Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : AGRIKA

MEDIA CAMPURAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK ORGANIK SEBAGAI MEDIA TANAM VERTIKULTUR PADA TANAMAN SELADA KERITING Hidayati Karamina; Ariani Trisna Murti; Tri Mujoko
Agrika Vol 16, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v16i1.2172

Abstract

ABSTRAKSelada keriting merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki prospek yang cukup stabil. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, maraknya alih fungsi lahan menjadi pemukiman menyebabkan  ketersediaan lahan pertanian berkurang, sehingga hasil produktivitas sayuran juga mengalami penurunan. Merujuk pada permasalahan ini, vertikultur dapat menjadi alternatif bercocok tanam pada lahan yang sempit. Komposisi media tanam sistem vertikultur yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman akan berpengaruh pada kualitas produksi tanaman. Media tanam dari biochar sekam padi dapat dijadikan sebagai bahan pembenah tanah dalam upaya rehabilitasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui takaran biochar sekam padi yang cocok sebagai campuran media vertikultur dan dosis pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting. Penelitian ini dilaksanakan Desember 2019 sampai Maret 2020 di Kelurahan Tlogomas, Kota Malang. Rancangan percobaan yang digunakan ialah RAK Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama biochar sekam padi (A) terdiri atas 3 taraf yaitu 0 g/paralon, 4000 g/paralon dan 8000 g/paralon dan faktor kedua petroganik (P) terdiri dari 3 taraf yaitu 0 g/tan, 1 g/tan dan 2 g/tan. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman, luas daun, berat segar total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan selada keriting terbaik pada parameter luas daun diperoleh pada perlakuan A1P2 dengan total luas daun 5.97 cm2 pada umur 2 Minggu Setelah Tanaman (MST), tinggi tanaman terbaik pada perlakuan A1P1 yaitu 16.36 cm. Bobot segar total tanaman selada keriting terbaik diperoleh pada perlakuan biochar sekam padi 4 kg (A1) dengan rerata berat segar total tanaman 17.05 g/tan. ABSTRACTCurly lettuce is a horticultural commodity that has a fairly stable prospect. Along with the increasing number of Indonesia's population, the conversion of land functions into settlements causes the availability of agricultural land to decrease, so that the yield of vegetable productivity also decreases. Referring to this problem, verticulture can be another alternative to farming on a narrow land. The composition of the verticulture system planting media in accordance with the requirements for plant growth will affect the quality of plant production. Growing media from rice husk charcoal can be used as a soil amendment material to rehabilitate land. This study aims to determine the appropriate dose of husk charcoal suitable as a mixture of verticultural media and the dose of petroganic fertilizer on the growth and yield of curly lettuce. This research was conducted in December 2019 to March 2020 in the Tlogomas Village, Malang. The experimental design used was a Factorial Random Block Design which consisted of two factors and was repeated 3 times. The first factor is rice husk biochar (A) consisting of 3 levels, namely 0 g/paralon, 4000 g/paralon and 8000 g/paralon and the second petroganic factor (P) consists of 3 levels, namely 0 g/tan, 1 g/tan and 2 g/tan. The observed variables were plant height, leaf area, total fresh weight. The results showed that the best growth of curly lettuce on leaf area parameters was obtained in treatment A1P2 with a total leaf area of 5.97 cm2 at 2 weeks after planting (MST), the best plant height in treatment A1P1 was 16.36 cm. The best total fresh weight of curly lettuce was obtained in the treatment of rice husk biochar 4 kg (A1) with an average plant fresh weight of 17.05 g/tan 
UJI pH, KALIUM TOTAL, C-ORGANIK PADA SAMPEL TANAH DAN KANDUNGAN VITAMIN C BUAH DI PERKEBUNAN JAMBU KRISTAL BUMIAJI BATU Hidayati Karamina; Ricky Indri Hapsari; Ariani Trisna Murti; Teolardus Dodi Gentara
Agrika Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v16i2.3904

