Articles
Pengembangan Destinasi Wisata Pantai Sembilan Kepulauan Giligenting Sumenep Melalui Pelatihan Bahasa Inggris Kepariwisataan Bagi Kelompok Sadar Wisata, Remaja dan Pedagang Kuliner
Zainollah Zainollah;
Amiruddin Amiruddin
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35127/kbl.v5i1.3800
Abstrak: Pelatihan Bahasa Inggris kepariwisataan (English for tourism) ini dilaksanakan di Wisata Pantai Sembilan Giligenting Sumenep. Pelatihan dilakukan dengan cara memberikan pendidikan Bahasa inggris kepariwisataan dalam bentuk lecturing dan practice oleh instruktur berpengalaman dari dalam dan luar negeri (native speakers). Berdasarkan analisis dan refleksi, ada lima dampak signifikan yang dihasilkan dari Pelatihan ini: (1) kesadaran masyarakat tentang pentingnya Bahasa inggris dalam pengembangan pariwisata sangat meningkat, (2) kemampuan dan keterampilan Bahasa inggris masyarakat dampingan sangat meningkat, (3) layanan informasi bagi wisatawan asing juga sangat meningkat dan lebih baik dibuktikan dengan dibentuknya pusat layanan informasi kepariwisataan (Tourism Information Center), (4) motivasi dan antusiasme belajar masyarakat dampingan juga sangat tinggi dibuktikan dengan dibentuknya kelompok diskusi dan belajar (Pantai Sembilan English Club), (5) terciptanya peluang ekonomi kreatif berbasis ekonomi wisata serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui usaha jasa pemanduan (local tour guide) dan penukaran uang (money changer). Kata Kunci: Destinasi, Wisata, Kepariwisataan Abstracts: The English for tourism training was held at Sembilan Beach Giligenting Island Sumenep Madura. The training was conducted by educating community concerning English for tourism in form of lecturing and practice guided by experienced instructors from within and outside country (native speakers). Based on analysis and reflection, there are five significant impacts resulting from this training: (1) community awareness on importance of English in tourism development has greatly increased, (2) ability and skills of English language of assisted communities has greatly increased, (3) information services for tourists foreigners are also greatly increased and better proved by the establishment of tourism information center service (4) motivation and enthusiasm of assisted communities in learning English is also very high proved by forming English study center/club, (5) the creation of creative economic opportunities based on tourism economy as well as improving economic community through business scouting services (local tour guides) and money changers. Key words: destination, tour, tourism
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI USAHA EKONOMI WISATA KREATIF
Zainollah Zainollah;
Amiruddin Amiruddin;
Kristiani Utami
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Fokus pengabdian ini pemberdayaan masyarakat Gili Iyang Sumenep melalui usaha ekonomi wisata kreatif. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan asset dan potensi wisata sebagai peluang usaha berbasis ekonomi wisata kreatif. Pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan model riset aksi partisipatif atau yang dikenal dengan participatory action research yang terdiri dari proses spiral: perencanaan kegiatan, pelaksanaan dan pengamatan serta refleksi. Aksi yang dilaksanakan adalah pendidikan dan pendampingan: pendidikan yang diberikan adalah pendidikan kewirausahaan, mencari peluang usaha berbasis ekonomi wisata kreatif, manajemen dan strategi pengelolaan usaha, pelatihan keterampilan pemandu wisata dan pelatihan desain produk khas Gili Iyang. Sedangkan dalam sesi pendampingan, masyarakat didampingi dalam beberapa hal; pertama, pendampingan pengembangan paket wisata, pengembangan penginapan atau home stay dan pendampingan dalam pengembangan usaha souvenir dan oleh-oleh khas Gili Iyang dan Sumenep. Hasil dari pendampingan masyarakat miskin di pulau Gili Iyang melalui usaha ekonomi berbasis wisata kretif adalah sebagai berikut: Pengembangan usaha souvenir dan oleh-oleh khas Gili Iyang, Pengembangan usaha dalam bidang pemandu wisata (tour guide), Pengembangan usaha paket wisata Gili Iyang dan Pengembangan usaha penginapan atau home stay berbasis masyarakat. Kata Kunci: Pemberdayaan, Wisata Kreatif
Cadar Perempuan Madura; Konstruksi Makna dan Motif Penggunaan Cadar bagi Perempuan Madura
Amiruddin;
Hafid
Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/al-manhaj.v4i2.7317
Women who wear the veil are often branded as radical Muslim women and even terrorists. This stereotype originates from the many radical Islamic and terrorist families, most of whom wear the veil. Even though many Muslim women who wear the veil are not affiliated with radical Islamic groups and terrorists, for this reason, this study aims to reveal the meaning of the veil and the motives for wearing the veil for Madurese women. The method used in this study is a qualitative research method with the phenomenological approach of Alfred Schutz. The results showed that the veil has many meanings, namely the veil has meaning as a protector, self-control, covering deficiencies (disgrace), a form of obedience to teachers, and as a barrier so that men do not sin. The reasons for Madurese women to wear the veil are: carrying out religious orders, moving, maintaining honor, carrying out the orders of their husbands and teachers, following the trend of Muslim clothing, and covering the shortage of women.
