Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Effectiveness Of Ginger Drink On Emesis Gravidarum In First Trimester Pregnant Women Kundaryanti, Rini; Dinengsih, Sri; Latifah, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.13077

Abstract

Latar Belakang: Mual  muntah atau emesis gravidarum yang  terjadi  pada  kehamilan  yang  disebabkan  karena  terjadi peningkatan  kadar  hormon  estrogen  dan  progesterone  yang  diproduksi  oleh  Human Chorionic  Gonadotropine  (HCG). Perubahan  hormon  pada  setiap  perempuan  hamil  responnya  akan berbeda,  sehingga  tidak  semua  mengalami  mual  muntah  pada  kehamilan. jahe merupakan  bahan terapi  untuk  meredakan dan  mengurangi  rasa  mual  dan  muntah, jahe    juga    efektif    dalam mengurangi  emesis  gravidarum  pada  ibu hamil   trimester   pertama   kehamilan.Tujuan: Mengetahui efektifitas minuman jahe terhadap minuman jahe terhadap emesis gravidarum pada trimester I di Puskesmas Kedaung Wetan Tahun 2023.Metodologi penelitian: desain Quasy experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel dalam penelitian Ibu hamil trimester I yang emesis gravidarum di Puskesmas Kedaung Wetan pada bulan Juli tahun 2023 sebanyak 24 responden dengan teknik total sampling, analisa data menggunakan uji paired sample t-test dan T-Test Independent yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas.Hasil Penelitian: Emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian minuman jahe mengalami penurunan dengan selisih nilai rata-rata 1,00. Hasil penelitian bivariat uji paired sample t-test kelompok intervensi (p value 0,000) dan kelompok kontrol (p value 0,000). Hasil uji T-Test Independent dengan p value 0,006. Simpulan : Ada pengaruh antara tingkat emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan minuman jahe pada kelompok intervensi, sehingga dapat disimpulkan bahwa minuman jahe efektif terhadao emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Kedaung Wetan Provinsi Banten Tahun 2023.Saran : Diharapkan bagi ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum dapat mengkonsumsi minuman jahe sebagi pengobatan kombinasi atau alternatif terapi Kata Kunci : Emesis, Gravidarum, Jahe, Trimester I ABSTRACT Background: Nausea, vomiting or emesis gravidarum that occurs in pregnancy is caused by increased levels of the hormones estrogen and progesterone produced by Human Chorionic Gonadotropine (HCG). Hormonal changes in every pregnant woman will respond differently, so not all experience nausea and vomiting during pregnancy. ginger is a therapeutic ingredient to relieve and reduce nausea and vomiting, ginger is also effective in reducing emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester of pregnancy.Objective: To determine the effectiveness of ginger drinks on emesis gravidarum in the first trimester at the Kedaung Wetan Health Center in 2023. Methodology research: Quasy experiment design with pretest-posttest design with control group design. The sample in the study of pregnant women in the first trimester with emesis gravidarum at the Kedaung Wetan Health Center in July 2023 was 24 respondents using the total sampling technique. Data analysis used the paired sample t-test and Independent T-Test, which were previously tested for normality and homogeneity.Results Research: Emesis gravidarum before and after giving ginger drinks decreased with an average difference of 1.00. The results of the bivariate study were paired sample t-test in the intervention group (p value 0.000) and the control group (p value 0.000). The results of the Independent T-Test test with a p value of 0.006.Conclusion: There is an influence between the level of emesis gravidarum before and after being given ginger drink in the intervention group, so it can be concluded that ginger drink is effective against emesis gravidarum in first trimester pregnant women at the Kedaung Wetan Health Center, Banten Province Year 2023.Suggestion: It is hoped that pregnant women in their first trimester who experience emesis gravidarum can consume ginger as a combination treatment or alternative therapy. Keywords: Emesis, Gravidarum, Ginger, First Trimester INTRO
Analysis Of Factors Associated With The Incidence Of Obesity In Adolescents Salsa, Dilas Yuanita; Dinengsih, Sri; Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14337

