Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penciptaan Busana Ready to Wear dengan Motif Gendang Beleq dan Rumah Bale Yunika, Anif Fatma; Kusumawardani, Hapsari; Aini, Nurul; Nafiah, Annisau
BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/baju.v5n2.p241-251

Abstract

Gendang Beleq and Bale Lumbung House are traditional arts and traditional houses that characterise the Sasak Lombok tribe. Gendang Beleq and Bale Lumbung House are used as a source of ideas and realised as digital printing motifs with the intention of preserving and introducing traditional arts and culture in Indonesia. The research results stated: (1) The concept of ready to wear fashion creation combines elements of nature and culture, namely the beauty of Kuta Beach Lombok, the traditional art of Gendang Beleq and the traditional house of the Sasak tribe, namely the Bale Lumbung House. (2) The process of creating the fashion work refers to Hendriyana's Practice-led Research method which consists of four stages, namely Pre-design, Design, Realisation and Presentation of Work. (3) The final result of the work consists of 2 fashion looks that are classified as ready to wear clothing with a loose cut. The first work consists of 5 items, namely outer printing top, plain white culottes made from duchess satin, skirt made from navy duchess satin with additional wide rope ties around the waist with a width of 4 cm, tie printing bodice and white knit inner. The second look consists of 5 items, namely outer printing, printed culottes, obi belt with circular strap with seashell motif printing, printed ikat skirt and white inner knit.
PELATIHAN PEMBUATAN BUSANA BATIK KHAS SUJO GUNA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK KAMPUNG BATIK SUMBEREJO Kusumawardani, Hapsari; Nurul Aini; Annisau Nafiah; Endang Prahastuti; Saidah Ayu; Utami Kencana Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Sumberejo batik village is in its development, apart from marketing its batik, it also sells several clothing products. As a village that is close to a coastal tourist area, it is best to develop other products so that it attracts guests or tourists who pass through the area. There is a lack of finished clothing products because none of their members have sewing skills and they still use the services of tailors for their limited products. Seeing the related problems, there is a need for a solution by providing sewing training so that apart from having batik skills, they are also skilled at sewing to support other production collections, such as shirts, blouses, bags, hats from Sujo batik. The aim of implementing this Community Service is so that mothers have the competence to sew clothes so they can increase their clothing products to a more diverse range and reduce  their selling prices. Through technical skills training in sewing clothes with Sujo's typical batik motif, it is hoped that it will attract more people to visit the gallery. The clothing sewing material provided starts from basic pattern making to finishing techniques. The evaluation results show that the core team of batik makers is very enthusiastic and hopes that there will be continued activities to improve product quality and marketing. Through this training, it is hoped that mothers will be able to produce their own clothing and other products thereby increasing sales and competitiveness in the fashion industry from batik.   Abstrak Kampung batik Sumberejo dalam perkembangannya disamping memasarkan batiknya, juga beberapa produk busana. Sebagai desa yang dekat dengan kawasan wisata pantai sebaiknya perlu mengembangkan produk lainnya sehingga menarik tamu atau wisatawan yang melalui kawasan tersebut. Kurangnya produk jadi busana karena dari anggota mereka belum ada yang memiliki ketrampilan menjahit dan masih menggunakan jasa penjahit untuk produknya yang terbatas. Melihat permasalahan terkait, perlu solusi dengan memberi pelatihan menjahit agar disamping memiliki ketrampilan membatik, juga trampil menjahit untuk menunjang koleksi produksi lainnya, seperti kemeja, blus, tas, topi dari batik Sujo. