Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Titik Pas (Fitting Factor) Blus Pas Badan Menggunakan Sistem Pola Winifred Aldrich pada Bentuk Tubuh Wanita Pendek Kurus Verdani Halimka; Hapsari Kusumawardani; Agus Hery
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.971 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p329-343

Abstract

The Winifred Aldrich’s pattern system is a pattern that originally comes from Great Britain and most of the citizens have great-high body posture also equal with fat-high, whereas in Indonesia there are various body shapes which is of course the designation of the pattern system can be different. Based on this background, this study is going to research more how the analysis fitting factor in fit body blouse for women with short-thin body type using the pattern system of Winifred Aldrich. The research methodology of this study using descriptive method with quantitative approach. The objects of the research object are the bachelor students of fashion in State University of Malang who have short-thin body type. The research sample withdrawal uses the convenience sampling. The data collecting system of this study will use the observation in questionnaire form. The analysis that used by this study is the descriptive statistics. This study result will show the fitting factor of the body fit blouse that using the Winifred Aldrich’s pattern system for short-thin woman’s figure is two less appropriate positions and eleven appropriate positions. The less appropriate positions is on bust line and arm holes, the other is appropriate positions. The percentage of accuracy based on the each percent contribution is on bust line’s 3,21 percent, waist line’s 7,37 percent, hip line’s 6,73 percent, acroos back’s 6,73 percent, acroos front’s (chest) 5,77 percent, neck line’s 6,41 percent, shoulder’s 5,45 percent, arm hole’s 4,81 percent, dart’s 7,69 percent, back length’s 7,69 percent, front length’s 7,69 percent, hip length’s 7,37 percent, and cloth side length’s 7,37 percent. So when it is totaled, the percentage of the body fit blouse that using the Winifred Aldrich’s pattern system for short-thin woman’s figure is 84,29 percent that means it is correct. Sistem pola Winifred Aldrich merupakan sistem pola yang berasal dari Inggris dan kebanyakan orang Inggris memiliki postur tubuh tinggi besar atau setara dengan tinggi gemuk, sedangkan di Indonesia ada berbagai macam bentuk tubuh yang tentu saja peruntukan sistem polanya bisa berbeda-beda, sehingga peneliti ingin mengetahui bagaimana hasil analisis titik pas blus pas badan menggunakan sistem pola Winifred Aldrich pada bentuk tubuh wanita pendek kurus. Metode penelititan yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang yang memiliki bentuk tubuh pendek kurus, dengan teknik penarikan sampel penelitian berjenis convenience sampling. Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan hasil jadi blus pas badan pada keempat model penelitian oleh tiga panelis dengan mengisi lembar pengamatan berupa angket. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa titik pas blus pas badan menggunakan sistem pola Winifred Aldrich pada bentuk tubuh wanita pendek kurus adalah dua kedudukan kurang tepat dan sebelas kedudukan tepat. Kedudukan kurang tepat terdapat pada kedudukan lingkar badan dan kerung lengan, sisanya kedudukan tepat. Persentase ketepatan berdasarkan persen kontribusi masing-masing kedudukan adalah lingkar dada 3,21 persen, lingkar pinggang 7,37 persen, lingkar panggul 6,73 persen, lebar punggung 6,73 persen, lebar muka (dada atas) 5,77 persen, lingkar leher 6,41 persen, garis bahu 5,45 persen, kerung lengan 4,81 persen, kupnat 7,69 persen, panjang punggung 7,69 persen, garis tengah depan 7,69 persen, tinggi panggul 7,37 persen, dan garis sisi pakaian 7,37 persen. Sehingga jika dijumlahkan, didapat persentase ketepatan blus pas badan menggunakan sistem pola Winifred Aldrich pada bentuk tubuh wanita pendek kurus adalah 84,29 persen yang tergolong tepat.
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Konsumen Batik Tulis Pesatenan Kabupaten Pati Tutik Nigsih; Hapsari Kusumawardani; Esin Sintawati
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.568 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p351-358