Abstract

Jambu biji kristal (Psidium guajava L.) merupakan jambu batu yang memiliki biji kurang dari 3% bagian buah.  Di Jawa Timur salah satu sentra penanaman jambu biji kristal adalah di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Jambu biji kristal disukai karena rasanya renyah, kandungan vitamin C-nya yang tinggi dua kali lebih banyak dibanding buah jeruk, sumber serat yang bagus untuk pencernaan dan antioksidan yang efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan. Jambu biji kristal memerlukan penanganan budidaya yang tepat supaya dapat tumbuh dan berbuah dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Syarat tumbuh yang diperlukan di antaranya adalah pH tanah, kadar kalium tanah dan C-organik tanah. Jambu biji kristal merupakan tanaman berkayu yang dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dan pH tanah antara 5.5 to 7.5.  Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH tanah, kandungan C Organik tanah, kandungan K total tanah serta kandungan Vitamin C pada buah jambu biji kristal di Bumiaji Kota Batu.  Analisis kesuburan tanah meliputi pH  H2O, kandungan C- organik, kandungan unsur hara Kalium total dan kualitas buah jambu dilakukan pada  lahan dan buah jambu biji kristal dari tanaman berumur  6 tahun, 9 tahun dan 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin C buah jambu biji kristal dari tanaman berumur 12 tahun memiliki hasil tertinggi dibandingkan umur 9 dan 6 tahun. Pada analisis tanah didapati bahwa kandungan pH H2O tanah di perkebunan jambu kristal tahun ke 6 netral sedangkan tahun 9 dan 12 agak masam. Kandungan C-Organik dan K-total di semua lahan yang diteliti sangat tinggi. ABSTRACTCrystal guava (Psidium guajava L.) is a guava that has seeds less than 3% of the fruit. In East Java, one of the centers for planting crystal guava is in Bumiaji District, Batu City. Crystal guava is preferred because it tastes crunchy, contains twice as much vitamin C as citrus fruits, is a good source of fiber for digestion and is an effective antioxidant against free radicals that can damage cells or tissues. Crystal guava requires proper cultivation handling so that it can grow and bear fruit in good quantity and quality. The growing conditions needed include soil pH, soil potassium levels and soil organic C. Crystal guava is a woody plant that can grow in a variety of soil types and soil pH is between 5.5 to 7.5. Therefore this study aims to determine soil pH, soil organic C content, soil total K content and vitamin C content in crystalline guava fruit in Bumiaji, Batu City. Analysis of soil fertility including pH H2O, C-organic content, total Potassium nutrient content and quality of guava fruit was carried out on land and crystalline guava fruit from plants aged 6 years, 9 years and 12 years. The results showed that crystalline guava fruit vitamin C from 12 year old plants had the highest yield compared to 9 and 6 year olds. In the soil analysis it was found that the pH H2O content of the soil in the 6th year of crystal guava plantations was neutral while the 9th and 12th years were slightly acidic. The content of C-Organic and K-total in all the studied land was very high.
IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN APLIKASI PUPUK LIMBAH ULAT SUTRA Rujirmus Bobi; Hidayati Karamina; Erwin Ismu Wisnubroto
Agrika Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i1.4577

