Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Empowerment of The Village Forest Management Institution Baharu through Optimizing the Utilization of Bamboo in Foramadiahi Baguna, Firlawanti Lestari; Tamnge, Fadila; Kurniawan, Andy; Hadun, Ramli; Nurdin, Aqshan Shadikin; Marasabessy, Much Hidayah
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i1.7017

Abstract

The lack of public in using bamboo is due to the absence of a market and lack of public. Optimizing the use of bamboo can help society increase an economic household. The aim of carrying out service activities is to improve the skills and abilities of the village forest management institution or LPHD Baharu in using bamboo as a basic material for crafts and being able to understand the concept of an independent community economy. The activity was carried out at LPHD Baharu of Foramadiahi in Ternate, North Maluku. Activities were carried out with the LPHD forest farmers group in Foramadiahi. The method used is socialization and training to process bamboo into crafts that have marketable value. All stages of activities were carried out well and supported by community participation. Some of the uses of bamboo in Foramadiahi are as house fences, braces (gata-gata), and support poles (house building materials/concoctions). Apart from that, bamboo can also be processed into various crafts and weaves. It is hoped that these activities can provide knowledge and skills for the community to develop the potential of bamboo in Foramadiahi so that it can help the community become an independent sub-district. 
IDENTIFIKASI JENIS DAN MANFAAT BAMBU (BAMBUSA SP.) DI KECAMATAN TIDORE TIMUR Sudian, Surtilana; Fatrawana, Adesna; Rosita, Rosita; Marasabessy, Much Hidayah; Tidore, Muh Faedly H
Cannarium Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i1.9279

Abstract

Bambu merupakan salah satu tanaman ekonomi indonesia yang banyak tumbuh di kebun masyarakat dan di pedesaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis-jenis bambu dan pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Tidore Timur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik jelajah untuk mengobservasi langsung jenis bambu di kawasan yang diteliti. Metode wawancara digunakan untuk memperoleh informasi pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat. Informan merupakan pengrajin bambu pada lokasi studi. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh jenis bambu yang ditemukan di Kecamatan Tidore Timur: Bambu ampel (Bambusa vulgaris), Bambu tutul (Bambusa maculata), Bambu cina (Bambusa multiplex), Bambu duri (Bambusa bluemeana), Bambu ater (Gigantochloa atter), Bambu talang (Schizostachyum brachycladum), Bambu tui (Schizostachyum lima). Pemanfaatan kerajinan terbuat dari jenis Bambu ater (Gigantochloa atter) dan Bambu tutul (Bambusa maculata). Bambu diolah oleh pengrajin bambu menjadi berbagai jenis mebel seperti kursi dan meja serta perabotan rumah tangga seperti ayakan, tapisan beras, dan penjepit makanan.
Tingkat Kenyamanan Termal Ruang Terbuka Hijau di Kota Ternate Marasabessy, Much Hidayah; Ashari, Reyna; Adwan, Suhaimi A; Badrun, M Arfandi; Ela, Mutmaina Ela; Kurniawan, Andy; Fatrawana, Adesna; Nurjannah, Siti
MAKILA Vol 19 No 2 (2025): Makila : Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v19i2.19128

Abstract

Urban development has significantly altered microclimatic conditions and reduced environmental comfort within urban ecosystems. Green Spaces, as a component of urban forestry, play a vital role in restoring ecological balance by moderating air temperature and enhancing humidity through its vegetation structures. This study examines the contribution of urban vegetation to thermal comfort in three Green Spaces areas of Ternate City—Nukila Park, Oranje Fortress, and Cengkeh Afo—using the humidex index, which integrates air temperature and humidity to assess human thermal comfort. Data collection was conducted over 15 consecutive days at each site across three observation points representing varying canopy densities (dense, sparse, and no canopy) during morning, midday, and afternoon periods. The findings reveal that the highest humidex value occurred at Nukila Park (maximum 50.9 °C), while the lowest was recorded at Cengkeh Afo (minimum 33.6 °C). Dense canopy cover consistently contributed to lower humidex values, indicating its critical role in enhancing thermal comfort and mitigating urban heat stress. Despite all sites falling outside the “comfortable” category (<29 °C), variations in thermal comfort were primarily influenced by vegetation structure, canopy density, elevation, and the surrounding land use. These results underscore the strategic importance of urban forestry planning and the enhancement of vegetation cover to improve microclimatic conditions and support sustainable urban ecosystem management. This study also recommends increasing vegetation canopy cover through the management of green spaces based on local plant species.
KAJIAN TINGKAT KENYAMANAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) TAMAN NUKILA KOTA TERNATE Ela Ela, Mutmaina; Kurniawan, Andy; Marasabessy, Much Hidayah
Jurnal Forest Island Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Forest Island, September 2025
Publisher : Prodi Kehutanan Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau merupakan suatu kawasan dimana penggunanya terbuka dan ditumbuhi berbagai jenis vegetasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kenyamanan Ruang Terbuka Hijau Taman Nukila Kota Ternate. Penelitian ini mengunakan metode observasi langsung dengan melakukan pengamatan pada lokasi tersebut selama 15 hari pengukuran pada tiga ruang yaitu: vegetasi terbuka,vegetasi agak terbuka dan vegetasi tertutup untuk mengukur suhu udara dan kelembapan udara %. Serta perhitungan mengunakan metode Temperatur Humidity Index (THI) untuk mendapatkan nilai kenyamanan. Nilai rata-rata suhu udara pada vegetasi terbuka adalah 33,490C dan nilai kelembapan uara % sebesar 64,56 % sedangkan nilai berdasarkan THI atau indeks kenyamanan pada ruang terbuka tidak termaksud dalam kategori nyaman karna nilai rata-rata THI yang didapatkan di ruang terbuka sangat tingi dengan nilai sebesar 27,06 0C hal ini disebabkan kurangnya vegetasi pohon pada vegetasi terbuka. Nilai rata-rata suhu udara 32,64 0C serta nilai kelembapan udara % sebesar 63,96 % dan nilai THI atau indeks kenyamanan yang didapatkan pada vegetasi agak terbuka dengan nilai sebesar 26,13 0C nilai THI yang didapatkan termaksut kategori nyaman karena pada ruang agak terbuka di tumbuhui oleh beberapa vegetasi. Nilai rata-rata pada suhu 0C yang didapatkan sebesar 31,03 0C dan nilai kelembapan yaitu 70,68 % sedangkan nilai rata-rata THI atau indeks kenyamanan yang diperoleh sebanyak 24,79 0C termaksud kedalam kategori sangat nyaman karena pada lokasi taman nukila di vegetasi tertutup banyak di tumbuhi vegetasi pohon yang rimbun sehinga dapat menyerap panas yang di pantulkan oleh sinar matahari.
Penguatan Kapasitas Kelompok Pasca Izin Perhutanan Sosial di Kelurahan Foramadiahi, Maluku Utara Kurniawan, Andy; Sapsuha, Yusri; Arif, Nurfadhilah; Hadun, Ramli; Rasulu, Hamidin; Marasabessy, Much Hidayah; Tamrin, Mahdi
Madaniya Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1363

