Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan Desain Grafis Menggunakan CorelDraw sebagai Tambahan Keterampilan Siswa SMK Negeri 7 Surabaya Lynda Refnitasari; Hendra Wahyu Cahyaka; Nurmi Frida D.B.P.; Muhammad Imaduddin
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2023.v7i1.3763

Abstract

Saat ini, pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) menjadi salah satu mata pelajaran yang wajib untuk dikuasai oleh setiap siswa di masing-masing sekolah. Akan tetapi, materi-materi yang didapatkan terkait mata pelajaran TIK ini sebatas pada pengenalan secara umum, seperti aplikasi Microsoft Office, yang terdiri atas Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Cukup jarang sekolah yang membekali siswanya dengan keterampilan desain grafis dalam proses pembelajaran TIK. Padahal, keterampilan di bidang desain grafis saat ini sangat banyak dibutuhkan di dunia kerja, mulai dari percetakan, advertising, multimedia, maupun industri-industri kreatif lainnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kegiatan PKM ini bertujuan untuk membantu mitra, yaitu SMKN 7 Surabaya, dalam meningkatkan kemampuan siswa, khususnya terkait dengan penguasaan aplikasi CorelDraw untuk pembuatan desain grafis. Adapun pelatihan yang diberikan meliputi pengenalan fungsi dasar CorelDraw beserta tools yang ada di dalamnya. Selanjutnya, pelatihan juga meliputi praktik dalam pembuatan desain logo, curriculum vitae, dan poster. Di samping itu, modul pelatihan juga disediakan untuk memudahkan siswa dalam mempraktikkan setiap tahapan dalam desain grafis. Dari lembar evaluasi yang diisi oleh siswa, diperoleh hasil rata-rata bahwa lebih dari 75% siswa yang mengikuti pelatihan menyatakan bahwa teori yang disampaikan oleh pemateri mudah untuk dipahami dan modul yang diberikan mudah untuk dipraktikkan. Hal ini berdampak positif pada bertambahnya keterampilan siswa dalam mendesain logo, curriculum vitae, dan juga poster.
Pelatihan Penjadwalan Proyek Konstruksi Dengan Aplikasi Microsoft Project Pada Siswa SMKN 5 Surabaya Gde Agus Yudha Prawira Adistana; Meity Wulandari; Purwo Mahardi; Muhammad Imaduddin; Mochamad Firmansyah Sofianto; Lynda Refnitasari
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i1.4583

Abstract

Learning related to scheduling is done manually and with the help of Microsoft Excel applications. In its implementation, there are still some minor errors that cause changes in the total cost as a whole. The use of applications such as Microsoft Project is believed to be able to minimize the occurrence of this error because of the workflow control feature. The implementation of community service is expected to be able to increase knowledge and improve students' skills in preparing schedules appropriately and in accordance with applicable rules. From the questionnaire, it can be concluded that the students felt this training helped them to be more familiar with the scheduling function with Microsoft Project and helped to better understand the Construction Cost Estimation (EBK) learning.
THE EFFECTIVENESS OF THE CIRCUIT LEARNING MODEL ASSISTED BY QUARTET CARDS ON SOCIAL STUDIES LEARNING OUTCOMES Nora Sara Damayanti; Muhammad Imaduddin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4249

Abstract

Based on pre-research data from fourth-grade students at SDN Gugus Sultan Agung, Jepara, the Social Studies learning outcomes were found to be suboptimal. The learning model used tended to be teacher-centered, with image-based learning media. This research is an experimental study using cluster random sampling, with a population consisting of 158 fourth-grade students from SDN Gugus Sultan Agung, Jepara. The sample used was SD Negeri 02 Pecangaan Wetan as the control group and SD Negeri 01 Karangrandu as the experimental group. The aim of this study is to describe the learning outcomes of fourth-grade students at SDN Gugus Sultan and to test the effectiveness of the Circuit Learning model assisted by quartet cards on Social Studies learning outcomes. The results show that the experimental group scored higher, at 76.3, compared to the control group, which only scored 66.6. The hypothesis test results indicate that tcalculated = 2.9627 > ttable = 2.0009, meaning the null hypothesis is rejected, which shows that the Circuit Learning model assisted by quartet cards is effective for teaching Social Studies to fourth-grade students. The conclusion of this research is that the Circuit Learning model assisted by quartet cards is more effective for teaching Social Studies on the topic of Hindu-Buddhist historical heritage compared to the Direct Instruction model for fourth-grade students at SDN Gugus Sultan Agung, Jepara. Keywords: circuit learning, social studies, quartet card
Analisis Praktik Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Lutfiatin Fahra Amelia; Nindya Wibi Paramarta; Keysya Josi Putri Salsabila; Muhammad Imaduddin
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SDN Purwosari yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas V SDN Purwosari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun berdasarkan fokus penelitian. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran IPAS dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik siswa dan penggunaan modul ajar yang disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka. Guru memanfaatkan berbagai media dan teknologi pembelajaran, seperti video pembelajaran, Canva, Quizizz, dan Chromebook untuk meningkatkan minat dan keaktifan siswa. Pada pelaksanaan pembelajaran, guru menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dengan model belajar sambil bermain dan kerja kelompok serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dan kearifan lokal. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara menyeluruh melalui penilaian ranah kognitif, afektif, dan psikomotor menggunakan tes tulis, observasi, angket, proyek, dan portofolio. Tindak lanjut pembelajaran dilakukan melalui kegiatan remedial dan pengayaan sesuai kebutuhan siswa. Meskipun demikian, guru masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu dan perbedaan karakteristik siswa dalam satu kelas. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan diskusi dengan teman sejawat, mencari referensi pembelajaran, serta mengikuti seminar dan webinar pendidikan. Dengan demikian, praktik pembelajaran IPAS di SDN Purwosari menunjukkan adanya upaya guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS melalui PBL Berbantuan Mobile Learning Pada Kelas V Sekolah Dasar Muhammad Imaduddin; Nora Sara Damayanti; Hana Andriningrum; Helda Kusuma Wardani; Vit Ardhyantama; Melyza Vidhia Putri
Taman Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 10 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tc.v10i1.21160