Abstract

ABSTRAKProduktivitas bawang merah di Indonesia masih rendah sebesar 9,24 ton/ha. Hal ini karena penggunaan bibit yang kurang bermutu, media tanam yang kurang baik dan akibat serangan hama penyakit. Penggunaan insektisida secara intensif membahayakan konsumen. Salah satu metode pengendalian hama dan penyakit adalah metode kultur teknis. Maraknya budidaya ulat sutra mengakibatkan limbah ulat sutra juga banyak. Jika limbah tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan penyakit bagi ulat sutra dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu dilakukan penelitian menggunakan pupuk limbah kotoran ulat sutra untuk mengurangi pengunaan dosis pupuk kimia tanpa menurunkan pertumbuhan dan produksi bawang merah serta dapat menekan serangan hama pada tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di screen house, Science Techno Park Unitri pada Agustus-Oktober 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan pupuk limbah ulat sutra dan NPK 16-16-16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (pupuk limbah ulat sutra:sekam bakar (1:1) dosis 200 g/polybag + NPK 16-16-16 100 kg/ha = 4,5 g/polybag) dan P6 (pupuk limbah ulat sutra: sekam bakar (2:1) dosis 200 g/polybag + NPK 16-16-16 dosis 100 kg/ha = 4,5 g/polybag) memiliki bobot umbi bawang merah/rumpun lebih besar dibanding perlakuan lainnya,  berturut-turut 35,46 g/rumpun dan 28,04 g/rumpun. Hama yang terdapat pada bawang merah adalah Agrotis ipsilon, Spodoptera litura, Spodoptera exigua dan penyakit  yang ditemukan pada bawang merah adalah penyakit bercak yang diakibatkan  Alternaria porri dan Fusarium oxysporum. Pada perlakuan P2 hama yang menyerang sebesar 33,33% dan pada perlakuan P6 hama yang menyerang sebesar 11,11%. Pada kedua perlakuan tersebut  tetapi tidak ada penyakit yang menyerang. ABSTRACTThe productivity of shallots in Indonesia is still low at 9.24 tonnes/ha. This is due to the use of inferior quality seeds, poor planting media and pests and diseases. The intensive use of insecticides endangers consumers. One of the pest and disease control methods is the technical culture method. The rise of silkworm cultivation resulted in a lot of silkworm waste. If waste is not managed properly it can cause disease for silkworms and pollute the environment. Therefore, research was carried out using silkworm manure to reduce the use of chemical fertilizer doses without reducing the growth and production of shallots and suppressing pest attacks on shallots. The research was conducted at the screen house, Science Techno Park Unitri in August-October 2022. The research used a Randomized Block Design (RBD) with 10 treatments of silkworm waste fertilizer and NPK 16-16-16. The results showed that treatment P2 (silkworm waste fertilizer: roasted husks (1:1) dose of 200 g/polybag + NPK 16-16-16 100 kg/ha = 4.5 g/polybag) and P6 (silkworm waste fertilizer : roasted husks (2:1) dose of 200 g/polybag + NPK 16-16-16 dose of 100 kg/ha = 4.5 g/polybag) had a greater weight of shallot bulbs/clump compared to other treatments, respectively 35.46 g/clump and 28.04 g/clump. The pests found on shallots are Agrotis ipsilon, Spodoptera litura, Spodoptera exigua and the diseases found on shallots are spotting disease caused by Alternaria porri and Fusarium oxysporum. In the P2 treatment the attacking pests were 33.33% and in the P6 treatment the attacking pests were 11.11%. In both treatments, there was no disease that attacked.
PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annuum L.) Ngei M. Fatima; Amir Hamzah; Hidayati Karamina
Agrika Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i1.4448

