Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Amina

UJI KUALITATIF ZAT PEWARNA SINTETIS PADA JAJANAN MAKANAN DAERAH KETAPANG KOTA BANDA ACEH Subhan; Arfi, Febrina; Ummah, Aminul
AMINA Vol 1 No 2 (2019): August 2019
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.218 KB) | DOI: 10.22373/amina.v1i2.35

Abstract

The synthetic dyes Rhodamin B and Methanyl Yellow are still often added to snacks to make the colors of snacks more obvious and people are interested in consuming them. Its use in long-term food products can cause cancer. The purpose of this study was to analyze synthetic dyes in chips, red macaroni, steamed cakes, yellow macaroni, bread jam and guava juice around the Ketapang area of ​​Banda Aceh City. The research method used is the Spot Test Analysis conducted qualitatively at the LPPOM MPU Laboratory in Banda Aceh City. The test results on the three samples namely chips, red macaroni, and steamed cake did not produce a color change reaction that showed Rhodamine B. The test results on yellow macaroni, bread jam and guava juice showed that the three samples tested did not produce a color change reaction indicating the presence of Methanyl Yellow. The conclusion from this test is that snacks have not been identified as Rhodamin B and Methanyl yellow or are free from the contents of the two synthetic dyes.
ANALISIS RESIDU KLORAMFENIKOL PADA UDANG WINDU (Penaeus monodon) MENGGUNAKAN High Performance Liquid Cromatography (HPLC) Adi Saputra, Surya; Arfi, Febrina
AMINA Vol 1 No 3 (2019): December 2019
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v1i3.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis residu kloramfenikol pada udang windu (penaeus monodon) menggunakan high performance liquid cromatography (hplc). Penelitian ini menghasilkan Residu kloramfenikol pada sampel udang windu (Penaus monodon) yang dianalisis menggunakan HPLC.Kadar residu kloramfenikol pada udang windu (Penaus monodon) dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja adalah sebesar 0,0024634 ppm. Dapat dikatakan bahwa udang windu dari PPS kutaradja masih aman untuk dikonsumsi karena tidak melewati BMR yang telah ditetapkan oleh SNI 01- 6366-2000 yaitu sebesar 0,01 ppm.
LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN KADAR KAFEIN DALAM KOPI ROBUSTA (Coffea canephora), KOPI ARABIKA (Coffea arabica) DAN KOPI LIBERIKA (Coffea liberica) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Aryadi, M Irvan; Arfi, Febrina; Harahap, Muhammad Ridwan
AMINA Vol 2 No 2 (2020): August 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i2.700

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang besar dan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Banyak dari masyarakat Indonesia yang mengkonmsumsi kopi tanpa mengetahui kadar kandungan kafein yang telah dikonsumsi. Pertanyaan dalam penelitian di skripsi ini adalah berapakah perbandingan kadar kandungan kafein yang ada didalam kopi Arabika, Robusta dan Liberika. Artikel ini menggunakan metode review jurnal berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan secara inklusi dan ekslusi yang didapatkan dari mesin pencarian data google scholarship baik itu jurnal nasional ataupun internasional, textbook serta artikel ilmiah yang dipublikasikan diatas tahun 2015. Metode yang dilakukan dalam menentukan kandungan kadar kafein menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada λ = 250 – 300 nm. Hasil review yang didapat adalah kandungan kadar kafein tertinggi pada kopi Arabika adalah 1,77 % dan terendah adalah 0,97 %. Kopi Robusta tertinggi adalah 2,15 % dan terendah 0,69 %. Kopi Liberika tertinggi 1,32 % dan terendah adalah 1,15 %. Semua hasil tersebut didapat dari 1 gram sampel. Kesimpulan yang didapat adalah kadar kafein tertinggi berasal dari kopi Robusta sebesar 2,15 %, kedua dari Arabika sebesar 1,77 % dan ketiga dari Liberika sebesar 1,32 %.
LITERATURE REVIEW: ANALISIS FITOKIMIA DAN MANFAAT EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) Saputra, Alwi; Arfi, Febrina; Yulian, Muammar
AMINA Vol 2 No 3 (2020): December 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i3.1220

Abstract

Daun kelor merupakan daun yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena diyakini dapat memberikan banyak manfaat. Daun kelor bermanfaat di berbagai bidang antara lain: bidang pengawetan pangan, kesehatan, makanan, kosmetika dan kecantikan, farmasi, dan pertanian. Tujuan dari literatur ini adalah untuk menganalisis kandungan senyawa fitokimia yang terdapat pada daun kelor serta pemanfaatannya pada berbagai bidang. Penelitian ini menggunakan metode review jurnal berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan secara inklusi dan ekslusi yang didapatkan dari mesin pencarian data google scholarship baik itu jurnal nasional, textbook serta artikel ilmiah yang dipublikasikan diatas tahun 2015. Hasil review yang didapat adalah senyawa fitokimia yang terdapat pada daun kelor antara lain: alkaloid, terpenoid, triterpenoid, steroid, saponin, quinon, fenol, flavonoid, dan tannin. Sehingga daun kelor dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang antara lain: Kesehatan, farmasi, pengawetan, pangan, kecantikan, pertanian, dan lain-lain.
ANALISIS FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BIDARA (Ziziphusmauritiana L.) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Aisyah, Novila; Harahap, Muhammad Ridwan; Arfi, Febrina
AMINA Vol 2 No 3 (2020): December 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i3.1388