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors that become the preferences or level of consumer preference for Pesantenan batik. Factors that influence consumer preferences can be seen from 3 aspects, namely consumer interests, product attributes, and customer satisfaction. This research uses descriptive research with a quantitative approach. Research respondents are consumers who buy and understand Pesantenan batik products with a sample of 68 respondents. The data collection technique was-carried out by distributing closed questionnaires to respondents and the data analysis used was percentage analysis. The test of the questionnaire instrument used was validity and reliability testing using SPSS for Windows. Research respondents are consumers who buy and understand Pesantenan batik products with a sample of 68 respondents. The results of the research preferences based on interests are influenced by primary needs (safety and comfort), whereas when viewed from product attributes, preferences are influenced by 3 factors, namely brand perception, brand loyalty, and the indicator of the color of Pesantenan batik. Preference-based on consumer satisfaction is influenced by price perceptions, price suitability with quality, and price comparisons. Based on the results of this study, it can be concluded that there are 6 factors of consumer preference in choosing Pesantenan written batik, namely based on primary needs (safety and comfort), brand perception, brand loyalty, batik color, price perception, price compatibility with quality and price comparison. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi preferensi atau tingkat kesukaan konsumen terhadap batik tulis Pesantenan. Faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dapat dilihat dari 3 aspek yaitu kepentingan konsumen, atribut produk, dan kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian merupakan konsumen yang membeli dan memahami produk batik tulis Pesantenan dengan sampel penelitian sejumlah 68 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket tertutup kepada responden dan analisis data yang digunakan adalah analisis persentase. Uji coba instrumen kuisioner yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan SPSS for Windows. Hasil penelitian preferensi berdasarkan kepentingan dipengaruhi oleh kebutuhan primer (keamanan dan kenyamanan) sedangkan jika ditinjau dari atribut produk, preferensi dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu persepsi merek, loyalitas merek serta indikator warna batik tulis Pesantenan. Preferensi berdasarkan kepuasan konsumen dipengaruhi oleh persepsi harga, kesesuaian harga dengan kualitas dan perbandingan harga. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan terdapat 6 faktor preferensi konsumen dalam memilih batik tulis Pesantenan yaitu berdasarkan kebutuhan primer (keamanan dan kenyamanan), persepsi merek, loyalitas merek, warna batik, persepsi harga, kesesuaian harga dengan kualitas dan perbandingan harga.
Evaluasi Penggunaan Model Pembelajaran Mind Mapping pada Mata Kuliah Desain Ilustrasi Annisau Nafiah; Agus Hery; Hapsari Kusumawardani
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.868 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p366-371

Abstract

Mind mapping learning models are often used in adaptive and normative learning. In this study, the researcher will evaluate the implementation of the mind mapping learning model that is integrated into practical learning in the illustration design course. In the illustration design course, students emphasize making fashion design. The mind mapping learning model is implemented when students are looking for ideas or concept that will be used as inspiration making fashion design. The purpose of this study is to describe the application of the mind mapping learning model in the illustration design course. This research method uses quantitative descriptive using a sample of 95 students. Based on the research results, it shows that the mind mapping learning models are very helpful for students in determining ideas or themes as their source of inspiration. The mind mapping learning model can also improve student skills in making mood board and storyboard collages as a reference in fashion design cantering so as not to deviate from a predetermined theme. The conclusion that can be drawn from this research is that the mind mapping learning model can improve student's cognitive and psychomotor abilities in learning illustration design practice. Model pembelajaran mind mapping sering kali digunakan dalam pembelajaran adaptif dan normatif. Pada penelitian ini, peneliti akan mengevaluasi penerapan model pembelajaran mind mapping yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran praktik pada mata kuliah desain ilustrasi. Pada mata kuliah desain ilustrasi, mahasiswa ditekankan pada pembuatan desain busana. Model pembelajaran mind mapping diimplementasikan ketika mahasiswa sedang mencari ide atau konsep yang akan dijadikan sebagai inspirasi dalam membuat desain busana tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran mind mapping pada mata kuliah desain ilustrasi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 95 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran mind mapping sangat membantu mahasiswa dalam menentukan ide atau tema sebagai sumber inspirasinya. Model pembelajaran mind mapping juga dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membuat moodboard dan storyboard sebagai acuan dalam pembuatan desain busana agar tidak menyimpang dari tema yang telah ditentukan. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotorik mahasiswa dalam pembelajaran praktek desain ilustrasi.
PENGEMBANGAN MOTIF MENGGUNAKAN CAP DARI BAMBU (BATIK CAP) DI BATIK CIPRAT EKS ODGJ DESA WONOREJO SINGOSARI KABUPATEN MALANG Nurul Aini; Hapsari Kusumawardani; Annisau Nafiah; Agus Hery S.I; Nur Aini S; Augista P.L; Maslihatul U
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2894-2902

