Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Konsumsi Minuman Berpemanis dengan Status Gizi Remaja Afifah Nurliana Rahmawati; Diding Kelana Setiadi; Nunung Siti Sukaesih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 3 (2023): Agustus 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i3.1713

Abstract

Obesitas adalah penimbunan lemak berlebih pada manusia yang berdampak buruk pada kesehatan, ini merupakan peningkatan akumulasi lemak dalam tubuh, dan menyebabkan resiko terhadap kesehatan. Tingginya konsumsi minuman yang mengandung pemanis dikaitkan dengan peningkatan angka kematian dan kejadian penyakit akibat kelebihan berat badan (obesitas). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara pengetahuan konsumsi minuman berpemanis dan status gizi remaja. Desain survei lintas-seksional digunakan dalam mengumpulkan data dari sampel remaja. Data diperoleh melalui penggunaan kuesioner yang dikembangkan langsung oleh peneliti dengan hasil uji validitas rentang pearson correlation 0,309-0,677 dan reabilitas diperoleh Alpha sebesar 0,801 untuk mengevaluasi pengetahuan tentang konsumsi minuman berpemanis serta status gizi. Untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut, dilakukan analisis korelasi menggunakan spearman rank correlation dengan uji non-parametric test. Namun, hasil penelitian yang mengejutkan menunjukkan bahwa nilai p-value dari pengetahuan dan status gizi 0,183 > 0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan konsumsi minuman berpemanis dengan status gizi remaja. Lebih spesifik lagi, ditemukan bahwa individu dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang normal tidak selalu memiliki pengetahuan yang lebih baik, begitu pula sebaliknya, individu dengan IMT yang lebih tinggi tidak selalu memiliki pengetahuan yang lebih buruk. Temuan ini menekankan bahwa status gizi tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan tentang konsumsi minuman berpemanis semata.
Peningkatan Pengetahuan Status Gizi pada Remaja Putri dalam Mencegah Kejadian Anemia di SMPN 1 Conggeang: Increase Knowledge of Nutrition Status on Women Adolesence to Prevent Anemia Cases at SMPN 1 Conggeang Emi Lindayani; Dedah Ningrum; Diding Kelana Setiadi; Reni Nuryani; Amanda Puspanditaning Sejati; Nunung Siti Sukaesih
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i5.4880

Abstract

The cases of anemia in adolescent women in Indonesia are still relatively high. There was an increase in the prevalence of anemia from 2013 to 2018 among the 15-24 year age group, from 18.4% to 32% or 14.7 million people. Anemia or low Hb levels caused by a lack of nutrients is characterized by a disturbance in hemoglobin synthesis due to a lack of nutrients that play a role in the formation of hemoglobin either due to lack of iron consumption or impaired absorption. The data on the children's health report from the Sumedang Health Office shows that adolescent women in Conggeang Junior High School are the second largest out of 29 sub-districts in the Sumedang area who are at risk of anemia, which is 58 people. The purpose of this community service is to increase the knowledge and understanding of students of Conggeang 1 Junior High School about anemia so that it can prevent anemia and, ultimately, the growth and development of children. The method used is to provide health education about anemia, iron-containing nutrition, and about blood-added tablets. The result of this community service is an increase in knowledge of the pre-test scores of participants in the implementation of health education by 48%, while the post-test scores of as much as 90.28%.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Reumatik di Salah Satu Desa di Kecamatan Ujung Jaya Diding Kelana Setiadi; Iis Aisyah
Bina Sehat Masyarakat Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Bina Sehat Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bsn.v1i1.33740

Abstract

Reumatik adalah penyakit yang menyerang sendi dan struktur atau jaringan penunjang sekitar sendi. Penyakit rematik yang sering ditemukan adalah osteoarthritis akibat degenerasi atau proses penuaan, artritis rematoid penyakit autoimun dan gout karena asam urat tinggi (Junaidi, 2010). Pada lansia penyakit ini sering terjadi sehingga terkadang menyebabkan gangguan kualitas hidup pada lansi. Penyakit Reumatik dapat dicegah dan juga diberikan penanganan kesehatan. Dengan penyuluhan ini diharapkan pengetahuan lansia dan keluarganya dapat meningkat mengenai reumatik ini.metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah kaji tindak (action Research). Hasil dari penyuluhan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan lansia mengenai ap aitu reumatik, pencegahannya dan penanganannya.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Thalasemia Iis Aisyah; Diding Kelana Setiadi
Bina Sehat Masyarakat Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Bina Sehat Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bsn.v1i1.33744

