Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Evaluasi Kekuatan Rel UIC54 Menggunakan Metode Beam On Elastic Foundation (BOEF) prativi, ayu; Adi, Wahyu Tamtomo
Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal) Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Perkeretaapian Indonesia Volume 4 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jpi.v4i2.101

Abstract

In Indonesia, the dimensions of the rail steel profile have been determined by Minister of Transportation Regulation Number 60 of 2012. The commonly rail which used for 1067mm railway width is the rail type UIC54. However, the determination of rail profile type in Indonesia has not been equipped with an analysis of the rail profile strength to support the load acting on it. Thus, this journal will discuss the calculation of the UIC54 rail strength analysis to support locomotive loads of CC 203, CC 205, and CC 206. The calculation is using Beam on Elastic Foundation (BOEF) method which assumes rail behavior as a continuous beam that support loads above an elastic foundation. The value of UIC rail strength is written in the form of safety factors (SF). The calculation results show that the value of the most critical rail SF to support locomotive loads CC 203, CC 205, and CC 206 are 10.94; 8.93; and 9.67. The results of the rail strength calculation shows that the UIC54 rail is very strong in resisting the dynamic load of the locomotive and its cross section is too large to support the dynamic wheel load of the locomotive.
Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Kereta Api Angkutan Lebaran Di Pulau Jawa Adi, Wahyu Tamtomo; Aghastya, Adya; Fadilah, Lina Nur
Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal) Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Perkeretaapian Indonesia Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to analyze customer satisfaction level of Lebaran trains in Java Island. Data collection was done through observation and spreading of questionnaires. The sample of this data collection is 206 respondents who traveled during Lebaran with train in Java Island. The result of the research by using Importance Performance Analysis method shows that the respondent's expectation for the train service is 82.8 percent while the respondent's satisfaction level is 65.4 percent. Customer Satisfaction Index for all attributes studied was 71.4 percent. Some of the attributes that need prioritized for improvement are considered inconsistent with the expectations of passengers: cleanliness and comfort toilets in the station and on the train, availability of facilities for the disabled, affordability of ticket prices and suitability of ticket prices with services. Other attributes that are important and considered satisfactory by respondens are information boards, station staff friendliness, cleanliness and convenience at the station, ticket service counter, train staff friendliness, cleanliness and convenience in trains, on-time departure train, punctuality of train arrival, travel time and ease of getting tickets.
Analisis Distribusi Keterlambatan Kereta Angkutan Lebaran Tahun 2016 Pada DAOP 7 Aghastya, Adya; Adi, Wahyu Tamtomo
Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal) Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Perkeretaapian Indonesia Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze delays at railway train service, especially at DAOP 7 Madiun. Primary data collection is done through observation and distribution of questionnaires. Observations were made to find out the actual departure time of train departure from the station compared to the time of departure plan. The survey results show that passengers can tolerate train delays below 10 Minutes, and most (73%) can not tolerate delays longer than 10 minutes. Statistical descriptive results indicate that 49 percent of travel experiences more than 10 minutes delay, and delays vary between each train, the average delay is 16.29 minutes with a standard deviation of 27.59 minutes. Results of delays data compared in various statistical distributions show the differences of each train delay distribution, dominated by logistics distribution and Weilbul, data of the curves show density curves tend to have skewness from standard normal distributions. The overall data of the delay is most closely related to Weilbul's distribution, although it can not be concluded with 95 percent confidence that the data is distributed Weilbul. Further analysis by examining each train at the starting station to the final station is required to complete this delayed distribution review.
Pemahaman tentang Semboyan dan Rambu untuk Meningkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang Rachman, Natriya Faisal; Adi, Wahyu Tamtomo; Aghastya, Adya; Rozaq, Fadli
JPMPPI (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.104 KB) | DOI: 10.37367/jpm.v1i1.141

Abstract

Pemahaman semboyan dan rambu dalam melintasi perlintasan sebidang harus dipahami oleh pengguna jalan raya untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Banyak kasus kecelakaan diperlintasan sebidang disebabnya adalah tidak mengetahui rambu dan semboyan perkeretaapian maka perlu dilakukan sosialisasi semboyan dan rambu untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dengan beberapa langkah, langkah pertama persiapan, langkah kedua praktek, langkah ketiga aplikasi dan tahap terakhir penerapan dalam kehidupan sehari-hari tentang semboyan dan rambu perkeretaapian. Hasil dari pengabdian masyarakat ini, masyarakat lebih paham dan mentaati rambu-rambu yang berada di perlintasan sebidang sehingga terjadilah keselamatan di perkeretaapian
Sosialisasi di Perlintasan Sebidang sebagai Upaya Meningkatkan Disiplin Pengguna Jalan Aghastya, Adya; Astuti, Septiana Widi; Rachman, Natriya Faisal; Adi, Wahyu Tamtomo
JPMPPI (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.693 KB) | DOI: 10.37367/jpm.v1i1.142