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian kepada Masyarakat ini, agar ibu-ibu memiliki kompetensi menjahit busana sehingga dapat meningkatkan produk busananya yang lebih beragam dan menekan harga jualnya. Melalui pelatihan ketrampilan teknis menjahit busana dengan motif batik khas Sujo, diharapkan lebih menjadi daya tarik masyarakat untuk mengunjungi galerynya. Materi menjahit busana yang diberikan mulai dari pembuatan pola dasar sampai dengan tehnik penyelesaiannya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagai tim inti pembatik sangat antusias dan mengharap ada kelanjutan kegiatan untuk meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya. Melalui pelatihan ini diharapkan ibu-ibu dapat memproduksi sendiri busana dan produk lainnya sehingga meningkatkan penjualan dan daya saing di industri fashion dari batiknya.
PELATIHAN KETERAMPILAN PEMBUATAN KAIN PANTAI DENGAN TEKNIK COLET GUNA MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA DI DESA SIDOASRI MALANG Annisau Nafiah; Hapsari Kusumawardani; Endang Prahastuti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSidoasri village is located close to the tourist attractions namely virgin beach. Its very strategic location for tourists to visit gives rise to a new idea to open jobs for local residentsto produce products that can be sold and increase family income. One of the activities to fill the existing potential is to provide training in the manufacture of beach holsters with the colet technique. With the aim of improving the skills and economy of the family. The colet technique as one of the traditional fabric dyeing methods, was chosen because of its simple process but resulting in a hight-value product. At this training the citizens are trained to master the basic techniques of dyeing from start to finish into a ready to use and saleable product. The purpose of this training is to improve the creativity and economy of Sidoasri Village people. The method of implementation uses the method of demonstration directly to the participants of the firing. The results of the training are expected to create new business opportunities for the society, thereby boosting family income and reducing dependence on the economic sector. Community residents can also innovate and expand the market access of local products, and contribute to the sustainable development of the village economy. Abstrak Desa Sidoasri terletak berdekatan dengan tempat wisata yaitu pantai perawan. Lokasinya yang sangat strategis untuk dikunjungi wisatawan memunculkan ide baru untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat untuk menghasilkann produk yang dapat dijual dan menambah income keluarga. Salah satu kegiatan untuk mengisi potensi yang ada adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan sarung pantai dengan Teknik colet. dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan ekonomi keluarga. Teknik colet sebagai salah satu metode pewarnaan kain tradisional, dipilih karena prosesnya yang sederhana namun menghasilkan produk yang bernilai tinggi. Pada pelatihan ini warga dilatih untuk menguasai Teknik dasar pewarnaan dari awal hingga akhir menjadi produk siap pakai dan layak jual.. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan perekonomian masyarakat Desa Sidoasri. Metode pelaksanaan menggunakan metode demontrasi lanngsung kepada peserta peltihan. Hasil pelatihan diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru bagi Masyarakat, sehingga dapat mendongkrak pendapatan keluarga dan mengurangi ketergantungan pada sektor ekonomi. Warga Masyarakat juga dapat berinovasi dan memperluas akses pasar produk local, dan berkontribusi pada pengambangan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Keingesan Kembang Pesisi: Pembaruan Etnik Budaya Dan Moderenisasi Melalui Fashion Design Nurfadila, Rahma Nisa; Prahastuti, Endang; Kusumawardani, Hapsari; Nafiah, Annisau
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v13i2.13719