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan tanaman cabai keriting. Penelitian dilaksanakan di Tlogomas Kota Malang pada ketinggian sekitar 450 m dpl pada Agustus 2021 hingga Februari 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama pupuk NPK (N) terdiri dari 4 taraf perlakuan N0: tanpa pupuk NPK (kontrol); N1: pupuk NPK 50 kg/ha (0,25 g/polybag); N2 : pupuk NPK 100 kg/ha (0,5 g/polybag); dan N3 : pupuk NPK 150 kg/ha (0,75 g/polybag). Faktor kedua adalah pupuk  kandang ayam (K) terdiri dari 4 taraf perlakuan K0: tanpa pemberian pupuk kandang ayam (kontrol); K1: pupuk kandang ayam 10 ton/ha (50 g/polybag); K2: pupuk kandang ayam 20 ton/ha (100 g/polybag); dan K3: pupuk kandang ayam 30 ton/ha (150 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi pupuk NPK dan pupuk kandang ayam pada tinggi tanaman saat 4 dan 8 MST, tetapi tidak berpengaruh pada jumlah cabang maupun jumlah bunga. Perlakuan pupuk NPK secara tunggal hanya mempengaruhi jumlah bunga pada 12 MST. Pemberian pupuk kandang ayam secara tunggal dengan dosis 30 ton/ha mengakibatkan pertumbuhan terbaik pada tinggi tanaman saat 6 dan 8 MST berturut-turut 35,33 cm dan 38,21 cm; jumlah cabang pada 4 dan 8 MST berturut-turut sebesar  4,67  dan 53,96; serta jumlah bunga pada 8 MST yaitu sebanyak 6,75. The purpose of this study was to evaluate the effect of NPK fertilizer and chicken manure on the growth of curly chili plants. The research was conducted in Tlogomas, Malang City at an altitude of around 450 m asl from August 2021 to February 2022. The research used a Randomized Block Design (RBD) with 2 factors. The first factor was NPK fertilizer (N) consisted of 4 levels which were N0 treatment: without NPK fertilizer (control); N1: NPK fertilizer 50 kg/ha (0.25 g/polybag); N2 : NPK fertilizer 100 kg/ha (0.5 g/polybag); and N3 : NPK fertilizer 150 kg/ha (0.75 g/polybag). The second factor was chicken manure (K) consisting of 4 levels which were K0 treatment: without chicken manure (control); K1: chicken manure 10 tonnes/ha (50 g/polybag); K2: chicken manure 20 tonnes/ha (100 g/polybag); and K3: chicken manure 30 tonnes/ha (150 g/polybag). The results showed that there was an interaction between NPK and chicken manure on plant height at 4 and 8 WAP, but had no effect on the number of branches or the number of flowers. NPK fertilizer treatment  only affected the number of flowers at 12 WAP. Application of chicken manure at a dose of 30 tonnes/ha resulted in the best growth in plant height at 6 and 8 WAP respectively 35.33 cm and 38.21 cm; the number of branches at the 4th and 8th WAP were 4.67 and 53.96 respectively; and the amount of interest at 8 WAP was 6.75.
KASGOT LALAT TENTARA HITAM SEBAGAI PUPUK ORGANIK UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Edyson Edyson; Indawan Indawan; Ricky Indri Hapsari; Hidayati Karamina; Poppy Indri Hastuti
Agrika Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i1.4652

Abstract

ABSTRAKTahun 2022 Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 12.923.847 ton di mana 54,2% merupakan sampah sisa makanan, daun, ranting dan kayu. Berdasarkan sumber sampah, 50,6% merupakan sampah rumah tangga dan pasar tradisional. Jika tidak dikelola dengan baik, maka sampah akan menimbulkan berbagai pencemaran. Larva Black Soldier Fly (BSF)  sangat efektif dalam memakan sampah organik dan kotorannya (kasgot) dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Bahan penelitian diperoleh dari Bank Sampah Eltari M-230 Griya Maggot BSF Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang 65138. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menyediakan kandang kawin BSF dan menganalisa kasgot mengenai kandungan unsur hara, logam berat dan cemaran bakteri.  Uji laboratorium menunjukkan bahwa kasgot telah memenuhi syarat SNI dan PTM, kecuali C-org sedikit melebihi standar yang ditetapkan, tidak mengandung logam berat Cd dan mengandung minimum logam berat Pb, Fe dan Zn. Kandungan cemaran bakteri Escherichia coli rendah yaitu kurang dari  3.00 MPN/g dan tidak mengandung Salmonella sp. ABSTRACTIn 2022 Indonesia produces 12,923,847 tons of waste, of which 54.2% is leftover food, leaves, twigs and wood. Based on the source of waste, 50.6% is household waste and traditional markets. If not managed properly, waste will cause various pollution. Black Soldier Fly (BSF) larvae are very effective in eating organic waste and their excrement (kasgot) can be used as organic fertilizer. The research material was obtained from the Eltari M-230 Griya Maggot BSF Waste Bank at Kelurahan Cemorokandang Kedungkandang District, Malang City 65138. The research was carried out by providing BSF mating cages and analyzing the kasgot for its nutrient content, heavy metals and bacterial contamination. Laboratory test results show that the kasgot has met the requirements of SNI and PTM, except that the C-org slightly exceeds the set standards, does not contain the heavy metal Cd and contains a minimum of the heavy metals Pb, Fe and Zn. The content of Escherichia coli bacteria contamination is low, namely less than 3.00 MPN/g and does not contain Salmonella sp. 
IDENTIFIKASI LOGAM BERAT PADA LAHAN PERTANIAN DI SEKITAR INDUSTRI KERTAS DAN PULP KABUPATEN MALANG Hidayati Karamina; Nugroho Aji Prasetiyo; Ariani Trisna Murti; Glorianus Glorianus; Avelinus Tampang
Agrika Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i2.4843

