hyperglycemic wistar rats using the protection method. The process of extracting lemon peel is done by maceration method. All rats were given a test preparation according to their group (control, lemon ethanol extract, compared to simvastatin) together with intervention of fructose 60% mixed in the food for 6 weeks. Examination of total cholesterol levels is carried out every week. The test results showed that the ethanol extract of lemon peel was able to inhibit the increase of total cholesterol levels in hyperglycemic wistar rats. The ethanol extract of lemon peel doses of 70 mg / kg bw showed the best results which were significantly different than the control group (p <0.05) in this study. Thus, the ethanol extract of lemon peel has the potential to be used as an alternative drug for hypercholesterolemia. Keywords : Hypercholesterolemia, Lemon, Fructose 60 %
Pengembangan Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon (L.)) sebagai Antidiabetes Oral Erna Neovita; Puspa Sari Dewi Solihah; Sri Wahyuningsih; Hani Husnul Aeni; Fithriyani Azhari
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v8i1.220

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah akibat dari terganggunya fungsi pankreas dalam menghasilkan insulin. Terganggunya fungsi pankreas dapat berdampak pada turunnya produksi insulin atau pankreas tidak dapat lagi memproduksi insulin, hal ini dapat menyebabkan adanya komplikasi atau gangguan metabolisme lainnya dan kematian karena diabetes melitus. Tingginya privalensi diabetes melitus yang menyebabkan kematian menduduki peringkat terbesar ketiga di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi dan dosis ekstrak etanol kulit jeruk lemon sebagai antidiabetes alternatif dengan metode preventif. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Proses pembentukan model tikus diabetes dilakukan dengan induksi aloksan 175 mg/kgBB pada tikus Sprague-Dawley. Setelah tikus diabetes dalam 3 sampai 4 hari, kemudian tikus dipisahkan dan diberikan sediaan uji sesuai kelompoknya masing-masing kontrol positif (Na CMC), pembanding (Glibenklamid 5 mg), dan 3 varian dosis ekstrak etanol kulit jeruk lemon ( EEKJL 82 mg/kgBB, 164 mg/kgBB dan 328 mg/kgBB). Setelah 1 jam pemberian sediaan, kemudian dilakukan uji toleransi glukosa pada tikus jantan diabetes Sprague-Dawley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit jeruk lemon efektif menghambat kenaikan kadar gula darah pada tikus jantan diabetes Sprague-Dawley. Dosis 328 mg/kgBB EEKJL menunjukkan hasil terbaik yang berbeda bermakna (p<0,05) terhadap kelompok kontrol dan tidak berbeda bermakna atau setara dengan glibenklamid 5 mg (p>0,05). Percobaan ini membuktikan bahwa EEKJL memiliki potensi sebagai antidiabetes alternatif.Kata kunci: Diabetes melitus, Kulit Lemon (Citrus limon (L.) Burm.f.), Aloksan
POTENSI RESVERATROL DALAM MENGURANGI KEPARAHAN MALARIA SEREBRAL PADA MENCIT YANG TERINFEKSI Plasmodium berghei ANKA Faizal Hermanto; Puspa Sari Dewi; Fahmy Ahsanul Haq; Nur Melsandy
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.842

Abstract

Malaria serebral (MS) adalah komplikasi neurologis yang parah dari infeksi Plasmodium falciparum menyebabkan ensefalopati dan bertanggung jawab atas sebagian besar kematian terkait malaria secara global. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi potensi resveratrol dalam mengurangi keparahan malaria serebral pada mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei ANKA. Mencit dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu kelompok normal (tidak terinfeksi), sedangkan mencit yang terinfeksi P. berghei dan menunjukkan gejala neurologis malaria serebral kemudian dikelompokan menjadi kelompok kontrol; klorokuin 20 mg/kg; resveratrol dosis 25, 50, dan 100 mg/kg. Parameter pengamatan meliputi parasitemia, gejala neurologis, indeks otak, dan evaluasi integritas sawar darah otak. Hasil menunjukkan setelah pemberian resveratrol berbagai dosis terjadi hambatan pertumbuhan parasit, penurunan gejala neurologis, penurunan indeks otak, dan mengurangi kerusakan sawar darah otak akibat infeksi P. berghei dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah resveratrol dapat mengurangi keparahan malaria serebral pada mencit yang terinfeksi P. berghei ANKA. Kata kunci : malaria serebral, Plasmodium berghei, Resveratrol.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Kolerasi Gerakan Salat dengan Kesehatan Sendi (Korat Kendi) Dewi, Puspa Sari; Skarayadi, Oskar; Kartidjo, Pudjiastuti; Pratama, Muhammad Ihsan; Sari, Velia Yunita; Muhardianti, Siti; Anggraini, Salmah Wilujeng; Rahmadani, Bella Nur Aulia; Putri, Belia Destama; Ningrum, Dyah Puspita; Maryani, Nura Sela; Kharina; Indriyati, Silvia; Anisar; Siska, Dede
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i4.15302