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan pada waktu yang lama. Prevalensi obesitas pada remaja di Indonesia mengalami peningkatan pertahunnya, dari 23,6% ditahun 2013 meningkat menjadi 31% ditahun 2018. Beberapa faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja di Indonesia diantaranya yaitu genetik, lingkungan, psikososial dan faktor perilaku seperti aktivitas fisik dan pola makan.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 1 Muaragembong Bekasi Tahun 2024.Metodologi: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengalami obesitas sebanyak 64 responden dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan pengukuran antropometri dan wawancara dengan kuesioner FFQ Semi Quantitatif, IPAQ, PSQI, PSS-10 dan SONTUS. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic Chi Square.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi fast food (p=0,030), aktivitas fisik (p=0,010), tingkat stress (p=0,006) dan penggunaan media social (p=0,012) dengan obesitas pada remaja serta tidak terdapat hubungan antara pola tidur (p=0,081) dengan obesitas pada remaja di SMPN 1 Muaragembong tahun 2024.Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja adalah konsumsi fast food, aktivitas fisik, tingkat stress, dan penggunaan media social. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan obesitas pada remaja adalah pola tidur.Saran: Diharapkan dapat diadakannya program kesehatan pada penderita obesitas melalui UKS atau bimbingan konseling seperti: diet sehat remaja, melakukan senam pagi, melakukan kegiatan rutin jalan santai bersama seluruh siswa dan guru agar menumbuhkan kesadaran untuk hidup sehat. Kata kunci : Aktivitas Fisik, Fast Food, Media social, Obesitas, Pola Tidur, Tingkat Stres ABSTRACT Background: Obesity is an excessive accumulation of fat due to an imbalance of energy intake and energy expenditure over a long period of time. The prevalence of obesity in adolescents in Indonesia has increased every year, from 23.6% in 2013 to 31% in 2018. Several factors influence obesity in adolescents in Indonesia including genetic, environmental, psychosocial and behavioral factors such as physical activity and diet.Purpose: To determine the factors associated with the incidence of obesity in adolescents at SMPN 1 Muaragembong Bekasi in 2024.Method: This type of research uses quantitative research with a cross sectional approach. The sample in this study were all students who were obese as many as 64 respondents with the Total Sampling sampling technique. Data collection using anthropometric measurements and interviews with FFQ Semi Quantitative questionnaires, IPAQ, PSQI, PSS-10 and SONTUS. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi Square statistical test.Results: The results showed that there was a relationship between fast food consumption (p=0.030), physical activity (p=0.010), stress level (p=0.006) and social media use (p=0.012) with obesity in adolescents and there was no relationship between sleep patterns (p=0.081) with obesity in adolescents at SMPN 1 Muaragembong in 2024.Conclusion: Factors associated with obesity in adolescents are fast food consumption, physical activity, stress levels, and social media use. While factors that are not associated with obesity in adolescents are sleep patterns.Suggestion: It is hoped that a health program can be held for obese people through UKS or counseling guidance such as: a healthy diet for adolescents, doing morning exercises, conducting routine leisurely walks with all students and teachers in order to foster awareness of healthy living. Keywords: Physical Activity, Fast Food, Social Media, Obesity, Sleep Patterns, Stress Levels. 
The Effect Of Feeding Katuk Leaves And Moringa Leaves On Milk Production Dinengsih, Sri; Kundaryanti, Rini; Nuhaniar, Rajenia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i2.19021