Abstract

ABSTRAKSalah satu industri yang menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat adalah industri kertas dan pulp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi logam berat yang berada di lahan pertanian di sekitar industri kertas dan pulp di Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan  dengan mengambil beberapa sampel tanah dan air dilahan pertanian di sekitar industru tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2023. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan  bahwa logam berat ditemukan pada sampel tanah pada lahan pertanian di sekitar industri kertas dan pulp yaitu timbal (Pb) dengan kandungan sebesar 3064 mg/liter, yang  melebihi nilai ambang batas, sedangkan kandungan Cadmium (Cd) (0,0020 mg/liter) di bawah ambang batas, kandungan Corganik sedang dan pH tanah agak masam. Pada air limbah industri kertas dan pulp juga ditemukan kandungan Pb yang melebihi ambang batas, sedangkan kandungan Cd tidak melebihi nilai ambang batas. Hasil C Organik tanah masuk dalam kategori sedang dan untuk parameter pH H2O masuk dalam kategori agak masam. ABSTRACTOne of the industries that produces liquid waste containing heavy metals is the paper and pulp industry. The aim of this research is to identify heavy metals in agricultural land around the industry in Malang Regency. The research was carried out by taking several soil and water samples on agricultural land around the industry. The research was carried out in May-June 2023. Laboratory test results showed that heavy metals were found in soil samples on agricultural land around the paper and pulp industry, namely plumbum (Pb) with a content of 3064 mg/liter, which exceeds the threshold value, while the Cadmium (Cd) (0.0020 mg/liter) is below the threshold, the C organic content is moderate and the soil pH is slightly acidic. In wastewater from the industry, it was also found that the Pb content exceeded the threshold value, while the Cd content did not. The soil C organic is in the medium category and the pH parameter H2O is in the slightly acidic category.  
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata) DAN DAUN MIMBA (Azadirachtin indica) SEBAGAI PESTISIDA NABATI TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) PADA TANAMAN TOMAT Patrisius Relentrain; Hidayati Karamina; Astri Sumiati
Agrika Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i2.4840