Abstract

This article explores the creation of a fashion work themed"Keingesan Kembang Pesisi" inspired by the beauty of coral reefs aroundLombok Island. This inspiration comes from the life of Sasak fishermen,which is interpreted through the use of Lombok woven fabric, jeans fabric,and synthetic leather fabric in a black and mangosteen red color palette.The creative process began with mind mapping, moodboard andstoryboard techniques to develop an in-depth and structured concept.Signature details of the collection include the selection of accessories suchas rattan hats and boots that add a touch of casualness and toughness tothe overall look. The fashion construction process includes patternmaking, fabric cutting and tailoring techniques that are meticulously doneto ensure high quality and aesthetics. In addition, creative fabric weavingand the application of "bourci" sequins provide extra detail and beauty,reinforcing the theme and meaning of this outfit. The end result is a fashionpiece that is not only aesthetically pleasing but also full of meaning andrelevance, elegantly blending tradition and modernity. It successfullyconveys the richness of Lombok's culture while showing resilience and elegance, reflecting the life and beauty of the sea and the cultural heritage of Sasak fishermen.ABSTRAKArtikel ini mengeksplorasi penciptaan karya busana bertema"Keingesan Kembang Pesisi," yang terinspirasi dari keindahan terumbukarang di sekitar Pulau Lombok. Inspirasi ini berasal dari kehidupannelayan suku Sasak, yang diinterpretasikan melalui penggunaan kaintenun Lombok, kain jeans, dan kain kulit sintetis dalam palet warna hitamdan merah manggis. Proses kreatif dimulai dengan teknik mind mapping,moodboard, dan storyboard untuk mengembangkan konsep secaramendalam dan terstruktur. Detail khas dari koleksi ini mencakuppemilihan aksesoris seperti topi rotan dan sepatu boots yangmenambahkan sentuhan kasual dan ketangguhan pada keseluruhantampilan. Proses konstruksi busana mencakup teknik pembuatan pola,pemotongan kain, dan penjahitan yang dilakukan dengan cermat untukmemastikan kualitas dan estetika yang tinggi. Selain itu, pembuatancreative fabric weaving dan pengaplikasian payet "bourci" memberikandetail dan keindahan ekstra, memperkuat tema serta makna busana ini.Hasil akhirnya adalah sebuah karya busana yang tidak hanya estetis tetapijuga penuh makna dan relevansi, memadukan tradisi dan modernitasdengan elegan. Busana ini berhasil menyampaikan kekayaan budayaLombok sekaligus memperlihatkan ketangguhan dan keanggunan,mencerminkan kehidupan dan keindahan laut serta warisan budayanelayan suku Sasak.
Dewi Saraswati as a Source of Inspiration for the Creation of the "Gantari" Ready to Wear Clothing Elsi Hayuning Trias; Hapsari Kusumawardani; Endang Prahastuti; Annisau Nafiah
BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/baju.v6n1.p115-128

Abstract

The creation of this work is based on the existence of Dewi Saraswati as the goddess of science and art in Hindu beliefs as the main inspiration due to the researcher's interest in culture and history so that she intends to put it into a fashion work as a form of creativity in designing a fashion collection. The process of creating this fashion work is based on the practice-led research approach through the study of fashion design practice, focusing on Dewi Saraswati as the main inspiration for the fashion creation. The combination of dark and light colors from the bold lurik fabric motifs as well as the rustic theme reinforced by the addition of macrame shows the figure of the Goddess who is authentic, beautiful and close to nature. The name Gantari, which in Sanskrit means to shine, is a representation of Dewi Saraswati's role on earth, namely as a manifestation of Ida Sang Hyang Widi (God in Hinduism) to guide humans on earth who live in darkness due to ignorance and confusion before the existence of science. In addition, the addition of details in the form of embroidered puppets in the form of Dewi Saraswati became the main point of this Gantari dress. The method of creating this work was carried out through four stages including the pre-design stage, design, realization, and the last is the presentation stage. The result of Gantari's creation was two works of ready to wear deluxe fashion presented in the UM 2023 Fashion Education Grand Show with a cat walk fashion show presentation form.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL PADA MATERI PEWARNAAN TEKSTUR BAHAN MENGGUNAKAN IBIS PAINT X Firmandani, Maya Hartini Dwi; Aini, Nurul; Irianti, Agus Hery Supadmi; Kusumawardani, Hapsari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i3.5170