Abstract

Berdasarkan UU 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pasal 114 menyatakan bahwa pengguna jalan raya harus mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel kereta api. Setiap perlintasan sebidang idealnya terdapat petugas penjaga pintu perlintasan (PJL), petugas ini mempunyai kewajiban menjaga pintu perlintasan sebidang untuk mengamankan perjalanan kereta api. Berdasarkan data dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa dalam bulan januari 2020 hingga akhir tahun 2020 terdapat 198 kecelakan di perlintasan sebidang, maka perlu melakukan kegiatan Sosialisasi di perlintasan sebidang dilakukan di Jalur Perlintasan Sebidang (JPL) 138 Madiun dan JPL 08 Barat Magetan. Kegitan ini dilakukan sebelum adanya pandemi Covid -19 dan diikuti oleh Taruna dan Dosen Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun. Kegiatan sosialisasi diawali dengan melakukan membentangkan spanduk dan membagikan pamlet yang berisi himbauan dan peraturan dan etika / tata cara berkendara yang baik saat melintasi perlintasan sebidanng beserta sanksi jika tidak mematuhi peratutan tersebut
Sosialisasi Reaktivasi Jalur Kereta Api Madiun-Slahung Ponorogo Aghastya, Adya; Astuti, Septiana Widi; Rachman, Natriya Faisal; Imron, Nanda Ahda; Sunardi, Sunardi; Adi, Wahyu Tamtomo
JPMPPI (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.355 KB) | DOI: 10.37367/jpm.v1i2.176

Abstract

Reaktivasi jalur tersebut diharapkan akan meningkatkan mobilitas masyarakat antara Kota Madiun – Kabupaten Madiun – Kabupaten Ponorogo guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Dalam sejarahnya, jalur kereta api tersebut sempat menjadi primadona masyarakat sampai dengan tahun 1970an. Namun pada tahun 1982, jalur tersebut dinyatakan mati karena kalah bersaing dengan moda jalan raya Terdapat 7 lokasi stasiun yang akan dilayani oleh keretaapi lintas Madiun-Slahung yaitu Stasiun Madiun, Stasiun Kanigoro, Stasiun Pagotan, Stasiun Ponorogo, Stasiun Jetis, Stasiun Balong dan Stasiun Slahung. Apabila dikaitkan dengan peta administrasi wilayah, maka setiap stasiun memiliki cakupan wilayah (catchment area) masing-masing. Stasiun Madiun memiliki cakupan wilayah Kecamatan Madiun, Stasiun Kanigoro memiliki cakupan wilayah Kecamatan Kartoharjo, Stasiun Pagotan memiliki cakupan wilayah Kecamatan Pagotan, Stasiun Ponorogo memiliki cakupan wilayah Kecamatan Ponorogo dan seterusnya. Tujuan diadakannya pengabdian masyarakat sosilaisasi reaktivasi jalur kereta api madiun-slahung ponorogo ini antara: pemahaman secara dini tentang reaktifasi jalur kereta api madiun-slahung ponorogo dan meningkatkan peran dan tanggung jawab masyarakat dalam tercapainya pembangunan reaktifasi jalur kereta api madiun-slahung ponorogo.
Pemahaman Magnetik pada Pelajaran Tematik di Sekolah Dasar Rachman, Natriya Faisal; Rozaq, Fadli; Aghastya, Adya; Astuti, Septiana Widi; Wirawan, Willy Artha; Adi, Wahyu Tamtomo
JPMPPI (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.949 KB) | DOI: 10.37367/jpm.v1i2.179