Abstract

ABSTRAKPenurunan hasil tomat disebabkan oleh kendala iklim, hama dan penyakit. Hama yang umum menyerang tanaman tomat adalah ulat grayak (Spodoptera litura). Hama ulat grayak mampu menurunkan hasil hingga 85% dan bahkan kegagalan panen. Mengingat berbagai dampak negatif pestisida kimia, perlu dilakukan penggunaan pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, fenolik. Senyawa tersebut berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul) dan pembunuh. Keuntungan penggunaan pestisida nabati adalah mudah terurai sehingga tidak mencemari lingkungan, relatif aman bagi manusia dan hewan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak daun mimba dan daun sirsak terhadap larva ulat grayak instar 2. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada bulan Desember 2022-Januari 2023 di Laboratorium Hama dan Penyakit Fakultas Pertanian, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Parameter yang diamati meliputi larva berhenti makan, mortalitas, kecepatan kematian, dan intensitas serangan pada daun. Data dianalisa menggunakan Anova dan diuji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak pestisida nabati berpengaruh terhadap persentase larva ulat grayak berhenti makan, mortalitas, kecepatan kematian, dan intensitas serangan. Ekstrak daun mimba 80 ml sama efektifnya dengan ekstrak daun sirsak 80%. Pada 8 JSA ekstrak daun mimba dan ekstrak daun sirsak mampu menekan larva berhenti makan berturut-turut sebesar 17.50% dan 15%; pada 48 JSA mengakibatkan mortalitas larva ulat grayak sebesar 42.5% dan 40.00%; pada 48  JSA mengakibatkan kecepatan kematian sebesar 7.80 ekor/jam dan 7.35 ekor/jam; pada 72 JSA mengakibatkan kerusakan pada daun tomat sebesar 20.00% dan 22.50%. ABSTRACTThe decline in tomato yields is caused by climate constraints, pests and diseases. The common pest that attacks tomato plants is the armyworm (Spodoptera litura). Armyworm pests can reduce yields by up to 85% and even crop failure. Considering the various negative impacts of chemical pesticides, it is necessary to use plant-based pesticides. Botanical pesticides are pesticides derived from plants that contain secondary metabolite compounds such as alkaloids, terpenoids, phenolics. This compound functions as a repellent, attractant, antifertility (sterile) and killer. The advantage of using vegetable pesticides is that they are easily decomposed so they do not pollute the environment, and are relatively safe for humans and animals. This research aims to determine the effectiveness of neem and soursop leaf extracts against second instar armyworm larvae. The research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) in December 2022-January 2023 at the Pest and Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Tribhuwana Tunggadewi University, Malang. Parameters observed included larvae stopping eating, mortality, speed of death, and intensity of attacks on leaves. Data were analyzed using Anova and tested further with the 5% BNJ test. The results of the study showed that treatment with vegetable pesticide extracts affected the percentage of armyworm larvae that stopped eating, mortality, speed of death, and intensity of attacks. 80 ml neem leaf extract is as effective as 80% soursop leaf extract. At 8 JSA neem leaf extract and soursop leaf extract were able to suppress larvae from stopping eating by 17.50% and 15% respectively; at 48 JSA resulted in armyworm larval mortality of 42.5% and 40.00%; at 48 JSA resulted in a death rate of 7.80 individuals/hour and 7.35 individuals/hour; at 72 JSA resulted in damage to tomato leaves of 20.00% and 22.50%.  
EFEK REMEDIASI TANAH DENGAN TANAMAN HIPERAKUMULATOR HANJUANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI FASE VEGETATIF DI TANAH YANG TERCEMAR TIMBAL Setiawan, Kevin Ishak Tri; Widowati, Widowati; Karamina, Hidayati
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6512

