Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

POTENSI POTENSI GENOTIPE UNGGUL PADI GOGO (Oryza sativa L.) BERDASARKAN KARAKTER VEGETATIF UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN Syaifullah Rahim; Gusti Ray Sadimantara; Muhidin Muhidin; Nandini Ayuningtias; Amin Mbusango
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 27 No 2 (2025)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.27.2.156-163

Abstract

[EVALUATION OF SUPERIOR RICE GENOTYPES (Oryza sativa L.) BASED ON VEGETATIVE CHARACTERISTICS TO ENHANCE FOOD SECURITY]. This study aimed to identify superior genotypes of upland rice (Oryza sativa L.) adaptable to dryland conditions to support national food security. The experiment was conducted in Kambu Subdistrict, Southeast Sulawesi, using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with four replications. Eight genotypes were evaluated for five vegetative parameters—plant height, number of leaves, number of tillers, leaf area, and days to flowering measured at 21-77 days after planting (DAP). Significant genetic variation was observed among genotypes. Genotypes GS11-2, GS44-1, and GS16-1 exhibited superior early growth,with plant heights of 58-60 cm at 35 DAP, significantly outperforming the local control (41.6 cm). Correlation analysis revealed a strong positive relationship between plant height and leaf area (r=0.94 at 49-77 DAP) and a significant negative correlation between plant height and number of tillers (r=-0.86). Coefficients of variation ranged from 8.5-19.5%, indicating reliable data, except for leaf area at 21 DAP (30.1%). These findings underscore the value of early selection based on vegetative traits, particularly plant height and leaf area, as reliable indicators of yield potential. Genotypes with rapid and stable vegetative growth hold promise for development as dryland-adapted varieties. This research provides a robust scientific foundation for upland rice breeding programs to address land conversion and climate change challenges, thereby enhancing national food resilience. Full txt pdf
Evaluasi Permasalahan Tindak Agronomi, Kondisi Tanah, Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Pada Lahan Pertanian Sayuran di Kampung Dindey Warmare Eko Agus Martanto; Sutiharni Sutiharni; Syukur Karamang; Baso Daeng; Dwiana Wasgito Purnomo; Amin Mbusango; Ratna Ningsi; Veronica L Tuhumena; Adelin Elsina Tanati; Hayu Siwi Pribadi
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.196

Abstract

Latar Belakang: Kondisi pertanaman cabai dan bawang merah di Kampung Dindey tidak hanya ditunjukkan oleh keberadaan serangan hama dan penyakit semata, tetapi juga harus dianalisis berdasarkan praktik budidaya yang diterapkan petani.Tujuan: Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual pertanaman cabai dan bawang merah yang dikelola oleh petani, menginventarisasi jenis dan tingkat serangan hama serta penyakit tanaman yang ditemukan pada pertanaman cabai dan bawang merah, mengkaji hubungan antara praktik agronomi, kondisi tanah, dan kejadian serangan OPT serta meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani melalui penyuluhan dan pendampingan teknis mengenai budidaya sehat, pengelolaan tanah, serta strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.Metode: Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan yang sistematis, partisipatif, dan berbasis kebutuhan petani. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan empat tahap yaitu, tahap persiapan, tahap survei dan identifikasi lapang, tahap penyuluhan dan diseminasi teknologi, tahap pendampingan lapang.Hasil: Pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan peserta khususnya kelompok tani bahwa budidaya tanaman sayuran bermanfaat dalam peningkatan kesehatan, peningkatan imun tubuh, dan pemenuhan gizi dan pangan keluarga serta proses pemasarannya sebesar 76,92%. Pengetahuan petani terkait sistem pertanian yang baik dan benar dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan sekitar lahan pertanian meningkat sebesar 73,08%.
Analisis Indeks Kualitas Tanah pada Perkebunan Jeruk di Distrik Teluk Kimi Nabire, Papua Tengah Aprilia Damayanti; Ishak Musaad; Amin Mbusango
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIV Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v14i1.739

