Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pola Hubungan Negara dan Civil Society Emizal Amri; Eka Vidya Putra; Reno Fernandes
POLITIK Vol 12, No 2 (2016): POLITIK, Jurnal Kajian Politik dan Masalah Pembangunan
Publisher : POLITIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.397 KB)

Abstract

Tulisan ini dikembangkan dari hasil penelitian dengan tema sentral strategi penguatan civil society pada aras lokal Sumatra Barat dengan menitikberatkan pada proses adaptasi dan respon civil society terhadap kebijakan/regulasi yang diintrodusir pemerintah sebagai penyelenggara negara. Gerakan civil society yang menakjubkan juga pernah menyentakkan mata masyarakat Sumatra Barat, terutama, melalui sepak terjang tiga gerakan berikut: Forum Peduli Sumatra Barat (FPSB) yang berhasil menghantarkan 42 dari 43 anggota DPRD Sumatra Barat ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan ‘korupsi berjamaah’ yang dilakukan anggota dewan yang terhormat itu. Penelitian ini dibangun di atas paradigma post-positivisme dan pendekatan kulitatif. Temuan penelitian menunjukkan, kebijakan/regulasi yang bermuara pada terbukanya ruang publik dalam penerapan demokrasi, telah mendorong perubahan dalam metode dan strategi perjuangan civil society di daerah Sumatra Barat. This paper was developed from research with the central theme strategy strengthening civil society at the local level of West Sumatra with emphasis on the process of adaptation and response of civil society on the policies / regulations introduced as the organizer of the state government. Civil society movements were amazing also been jerked the eyes of the people of West Sumatra, in particular, through the exploits of three following movements: Concern Forum West Sumatra (FPSB), which managed to deliver 42 of the 43 legislators of West Sumatra to court to account ‘corruption congregation’ conducted board members are honored. This study built on the paradigm of post-positivism and qualitative approach to research findings indicate, policy / regulation which led to the opening of public space in the application of democracy, has prompted changes in the methods and strategies of struggle of civil society in the area of West Sumatra. 
Fenomena Pelaku Konsumtif Remaja Kota Padang Penikmat Coffee Shop David Yose; Ikhwan Ikhwan; Emizal Amri
Jurnal Perspektif Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i2.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab prilaku konsumtif yang terjadi pada kalangan remaja penikmat Coffee Shop dilihat dari aspek ketertarikan menikmati kopi di coffee shop, kegiatan konsumsi dalam bentuk alasan memilih coffee shop. Penelitian ini menggunakan teori dari Jean Baudrillard dimana orang tidak lagi mengkonsumsi objek berdasarkan nilai tukar atau nilai guna, melainkan karena nilai tanda/simbolis yang sifatnya abstrak dan terkonstruksi. Hal ini disebabkan karena beberapa bagian dari tawaran iklan justru menafikan kebutuhan konsumen akan keunggulan produk, melainkan dengan menyerang rasa sombong tersembunyi dalam diri manusia, produk ditawarkan sebagai simbol prestise & gaya hidup mewah yang menumbuhkan rasa bangga yang klise dalam diri pemakainya. Metode penelitian yang di gunakan adalah pendektan kualitatif, dengan tipe penelitian studi kasus, pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan 15 orang informan, pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Data di analisis dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan alasan memilih Coffee Shop sebagai tempat nongkrong, yaitu: memilih kopi di Coffee Shop karna tampilan, membeli kopi di Coffee Shop karena di pengaruhi pergaulan, membeli kopi di Coffee Shop karna menunjang status sosial.
Strategi Pemerintahan Nagari Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Pada Program Vaksinasi Covid-19 di Nagari Pamuatan Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung Ultri Rahma Yanti; Eka Vidya Putra; Emizal Amri
Jurnal Perspektif Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i2.628

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti dalam melihat fenomena vaksinasi Covid-19 sebagai solusi dalam memutus wabah virus Covid-19 namun justru menuai berbagai kritik dari masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan strategi Pemerintahan Nagari dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada program vaksinasi Covid-19 di Nagari Pamuatan.. Teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu teori partisipasi masyarakat dalam pembangunan dari Dusseldorp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan informan berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat strategi yang dilakukan oleh Pemerintahan Nagari Pamuatan dalam mensukseskan program vaksinasi Covid-19, diantaranya yaitu, persamaan persepsi antar aparatur Pemerintahan Nagari, kolaborasi dengan dinas kesehataan dan lembaga kepolisian, sinergi yang dipakai dengan lembaga adat dan agama, serta sosialisasi vaksinasi Covid-19.
Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dengan Power Point Interaktif dan Flip PDF Professional untuk Guru SMA/SMK Reno Fernandes; Azwar Ananda; Amin Akbar; Emizal Amri; Rhavy Ferdyan; Monica Tiara
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v4i2.411