Abstract

Pelatihan pembuatan batik ciprat untuk eks ODGJ ini berdiri pada   tahun 2021, pencetus pemberdayaan warga eks ODGJ adalah pejabat desa wonorejo dengan tujuan pemberdayaan ODGJ agar dapat bermanfaat bagi keluarganya masing-masing. Eks ODGJ dibina dalam Posyandu Jiwa yang memiliki 8 orang kader . Kegiatan Posyandu dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan kegiatan terdiri dari penimbangan, pemeriksaan tensi, pemberian suntikan, penyuluhan dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, dan biasanya ada kegiatan pembuatan batik atau berbagai jenis keterampilan lain. Batik yang dihasilkan dari Posyandu Jiwa ini adalah batik ciprat yang dilakukan eks ODGJ dibantu kader dan selama ini sudah memiliki usaha sendiri dengan nama “Batik Ciprat”. Permasalahan batik ciprat eks ODGJ saat ini adalah untuk pengembangan motif, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kondisi eks ODGJ. Dengan melihat permasalahan dan kondisi eks ODGJ, maka tim pengabdian melakukan pengembangan motif dengan menggunakan batik cap, adapun cap yang digunakan terbuat dari  bambu. Harapannya agar batik ciprat dapat mengembangkan motif batiknya menggunakan batik cap dari bambu yang tidak berat dan mudah dalam pembuatan batiknya. Dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sangat tertarik dan menyatakan bahwa pelatihan pembuatan batik cap ini sangat bermanfaat dalam rangka pengembangan motif pada batik ciprat eks ODGJ desa Wonorejo Singosari kabupaten Malang
Exploration Study of Contemporary Batik Motif at The Handayani Community Learning Center Kemirian Village Tamanan District Bondowoso Regency Imama, Derrida Dhini; Irianti, Agus Hery Supadmi; Kusumawardani, Hapsari
International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Research Vol. 5 No. 4 (2024): International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Rese
Publisher : Future Science / FSH-PH Publications