Abstract

ABSTRAK Limbah pabrik berpotensi mencemari lingkungan. Adanya logam berat dalam tanah dapat diserap oleh tanaman yang dapat berdampak negatif bagi lingkungan dan makhluk hidup. Remediasi lahan perlu dilakukan, di antaranya menggunakan tanaman hiperakumulator hanjuang. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh remediasi lahan dengan tanaman hanjuang terhadap pertumbuhan tanaman padi fase vegetatif. Penelitian dilakukan bulan Maret-Agustus 2024 di Dusun Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari: tanpa hiperakumulator tanpa bahan organik (HB1); tanpa hiperakumulator + pupuk kandang ayam (HB2); tanpa hiperakumulator + pupuk hijau Thitonia diversifolia (HB3); tanpa hiperakumulator + pupuk kompos blotong tebu (HB4); tanaman hanjuang + tanpa bahan organik (HB5); tanaman hanjuang + pupuk kandang ayam (HB6); tanaman hanjuang + Thitonia diversifolia (HB7): tanaman hanjuang + blotong tebu (HB8). Data dianalisa menggunakan anova taraf 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penanaman hiperakumulator hanjuang dan pemberian berbagai jenis bahan organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan padi fase vegetatif yang meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan dan total klorofil. Pada 56 HST perlakuan HB6 (hiperakumulator hanjuang + pupuk kandang ayam) memberikan jumlah anakan padi yang paling banyak (19.00) dibanding tanpa penanaman hiperakumulator hanjuang (14.33-14.50). Pada 30 HST perlakuan HB6 (24.02 mg/l) juga memiliki total klorofil yang paling banyak (32.71 mg/l) dibanding semua perlakuan lainnya (19.70-26.03). Semua perlakuan tidak mempengaruhi pH tanah.  ABSTRACTFactory waste has the potential to pollute the environment. The presence of heavy metals in the soil can be absorbed by plants that can have a negative impact on the environment and living creatures. Land remediation needs to be carried out, including using hanjuang hyperaccumulator plants. The research aims to study the effect of land remediation with hanjuang plants on the growth of rice plants in the vegetative phase. The research was conducted in March-August 2024 in Gampingan Hamlet, Pagak District, Malang Regency. The study used a randomized block design with eight treatments and three replications. Treatment consisted of: no hyperaccumulator without organic material (HB1); without hyperaccumulator + chicken manure (HB2); without hyperaccumulator + Thitonia diversifolia green manure (HB3); without hyperaccumulator + sugarcane filter cake compost (HB4); hanjuang plants + without organic matter (HB5); hanjuang plants + chicken manure (HB6); hanjuang plant + Thitonia diversifolia (HB7): hanjuang plant + sugar cane filter cake (HB8). Data were analyzed using anova at 5% level and if there was a real effect, it was continued with the least significant difference test at 5% level. The results of the research showed that the hanjuang hyperaccumulator planting treatment and the provision of various types of organic materials had a significant effect on rice growth in the vegetative phase which included plant height, number of tillers and total chlorophyll. At 56 HST the HB6 treatment (hanjuang hyperaccumulator + chicken manure) gave the highest number of rice tillers (19.00) compared to without hanjuang hyperaccumulator planting (14.33-14.50). At 30 HST the HB6 treatment (24.02 mg/l) also had the highest total chlorophyll (32.71 mg/l) compared to all other treatments (19.70-26.03). All treatments did not affect soil pH.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN PADI FASE VEGETATIF PASCA REMEDIASI LAHAN OLEH TANAMAN HIPERAKUMULATOR SAMBANG DARAH PADA LAHAN TERCEMAR TIMBAL (Pb) Dominikus, Dominikus; Agastya, I Made Indra; Karamina, Hidayati
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6519

Abstract

Limbah yang dihasilkan oleh pabrik mengandung unsur logam berat yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Akumulasi logam berat pada tanah dapat mengakibatkan penurunan aktivitas mikroba tanah, kesuburan tanah, dan kualitas tanah. Kabupaten Malang memiliki beragam jenis industri yang meliputi kawasan industri besar seperti pabrik kertas. Limbah dari pabrik kertas sebagai bahan pewarna berpotensi mengandung logam berat timbal (Pb). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tanaman hiperakumulator (sambang darah) bersama dengan beberapa bahan organik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi dan kandungan C-organik tanah. Penelitian dilaksanakan di Dusun Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang pada bulan Mei-Agustus 2024. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) di mana terdapat 8 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan penelitian adalah: HB1: tanpa hiperakumulator + tanpa bahan organik, HB2: tanpa hiperakumulator + pupuk kandang ayam, HB3: tanpa hiperakumulator + pupuk kompos Tithonia diversifolia, HB4: tanpa hiperakumulator + pupuk kompos limbah tebu, HB5: sambang darah + tanpa bahan organik, HB6: sambang darah + pupuk kandang ayam, HB7: sambang darah + kompos T. diversifolia, HB8: sambang darah + kompos limbah tebu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman hiperakumulator sambang darah bersama dengan bahan organik berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi. Perlakuan paling efektif terhadap tinggi tanaman, panjang daun dan kandungan C-organik adalah perlakuan tanaman hiperakumulator sambang darah dengan penggunaan pupuk kandang ayam (HB6).  
IDENTIFIKASI LOGAM BERAT PADA TANAMAN PADI DI DAERAH INDUSTRI LIMBAH KERTAS DI KABUPATEN MALANG Lado, Oldiana Umbu; Sutoyo, Sutoyo; Karamina, Hidayati
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6520