Abstract

Latar Belakang : Pada tahun 2018 Indonesia data cakupan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sebesar 68,74%, di Provinsi Jawa Barat memiliki presentase cakupan ASI eksklusif sebesar 90,79% dengan persentase gizi buruk sebesar 2,5% dan gizi kurang sebesar 8,1% .Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Pengaruh pemberian air rebusan daun katuk dan daun kelor  terhadap produksi ASI pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas parung Panjang tahun 2023.Metodologi : Desain penelitian ini dengan quasi experiment Two Group Pre-Post Test . P opulasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas di wilayah kerja puskesmas Parung Panjang Bogor Jawa Barat Tahun 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Sampel berjumlah 30 orang, dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu 15 orang diberikan intervensi rebuhan daun kelor dan 15 orang diberikan daun katuk. Analisa data Univariat dan Bivariat uji Paired T-test.Hasil Penelitian : Nilai rata-rata produksi ASI sebelum pemberian air rebusan daun katuk adalah 2.87 dan sesudah pemberian rebusan daun katuk adalah 3.93 (p value : 0.004) Nilai rata-rata produksi ASI sebelum pemberian air rebusan daun kelor adalah 2.80 dan sesudah pemberian rebusan daun kelor adalah 4.13. (p value : 0.004)Simpulan : Tidak ada Perbedaan rata rata produksi ASI yang signifikan pada kelompok sesudah diberikan air rebusan daun kelor dibandingkan pada kelompok sesudah diberikan air rebusan daun katuk ( p value : 0,430) (Uji Mean Whitney)Saran : Diharapkan pemanfaatan daun kelor dapat diolah menjadi sayuran sebagai menu selingan yang dapat dikonsumsi oleh ibu nifas selain olahan daun katuk. Kata kunci : ASI, Daun kelor, Katuk. ABSTRACT Background: In 2018 Indonesia data on the coverage of infants who get exclusive breastfeeding is 68.74%, in West Java Province has a percentage of exclusive breastfeeding coverage of 90.79% with a percentage of malnutrition of 2.5% and undernutrition of 8.1%.Objective: This study aims to determine the effect of giving boiled water of katuk leaves and moringa leaves on breast milk production in postpartum women in the working area of the Parung Panjang health centre in 2023.Methodology: This research design with quasi experiment Two Group Pre-Post Test. The population in this study werem postpartum mothers in the working area of the Parung Panjang Community Health Centre, Bogor, West Java in 2023. The sampling technique used purposive sampling. The sample amounted to 30 people, grouped into 2 groups, namely 15 people given the intervention of moringa leaf decoction and 15 people given katuk leaves. Univariate data analysis and Bivariate Paired T-test test.Results: The mean value of breast milk production before giving water decoction of katuk leaves was 2.87 and after giving water decoction of katuk leaves was 3.93 (p value: 0.004) The mean value of breast milk production before giving water decoction of moringa leaves was 2.80 and after giving water decoction of moringa leaves was 4.13. (p value: 0.004)Conclusion: There is no significant difference in average breast milk production in the group after being given moringa leaf decoction water compared to the group after being given katuk leaf decoction water (p value: 0.430) (Mean Whitney test).Suggestion: It is expected that the use of moringa leaves can be processed into vegetables as a side menu that can be consumed by postpartum mothers in addition to processed katuk leaves. Keywords: Breast milk, Moringa leaves, Katuk
The Effect Of Giving Hot Dark Chocolate On Dysmenorhore In Adolescent Hasiani S, Amelia; Dinengsih, Sri; Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.14286

Abstract

Latar Belakang: Dismenore perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas dan konsentrasi belajar dikelas, biasanya terjadi di daerah perut bagian bawah, pinggang hingga menjalar ke kaki. Di Indonesia angka kejadian dismenorea sebesar 107.673 jiwa (64, 25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54, 89%) mengalami dismenore primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenore sekunder. Penanganan dismenorea dapat dilakukan dengan cara non farmakologi salah satu nya dengan mengkonsumsi hot dark chocolate.Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Hot Dark Chocolate terhadap Dismenore pada Remaja Putri Kelas IX Di SMPN 1 Muara Gembong Bekasi Tahun 2024.Metodologi: Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy – Eksperimental dengan two group pretest – posttest. Jumlah sampel 30 responden yang terdiri dari 15 responden pada kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol dengan teknik Purposive Sampling. Instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-test dan Independent T-test.Hasil Penelitian: Rata-rata nyeri haid sebelum diberikan hot dark chocolate adalah 7,67 dengan standar deviasi 1,447. Rata-rata nyeri haid setelah diberikan hot dark chocolate adalah 4,67 dengan standar deviasi 1,838.Simpulan : Ada pengaruh pemberian hot dark chocolate terhadap dismenore pada remaja putri kelas IX di SMPN 1 Muara Gembong Bekasi tahun 2024.Saran: Diharapkan remaja putri dapat mengonsumsi hot dark chocolate sebagai salah satu tindakan non farmakologi untuk meringankan dismenore dan membantu remaja putri untuk mengurangi mengkonsumsi obat obatan. Kata kunci : Dismenore, Hot Dark Chocolate, Remaja Putri ABSTRACT Background: Dysmenorrhea needs to be watched out for because it can interfere with learning activities and concentration in class, usually occurring in the lower abdomen, waist and spreading to the legs. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhea is 107,673 people (64.25%), consisting of 59,671 people (54.89%) experiencing primary dysmenorrhea and 9,496 people (9.36%) experiencing secondary dysmenorrhea. Dysmenorrhoea can be treated using non-pharmacological methods, one of which is by consuming hot dark chocolate.Purpose: To determine the effect of giving hot dark chocolate on dysmenorrhea in young women in class IX at SMPN 1 Muara Gembong Bekasi in 2024.Method: The design used in this research is Quasy - Experimental with two group pretest - posttest. The total sample was 30 respondents consisting of 15 respondents in the intervention group and 15 in the control group using the Purposive Sampling technique. The instruments used were the Numeric Rating Scale and observation sheets. Data were analyzed using the Paired T-test and Independent T-test.Results: The average menstrual pain before being given hot dark chocolate was 7.67 with a standard deviation of 1.447. The average menstrual pain after being given hot dark chocolate was 4.67 with a standard deviation of 1.838.Conclusion: There is an effect of giving hot dark chocolate on dysmenorrhea in class IX teenage girls at SMPN 1 Muara Gembong Bekasi in 2024.Suggestion: It is hoped that young women can consume hot dark chocolate as a non-pharmacological measure to relieve dysmenorrhea and help young women reduce their consumption of drugs. Keywords: Dysmenorrhea, Hot Dark Chocolate, Young Women
The Effect Of Papaya Leaf Feeding On Breastfeeding Adequacy In Postpartum Women Dinengsih, Sri; Pratiwi, Mediya Hesti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11697