Abstract

Online learning and blended learning require teachers to prepare all learning materials in digital form that are easily accessible to students. However, student interaction, interest, and interest in the learning process is still low because the teacher uses information technology-based learning media that is not interactive. The implementation of this community service activity was prepared based on the willingness letter of the Regional VII Education Office Branch of West Sumatra No. 420/216/Cabdin.VII/KP-2022, which requires competency development for SMA/SMK teachers in designing information technology-based learning media or digital media in the learning process. The solution offered is a program to increase teacher competence in designing interactive technology-based or digital learning media and fostering student interest in the learning process. One form of learning media needed is interactive power points and digital-based teaching materials using flipPDF Professional. The forms of activities carried out are seminars and workshops. Service activities are carried out by looking at the teacher's initial knowledge regarding the learning media that will be developed. During this community service program teachers are facilitated and trained to design instructional media. The expected output is that teachers are able to produce interactive power points and FlipPDF Professional digital teaching materials in one Basic Competence (KD) for each subject in SMA/SMK.
Jago Malam Dalam Rangkaian Upacara Sunatan Di Nagari Koto Tuo Kabupaten Tanah Datar Feronika Daely; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/culture/vol1-iss1/2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna masyarakat Koto Tuo melakukan kegiatan Jago Malam setelah sunatan pada siang harinya dan bagaimana masyarakat setempat memandang kegiatan tersebut. Dilihat dari segi jenisnya, penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisa data yang dipakai adalah model analisa interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jago malam ialah suatu kegiatan dalam rangkaian upacara sunatan di nagari Koto Tuo. Kegiatan ini dilakukan sekali setahun tepatnya 29 Sya’ban dan kegiatan jago malam yang yang dimulai setelah anak dari tuan rumah sudah bersunat. Pada malam itu dilakukan permainan Koa maupun Remi, dalam beberapa kasus Jago Malam dimeriahkan berupa orgen tunggal maupun saluang; (2) Permainan Koa yang dilakukan secara kelompok selama Jago Malam disebut oleh warga setempat dengan Labuan. Jumlah pemain dalam satu labuan bisa berbeda tergantung jumlah pemain yang datang untuk bermain. Dalam satu labuan pemain bisa bermain individual atau berpasangan tergantung kesepakatan bersama. Seorang pemain dikatakan menang, jika sudah melewati tiga kali putaran atau tiga kali sampai oleh para pemain.
Konflik Perebutan Harta Warisan Dalam Keluarga Pada Masyarakat Pulau Temiang Miftahul Jannah; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/culture/vol1-iss1/3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali penyebab dan solusi konflik harta warisan dalam masyarakat Pulau Temiang. Penyelesaian konflik tersebut dilakukan dalam keluarga melalui musyawarah para ahli waris yang disaksikan oleh tokoh adat dan pemerintahan desa. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori konflik dari Lewis A. Coser. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe studi kasus, teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang dianalisis dengan mengacu pada teknik analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadinya konflik harta warisan adalah dominasi dari ahli waris tertua dan kecemburuan terhadap perempuan bungsu. Solusi konflik melalui musyawarah keluarga cenderung menyisakan konflik laten (tersembunyi). Putusan yang diberikan tidak bersifat mengikat karena tidak adanya sanksi terhadap pelanggaran terhadap hasil putusan yang diberikan. Selain itu, masyarakat enggan menaikkan kasus ini ke pengadilan negeri karena biaya yang tinggi.
Kasua Adaik di Nagari Batipuah Nourend Deona; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 2 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i2.22

Abstract

Artikel ini membahas tentang makna Kasua Adaik dalam masyarakat dan budaya Batipuah. Kasua Adaik merupakan sebuah atribut adat yang ada disetiap rumah penduduk di Batipuah. Kasua Adaik pada dasarnya bukan berbentuk kasur biasa, akan tetapi berbentuk seperti peti persegi panjang yang bertingkat-tingkat. Kasua Adaik dianggap sebagai simbol kedudukan Niniak Mamak dan status sosial tradisional masyarakat Batipuah. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori Interpretatif Simbolik oleh Clifford Geertz. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tipe etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kasua Adaik di Nagari Batipuah mengandung makna: (1) Stratifikasi Sosial; (2) Identitas masyarakat Batipuah; dan (3) Tando kamanakan lai bamamak
Fungsi Malangge Bagi Masyarakat Nagari Koto Malintang Ningsih Sri Wahyuni; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 2 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i2.23