Abstract

Penguatan kapasitas kelompok tani hutan merupakan cara terstruktur untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan masyarakat agar bisa mengelola hutan secara lestari dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani hutan di Kelurahan Foramadiahi, Ternate, Maluku Utara, yang dikenal memiliki sejarah panjang dan potensi sumber daya alam melimpah. Fokus utama kegiatan adalah penguatan pemahaman dan keterampilan petani terkait komoditas unggulan cengkeh, pala, dan kopi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pelatihan dan diakhiri dengan evaluasi. Peserta kegiatan, yang berjumlah 30 orang, menunjukkan antusiasme tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta dalam konsep penguatan kapasitas kelompok. Jumlah peserta yang paham meningkat drastis menjadi 25 orang, sementara yang cukup paham berkurang menjadi 5 orang, dan tidak ada lagi peserta yang tidak paham. Hasil ini menyimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Foramadiahi tentang konsep penguatan kapasitas kelompok untuk pengembangan potensi tani hutan.
Pengembangan Kelompok Usahatani Berbasis HHBK Minyak Atsiri di Pulau Hiri Marasabessy, Much Hidayah; Baguna, Firlawanti Lestari; Kurniawan, Andy; Sabaruddin B.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan, Vol 2 No 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v2i1.174

Abstract

The use of Clove and Lemongrass NTFPs as essential oils by the Manyeku Book Forest Farmers Group on Hiri Island opens up business opportunities to increase farmers' income. The activity time is May 2024. Community Service Activities (PKM) are carried out in the Socialization and Essential Oil Refining Demonstration Stage. Community service activities can provide information to the community, especially farmer groups, to cultivate non-timber forest products as a source of livelihood. Activities carried out in the form of outreach and training have increased the insight and skills of farmer groups regarding raw materials and factors that influence the quality of essential oils in the production process to give information material in developing farming businesses. Keywords: Cengkeh, Essential Oil, Farming Groups, Hiri Isle, NTFPs
Pemilihan jenis pohon untuk pengembangan arboretum Kampus IV Universitas Khairun Kurniawan, Andy; Ashari, Reyna; Salatalohy, Asiah; Marasabessy, Much Hidayah
Jurnal Pertanian Khairun Vol 2, No 2: (Desember, 2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v2i2.7166

Abstract

Arboretum is an artificial forest that collects various types of plants for educational purposes and plant preservation. The development of an arboretum requires basic information on environmental conditions and tree species suitable for planting. Therefore, this study was carried out with the aim of selecting tree species for the development of the arboretum at Campus IV, Khairun University. The research was carried out at Campus IV of Khairun University which included a study of land conditions, a literature review of local tree species, and tree species selection. A potential location for an arboretum is the triangular park at the campus entrance. This location was planted with the Angsana species (Pterocarpus indicus) in 2019, which has now grown to the pole and tree stage with an average height of 6 m and an average crown diameter of 4.1 m. The soil has a clay texture with a pH of 5.2 and humidity of 55%. Thus, the location can be planted with intolerant tree species on the edges and tolerant species in the middle which has been shaded by angsana vegetation. The tree species selected for species enrichment in the arboretum are local species in the Wallacea region, namely Canarium indicum, Palaquium spp., Syzygium malaccense, Vitex cofassus and Diospyros celebica; timber wood-producing species, namely Swietenia macrophylla and Ochroma pyramidale; producer of gaharu NTFPs, namely Aquilaria malaccensis; and shade-tree for aesthetics, namely Tabebuia rosea.