Abstract

Latar Belakang: ASI merupakan sumber makanan yang mengandung nutrisi lengkap untuk bayi, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kecerdasan akan terjalin rasa kasih sayang antara ibu dan anak. Data ibu nifas pada bulan mei 2022 yaitu angka kejadian kecukupan 50 kasus. Dari kecukupan  38 yaitu sekitar 76 % ibu mengatakan asi tidak lancar serta air susu tidak keluar setelah melahirkan dan air susu baru keluar dua hari setelah melahirkan tetapi jumlahnya sedikit dan jumlah air susu ibu yang sedikit, sehingga ibu memberikan susu formula di RSIA Aisyah Qurratu’ ain .Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh daun pepaya dengan kecukupan ASI pada ibu nifas di RSIA Aisyah Qurratu’ ain Bekasi Timur tahun 2022Metodologi: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 responden intervensi dan 15 responden kontrol dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji t-independent. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi.Hasil Penelitian: Analisis univariat pada kelompok intervensi diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 41.13 dan posttest sebesar 92.22, sedangkan pada kelompok control diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 44.45 dan posttest sebesar 66.67. Hasil uji T-Test Independent dengan nilai signifikansi P-Value 0.003 yang berarti ada pengaruh daun pepaya terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui Simpulan : Ada pengaruh daun pepaya terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui ibu nifas di RSIA Aisyah Qurratu’ ain Bekasi Timur tahun 2022Saran: Diharapkan Ibu menyusui dapat memperhatikan apa yang dikonsumsi demi menunjang kelancaran asinya sehingga bayi terpenuhi kebutuhannya dengan ibu yang memiliki kecukupan ASI. Kata kunci : Daun Pepaya, Ibu Menyusui, Kecukupan ASI, ABSTRACT                 Background: Breast milk is a food source that contains complete nutrition for babies, increases endurance, increases intelligence and will establish affection between mother and child. Data on postpartum mothers in May 2022 is the incidence of sufficiency of 50 cases. Of the adequacy of 38, about 76% of mothers said breast milk was not smooth and milk did not come out after giving birth and new milk came out two days after giving birth but the amount was small and the amount of breast milk was small, so the mother gave formula milk at Aisyah Qurratu 'ain Hospital.                Purpose: To determine the effect of papaya leaves on breast milk adequacy in postpartum women at RSIA Aisyah Qurratu' ain East Bekasi in 2022.                Method: The design used in this study was Quasi Experimental with a one group pretest - posttest design approach. The sample in this study amounted to 30 respondents consisting of 15 intervention respondents and 15 control respondents with purposive sampling technique. Data were analysed using the t-independent test. The instrument used was an observation sheet.                Results: Univariate analysis in the intervention group obtained an average pretest value of 41.13 and posttest of 92.22, while in the control group obtained an average pretest value of 44.45 and posttest of 66.67. The results of the Independent T-Test test with a significance value of P-Value 0.003 which means that there is an effect of papaya leaves on the adequacy of breast milk in breastfeeding mothers.                Conclusion: There is an effect of papaya leaves on the adequacy of breast milk in postpartum breastfeeding mothers at RSIA Aisyah Qurratu' ain East Bekasi in 2022                Suggestion: It is hoped that breastfeeding mothers can pay attention to what they consume to support the smooth running of their milk so that their babies meet their needs with mothers who have adequate breast milk Keywords: Papaya leaf, breastfeeding mothers, breast milk adequacy, 
Effectiveness Of Chamomile Tea On Dysmenorrhoea Pain Scale In Adolescent Girls Fadliah, Siti Hamidah; Dinengsih, Sri; Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.14362