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijmaber.05.04.29

Abstract

The learning center community for public named Handayani is an Small and Medium Enterprise located in Kemirian Village, Tamanan Subdistrict, Bondowoso Regency. PKBM handayani is a non-formal educational institution and also known as a batik business that produces written batik, stamped batik, and semi batik. This study aims to identified any typical Motif of contemporary batik Bondowoso whose produced by PKBM Handayani. This research was using a qualitative descriptive approach with observation, interviews, and documentation both offline and online as the data collection techniques. The result for this research are the identification of nine Motifs of batik which consist by the classification of ornaments and colors, and also the symbols and meanings contained in the Motifs. This research also shows that the role of Bondowoso Regency government has been held well in the development of PKBM Handayani implemented as a facilitator, motivator, and catalyst. The researcher hopes that through this research, PKBM Handayani can be recognized and being widely known by the wider community and also increase its sales and their business development.
PENCIPTAAN BUSANA BERNUANSA ETNIK DENGAN SUMBER INSPIRASI SIGALE-GALE DARI SUKU BATAK Hamniar; Prahastuti, Endang; Kusumawardani, Hapsari; Nafiah, Annisau
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana bernuansa etnik merujuk pada pakaian atau kostum yang terinspirasi oleh budaya, tradisi, dan warisan suatu kelompok etnis atau suku bangsa tertentu. Busana ini dibuat dengan acuan sigale-gale sebagai sumber inspirasi dari kebudaayan material suku batak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan busana bernuansa etnik yang unik dan berbeda dengan menekankan kebudayaan dan inovasi. Penelitian ini menggunakan metode penciptaan karya (Practice-led research) dengan 4 tahapan yaitu praperancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuah koleksi busana bernuansa etnik dengan judul “Manggale” yang terinspirasi dari kisah sigale-gale. Koleksi busana ini terdiri dari 2 look busana yang kemudian disajikan pada fashion show “Multiverse” di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai hubungan antar tradisi budaya lokal dan inovasi dalam industri fashion, serta menawarkan pandangan baru terkait penerapan teknik patchwork dalam menciptakan busana siap pakai yang berbeda dan berdaya saing di pasar global.
PELATIHAN PENGEMBANGAN PRODUK MOTIF 3D MANTEN KUCING UNTUK MENDONGKRAK PENJUALAN PRODUK KAMPUNG BATIK SUJO Kusumawardani, Hapsari; Nurul Aini; Annisau Nafiah; Emmalia Nur; Agiesta Shofi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract As an area near the SUJO' (Sumberejo) batik village tourist area, it is necessary to constantly improve the quality of its batik products so that they become the mainstay and attraction of tourists and people outside the region. Batik that has been pioneered needs to be developed with a variety of motifs that can be more popular and can be worn by all levels of both parents, teenagers, and children, not limited only to motifs suitable for adults, but also acceptable and in demand from various groups so that people are interested in buying it. The purpose of this Community Service is to make Sujo batik village products better known to the public with their characteristics, both from agricultural products such as bananas and sugar cane, or from local wisdom that is usually carried out such as the Manten Kucing culture. In the delivery of product development material for making 3D motif variations using lecture, question and answer, and demonstration methods, followed by direct practice from the participants. The results of the questionnaire as an evaluation of the activities distributed to the core batik makers showed that the women who were members of the core batik team were very enthusiastic and hoped that there would be a continuation of the activities to improve product quality and marketing. Keywords: Batik training, Skills, 3D Motif, Manten Kucing Abstrak Sebagai daerah yang dekat kawasan wisata Kampung batik SUJO’ (Sumberejo) perlu senantiasa meningkatkan kualitas produk batiknya sehingga menjadi andalan dan daya tarik wisatawan serta masyarakat luar wilayah. Batik yang telah dirintis perlu dikembangkan dengan variasi motif yang dapat lebih digemari dan dapat dipakai segala lapisan baik orang tua, remaja, maupun anak-anak, tidak terbatas hanya pada motif yang cocok utk orang dewasa, tetapi juga dapat diterima dan diminati dari berbagai kalangan sehingga orang tertarik untuk membelinya. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian kepada Masyarakat ini, agar produk kampung batik Sujo lebih dikenal masyarakat dengan ciri khasnya, baik dari hasil pertanian seperti pisang dan tebu, ataupun dari kearifan lokal yang biasa dijalankannya seperti budaya Manten Kucing. Dalam penyampaian materi pengembangan produk pembuatan variasi motif 3D menggunakan Metode ceramah, Tanya jawab, dan demonstrasi, selanjutnya diikuti praktik langsung dari peserta. Hasil questioner sebagai evaluasi kegiatan yang dibagikan pada pembatik inti menunjukkan bahwa ibu-ibu yang tergabung sebagai tim inti pembatik sangat antusias dan mengharap ada kelanjutan dari kegiatan untuk meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya. Kata kunci: Pelatihan batik, Keterampilan , Motif 3D, Manten Kucing