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang fungsi Malangge bagi masyarakat di Nagari Koto Malintang. Pertanyaan penelitian, apa fungsi malangge bagi masyarakat. Pendekatan penelitian ini termasuk kualitatif dengan tipe penelitian studi etnografi Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui teknik: observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Untuk mendapat keabsahan data dilakukan triangulasi yaitu: triangulasi sumber. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Temuan penelitian fungsi malangge bagi masyarakat Nagari Koto Malintang adalah: Pertama, malangge sebagai fungsi ekonomi bagi masyarakat diantaranya: (1) menambah uang belanja. (2) mengisi pariuak bareh. (3) untuk membeli rokok sebatang. Kedua, malangge sebagai fungsi sosial bagi masyarakat, diantarnya: (1) untuk saling berbagi satu sama lain, (2) menjalin silaturrahmi. Ketiga, malangge ditengah-tengah masyarakat.
Fungsi Sekolah Incung dalam Pelestarian Aksara Kerinci Tasha Soliha Ayunda; Erda Fitriani; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.111

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi Sekolah Incung dalam pelestarian aksara Kerinci melalui pendidikan non formal. Hal ini menarik untuk dikaji karena aksara Incung merupakan salah satu ciri khas daerah Kerinci perlu untuk diperkenalkan dan dipelajari oleh seluruh masyarakat Kerinci. Namun faktanya pelestarian aksara Incung belum tercapai ke seluruh masyarakat Kerinci secara keseluruhan. Sehingga pada pelestarian aksara Incung ini perlunya sebuah wadah yang bisa lebih berfokus kepada pelestarian aksara Incung. Pada penelitian ini.dianalisis.menggunakan teori fungsionalisme dari Bronislaw Malinowski yang pada asumsi dasar teori ini adalah bahwa semua unsur kebudayaan bermanfaat bagi semua masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Kemudian untuk teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Perolehan data penelitian didapat dari hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Untuk penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Pada hasil penelitian yang peneliti teliti.menjelaskan bahwa fungsi Sekolah Incung dalam melestarikan kebudayaan Tradisional Incung di.Desa.Gedang,.Kecamatan.Sungai Penuh,.Kota Sungai.Penuh, adalah: 1) Sekolah Incung memiliki fungsi mengedukasi kepada para peserta untuk menambah wawasan serta ilmu budaya khususnya aksara Incung kepada generasi muda, 2) Sekolah Incung memiliki fungsi meliterasikan generasi muda bagaimana cara membaca dan menulis aksara Incung, 3) Sekolah Incung memiliki fungsi pelestarian karena aktivitas atau program-program yang mereka lakukan menunjukkan upaya pelestarian aksara Kerinci.
Solidaritas Pedagang Kaki Lima Asal Minangkabau di Pasar Cik Puan Silvani Evamela; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 1 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i1.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wujud solidaritas pedagang kaki lima (PKL) asal Minangkabau di Pasar Cik Puan Pekanbaru. Meskipun berada di daerah rantau, tepatnya di lingkungan etnik Melayu, namun keberadaan pedagang kaki lima asal Minangkabau di Pasar Cik Puan relatif dominan. Mereka tidak hanya menempati posisi mayoritas dibandingkan pedagang kaki lima dari etnik lain maupun lokal, akan tetapi budaya Minangkabau terutama bahasa Minangkabau telah menjadi bahasa pengantar dalam transaksi perdagangan di pasar tersebut. Fenomena ini diasumsikan karena keberhasilan mereka membangun kebersamaan dengan sesama pedagang asal Minangkabau, serta membangun jaringan dengan pihak-pihak kompeten di Pasar Cik Puan. Temuan penelitian ini dianalisis dengan teori solidaritas sosial yang dikembangkan Emile Durkheim. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pemilihan informan penelitian dilakukan dengan teknik snowball sampling dengan jumlah 10 informan. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, serta studi dokumen. Untuk memperoleh data yang valid dilakukan triangulasi sumber. Kemudian data yang dikumpulkan dianalisis dengan memakai model analisis interaktif Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: reduksi data, sajian data, dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa wujud solidaritas yang terbangun pada PKL asal Minangkabau di Pasar Cik Puan Pekanbaru yaitu solidaritas mekanik seperti tolong menolong dan kerjasama, solidaritas mekanik yang kuat berperan membangun solidaritas organik dengan instansi terkait.