Abstract

Pembelajaran Tata Busana di SMKN 7 Malang masih menghadapi keterbatasan dalam pengarahan tugas, yang berdampak pada minimnya eksplorasi desain dan penggunaan teknik pewarnaan konvensional seperti blocking. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video tutorial pewarnaan tekstur bahan menggunakan aplikasi Ibis Paint X bagi siswa kelas XII Tata Busana. Tujuan penelitian mencakup: (1) menghasilkan media video tutorial, (2) menguji kelayakan media, dan (3) mengetahui tanggapan siswa terhadap media yang telah divalidasi.  Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan angket validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video tutorial ini efektif dan memenuhi kebutuhan pembelajaran. Media menggabungkan elemen gambar, teks, dan audio secara sistematis, memudahkan pengguna dalam mempelajari teknik pewarnaan tekstur bahan. Media ini dapat digunakan untuk pembelajaran mandiri maupun klasikal pada mata pelajaran desain busana. Dampak jangka panjang dari penggunaan media ini adalah peningkatan kemampuan teknis menggambar digital, penguasaan perangkat lunak desain modern, serta pengembangan kreativitas visual siswa sesuai kebutuhan kreatif di dunia kerja yang semakin berbasis teknologi. Pengembangan lebih lanjut disarankan untuk menambah materi pewarnaan pada jenis tekstur bahan lain, menggunakan variasi brush, dan memperbarui tutorial dengan aplikasi desain yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna.
Utilizing Balinese Pendet Dance Culture as an Inspirational Idea in Creating "Cening Putri Ayu" Clothing Salsabila, Hana Tasya; Kusumawardani, Hapsari
Corak Vol 14, No 1 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i1.13520

Abstract

The design is inspired by the figure of a Balinese Pendet dancing woman, with traditional clothing worn, ranging from sacred colors such as red, gold, black and white, to accessories worn such as bracelets, earrings, necklaces and head accessories. A "Cening Putri Ayu" is a beautiful princess or woman who also has a strong character, is wise, responsible, but still elegant. Which depicts the figure of a female Pendet dancer on the island of Bali. As well as utilizing local wisdom such as Balinese endek woven fabric as the main material for making this clothing collection. These two elements, the Pendet dance and endek woven cloth, are part of the daily life and religious rituals of the Balinese people, and are part of the cultural heritage that is valued and preserved. Through innovation in creating the "Cening Putri Ayu" clothing, the author presents this clothing at shows and fashion exhibitions. The aim of creating this work is to realize an idea through a fashion collection by highlighting the Balinese Pendet Dance culture as the idea for creating the work "Putri Cening Ayu". The method used is the creation of fashion works which includes three stages, including: (1) Exploration, (2) Design, and (3) embodiment. The results of the creation of this fashion collection produced 2 fashion works "Cening Putri Ayu" which depict the figure of a female Pendet dancer on the island of Bali, namely a beautiful princess or woman who also has a strong, wise, responsible, but still elegant character.ABSTRAKDesain yang terinspirasi dari sosok wanita penari Pendet Bali, dengan pakaian adat yang dikenakan, mulai dari warna sakralnya, seperti merah, gold, hitam, dan putih, hingga aksesori yang dikenakan seperti gelang, anting, kalung dan aksesori kepala. Seorang “Cening Putri Ayu” yaitu putri atau wanita yang cantik juga memiliki karakter kuat, bijaksana, tanggung jawab, tetapi tetap elegan yang menggambarkan sosok wanita penari Pendet di Pulau Bali, serta memanfaatkan salah satu kearifan lokalnya, seperti kain tenun endek Bali sebagai bahan utama pembuatan koleksi busana ini. Kedua unsur ini, tari Pendet dan kain tenun endek, menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan ritual keagamaan masyarakat Bali, serta menjadi bagian dari warisan budaya yang dihargai dan dilestarikan. Melalui inovasi dalam penciptaan busana "Cening Putri Ayu", busana ini disajikan pada pagelaran show dan pameran busana. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah merealisasikan sebuah ide melalui sebuah koleksi busana dengan mengangkat budaya Tari Pendet Bali sebagai ide penciptaan karya "Putri Cening Ayu". Metode yang digunakan adalah penciptaan karya busana meliputi tiga tahapan, di antaranya: (1) Eksplorasi, (2) Perancangan, dan (3) Perwujudan. Hasil penciptaan koleksi busana ini menghasilkan dua karya busana "Cening Putri Ayu" yang menggambarkan sosok wanita penari Pendet di Pulau Bali, yaitu putri atau wanita yang cantik juga memiliki karakter kuat, bijaksana, tanggung jawab, tetapi tetap elegan.
ANALISIS KONTEN EDUKASI DESAIN FASHION TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JASA PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK Celina Ridha Afandi; Agus Hery Supadmi Irianti; Hapsari Kusumawardani; Nurul Aini
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jumper.v4i1.1560

