Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Tradisi Malabuh Masyarakat Banjar Sebagai Sumber Pembelajaran Teks Berbasis Kearifan Lokal dalam Pendidikan Bahasa Indonesia Harpriyanti, Haswinda; Wulandari, Noor Indah; Lismayanti, Heppy
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3249

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia membutuhkan sumber belajar yang kontekstual dan berakar pada pengalaman budaya peserta didik. Salah satu sumber pembelajaran yang potensial adalah kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tradisi malabuh masyarakat Banjar sebagai sumber pembelajaran teks berbasis kearifan lokal dalam Pendidikan Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, sesepuh kampung, dan pelaku ritual, serta dokumentasi narasi lisan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi malabuh mengandung kekayaan narasi spiritual, simbol ritual, dan nilai budaya yang relevan untuk pembelajaran teks, seperti teks narasi budaya, teks deskripsi, teks eksplanasi, dan teks laporan hasil observasi. Tradisi ini merepresentasikan relasi harmonis manusia–alam–entitas spiritual serta sistem pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Pemanfaatan tradisi malabuh sebagai sumber pembelajaran teks memungkinkan peserta didik memahami struktur dan makna teks secara kontekstual sekaligus menumbuhkan kesadaran budaya dan identitas lokal. Dengan demikian, tradisi malabuh tidak hanya berfungsi sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, bermakna, dan relevan dengan tujuan pendidikan berbasis kearifan lokal.
Campur Kode dalam Novel Rindu Karya Tere Liye: (Kajian Sosiolinguistik) Hidayah, Nor; Lismayanti, Heppy; Wulandari, Noor Indah; Arifin, Johan; Agustina, Rahidatul Laila
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis dan konteks sosial di mana kode campur muncul dalam novel Rindu karya Tere Liye. Kode campur adalah fenomena linguistik di mana seorang penutur memasukkan unsur-unsur bahasa lain seperti kata, frasa, klausa, atau idiom ke dalam bahasa utama tanpa mengubah topik pembicaraan. Fenomena ini khususnya relevan untuk diteliti dalam Rindu, karena narasinya berlatar pada masa kolonial, yang menyediakan lingkungan ideal untuk kontak bahasa dan interaksi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teks novel sebagai sumber data. Data kode campur diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan jenisnya (intra-kalimat, antar-kalimat, atau frasa nominal) dan bahasa yang digunakan (Belanda atau Inggris), dengan mengacu pada teori Fishman (1972) dan Holmes (2013). Data tersebut kemudian ditafsirkan dengan memeriksa konteks sosial dan naratif untuk memahami peran sosial, makna simbolik, dan hubungan kekuasaan di antara karakter sebagaimana tercermin melalui penggunaan bahasa. Secara hipotetis, penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa campur kode intrakalimat dengan unsur-unsur Belanda mendominasi, mencerminkan identitas sosial dan status kolonial yang berlaku pada masa itu. Kesimpulan akan merangkum berbagai bentuk campur kode dan implikasinya terhadap hubungan sosial dan dinamika kekuasaan dalam konteks novel.
VARIASI BAHASA DAN JENIS BAHASA MAHASISWA PERANTAU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA ANGKATAN 2022 DI UNIVERSITAS PGRI KALIMANTAN Norhasanah, Laila; Wulandari, Noor Indah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47013

Abstract

This study is based on the phenomenon of linguistic diversity among migrant students, which influences language use in daily interactions within the campus environment. The purpose of this study is to analyze the language variations and language types used by migrant students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program, class of 2022, at Universitas PGRI Kalimantan. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, recording, note-taking, and documentation of students’ utterances. The data were analyzed based on sociolinguistic theories of language variation and language types. The results show that the language variations found include variations based on speakers (dialect and idiolect), usage (register), formality (formal, casual, and consultative styles), and medium (spoken and written language). The most dominant variation is the Banjar dialect, which is widely used in informal communication among students. Meanwhile, the types of language identified include sociological aspects, language attitude, language acquisition, and the function of language as a lingua franca. Banjar language functions as a regional lingua franca in social interactions, while Indonesian is used in formal academic contexts. This study concludes that migrant students demonstrate strong linguistic adaptability by utilizing various language variations and types according to communicative contexts and needs. It also highlights the role of regional languages as both identity markers and effective tools for social communication within the campus environment.
Pengenalan Etnomatematika Dan Etnolinguistik Banjar Melalui Siaran RRI Pro 4 Banjarmasin Kalimantan Selatan Novia Winda; Ida Komalasari; Alimuddin A.Djdwad; Abdul Jabar; Noor Indah Wulandari; Akhmad Humaidi; Achmad Suwandi; Rizky Amaliani; Akhmad Syawaluddin
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getting to know Banjar culture while learning mathematics (ethnomathematics) and getting to know Banjar culture as well as learning language (ethnolinguistics) is a new thing for people to love Banjar culture more. This service introduced ethnomathematics and ethnolinguistics to the wider community through Radio Republik Indonesia Banjarmasin. The broadcast that specifically talks about Banjar culture is the Baisukan Pandiran Event which is held every Monday at 09.00-10.00 WITA. This activity was carried out 4 times in a row regarding: a) ethnomathematics of Sultan Suriansyah Mosque, b)Ethnomathematics in Kuntau Martial Arts in South Kalimantan, c) Ethnolinguistics of Religion and Beliefs of the Banjar People, and d) Ethnolinguistics of Traditional Arts of the Banjar People.