Abstract

Thalasemia adalah suatu gangguan darah yang diturunkan ditandai oleh defisiensi produk rantai globin pada haemoglobin (Suriadi, 2012). Jawa Barat memiliki jumlah penderita thalassemia terbanyak di Indonesia dengan jumlah 1.751 orang atau 35% dari jumlah penderita thalassemia di Indonesia. Keberhasilan penanganan thalasemia terletak pada keberhasilan mengatasi dampak anemia. Dengan melakukan tranfusi darah secara rutin maka dampak dari thalassemia dapat diperlambat. Penyuluhan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai thalassemia dan juga meningkatkan ketersediaan darah di PMI Kabupaten Sumedang dengan melakukan donor darah.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MEMPERSIAPKAN GENERASI TANGGUH Nunung Siti Sukaesih; Emi Lindayani; Diding Kelana Setiadi; Akhmad Faozi; Dedah Ningrum; Hikmat Pramajati
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i1.2370

Abstract

Penyakit yang sering muncul terjadi pada anak usia sekolah 6-10 tahun adalah penyakit yang berkaitan dengan PHBS. Penyakit tersebut adalah yaitu cacingan, diare, anemia, dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Akan tetapi, berdasarkan hasil pengkajian sebelum dilakukan kegiatan PkM ternyata masalah kesehatan yang dihadapi oleh anak di SD Pangluyu adalah DBD, Anemia, Gizi seimbang, dan Myopia. Adanya pergeseran penyakit tersebut memerlukan perhatian secara khusus dari semua pihak. Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya edukasi terkait PHBS agar dapat diterapkan dengan baik oleh siswa yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaksanaan PHBS pada anak usia sekolah. Metode Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan menggunakan teori asuhan keperawatan yang terdiri dari lima langkah yaitu identifikasi masalah, menetapkan masalah kesehataan yang ada, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Sasaran kegiatan PkM adalah anak SDN Pangluyu kelas 4,5, dan 6 dengan jumlah 30 siswa. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya perubahan skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan p-value 0,014. Pendidikan dengan menggunakan media dan metode yang sesuai dengan tahap perkembangan anak dapat meningkatkan kemampuan anak dalam melaksanakan PHBS di sekolah maupun di rumah.
Nurses’ Perceptions of Deep Breathing Therapy for Angina Pectoris Patients at RSUD Umar Wirahadikusumah: A Phenomenological Study Prinsesa Mutiara Adam; Diding Kelana Setiadi; Ayu Prameswari Kusuma Astuti
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1009

Abstract

Angina pectoris is a common clinical manifestation of coronary heart disease that causes chest pain and discomfort, requiring comprehensive nursing management. Deep breathing therapy is a non-pharmacological nursing intervention that may help reduce pain and improve patient comfort. This study aimed to explore nurses’ perceptions regarding the application of deep breathing therapy in patients with angina pectoris. A qualitative study with a transcendental phenomenological approach was conducted in the High Care Cardiac Unit of a regional public hospital in Indonesia. Five nurses were recruited as participants using a snowball sampling technique. Data were collected through face-to-face, in-depth interviews guided by semi-structured questions. All interviews were audio-recorded, transcribed verbatim, and analyzed using Creswell’s spiral data analysis combined with Moustakas’ phenomenological analysis steps to identify meaningful themes. The findings indicated that nurses perceived deep breathing therapy as a simple, safe, and independent nursing intervention that could be flexibly applied according to patients’ clinical conditions. The therapy was mainly used for patients with mild to moderate chest pain and was perceived to promote relaxation, reduce anxiety, and enhance patient comfort. However, nurses also reported several limitations, including reduced effectiveness in patients with severe pain, unstable hemodynamic conditions, heavy nursing workload, and the absence of specific clinical guidelines. In conclusion, deep breathing therapy is perceived by nurses as a beneficial supportive intervention in the management of angina pectoris, highlighting the need for the development of standardized guidelines and further strengthening of non-pharmacological nursing practices in cardiovascular care.
The Relationship Between Knowledge and Perceptions of the Disease and Medication Adherence Among Elderly Patients with PRB Hypertension in the Service Area of the Cimalaka Community Health Center Mutiara Sari Nur Hasanah; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1025

Abstract

Background & Objective: Hypertension is a common chronic non-infectious disease, or noncommunicable disease (NCD), among the elderly and is often referred to as a “silent killer” because its symptoms are rarely apparent. Although the Referral-Back Program (PRB) is available, adherence to antihypertensive medication among the elderly remains a challenge. This study aims to analyze the relationship between knowledge and disease perception and medication adherence among elderly hypertensive patients in the Referral Back Program within the Cimalaka Community Health Center (Puskesmas) service area. Method: This study employed a quantitative correlational method with a cross-sectional design, involving 46 respondents selected through accidental sampling. Data collection in this study was conducted using the Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS) questionnaire to assess knowledge levels, the Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) to evaluate illness perception, and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) to assess medication adherence. Subsequently, the data were analyzed using the Spearman’s rho correlation test to determine the relationship between variables Result: The results of the Spearman’s rho test showed no significant association between knowledge and medication adherence (r = 0.176; p = 0.241) or between illness perception and medication adherence (r = 0.259; p = 0.082). Conclusion: It can be concluded that no significant association was found between knowledge levels and perceptions of the disease and medication adherence among elderly patients with hypertension participating in the Referral-Back Program in the service area of the Cimalaka Community Health Center.