Abstract

The many benefits of the TikTok application make researchers interested in developing their TikTok account with the username 'Celinaridha' to increase sales by uploading fashion design education content. The purpose of the study was to analyze fashion design education content, find out the decision to purchase custom-made fashion design and manufacturing services, and find out the effect of fashion design education content analysis on the decision to purchase custom-made fashion design and manufacturing services on TikTok social media. This study uses a quantitative approach. The population is the followers of the Celinaridha account in Indonesia, which is 110,538 followers. Sampling using the Slovin formula with a 10% error limit so that 99.909 were rounded up to 100. The data analysis technique used simple linear regression. The results of the study prove that the average educational content indicator has the highest content quality, the average purchasing decision variable is the highest recommendation from others. The results of the hypothesis test show that there is an influence of fashion design education content on purchasing decisions, this is known from the t-count value which is greater than the t-table, so Ha is accepted. Linear regression test shows that fashion design education content has an influence of 28.2% on the decision to purchase custom-made fashion design and manufacturing services on TikTok social media. The conclusion of this study is that there is a positive and significant influence between fashion design education content and purchasing decisions, as evidenced by the results of the t-test which shows that the t-count (2.296) is greater than the t-table (1.984) and a significance value of 0.038 which is smaller than 0.05 so that it can be stated that fashion design education content has an influence on the decision to purchase custom-made fashion design and manufacturing services on TikTok social media.
PENCIPTAAN BUSANA BERNUANSA ETNIK DENGAN SUMBER INSPIRASI SIGALE-GALE DARI SUKU BATAK Hamniar; Prahastuti, Endang; Kusumawardani, Hapsari; Nafiah, Annisau
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4410

Abstract

Busana bernuansa etnik merujuk pada pakaian atau kostum yang terinspirasi oleh budaya, tradisi, dan warisan suatu kelompok etnis atau suku bangsa tertentu. Busana ini dibuat dengan acuan sigale-gale sebagai sumber inspirasi dari kebudaayan material suku batak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan busana bernuansa etnik yang unik dan berbeda dengan menekankan kebudayaan dan inovasi. Penelitian ini menggunakan metode penciptaan karya (Practice-led research) dengan 4 tahapan yaitu praperancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuah koleksi busana bernuansa etnik dengan judul “Manggale” yang terinspirasi dari kisah sigale-gale. Koleksi busana ini terdiri dari 2 look busana yang kemudian disajikan pada fashion show “Multiverse” di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai hubungan antar tradisi budaya lokal dan inovasi dalam industri fashion, serta menawarkan pandangan baru terkait penerapan teknik patchwork dalam menciptakan busana siap pakai yang berbeda dan berdaya saing di pasar global.
Penciptaan Karya Busana Kyai Ageng Adiningrum Zakiyah, Syaharani Salsabiilaa; Kusumawardani, Hapsari; Suprihatin, Endang; Nafiah, Annisau
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 5 No. 2 (2025): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v5i2.6040

Abstract

Penciptaan karya busana Kyai Ageng Adiningrum bertujuan untuk merepresentasikan kebudayaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam busana dengan style aristocrat. Sumber inspirasi dari karya busana ini adalah keris peninggalan keraton, yaitu Keris Kanjeng Kiai Ageng Kopek. Selain itu, karya busana ini menggunakan batik semen rama sebagai wastra nusantara yang biasanya dipakai khusus bangsawan keraton. Penciptaan karya busana dilakukan dengan metode Pre-factum, Practice-led research. Dalam metode ini terdapat beberapa langkah, yaitu praperancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian karya. Melalui proses tersebut, terwujudlah karya busana yang menerapkan karakteristik visual dari keris kanjeng Kyai Ageng Kopek pada karya busana dengan eksplorasi kreativitas, inovasi, dan estetika pada pemilihan warna, bentuk/siluet, serta penerapan creative fabric.