Abstract

ABSTRAKIndustri kertas merupakan salah satu industri penting di Indonesia yang cukup besar kontribusinya terhadap pendapatan negara. Industri kertas menghasilkan limbah yang disebut sebagai sludge. Sludge dapat dikategorikan sebagai limbah organik karena berasal dari kayu dan bubur kertas (pulp) yang diolah untuk menjadi kertas. Akan tetapi limbah tersebut terindikasi mengandung logam berat yang diperlukan sebagai bahan baku dan katalis. Pencemaran logam berat pada lahan pertanian dapat berlanjut pada tercemarnya organ tanaman seperti akar, daun, batang dan gabah yang dihasilkan. Hal ini berbahaya bagi kesehatan lingkungan dan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji unsur cuaca selama pertanaman padi dan kandungan logam berat (Hg, Cd dan Pb) pada tanaman padi (akar, batang, daun dan bulir) di kawasan industri limbah kertas di Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan dengan mengkaji data cuaca dari BMKG Karangploso dan menguji organ tanaman padi di lahan pertanian di sekitar industri tersebut. Penelitian dilaksanakan Februari-Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur rata-rata tertinggi dan temperatur maksimum tertinggi serta lama penyinaran terpanjang dan radiasi matahari tertinggi terjadi pada Oktober 2023 berturut-turut adalah 25.6°C; 32.3°C; 92% dan 445 gr Kal/cm2, sedangkan temperatur minimum tertinggi 21.1°C pada November 2023. Curah hujan tertinggi sebesar 496 mm pada September 2022. Uji laboratorium menunjukkan bahwa logam berat Hg, Cd, dan Pb yang ditemukan pada organ tanaman padi (akar, batang, daun dan bulir) pada lahan pertanian lokasi atas, tengah dan bawah di sekitar industri kertas semuanya berada di atas ambang batas yang diijinkan.  ABSTRACTPaper industry is one of the key industries in Indonesia, significantly contributing to state income. This industry produces waste known as sludge, which can be categorized as organic waste because it comes from wood and pulp processed to make paper. However, this sludge is indicated to contain heavy metals which are needed as raw materials and catalysts. Heavy metal pollution on agricultural land can lead to contamination of plant organs such as roots, leaves, stems and grain produced. This is dangerous for the environment and human health. The aim of this research is to examine weather elements during rice planting and heavy metal content (Hg, Cd and Pb) in rice plants (roots, stems, leaves and grains) in the waste paper industrial area in Malang Regency. The research was carried out by reviewing weather data from BMKG Karangploso and testing rice plant organs on agricultural land around the industry. The research took place in February-March 2024. The results showed that the highest average temperature, highest maximum temperature, longest exposure time, and the highest solar radiation occurred in October 2023, with values of 25.6°C; 32.3°C; 92% and 445 gr Cal/cm2, respectively. Meanwhile, the highest minimum temperature was 21.1°C in November 2023. The highest rainfall was 496 mm in September 2022. Laboratory tests showed that the heavy metals Hg, Cd, and Pb were found in the rice plant organs (roots, stems, leaves and grain) on agricultural land in the upper, middle and lower locations around the paper industry, all exceeding the permitted threshold. Â