Abstract

Daun bidara (Zizihpus mauritiana L.) merupakan salah satu tumbuhan di Indonesia yang mempunyai potensi untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satu manfaat daun bidara adalah sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam daun bidara (Zizihpus mauritiana L.) dan untuk mengetahui tingkat aktivitas ekstrak daun bidara (Zizihpus mauritiana L.) terhadap penghambatan bakteri dan metode difusi kertas cakram untuk pengujian aktivitas antibakteri. Hasil yang diperoleh dari uji fitokimia yaitu kandungan metabolit sekunder saponin, flavonoid, tanin dan fenol. Hasil uji aktivitas antibakteri dari variasi konsentrasi membuktikan bahwa ekstrak berpengaruh terhadap bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 5% v/v dengan zona hambat 9 mm dan 10% v/v dengan zona hambat 9 mm sedangkan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5% v/v dengan zona hambat 9,5 mm dan konsentrasi 10% v/v dengan zona hambat 11 mm. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun bidara dengan pelarut air memiliki aktivitas terhadap penghambatan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK TUMBUHAN SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN, TOMAT DAN DAGING AYAM Nur Huda; Bhayu Gita Bhernama; Febrina Arfi
AMINA Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i1.636

Abstract

Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, dan perairan yang sangat mudah rusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak tumbuhan sebagai pengawet alami tomat, ikan dan daging ayam berdasarkan waktu penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode literature review menggunakan database dari artikel-artikel dalam bentuk jurnal. Berdasarkan dari artikel yang dikumpulkan, didapatkan hasil dari beberapa tumbuhan yang diteliti, ekstrak yang paling efektif untuk dijadikan sebagai pengawet alami untuk ikan ekstrak daun mangga dengan lama penyimpanan selama 13 hari. Sedangkan ekstrak daun kemangi masih kurang efektif untuk pengawetan ikan yang hanya mampu menyimpan ikan selama 60 menit. Ekstrak tumbuhan yang paling efektif untuk mengawetkan buah tomat adalah ekstrak tanaman putri malu dengan waktu penyimpanan 11 hari. Ekstrak tumbuhan yang paling efektif untuk mengawetkan daging ayam adalah ekstrak daun salam dan biji pinang dengan penyimpanan selama 6 hari dan ekstrak yang kurang efektif untuk mengawetkan daging ayam adalah ekstrak dari daun salam dengan lama penyimpanan selama 18 jam.
PENGARUH KOAGULAN CANGKANG UDANG VANAME TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR DI DESA ALUE OEN KECAMATAN KAWAY XVI ACEH BARAT Muammar Yulian; Febrina Arfi; Rahma Maulidha Hilda
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1964

