Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Potensi Energi Surya sebagai Energi Listrik Alternatif berbasis RETScreen di Kota Palopo, Indonesia Nurfadhilah Arif; Suaedi Suaedi
Dewantara Journal of Technology Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v1i1.23

Abstract

Kebutuhan listrik di Indonesia masih didominasi oleh penggunaan energi fossil yang tidak baik bagi lingkungan. Sehingga, pemerintah membuat komitmen untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan dengan target 23% di tahun 2025. Salah satu energi baru terbarukan yang dapat diapliksaikan yaitu energi surya. Potensi Energi Surya di Indonesia cukup besar yaitu 207,8 GWp. Demi mendukung hal tersebut, penelitian ini memanfaatkan energi surya sebagai energi alternatif di Kota Palopo. Sistem yang diterapkan yaitu sistem PLTS dengan menggunakan teknologi Photovoltaik (PV) dengan kapasitas daya sebesar 10 kW. Skenario yang diterapkan yaitu sistem on grid dengan menggunakan atap rumah warga sebagai media penyimpanan panel surya (rooftop). Palopo termasuk ke dalam daerah yang cukup panas dengan rata-rata penyinaran matahari sebesar 56% tiap bulan. Adapun kebutuhan listrik menurut Badan Pusat Statistik Kota Palopo terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2019 tercatat pelanggan listrik di kota Palopo mencapai 82.909 pelanggan dengan produksi listrik 184.121MWh/Tahun. Hal ini berarti kebutuhan listrik di Kota Palopo sebesar 15.343 MWh/bulan. Data yang digunakan berupa data temperatur udara, data curah hujan, dan data radiasi sinar matahari harian di lokasi penelitian. Data pendukung lainnya yaitu data jumlah kebutuhan energi listrik kota Palopo. Perangkat lunak yang digunakan untuk analisis potensi energi surya yaitu RETScreen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiasi sinar matahari di Kota Palopo rata-rata sebesar 4,95 KWh/m2/hari dan dapat membangkitkan listrik rata-rata sebesar 13,347 MWh/bulan denga faktor kapasitas sebesar 15,27%. Adapun emisi yang dihasilkan dari sistem PLTS ini sebesar 0,8 tCO2. Pemanfaatan energi surya di Kota Palopo dinilai mampu diaplikasikan sebagai energi alternatif.
Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa melalui Penerapan Teknologi Produksi Cocopeat sebagai media tanam di Kota Ternate Nurhikmah; Nurfadhilah Arif; Tuti Handayani Arifin
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Altifani Journal: International Journal of Community Engagement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v6i1.1438

Abstract

Coconut plays an important role in the economic, cultural, and social life of Ternate City. Coconut is a leading commodity spread across several areas, namely in the Ternate Island sub-district (34.8 ha), Moti (205 ha), Batang Dua Island (365.6 ha), Hiri Island (58 ha), West Ternate (339.6 ha), South Ternate (12.6 ha), Central Ternate (36.7 ha), and North Ternate (26.6 ha). Of these sub-districts, West Ternate sub-district has a wider coconut distribution. The village in West Ternate sub-district that has coconut potential is Kulaba Village. The community uses coconut as its main product in the form of fresh coconut. Meanwhile, waste in the form of coconut fiber has not been utilized. This community service activity can be one solution to the problem of coconut fiber waste that has not been utilized so far and become a solution to the limited supply of planting media in Ternate City. The series of community service activities includes preparation, outreach, and training, covering the entire cocopeat production process, from sorting and chopping to washing and drying to packaging. The final stage is evaluation, which assesses the effectiveness and benefits of the activities.