Abstract

Produksi jeruk di Kabupaten Nabire, Papua Tengah menurun meskipun daerah ini terkenal sebagai penghasil jeruk manis di Papua. Penurunan tersebut diduga terkait dengan penurunan kualitas tanah akibat pengelolaan lahan dan penggunaan pupuk kimia yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta menentukan indeks kualitas tanah (IKT) pada lahan perkebunan jeruk di Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire Papua Tengah. Metode yang digunakan adalah metode survei, dan skoring kualitas tanah berdasarkan kriteria Lal. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm dari empat lokasi lahan perkebunan, dan satu lokasi lahan hutan sebagai pembanding. Parameter yang diamati meliputi berat volume, porositas, tekstur, pH, Kapasitas Tukar Kation (KTK), Kejenuhan Basa (KB), Nitrogen total (N-total), Karbon organik (C-organik), Fosfor tersedia (P-tersedia), total mikoriza dan total mesofauna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum berat volume dan porositas tanah tergolong baik, namun tekstur didominasi liat (faktor pembatas berat ekstrem). Tanah bersifat sangat masam dengan kandungan hara dan aktivitas biologi rendah. Nilai indeks kualitas tanah di seluruh lahan tergolong buruk dengan kisaran skor 31-36. Faktor pembatas utama meliputi pH, KB, P-tersedia, N-total, mikoriza dan mesofauna. Disarankan agar dilakukan perbaikan pengelolaan tanah melalui pengapuran, penambahan bahan organik, serta pengawasan penggunaan pupuk dan pestisida untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas jeruk secara berkelanjutan.
Transforming Local Food Security through the Adoption of Organic Farming Inna Martha Rumainum; Ratna Ningsi; Nurlailah Nurlailah; Orgenes Wagarefe; Amin Mbusango; Yunita Palinggi; Veronica L. Tuhumena; Mathias M. Mobilala
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2026): MAY 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v8i2.18688

Abstract

Local farmers in Bintuni District do not yet understand cultivation techniques properly, resulting in low agricultural production. The purpose of this training was to provide an understanding of organic farming and improve the skills of farmers from the Meyah tribe in the Bintuni District, Teluk Bintuni Regency, in making organic fertilizers and organic pesticides. The training used discussion and practice methods. During the discussion session, the Unipa PkM team presented agricultural cultivation techniques, organic farming, and pest and disease control. Participants were very enthusiastic in listening to the material presented and provided a lot of feedback regarding obstacles encountered in the field. In the practical session, participants were given the opportunity to make organic pesticides from garlic and papaya leaves. In the final activity, participants made organic fertilizer from weeds, kitchen waste (vegetable scraps, etc.), and organic fertilizer from market waste. Both methods were very effective because they generated community enthusiasm, as can be seen from the responses given. Based on respondent data, there was an 85% increase in understanding of organic farming and cultivation techniques.
Penguatan Kapasitas Kader Malaria dalam Pemeriksaan Rapid Diagnostic Tests sebagai Upaya Deteksi Dini Berbasis Komunitas Hamdiah Ahmar; Yanti Pesurnay; Amin Mbusango
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i2.609

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya di wilayah Papua. Deteksi dini merupakan strategi penting dalam pengendalian malaria, salah satunya melalui penggunaan Rapid Diagnostic Test (RDT). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kader Malaria dalam melakukan pemeriksaan malaria menggunakan RDT. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 23 kader malaria melalui metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik lapangan yang didampingi fasilitator. Evaluasi dilakukan sebagai bagian dari pemantauan kegiatan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan, serta observasi terstruktur untuk menilai keterampilan praktik berdasarkan pedoman WHO dan Kementerian Kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kader secara deskriptif, dengan 87% peserta berada pada kategori keterampilan praktik baik, terutama pada aspek interpretasi hasil. Kegiatan ini menegaskan peran kader sebagai garda terdepan dalam deteksi dini malaria berbasis komunitas serta menunjukkan kontribusi pelatihan terstruktur terhadap penguatan upaya pengendalian malaria di tingkat lokal.
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH SAYUR DAN BUAH PASAR WOSI KABUPATEN MANOKWARI SEBAGAI PUPUK ORGANIK Amin Mbusango; Obadja A. Fenetiruma; Syaifullah Rahim; Ratna Ningsi; Inna M. Rumainum; Yunita Palinggi; Herlyn Winda Wie Leba
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6234

Abstract

Peningkatan timbulan limbah sayur dan buah di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, menimbulkan persoalan lingkungan seperti bau, pencemaran lindi, dan tingginya beban TPA akibat tidak adanya pemilahan dan pengolahan limbah organik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah organik pasar melalui pelatihan pengomposan aerobik, mengevaluasi kualitas kompos yang dihasilkan, serta menerapkan kompos pada tanaman hortikultura untuk melihat efektivitasnya. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan stakeholder, edukasi teori, praktik pembuatan kompos menggunakan bahan limbah pasar, dan EM11, serta monitoring proses fermentasi selama 30 hari. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dan kemampuan peserta dalam melakukan pemilahan, pencacahan, pencampuran, hingga pembalikan kompos secara mandiri. Kompos yang dihasilkan memiliki ciri fisik matang dan mampu memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung, tomat, dan ubi jalar. Program ini terbukti mengurangi jumlah limbah organik yang dibuang ke TPA serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi melalui potensi pemanfaatan kompos sebagai pupuk lokal. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung program Manokwari 0 Sampah dan pertanian berkelanjutan.