Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Vortex

PENGARUH MODE PEMBEBANAN MEKANIKA RETAKAN TERHADAP FATIGUE CRACK GROWTH RATE PADA STRUKTUR DOUBLER FUSELAGE SKIN PESAWAT BOEING 737-900ER Seran Luan, Randi Edward; Hartini, Dwi; Wibowo, Teguh; Prattiwi, Elisabeth Anna; Santoso, Djarot Wahju
Vortex Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/vortex.v6i1.2729

Abstract

Instalasi doubler dinyatakan aman di bawah Structural Repair Manual (SRM). Namun kemampuan menahan beban siklik tidak disebutkan secara eksplisit dalam SRM. Pembebanan siklik dapat menyebabkan kegagalan yang berhubungan dengan kelelahan. Penelitian ini didasarkan pada asumsi mekanika retak mode pembebanan II, dan analisis laju pertumbuhan retak dan siklus kelelahan dilakukan dengan menggunakan metode numerik MVCCI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai laju pertumbuhan retakan terendah adalah panjang retakan 8,5 mm pada kondisi terbang 5000 ft, yaitu 5,045×10-14 mm/siklus, dan nilai tertinggi adalah panjang retakan 51 mm. Pada kondisi penerbangan 40.000 kaki, ini akan menjadi 1,762×10-10 mm/siklus.
COMPARISON OF SANDWICH COMPOSITE WING STRUCTURE WITH BALSA WOOD (CASE STUDY OF UAV AIRCRAFT FIXED WING VTOL VX-2) Santoso, Djarot Wahju; Hariyanto, Kris
Vortex Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.516 KB) | DOI: 10.28989/vortex.v3i2.1236

Abstract

UAV aircraft with a fixed wing configuration with multi-rotor are aircraft capable of vertical take-off and landing (VTOL). In designing the wing structure of aircraft, the weight factor and the strength of the wing structure are factors that need to be considered. The use of sandwich composite materials on UAV wings is expected to be able to meet the requirements of UAV aircraft, namely having a light weight, having high rigidity and strength. In this study, a comparative analysis the strength of the sandwich composite wing structure with the balsa wood wing of the UAV VTOL VX-2 aircraft was carried out. The steps taken are to model the composite wing structure of sandwiches and balsa wood using CATIA. Performing the process of structural analysis using ANSYS software. Both half-span models are subjected to lift and vertical take-off loads. From the analysis results, the sandwich composite wing (glass fiber skin with styrofoam core) is stronger than the balsa wood wing structure under vertical take off loads. While the VTOL rods, upper and lower spars of the balsa wood wing model are stronger than the sandwich structure under lift loads, but overall the sandwich wing structure is stronger than the balsa wood wing
Pengolahan bioarang sebagai pengganti biogas dengan proses roasting pengolahan Kopi Arabica untuk mendukung ketahanan energi Santoso, Djarot Wahju; Sudarmanto, Sudarmanto; Husaini, Munawar; Mardwianta, Benedictus; Setiabudi, Dedet Hermawan; Subarjo, Abdul Haris
Vortex Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/vortex.v5i1.2011

Abstract

Pengolahan limbah biochar menjadi briket untuk dijadikan biogas dalam rangka mendukung proses pemanggangan pengolahan kopi arabika merupakan salah satu inovasi energi alternatif untuk mendukung ketahanan energi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi briket dengan campuran limbah kulit kopi dan debu kayu terhadap nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan uji densitas. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Pada komposisi II nilai densitasnya paling tinggi karena jumlah serbuk gergaji paling banyak. karena dengan perlakuan gaya tekan manual maka partikel arang akan mengalami kompresi sesuai dengan gaya tekan yang diberikan. Hasil penelitian komposisi I menghasilkan nilai kalor sebesar 5922 kal/gr, komposisi II menghasilkan nilai kalor sebesar 6072 kal/gr. Hasil pengujian kadar abu SNI 01-6235-2000 tentang briket arang, kadar abu yang diperbolehkan tidak melebihi 8%. Kadar abu yang dihasilkan pada komposisi I sesuai dengan standar yang ditentukan.