Abstract

: Air sumur merupakan sumber air yang ada di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat. Air sumur di kawasan Desa Alue Oen mempunyai kualitas yang kurang baik yaitu air berwarna kuning kecoklatan, keruh, dan berbau. Melihat air tersebut maka dilakukan upaya untuk memperbaiki keadaan air tersebut dengan koagulan cangkang udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh koagulan cangkang udang pada air sumur di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat dan presentase efektivitas koagulan cangkang udang dalam penjernihan air sumur di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode probability sampling pada dua sumur penduduk di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat. Penjernihan air sumur dilakukan dengan 200 mL pada masing-masing air sumur dengan penambahan koagulan 5 g dan 10 g menggunakan metode koagulasi-flokulasi. Hasil penelitian penambahan 5 g koagulan menurunkan kekeruhan 95,9% pada sumur I dan 96,5% pada sumur II. Penambahan 10 g koagulan menurunkan kekeruhan 87,2% pada sumur I dan 90,9% pada sumur II. Penambahan koagulan 5 g menurunkan nilai TDS pada sumur I 48,3% dan sumur II 42,9%. Penambahan koagulan 10 g menurunkan nilai TDS 40,7% pada sumur I dan 38,09% pada sumur II. Penambahan 5 g koagulan menurunkan kadar besi 97,1% pada sumur I dan 97,01% pada sumur II. Penambahan 10 g koagulan menurunkan kadar besi 96,06% pada sumur I dan 95,05% pada sumur II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan koagulan 5 g pada 200 mL air sumur lebih baik dari pada koagulan 10 g pada 200 mL air sumur untuk penjernihan air.
UJI PERSAMAAN LANGMUIR DAN FREUNDLICH PADA PENYERAPAN ION LOGAM KOBALT (II) OLEH KITOSAN DARI KULIT UDANG WINDU (Penaeus monodon) Dea Amanda; Febrina Arfi; Khairun Nisah
AMINA Vol 3 No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan salah satu adsorben alami yang sangat melimpah di alam dan banyak terdapat dalam kulit luar hewan golongan Crustaceae, salah satunya seperti udang windu (Penaeus monodon). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah proses penyerapan ion logam Co (II) oleh kitosan memenuhi persamaan Langmuir dan Freundlich dan untuk mengetahui nilai daya adsorpsi maksimum ion logam Co (II) oleh kitosan yang paling sesuai dengan persamaan Langmuir dan Freundlich. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah isolasi kulit udang menjadi kitosan melalui empat tahap, yaitu deproteinisasi, dekalsifikasi, dekolorisasi dan deasetilasi. Hasil isolasi kitosan dikarakteristik dengan menggunakan Fourier Transform Infrared. Persamaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah persamaan Langmuir dan Freundlich. Untuk proses penyerapan ion logam Co (II) dilakukan dengan cara memvariasikan massa kitosan 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 g dan waktu kontak kitosan 15, 20, 25 dan 30 menit perlakuan ini dilakukan dengan penambahan ion logam Co (II) 4 ppm sebanyak 25 mL. Hasil penyerapan ion logam kobalt (II) dianalisis dengan menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai efektivitas adsorpsi massa kitosan pada adsorpsi ion logam kobalt (II) sebesar 0,1164 mg/g, 0,1343 mg/g, 0,1464 mg/g, 0,1655 mg/g dan 0,1871 mg/g. Dan nilai efektivitas adsorpsi pada variasi waktu kontak kitosan sebesar 0,1871 mg/g 0,2027 mg/g 0,2138 mg/g dan 0,2083 mg/g. Model isoterm adsorpsi mengikuti persamaan isoterm Langmuir dan Freundlich, dengan daya adsorpsi kitosan terhadap ion logam kobalt untuk persamaan Langmuir sebesar 0,1116 mg/g dan 0,1834 mg/g serta persamaan Freundlich sebesar 5,7743 mg/g dan 5,3839 mg/g. Jadi uji persamaan isotem Langmuir dan Freundlich dapat menunjukan penyerapan ion logam kobalt (II) oleh kitosan.
KARAKTERISASI SABUN CAIR CUCI PIRING DENGAN VARIASI KONSENTRASI NaCl Mufham Mufakkir Arrazi; Khairun Nisah; Febrina Arfi
AMINA Vol 3 No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaCl terhadap karakteristik sabun cuci piring, dimana NaCl berfungsi sebagai pemisah bahan sabun dengan gliserin. Variasi NaCl dalam pembuatan sabun cuci piring cair adalah 125 g: 94 g: 62,5 g: dan 31 g. Karakteristik sabun di uji dengan uji organoleptik, uji viscositas, uji pH, uji stabilitas busa serta uji densitas sabun. Pengujian organoleptik diperoleh massa NaCl 31 g berbentuk encer dibandingkan dengan massa yang lain. Hal ini juga berpengaruh pada uji viscositas sabun, sehingga NaCl dengan massa 3 g untuk nilai viscositasnya tidak sesuai dengan nilai SNI, begitu juga dengan uji densitas massa dari 3 g NaCl tidan memenuhi. Uji pH dari semua massa menghasilkan nilai pH ± 7. Uji stabilitas busa sabun dengan semua massa NaCl diperoleh sesuai dengan SNI.
KARAKTERISASI DAN MODIFIKASI MEMBRAN KITOSAN DENGAN EKSTRAK ETANOL MAMAN UNGU (Cleome rutidospermae) Putri Rizkina; Febrina Arfi; Reni Silvia Nasution
AMINA Vol 5 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan polimer alami yang memiliki sifat non-toksik, hidrofil dan biokompatibel yang dapat digunakan dalam pembuatan membran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembuatan membran kitosan dengan penambahan ekstrak etanol maman ungu dan mengetahui karakteristik sifat fisik dan mekanik dari membran tersebut menggunakan metode inversi fasa. Hasil karakterisasi membran kitosan dengan penambahan 0,3 mL ekstrak etanol maman ungu didapatkan pori yang lebih kecil dari pada penambahan 0,6 mL permukaan membran tampak lebih kasar dibandingkan dari membran lainnya. Karakterisasi gugus fungsi FTIR membran kitosan dengan penambahan 0,3 mL dan 0,6 mL ekstrak etanol maman ungu tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan membran kitosan. Uji SEM menunjukkan membran kitosan memiliki permukaan yang sedikit kasar sedangkan membran kitosan dengan 0,3 mL permukaan cukup halus, sedangkan ekstrak 0,6 mL ekstrak etanol maman ungu terdapat penggumpalan cukup kasar dan pori-porinya. Berdasarkan hasil kesimpulan terjadi penurunan nilai kuat tarik pada penambahan ekstrak etanol maman ungu.