PELATIHAN KETERAMPILAN MENJAHIT DIVERSIFIKASI PRODUK BATIK PADA KELOMPOK BATIK KARISMA AGUNG DESA SUMBERAGUNG MALANG Annisau Nafiah; Hapsari Kusumawardani; Nurul Aini; Agus Hery Supadmi Irianti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In order to turn batik into apparel, the Karisma batik group really needs training on how to sew clothes. This sewing training is very important to equip human resources to be skilled in making clothes so that batik, which was previously in the form of sheets of clothing material, can become ready-made and ready-to-wear clothes. The limited human resources we have to explore batik products inspired us. The PKM UM TEAM gave training to the Karisma Batik group to make fashion products made from Ngantang Agung typical batik. The stages of the community service program carried out in the Ngantang Agung batik village are surveys to partners, analysis, solving, training, output products, and evaluation. The sewing training activity was attended by 30 participants. This activity succeeded in making fashion products in the form of tunics and shirts of various sizes with batik materials in Sumberagung Village. All participants were considered very enthusiastic about participating in the training from start to finish and it is hoped that the participants will gain knowledge in the form of sewing skills which will become the provision for the development of the Karisma Agung batik team in the future. Keywords : training, skills, sewing, batik Abstrak Guna menjadikan batik menjadi pakaian jadi, kelompok batik karisma sangat membutuhkan pelatihan tentang bagaimana cara menjahit busana. Pelatihan menjahit ini sangat penting untuk membekali sumber daya manusia untuk terampil dalam membuat busana guna menjadikan batik yang tadinya berupa lembaran bahan sandang bisa menjadi bentuk busana jadi dan siap pakai. Keterbatasan sumberdaya manusia yang dimiliki untuk mengeksplor produk batik menginpirasi kami TIM PKM UM guna memberikan pelatihan kepada kelompok karisma batik untuk membuat produk busana berbahan batik khas ngantang agung. Tahapan dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di kampung batik ngantang agung adalah Survey ke mitra, menganalisa, pemecahan, pelatihan, produk luaran, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan menjahit telah diikuti oleh 30 peserta. Kegiatan ini berhasil membuat produk busana berupa tunik dan kemeja berbagai ukuran dengan bahan batik di Desa Sumberagung. Seluruh peserta dinilai sangat antusias mengikuti pelatihan mulai dari awal hingga akhir dan diharapakan peserta mendapatkan ilmu berupa ketrampilan menjahit yang menjadi bekal pengembangan tim batik karisma agung di masa depan. Kata kunci : pelatihan, ketrampilan, menjahit, batik
PEMBUATAN SHIBORI SEBAGAI BEKAL KETERAMPILAN WARGA BINAAN LAPAS KELAS 1 MALANG Annisau Nafiah; Eddy Sutadji; Hapsari Kusumawardani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract There are more than 3000 active prisoners in Malang class 1. Many activity programs are carried out by prisons to equip prisoners to train independence even behind bars. One of the independence coaching that needs to be highlighted at this time is the field of shibori making. The problems encountered in the field at this time are still minimal knowledge about making shibori, the quality of the products produced is not optimal, and the variety of designs produced is also limited. In the previous community service, training in shibori making had been carried out and received good interest from the fostered residents, but after evaluating the field, it turned out that there were many enthusiasts who entered the sibori work guidance and the human resources who understood shibori making were still very minimal. In addition, participants who participated in the previous training also felt not too confident to pass on the knowledge they had gained in the previous training to their friends. For this reason, shibori work guidance feels that further training is still needed to strengthen the skills of existing human resources and also explore shibori-making motifs with various techniques. The average foster citizen does not understand the technique and color composition of making shibori that can produce good motifs and colors. So that in this shibori bimker further training is needed to solve these problems. Abstrak Warga binaan Lapas kelas 1 Malang tercatat 3000 lebih penghuni yang aktif sekarang ini. Banyak program kegiatan yang dilakukan oleh Lapas guna membekali warga binaan untuk melatih kemandirian meskipun dibalik jeruji besi. Salah satu pembinaan kemandirian yang perlu mendapat sorotan saat ini adalah bidang pembuatan shibori. Permasalahan yang dijumpai di lapangan saat ini masih minim pengetahuan tentang pembuatan shibori, kualitas hasil produk yang dihasilkan kurang maksimal, dan ragam design yang diproduksi juga terbatas. Pada pengabdian masyarakat sebelumnya sudah pernah dilaksanakan pelatihan pembuatan shibori dan mendapatkan animo yang bagus dari warga binaan, namun setelah dilakukan evaluasi dilapangan ternyata banyak peminat yang masuk pada bimbingan kerja sibori dan SDM yang faham terkait pembuatan shibori masih sangat minim. Selain itu peserta yang mengikuti pelatihan sebelumnya juga merasa belum terlalu percaya diri untuk menularkan ilmu yang telah didapatkan pada pelatihanan sebelumnya kepada teman-temannya. Untuk itu Bimbingan kerja shibori merasa masih sangat memerlukan pelatihan lanjutan guna memantapkan skill SDM yang sudah ada dan juga mengeksplore motif pembuatan shibori dengan berbagai teknik. Rata-rata warga binaan kurang mengerti teknik dan komposisi warna pembuatan shibori yang dapat menghasilkan motif dan warna yang bagus. Sehingga pada bimker shibori ini diperlukan pelatihan lanjutan guna menyelesaikan persoalan tersebut.
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS CANVA PADA MATERI PEMBUATAN DESAIN TEKNIK KOLASE Leony, Augista Putri; Aini, Nurul; Kusumawardani, Hapsari; Sintawati, Esin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.3861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran e-modul berbasis canva untuk materi pembuatan desain teknik kolase. Metode penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE, yaitu (1) Analaysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, dan (5) Evaluation. Produk e-modul yang dihasilkan memuat materi pembuatan desain teknik kolase yang dimulai dengan proses mencari ide, membuat moodboard dan storyboard, dan membuat desain teknik kolase. Hasil pengembangan dinyatakan layak berdasarkan hasil validasi materi dengan persentase skor sebesar 91,6% yang dikategorikan sangat valid. Hasil pengembangan berdasarkan validasi media diperoleh persentase skor sebesar 97,9% yang dikategorikan sangat valid. Hasil implementasi kepada 79 responden mendapatkan persentase 88% pada aspek tampilan media, 88% pada aspek materi, dan 88% pada aspek manfaat. Total persentase berdasarkan hasil implementasi sebesar 88% yang dikategorikan sangat layak sehingga media dapat digunakan untuk pembelajaran guna memudahkan proses pembelajaran di SMK.