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri kram pada perut yang terjadi selama menstruasi. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64,25 % yang terdiri dari 54,89% dismenore primer, sedangkan sisanya merupakan penderita tipe sekunder, yang mengakibatkan mereka tidak sanggup melakukan akivitas apapun dan ini akan menurunkan kualitas hayati dalam individu masing-masing. Keluhan ini berdampak pada menurunnya produktivitas dan kualitas hidup perempuan, seperti ketidak hadiran di sekolah atau pekerjaan, pembatasan aktivitas, penurunan performa akademik, gangguan tidur dan gangguan mood.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian teh chamomile terhadap skala nyeri dismenore pada remaja dengan dismenore primer di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor tahun 2024.Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan pendekatan with control group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden tang terdiri dari 15 responden intervensi dan 15 responden kontrol. Data dianalisis menggunkan uji t (paired t test). Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi.Hasil Penelitian: Analisis univariat pada kelompok intervensi diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 5,47 dan posttest sebesar 2,93. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 4,67 dan posttest sebesar 4,20. Hasil uji t paired t test dengan nilai signifikansi P-Value 0.000 yang berarti ada pengaruh teh chamomile terhadap penurunan dismenore pada remajaSimpulan : Teh chamomile efektif dalam menurunkan skala nyeri dismenore pada remaja di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor Tahun 2024.Saran: chamomile dapat digunakan sebagai pengobatan dismenore secara non – farmakologis sehingga masyarakat bisa menbudidayakan untuk menanam tanaman teh chamomile ini mengingat khasiat yang dimiliki. Kata kunci : Chamomile, Dismenore, Menstruasi, Remaja. ABSTRACT Background: Dysmenorrhoea is a cramping pain in the abdomen that occurs during menstruation. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhoea is 64.25% which consists of 54.89% primary dysmenorrhoea, while the rest are secondary type sufferers, which results in them not being able to do any activities and this will reduce the quality of life in each individual. This complaint has an impact on reducing women's productivity and quality of life, such as school or work absences, activity restrictions, decreased academic performance, sleep disturbances and mood disorders.Objective: To determine the effectiveness of chamomile tea administration on dysmenorrhoea pain scale in adolescents with primary dysmenorrhoea at MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor in 2024.Methodology: This research design uses a quasi-experiment with a control group pre-test post-test approach. The sample in this study amounted to 30 respondents consisting of 15 intervention respondents and 15 control respondents. Data were analysed using paired t test. The instrument used was an observation sheet.Research Results: Univariate analysis in the intervention group obtained an average pretest value of 5.47 and posttest of 2.93. While in the control group the average pretest value was 4.67 and the posttest was 4.20. The results of the paired t test with a significance value of P-Value 0.000 which means that there is an effect of chamomile tea on reducing dysmenorrhoea in adolescents.Conclusion: Chamomile tea is effective in reducing dysmenorrhoea pain scale in adolescents at MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor Year 2024.Suggestion: Chamomile can be used as a non-pharmacological treatment of dysmenorrhoea so that people can cultivate to plant this chamomile tea plant given its properties. Keywords: Adolescent., Chamomile, Dysmenorrhoea, Menstruation
Analisis Faktor Prilaku Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode IVA (Inspeksi Visual Asam Acetat) Dinengsih, Sri; Sitanggang, Erry
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi oleh wanita pada saatini adalah meningkatnya infeksi pada organ reproduksi, yang padaakhirnya menyebabkan kanker, salah satunya kanker serviks yangmenyebabkan kematian nomor dua pada wanita. Kanker serviksmerupakan masalah kesehatan yang melanda negara-negara didunia termasuk di Indonesia. Menurut World Health Organization(WHO) diperkirakan terdapat Kanker serviks menduduki urutan kedua dari penyakit kanker yang menyerang perempuan didunia danurutan pertama untuk wanita dinegara sedang berkembang. Jumlahpenderita kanker serviks menduduki urutan pertama pada penyakityang diderita wanita di negara berkembang. Di negara majuskrinning kanker serviks dengan tes pap terbukti menurunkan angkakejadian kanker serviks 90%. Tes pap smear sulit dilakukan akibatkendala belum tersedianya sumberdaya, sehingga metode IVAmenjadi alternatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Faktoryang paling dominan dan berhubungan dengan Prilaku Deteksi DiniKanker Serviks dengan Metode IVA ( Inspeksi Visual Asam Acetat )di Puskesmas Cibodasari Tangerang – Banten. Desain penelitian inimenggunakan metode survey analitik dengan pendekatan casecontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pada 72responden. Data yang digunakan adalah data primer dan diolahsecara kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat dengan ujiChi-square. Faktor yang diteliti adalah pendidikan, paritas,pengetahuan, dan sumber informasi. Populasi dalam penelitian iniadalah semua wanita usia subur. Jumlah sampel sebanyak 36responden. Sampel terdiri dari kasus dan kontrol, kasus adalahsebagian WUS yang tidak melakukan pemeriksaan IVA test, dankontrol adalah sebagian WUS yang melakukan pemeriksaan IVAtest..Hasil penelitian ini bahwa factor yang paling dominan danberhubungan adalah sumber informasi(p value = 0.000,OR =6,760 ) pendidikan (p value = 0.002), pengetahuan(p value=0.002),sedangkan factor paritas tidak berhubungan. Saran :membentuk Kelas WUS peduli kanker serviks, lebih proaktif dalampenyuluhan dan pemberian informasi akan pentingnya IVA,melakukan sosialisasi metode IVA secara gratis dan masuk secaraprogram di fasilitas kesehatan tingakt I.
Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dismenore Noverianti, Gadis; Carolin, Bunga Tiara; Dinengsih, Sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i1.461

