Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Revitalisasi UKS Berbasis Capacity Building Berkelanjutan dalam Pencegahan Stunting Dini di SMA Laboratorium UPGRIS Pradana P. H, Firmansyah Kholiq; Iqbal, Muhammad; Veria Setyawati, Vilda Ana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6124

Abstract

Program pengabdian masyarakat "Transformasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMA Laboratorium UPGRIS melalui Sustainable Capacity Building Kader Kesehatan Sekolah dalam Upaya Cegah Stunting Dini" bertujuan meningkatkan kapasitas kader UKS dalam pencegahan stunting pada remaja putri. Program ini menggunakan pendekatan Sustainable Capacity Building berbasis Participatory Action Research melalui tiga tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam tiap tahap dilakukan serangkaian kegiatan seperti diskusi kelompok (FGD), pelatihan Training of Trainers (ToT), edukasi teman sebaya, penyediaan media edukatif visual, dan pendampingan kader. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta; proporsi peserta dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat dari 19,75% (pre-test) menjadi 92,59% (post-test). Selain itu, keterlibatan aktif kader UKS dan komitmen pihak sekolah juga meningkat pasca-intervensi. Temuan penting lainnya adalah efektivitas pendekatan edukasi teman sebaya dan penggunaan media edukasi visual dalam membangun kesadaran remaja tentang pentingnya gizi dan pencegahan stunting. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader UKS dan layak direplikasi di sekolah lain sebagai upaya pencegahan stunting lebih luas.
Edukasi Literasi Media untuk Pencegahan Perilaku Merokok bagi Guru di Desa Pendadaran Kabupaten Grobogan Nurjanah, -; Manglapy, Yusthin Meriantty; Pradana PH, Firmansyah Kholiq; Belladiena, Alfiena Nisa
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i2.1270

Abstract

Dengan lemahnya regulasi di Indonesia mengenai pengendalian tembakau, terutama masifnya iklan promosi dan pronsor rokok (IPRS) diperlukan upaya untuk membentengi siswa SD untuk mencegah supaya tidak menjadi perokok. Guru berperan penting dalam penyalur edukasi terkait media literacy untuk pencegahan perilaku merokok. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah guru terampil melakukan edukasi mengenai Media Literacy untuk Pencegahan Perilaku Merokok Pada Siswa SD. Dalam ini, para peserta diberikan materi media literacy untuk pencegahan perilaku merokok pada anak dengan menggunakan lima video animasi dan buku bergambar. Hasil pre-test dan post test pada guru tentang media literacy dan sikap terhadap rokok diperoleh hasil bahwa ada rata-rata peningkatan media literacy dari nilai 68 menjadi 74 serta ada peningkatan sikap untuk tidak merokok dari 82 menjadi 83. Namun demikian peningkatan nilai tersebut tidak signifikan. Guru berkomitmen untuk menggunakan media pendidikan berupa video dan buku bergambar kepada siswa. Perlu ada evaluasi tindak lanjut guru dalam melaksanakan edukasi pencegahan perilaku merokok pada siswa. Tindak lanjut ini dapat dievaluasi dengan menanyakan kepada guru apakah sudah melakukan edukasi dengan media yang diberikan dan apakah diperlukan modifikasi dalam pelaksanaannya.
TRANSFORMASI KAPABILITAS KADER KESEHATAN UKS MELALUI PROGRAM TRAINING OF TRAINERS (TOT) DI SMA SULTAN AGUNG 3 SEMARANG Pradana PH, Firmansyah Kholiq; Muhammad Iqbal; Erina Riski Dwi Nurcahyani; Dewi Rahmawati
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Sultan Agung 3 Semarang memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam pelaksanaan program kesehatan sekolah yang efektif. Untuk meningkatkan kapabilitas kader kesehatan UKS, perlu dilakukan program Pelatihan Pelatih (Training of Trainers/TOT) yang komprehensif. TOT bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada kader kesehatan agar memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai dalam melaksanakan program UKS, khususnya dalam pencegahan stunting melalui perbaikan gizi remaja putri. Program TOT ini diharapkan dapat menciptakan kader kesehatan yang kompeten dan mampu menjadi agen perubahan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan gizi remaja putri, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.Pelaksanaan pelatihan TOT di SMA Sultan Agung 3 Semarang dilakukan selama tiga hari, mulai 8-10 Juni 2024, melibatkan serangkaian langkah yang terstruktur. Langkah-langkah ini mencakup perencanaan program, identifikasi kebutuhan siswa melalui FGD, penyusunan media pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pelatihan, evaluasi pelatihan, dan tindak lanjut. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta, yang terbukti efektif dalam meningkatkan kapabilitas kader kesehatan UKS. Pelatihan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan siswa di SMA Sultan Agung 3 Semarang dan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya cegah stunting.
Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit: Evaluasi Sistematis Implementasi dan Strategi Peningkatan Firmansyah Kholiq Pradana PH; Muhammad iqbal
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.11271