Abstract

Belajar adalah satu kegiatan interaksi proses dari secara kondisi disekitar peserta didik. Seperti proses pengarahan untuk pencapaian tujuan dan proses melakukan perbuatan melalui pengalaman yang diciptakan diartikan pada belajar. Pengukuran / penilaian merupakan mencapai kompetensi. Penggunaan magnet dalam kehidupan sekarang ini tidak dapat dipungkiri. Sejak awal, penelitian dan pemahaman tentang magnet telah menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat bagi umat manusia.. Motor listrik, generator listrik, satelit, lampu, perangkat pengangkat dan penarik benda logam pada pesawat angkat, hingga kereta api cepat adalah beberapa contoh penerapan magnet. Untuk memahami kemagnetan bagi siswa sekolah dasar dan penggunaan magnet, perlu dipahami siswa sekolah dasar. Hal ini bertujuan untuk pemahaman yang lebih baik tentang fungsi dan penggunaan magnet di sekitar kita dan pemahaman yang lebih baik sejak usia dini. Berdasarkan data survei, setelah kegiatan pengabdian masyarakat, pemahaman siswa banyak yang meningkat Berdasarkan data, bisa diketahui yang sebelum dilakukan pengabdian masyarakat adalah 70% siswa belum memahami tentang magnetik dan setelah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat tentang pemahaman magnetik siswa SD di pelajaran tematik bisa diketahui 20% siswa belum memahami tentang magnetik, 46% memahami tentang magnetic dan 34% siswa sangat memahami tentang magnetik
Sosialisasi Penerapan Penggunaan UAV Drone untuk Survey Pemetaan pada Bidang Jalur Perkeretaapian Adi, Wahyu Tamtomo; Wiarco, Yuwono; Prihartanto, Rusman; Aghastya, Adya
JPMPPI (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.439 KB) | DOI: 10.37367/jpm.v1i2.184

Abstract

Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan penggunaan UAV Drone dalam survey pemetaan bidang perkeretaapian, studi kasus untuk penggunaan UAV Drone yang disosialisasikan adalah dalam bidang survey pemetaan untuk perencanaan jalur KA dan monitoring ballas jalan rel. Materi diberikan kepada siswa SMK dengan materi terdiri dari pengenalan, proses pengambilan data, pengolahan data dan penampilan hasil. Hasil evaluasi menunjukkan siswa yang mengikuti kegiatan dapat memahami materi yang diberikan sampai dengan 87% dan selusuh peserta merasa tertarik untuk mendalami lebih lanjut penggunaan UAV Drone untuk kegiatan survey pemetaan.
PELATIHAN PENGUKURAN JALAN REL MENGGUNAKAN MESSREG CDM DI BALAI PERAWATAN PERKERETAAPIAN Prihatanto, Rusman; Wiarco, Yuwono; Nurhadi, Muhammad; Aghastya, Adya; Adi, Wahyu Tamtomo; Astuti, Septiana Widi; Malaiholo, David; Kurniawan, Muhammad Adib
Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jpm.v3i2.310

Abstract

Community service activities are carried out by providing training to Railway Maintenance Center employees in using the Messreg CDM which is used to measure the width of railroad tracks and obtain other parameters, such as elevation, widening, twist, back-to-back distance and several other parameters. Training activities are carried out by providing class material regarding the components/parts of the Messreg CDM measuring instrument, and how to download measurement results and analyze and compare them with applicable standards. Next is the practice of measuring in the field, which is carried out on train tracks in the Railway Maintenance Center workshop. The practice here is carried out so that participants understand more about the Messreg CDM measuring instrument because they learn how to assemble it, set up a laptop, carry out measurements and troubleshoot problems that might occur. After the training, the Railway Maintenance Center employees who took part in the training showed increased ability, both in operating and analyzing data obtained from measurement results. This will of course support the implementation of the duties and functions of the Railway Maintenance Center
Accuracy Assessment of Railway Track Inspection Equipment 'Void Meter' Based on the Internet of Things Adi, Wahyu Tamtomo; Risnanto Nugroho, Bagas; Wardani Puruhita, Hana
SAINSTECH NUSANTARA Vol. 2 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71225/jstn.v2i3.115

Abstract

Dynamic skilu caused by ballast voids is one of the main causes of train derailments in Indonesia. Early detection of this condition still relies on measurement trains, which have limited inspection intervals. This study aims to test the accuracy of the third-generation void meter based on the Internet of Things (IoT), which has been redesigned to enhance the precision of measuring ballast voids, train speed, and rail temperature. The research methods include the collection of primary and secondary data, field testing of the device, and statistical analysis. Analysis was conducted using standard deviation tests, ANOVA, the Mann–Whitney test, and MAPE. Test results showed that the system can display data in real-time through the Blynk and ThingSpeak platforms and provide automatic notifications when measurement values exceed tolerance limits. The standard deviation of the device is lower than that of conventional devices, MAPE for all parameters is <10%, and the results of the ANOVA and Mann–Whitney tests show no significant differences between data groups. Thus, the third-generation void meter has proven to have high accuracy and consistency, making it suitable for continuous railway track inspections. Additionally, the void meter has been proven to be 59.70% more cost-effective than the densometer.