Abstract

Perubahan kondisi fisik dapat terjadi pada masyarakat, terutama saat memasuki lanjut usia. Salah satu perubahan fisik yang terjadi pada lanjut usia yaitu masalah persendian. Selain dipengaruhi oleh faktor usia, masalah persendian juga dipengaruhi oleh faktor gaya hidup. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan informasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hubungan gerakan salat terhadap kesehatan sendi melalui ceramah dan diskusi. Studi ini dilaksanakan pada Bulan Agustus 2022 di di Jalan Padat Karya RT 04/RW 01 Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi dengan melibatkan 20 responden menggunakan pre-post test design dan analisa data paired t-test (α = 0,05).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan atau kenaikan tingkat pemahaman hasil kuesioner pre-test dengan post-test  dengan menggunakan Uji Wilcoxon, terkait nyeri sendi dan manfaat gerakan salat untuk kesehatan sendi (p-value=0,00). Berdasarkan hal tersebut pemberian informasi kesehatan efektif  meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang nyeri sendi dan manfaat salat untuk kesehatan sendi.
TINJAUAN LITERATUR: AKTIVITAS FARMAKOLOGI DAN KANDUNGAN SENYAWA DARI KACANG KEDELAI (Glycine max L.) Sadino, Asman; Apriani, Riza; Solihah, Puspa Sari Dewi; Rachmawati, Siti
Jurnal Buana Farma Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Buana Farma
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i4.1569

Abstract

Soybean (Glycine max L.) is a functional food from the legume group that is rich in bioactive compounds and has the potential to prevent degenerative diseases. This review aims to assess the content of the main active compounds and pharmacological activities of soybeans based on current scientific evidence. The method used is narrative review through literature searches on Google Scholar and PubMed databases of full-text articles published in the period 2010-2025. Articles included were in vitro and in vivo experimental studies that addressed the compound content and pharmacological activity of soybeans, while review articles, proceedings, and irrelevant publications were excluded. From the selection process, 12 articles were obtained that met the criteria for analysis. The results showed that isoflavones are the dominant compounds in soybeans that play a role in various pharmacological activities that can be grouped into several main categories, namely antioxidant and anti-inflammatory activities, metabolic activities (antidiabetes, antiobesity, and antihyperuricemia), and cardiovascular activities (antihypertension and anticholesterol). In addition, soy also shows potential as a supportive agent in the prevention of cancer and osteoporosis. Based on these findings, soy has great potential to be developed as a functional food and therapeutic support material in the prevention of degenerative diseases.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN JKN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) DI SALAH SATU PUSKESMAS KOTA CIMAHI Ramdani Robby; Dewi Puspa Sari; Islamiyah Alfi Nurul; Hermanto Faizal; Putri Imeldha R Pramesty
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2348

Abstract

Kebijakan pelayanan berjenjang dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menyebabkan meningkatnya beban pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, sehingga berpotensi menurunkan mutu pelayanan, termasuk pelayanan kefarmasian. Kondisi ini dapat berdampak pada kepuasan pasien, yang merupakan indikator penting kualitas pelayanan. Pelayanan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien JKN terhadap pelayanan kefarmasian di salah satu Puskesmas Kota Cimahi, serta menentukan prioritas perbaikan dan atribut layanan yang perlu dipertahankan menggunakan metode Service Quality (ServQual) dan Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross sectional dengan metode purposive sampling terhadap 378 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui kuesioner yang teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan SPSS Statistic 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh analisis ServQual-IPA memiliki nilai gap negatif, dengan urutan kesenjangan terbesar pada dimensi Jaminan (-0,21;0,94), Empati (-0,19;0,95), Kehandalan (-0,12;0,96), Bukti Fisik (-0,11;0,97) dan Daya Tanggap (-0,08;0,97). Berdasarkan analisis IPA, waktu tunggu pelayanan obat dan kejelasan informasi penggunaan obat termasuk dalam prioritas utama perbaikan (Kuadran I), sedangkan atribut yang harus dipertahankan meliputi fasilitas prioritas bagi ibu hamil dan lansia, keramahan petugas, ketersediaan obat, serta pelayanan konseling (Kuadran II). Penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan sistem antrian, optimalisasi SDM farmasi, dan peningkatan komunikasi terapeutik perlu menjadi fokus utama Puskesmas untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dan memperkuat kepercayaan peserta JKN terhadap pelayanan kesehatan primer.