Abstract

Remaja adalah masa perubahan dari kanak-kanak menuju dewasa. Tanda keremajaan muncul pada peremuan yaitu menstruasi. Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda organ kandungan telah berfungsi matang. Saat menstruasi biasanya mengalami nyeri perut, biasa disebut dismenore. Menurut Kemenkes RI tahun 2016 prevalensi remaja putri di Indonesia yang mengalami kejadian nyeri haid 55%. Promkes dibutuhkan untuk memberikan informasi yang menambah pengetahuan remaja putri agar remaja yang mengalami dismenore dapat menanganinya dengan baik. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenore  di SMA Negeri Tanjungsari Sumedang. Desain penelitian yang digunakan quasy esperiment dengan pendekatan one group pre and post test. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah responden 146 siswi kelas X IPA 1-7. Istrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil uji normalitas data berdistribusi tidak normal sehingga dianalisis data menggunakan uji wilxocon. Hasil uji statistik diketahui bahwa rata-rata pengetahuan sebelum promosi kesehatan 8,84% dan pengetahuan setelah dilakukan promosi kesehatan 17,64%. Hasil uji bivariat didapatkan  p value 0,000. Kesimpulannya penyuluhan promkes tentang dismenore mampu menambah pengetahuan pada remaja putri pada saat menstruasi.Kata Kunci: Dismenore, Remaja Putri, Promosi Kesehatan. 
Pengaruh Senam Prenatal Yoga Terhadap Kenyamanan Ibu Hamil Trimester III Patiyah, Patiyah; Carolin, Bunga Tiara; Dinengsih, Sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v13i2.463

Abstract

Pada ibu hamil terjadi perubahan fisik maupun psikologis dan bahkan timbulnya keluhan pada tubuhnya. Ketidaknyamanan yang dianggap sepele bisa membahayakan keselamatan jiwa ibu dan bayinya. Hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan senam hamil atau olahraga sedang, keuntungannya yaitu mengurangi keluhan-keluhan fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh senam prenatal yoga terhadap ketidaknyamanan ibu hamil di Puskesmas Compreng Kabupaten Subang. Penelitian ini merupakan Quasi Experimental dengan rancangan pre and post test without control group. Sampel berjumlah 40 ibu hamil primigravida trimester III. Teknik pengambilan sampel dengan total sampel. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner General Comfort Questionnare (GCQ). Hasil uji normalitas data tidak berdistribusi normal sehingga analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa skor rata-rata ketidaknyamanan ibu hamil sebelum senam prenatal yoga 1,78 sedangkan setelah senam prenatal yoga 1,03. Hasil uji Wilcoxon didapatkan p value 0,000. kesimpulannya senam prenatal yoga mampu mengurangi ketidaknyamanan selama hamil trimester III. Diharapkan senam prenatal yoga menjadi kegiatan rutin yang diadakan puskesmas agar dapat membantu ibu hamil dapat menjalani kehamilannya dengan nyaman.Kata Kunci: Ketidaknyaman Ibu Hamil, Trimester III, Senam Prenatal Yoga.