Abstract

Kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar menuntut pembelajaran yang efektif dalam mengoptimalkan keterampilan guru, aktivitas belajar, dan hasil belajar peserta didik, namun capaian tersebut belum optimal. Penelitian tindakan kelas memiliki tujuan peningkatan mutu pembelajaran IPS pada peserta didik kelas VA SDN Srondol Wetan 05 Semarang melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan mobile learning. Penelitian mengadaptasikan model spiral Kemmis dan Taggart bertahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data didapat melalui teknik tes dan non-tes dianalisis berpendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten pada keterampilan guru, aktivitas belajar, dan hasil belajar peserta didik. Keterampilan guru meningkat dari 50% di siklus I menjadi 62,5% di siklus II, 69,64% di siklus III, 73,21% di siklus IV, dan 87,5% di siklus V. Aktivitas peserta didik mengalami kenaikan dari 51,46% di siklus I menjadi 59,82%, 67,93%, 73,70%, hingga 81,89% di siklus V. Ketuntasan hasil belajar pun bertambah dari 28,75% di siklus I menjadi 53,93% di siklus II, 64,85% di siklus III, serta 75% dan 85,71% di siklus IV dan V. Temuan tersebut menegaskan bahwasanya penerapan model PBL berbasis mobile learning efektif meningkatkan kualitas pembelajaran IPS pada aspek proses maupun hasil belajar.
PEMANFAATAN POT RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS GEOPOLIMER SEBAGAI WUJUD GERAKAN MENUJU NET ZERO EMISSION 2060 Iqlima Nuril Amini; Meity Wulandari; Irfan Prasetyo Loekito; Arie Wardhono; Muhammad Imaduddin
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i2.7065

Abstract

The implementation of environmentally sustainable materials plays a crucial role in reducing carbon emissions in the construction sector. This activity aimed to enhance community understanding of geopolymer materials through outreach and hands-on demonstrations of geopolymer pot production in Tanggumong Village, Sampang District. Geopolymer was chosen as an alternative to conventional cement due to its ability to utilize industrial byproducts such as fly ash. The program included material presentations, interactive discussions, and practical demonstrations. Evaluation results showed an increase in participants’ average understanding from 55% to 81%. Specifically, basic knowledge improved from 49% to 81%, attitudes from 85% to 94%, and practical skills from 85% to 88%. The community responded positively to the geopolymer pot as an environmentally friendly alternative material. Overall, this activity effectively enhanced environmental literacy and awareness of sustainable material use while contributing to the achievement of SDG 12 and SDG 13.
EDUKASI KONSEP RUMAH HUNIAN SEDERHANA TAHAN GEMPA DI WILAYAH SEISMIK TINGGI Meity Wulandari; Krisna Dwi Handayani; Alwan Gangsar Brilian Putra; Mochamad Firmansyah Sofianto; Erina Rahmadyanti; Mas Suryanto HS; Bambang Sabariman; Yogie Risdianto; Danayanti Azmi Dewi Nusantara; Muhammad Imaduddin
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i2.7275

Abstract

Davao City, Philippines, is located in a high seismic zone along the Pacific Ring of Fire, where residential buildings are highly vulnerable to earthquake damage. This community service program aimed to improve earthquake risk awareness and understanding of simple earthquake-resistant housing concepts among students and teachers of Sekolah Indonesia Davao (SID). The program was conducted through preparatory coordination, educational implementation, and evaluation stages. Educational activities included pre-tests, distribution of booklets, lectures on basic structural principles of earthquake-resistant houses, video demonstrations, discussions, and post-tests. The results showed a significant improvement in participants’ understanding, with correct responses increasing from 36% in the pre-test to 82% in the post-test. Participant feedback also indicated high satisfaction with the relevance, clarity, and usefulness of the materials. The program demonstrates that school-based education can serve as an effective community-based earthquake mitigation strategy in high seismic regions.
The Historical Development of Primary and Islamic Education in Indonesia: From Empire to Reform Era Muh Syauqi Malik; Kartika Dwi Astuti; Vit Ardhyantama; Muhammad Imaduddin; Hana Andriningrum; Helda Kusuma Wardani
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 8 No. 1 (2025): VOLUME 8, NUMBER 1, 2025
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v8i1.83921

Abstract

The phrase "Never Leave History" (Jasmerah) from Soekarno emphasized the importance of historical awareness. This article examines the evolution of basic education and basic Islamic education in Indonesia from the Islamic kingdom to the Reform era with a qualitative approach based on a literature review. Key findings reveal a significant shift in the Islamic basic education curriculum, transforming from a traditional Islamic boarding school-based approach to a formal school model that integrates modern science and technology. In addition, a dynamic pattern of education policy was found, seeking to balance the preservation of local-religious values with the demands of modernization and national development. This study also confirms that Islamic education functions not only as a transmission of knowledge but as a process of forming character, social identity, and cultural resilience according to Islamic teachings. The implications of this research are very important for the development of education policies that are inclusive, holistic, and responsive to social and cultural change. The unique contribution of this research can be seen from the cross-era analysis that provides a comprehensive picture of the resilience and adaptability of Islamic education in the face of socio-political challenges, while strengthening the historical foundations and Islamic values in the national education system.