ANALISIS PROBLEMATIKA OTONOMI PENDIDIKAN
Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.206 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v6i1.14
Tulisan ini merupakan analisis dampak dari penerapan otonomi pendidikana. Dalam beberapa hal, otonomi pendidikan memang berdampak baik karena pendidikan dapat dijalankan berdasarkan kearifan lokal (local wisdom). Tetapi sisi yang lain justru berdampak buruk terhadap lembaga pendidikan dan juga masyarakat. Dampak buruk itu antara lain: terjadinya kastanisasi pendidikan dan akan berdampak bagi integrasi bangsa. Kastanisasi pendidikan dapat terjadi karena lembaga pendidikan diberikan keleluasaan dalam mengelola pendidikan. Sehingga lembaga pendidikan akan terkotak-kotakkan menjadi sekolah unggul dan tidak unggul, sekolah orang kaya dan miskin. Selain itu, otonomi juga akan menyuburkan praktik pendidikan pendidikan yang tidak sesuai dengan ruh pendidikan nasional yang berpijak pada pancasila dan undang-undang. Otonomi pendidikan akan menyuburkan ideologi yang berseberangan dengan ideologi bangsa.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AHMAD HASSAN
Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.311 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v5i1.41
Tokoh Persis yang berperan besar dalam pengajaran dan dakwah adalah Ahmad Hassan. Ahmad Hassan adalah ilmuwan Persis, seorang mujtahid dan sosok ulama yang mandiri dan serba bisa. Sejak tahun 1924, Pemikiran pendidikan Ahmad Hassan bisa dilihat dalam membuat rumusan tujuan pendidikan, rumusan tentang guru dan murid serta metode pelaksanaan dan evaluasi pendidikan. Menurut Pemikiran Hassan, pendidikan harus mampu melahirkan siswa yang pandai berdakwa dan berakhlak mulia sebagaimana telah diajarkan dalam al-Qur’an dan hadis. Sedangkan Untuk menjadi guru, seseorang harus mempunyai keilmuan yang berkualitas dan telah mengamalkan ilmu-ilmu yang akan diajarkan kepada siswa serta tidak mengahrapkan gaji. Untuk menjadi peserta terdapat syarat yang harus dipenuhi; mau beribadah hanya kepada Allah dan mau berdakwah setelah lulus pendidikan. Metode pengajaran yang diterapkan adalah diskusi, Tanya jawab, ceramah, dan debat. Sedangkan evaluasi berbentuk lisan dan tulisan.
PENDIDIKAN HUMANIS DALAM PERSPEKTIF PAULO FREIRE DAN TAN MALAKA
Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2015): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.132 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v3i1.48
Pendidikan humanis memandang manusia sebagai makhluk mulia yang harus dikembangkan sesuai dengan koderatnya. Prinsip pendidikan harus diselenggarakan dalam rangka membebaskan manusia dari berbagai persoalan hidupnya. Sementara itu, pendidikan yang diselenggarakan oleh penjajah di Brazil dan Indonesia semasa hidup Paulo Freire dan Tan Malaka dirasa masih jauh dari ruh pendidikan yang semestinya. Pendidikan dijadikan sebagai alat penindasan yang pada akhirnya hanya mampu melahirkan penindas-penindas baru. Aksi pembungkaman (culture of silence) masif diterapkan penjajah untuk melanggengkan kekuasaannya. Kondisi itulah yang ditentang oleh Paulo Freire dan Tan Malaka dengan memunculkan konsep pendidikan yang menempatkan manusia sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan. Paulo Freire dan Tan Malaka memiliki kesamaan pandangan terkait orientasi pendidikan humanis, yaitu: penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, keadilan sosial dan penerapan pendidikan harus berbasis realitas.
LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENGATASI SISWA YANG PROKRASTINASI AKADEMIK: Studi Kasus Kelas VII SMP Jati Agung Sidoarjo
Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.636 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i1.63
Setiap siswa pasti pernah mengalami kesulitan belajar, hanya saja ranah kesulitannya berbeda-beda. Ada siswa yang sulit untuk memulai mengerjakan tugas dan menunda-nunda untuk belajar. Bentuk kesulitan semacam ini biasanya disebut prokrastinasi akademik. Permasalahan belajar yang ditandai dengan penundaan untuk belajar ini terjadi pada lima siswa kelas VII SMP Jati Agung Sidoarjo. Tingkat prokrastinasi akademik mereka tergolong tinggi sehingga membuat guru Bimbingan Konseling membuat terobosan untuk memberikan layanan bimbingan belajar yang dikhususkan untuk mengatasi siswa yang prokrastinasi akademik. Adapun materi layanan bimbingan belajar meliputi: motivasi belajar, managemen waktu, cara membuat keputusan dan cara mengerjakan tugas yang baik. Layanan bimbingan belajar untuk mengatasi siswa yang prokrastinasi akademik sudah sesuai dengan prosedur dan sudah sesuai tujuan bimbingan belajar yaitu memberikan layanan agar siswa mempunyai kebiasaan belajar yang baik.
Urgensi Pengembangan Supervisi Elektronik Berbasis Website Bagi Pengawas Pendidikan Agama Islam di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep
Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.219 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v6i2.86
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan supervisi elektronik berbasis website bagi pengawas pendidikan agama islam di lingkungan Kementerian Agama Sumenep. Pengembangan model supervisi ini didasarkan pada permasalahan pelaksanaan supervisi faktual yang meliputi masalah banyaknya lembaga pendidikan yang menjadi binaan pada setiap Pengawas dan kondisi geografis yang kurang mendukung bagi pelaksanaan supervisi faktual dan manual. Berdasarkan pada beberapa analisa pelaksanaan supervisi faktual, potensi teknologi yang dimiliki oleh guru dan pengawas di lingkungan Kemenag Sumenep dan kondisi struktur jaringan internet di wilayah Sumenep, maka penting dikembangkan model supervisi pendidikan elektronik berbasis website.
Sekolah Unggul Mandiri: Mengonsep Pendidikan Murah Berkualitas
Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.407 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v7i1.100
Tulisan ini membahas tentang sekolah unggulan yang mayoritas menerapkan pembiayaan yang sangat mahal. Semua biaya operasional sekolah hampir dibebankan kepada orang tua siswa sehingga masyarakat menengah ke bawah sulit untuk menjangkau sekolah unggulan. Oleh karena itu usulan penulis untuk menjadikan sekolah unggul yang biayanya murah adalah dengan menjadikan sekolah mandiri dengan menerapkan tahapan-tahapan konsep berikut: 1). Maksimalisasi anggaran pendidikan 20%, 2). Melaksanakan Subsidi Silang, 3). Pemanfaatan dana CSR Perusahaan dan 4). Membangun badan usaha milik sekolah.
Urgensi Metode Karya Wisata Terhadap Pengembangan Imajinasi dan Kreatifitas Anak Usia Dini
Shidqiyah;
Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2019): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (277.029 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v7i2.122
Seorang guru harus menggunakan berbagai cara atau metode untuk meningkat hasil dan proses pembelajaran supaya tujuan dari pendidikan tercapai. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah metode karya wisata dengan metode ini anak dihadapakan langsung dengan objek atau benda konkrit yang ada disekitarnya yang sesuai dengan materi yang dipelajari dan juga sesuai dengan tahap perkembangannya. Dengan demikian metode ini juga sangat cocok diterapkan pada anak usia dini, dimana pada masa ini seluruh kompetensi yang ada pada anak bisa diasah secara maksimal. Adapun tujuan dari metode karya wisata ini adalah mendorong anak agar lebih kreatif dan imajinatif karena anak yang kreatif dan imajinatif akan membuat anak lebih mandiri, cerdas dan lebih paham terhadap materi yang diajarkan serta membuat anak lebih mencintai lingkungannya, oleh sebab itu sengat penting menerapkan metode karya wisata ini dalam proses belajar mengajar anak. Karena terbukti metode ini sangat membantu kesuksesan anak dalam belajarnya.