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di rumah sakit melalui kajian literatur sistematis. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi tantangan dalam implementasi K3, mengukur efektivitas program yang ada, dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan berkelanjutan. Meskipun rumah sakit telah melakukan berbagai upaya untuk mengimplementasikan Sistem Manajemen K3 (SMK3), hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemahaman dan penerapan oleh petugas kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis dengan panduan Framework PICO untuk merumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik dan terfokus. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk artikel jurnal dan publikasi terkait dari tahun 2019 hingga 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan rutin, pemeliharaan peralatan, dan evaluasi berkelanjutan adalah faktor kunci untuk meningkatkan praktik K3 di rumah sakit. Selain itu, penggunaan teknologi seperti sistem pelaporan berbasis web dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen K3. Kendala utama yang diidentifikasi dalam implementasi K3 meliputi kurangnya sumber daya, infrastruktur, dan pemahaman petugas kesehatan terhadap tindakan pencegahan standar. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan frekuensi pelatihan, penyediaan fasilitas yang memadai, serta pengembangan modul pelatihan yang lebih terstruktur. Evaluasi rutin dan keterlibatan eksternal juga diperlukan untuk mengatasi hambatan dan memastikan keberhasilan program K3 di rumah sakit. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan evaluasi berkelanjutan dalam implementasi K3 di rumah sakit. Optimalisasi strategi perencanaan dan penggunaan teknologi adalah kunci untuk meningkatkan kepatuhan dan efektivitas manajemen K3, yang pada akhirnya akan mendukung kualitas layanan kesehatan dan keselamatan pasien di rumah sakit
ANALISIS KUALITAS LAYANAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS X KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN INTEGRASI SERVQUAL DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Muhammad Iqbal; Rizqulloh, Lutfiyah; Pradana, Firmansyah Kholiq
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 6 No 2 (2025): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v6i2.806

Abstract

The high level of service utilisation at the X Health Centre in Semarang City requires a comprehensive evaluation of service quality to ensure that it meets patient expectations and perceptions. This study aims to analyse the quality of outpatient services at the X Health Centre in Semarang City using an integrative approach that combines the SERVQUAL model and Importance-Performance Analysis (IPA). This study is a quantitative, observational, descriptive-analytical design. The study population comprised an average of 195 outpatient visits per month, and a sample of 66 respondents was selected using the Slovin formula. Data collection was conducted using the SERVQUAL questionnaire, which measures five dimensions of service quality: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Data analysis involved calculating perception, expectation, and SERVQUAL gap values, and mapping IPA attributes. The results showed that the dimensions of tangibles, assurance, and some aspects of reliability and empathy were in the strong category, indicating that service performance had met or exceeded patient expectations. However, the responsiveness dimension showed the most significant negative gap, particularly in indicators of service waiting time, access to complaint submission, and the speed of information provision. These findings indicate the need to prioritise improvements in operational aspects and service flow management. The conclusion of this study confirms that the integration of SERVQUAL and IPA is effective in identifying the strengths and weaknesses of outpatient service quality at Puskesmas X. It is recommended that Puskesmas focus on improving the dimensions of responsiveness and reliability, as well as conducting periodic service quality evaluations to enhance patient satisfaction and trust continuously. Keywords : SERVQUAL, Importance Performance Analysis, Community Health Center, Patient Satisfaction
Implementation of Patient Safety Culture at Hospital X, Semarang City Muhammad Iqbal; Firmansyah Kholiq Pradana P.H; Vilda Ana Veria Setyawati; Lutfiyah Rizqulloh
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 9 No 3 (July, 2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.2757

Abstract

Patient safety incidents remain a persistent challenge in hospital settings, yet evidence on the cultural factors driving them in type C hospitals in Indonesia remains limited. Hospital X in Semarang City recorded 23 patient safety incidents from January to September 2023 (KTD: 2, KTC: 9, KNC: 12), with label dispensing errors, wrong medication, and wrong dosage as the leading causes. Despite the establishment of a Hospital Patient Safety Team (KPRS), no systematic assessment of patient safety culture had previously been conducted, leaving a critical gap in understanding the organizational factors underlying these incidents. This study aimed to determine factors influencing patient safety culture as perceived by nurses at Hospital X. A quantitative cross-sectional design was employed, with 82 inpatient nurses selected via simple random sampling. Data were collected using a validated AHRQ-based questionnaire and analyzed using Chi-square and Fisher's Exact tests. The average positive response to patient safety culture was 81.5%. The highest-scoring dimensions were cooperation within the unit (90.2%), open communication (84.1%), and staffing (84.1%), while cooperation between units (74.4%) and error feedback (76.8%) scored lowest. All 12 dimensions showed significant associations with patient safety culture (p < 0.05). The strongest associations were found in open communication (p = 0.001; OR = 18.9), error feedback (p = 0.001; OR = 27.5), staffing (p = 0.001; OR = 17.1), and patient transition (p = 0.001; OR = 15.2). These findings indicate that inter-unit coordination and structured error feedback are the most critical intervention targets. Hospital management should prioritize implementing a non-punitive incident reporting system, standardized SBAR-based handover protocols, and integrating patient safety competencies into regular clinical supervision to meaningfully reduce preventable incidents.
EVALUASI PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TERPADU DI POSYANDU KOTA SEMARANG : PENDEKATAN MODEL CIPP Firmansyah Kholiq Pradana P.H; Muhammad Iqbal; Winda Rahma Maulida; Hafisha Huwaida; Upik Dwi Lestari
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.25543

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kebijakan nasional yang bertujuan mentransformasikan Posyandu menjadi layanan kesehatan komunitas berbasis siklus hidup yang komprehensif. Kota Semarang sebagai wilayah perkotaan dengan keragaman demografis, mobilitas penduduk yang tinggi, serta variasi capaian Posyandu antarwilayah menghadapi tantangan berupa fragmentasi layanan, ketidaksinkronan data, dan kebutuhan integrasi pencatatan digital. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Posyandu ILP di Kota Semarang menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Populasi penelitian meliputi Posyandu ILP di Kota Semarang dengan sampel enam kelurahan, yaitu Srondol Wetan, Karangayu, Tlogosari Kulon, Rowosari, Muktiharjo Kidul, dan Gemah. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel penelitian meliputi komponen context, input, process, dan product. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengelompokkan temuan berdasarkan komponen model CIPP. Aspek context menunjukkan bahwa ILP relevan dalam mengatasi fragmentasi layanan dan memperkuat akses layanan primer. Aspek input mengindikasikan ketersediaan tenaga kesehatan dan kader yang memadai, namun masih terdapat keterbatasan pada kompetensi digital, sarana antropometri, dan pendanaan. Aspek process menunjukkan perencanaan dan monitoring telah berjalan, meskipun pelaksanaan bervariasi akibat keterampilan kader dan kendala aplikasi ASIK. Aspek product menunjukkan peningkatan cakupan layanan dan integrasi data, tetapi kehadiran sasaran dan ketepatan pelaporan digital belum optimal. Pelaksanaan Posyandu ILP di Kota Semarang memberikan kontribusi positif terhadap penguatan layanan kesehatan primer di tingkat komunitas, namun efektivitas program perlu ditingkatkan melalui penguatan sumber daya manusia, sarana digital, dan dukungan multisektoral.
Empowerment-Based Training Model (EBTM) sebagai Strategi Penguatan Kader Kesehatan Sekolah dalam Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Boarding School Firmansyah Kholiq Pradana P.H; Muhammad Iqbal; Vilda Ana Veria Setyawati; Eti Rimawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1701

Abstract

School Health Programs (Usaha Kesehatan Sekolah/UKS) are a strategic component in promoting Healthy Schools, particularly in secondary boarding schools that face more complex health management challenges. A major obstacle in UKS implementation is the limited capacity of School Health Cadres (Kader Kesehatan Sekolah/KKS). This community service program aimed to enhance the knowledge and capacity of KKS through a Training of Trainers approach based on the Empowerment-Based Training Model (EBTM) at SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang. A participatory descriptive method was employed, involving 80 participants consisting of KKS and boarding school mentors. The activities included interactive lectures, group discussions, case studies, and practical simulations covering Healthy School concepts, the Trias UKS framework, KKS roles, and standard operating procedures (SOPs). Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests, observations, and participant feedback. The results demonstrated a significant increase in participants’ knowledge, with the high-knowledge category rising from 19% in the pre-test to 93% in the post-test, and no participants remaining in the low-knowledge category. The EBTM approach proved effective in strengthening human resource capacity for UKS and shows strong potential for sustainable implementation in boarding school settings.