Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL MELALUI BERMAIN PERAN TEMA PROFESI PADA ANAK KELOMPOK B RA AL-FIRDAUS KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER Wijaya Adi Putra; Nury Kurnia; Aeniyatus Sholehah
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Perkembangan Sosial Emosional Melalui Bermain Peran Tema Profesi Pada Anak Kelompok B RA Al-Firdaus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus, setiap siklus dilakukan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelompok B yang ada di RA Al-Firdaus Kecamatan Panti Kabupaten Jenber. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi dengan membandingkan hasil observasi perkembangan sosial emosional anak dari siklus I dan siklus II sehingga dapat dilihat terjadinya peningkatan perkembangan sosial emosional. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat ditarik kesimpulan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional anak kelompok B yang ada di RA Al-Firdaus Kecamatan Panti Kabupaten Jember.
Pengembangan Media Kartu Kata Bergambar Untuk Mengenalkan Huruf Vokal Pada Anak Usia 4 – 5 Tahun di TK J AR-RUMI Dina Novita; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3419

Abstract

Kemampuan membaca awal anak usia 4–5 tahun, khususnya dalam pengenalan huruf vokal, ditingkatkan melalui pengembangan media kartu kata bergambar yang dirancang sebagai sarana pembelajaran dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara, observasi, validasi dari ahli, serta uji coba lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dirancang efektif dalam membantu anak mengenali huruf vokal secara visual dan interaktif, serta memberikan masukan berupa strategi pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru PAUD.
Pengembangan Alat Pembelajaran Edukatif Fishbone (Diagram) Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak 4-5 Tahun di TK J Ar-Rumi Ika Lailatul Firdaus; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3420

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini, khususnya pada rentang usia 4–5 tahun, sehingga stimulasi yang tepat melalui media pembelajaran inovatif sangat diperlukan agar keterampilan motorik halus dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran Fishbone dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK J Ar-Rumi. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media Fishbone yang dikembangkan diuji validitasnya oleh ahli media dan materi, kemudian diimplementasikan pada 10 anak selama tiga pertemuan. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest serta observasi dan wawancara. Hasil validasi menunjukkan media Fishbone sangat valid dengan skor rata-rata 85%. Selain itu, nilai rata-rata keterampilan motorik halus meningkat dari 55 pada pretest menjadi 83 pada posttest, dengan nilai N-Gain sebesar 0,62 yang menunjukkan efektivitas sedang. Observasi selama implementasi juga memperlihatkan minat dan antusiasme tinggi dari anak-anak. Dengan demikian, media pembelajaran Fishbone efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4–5 tahun, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif, sehingga direkomendasikan sebagai media pembelajaran inovatif dalam pendidikan anak usia dini.
PENDAMPINGAN GURU PAUD DALAM MERANCANG PEMBELAJARAN INKLUSIF MELALUI MEDIA DIGITAL YANG RAMAH ANAK Pipit Rika Wijaya; Ade Irma Noviyanti; Nury Kurnia; Marsidi Marsidi
PARADIGMA PENGABDIAN Vol 2 No 3 (2025): Edisi: November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/paradigma.v2i3.7787

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam merancang pembelajaran inklusif melalui media digital yang ramah anak. Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman guru tentang pendidikan inklusif serta keterampilan dalam mengembangkan media digital yang adaptif terhadap kebutuhan anak yang beragam. Pengabdian dilaksanakan di lembaga PAUD mitra di Kabupaten Jember pada 12 November 2025 melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan pendampingan berkelanjutan melalui workshop, praktik langsung, klinik pembelajaran, dan observasi kelas. Kegiatan pelatihan difasilitasi oleh Pipit Rika Wijaya, M.Pd; Ade Irma Noviyanti, M.Pd; Nury Kurnia, M.Pd; dan Marsidi, M.Si. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru tentang konsep pembelajaran inklusif, peningkatan keterampilan dalam menyusun modul ajar inklusif, serta kemampuan dalam mengembangkan media digital ramah anak. Guru berhasil menghasilkan produk berupa modul ajar inklusif dan media pembelajaran digital yang siap diimplementasikan di kelas. Implementasi pembelajaran menunjukkan respon positif dari anak, ditandai dengan meningkatnya partisipasi, antusiasme, dan keterlibatan dalam kegiatan belajar. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi pedagogis dan digital guru PAUD serta mendukung terwujudnya pembelajaran inklusif yang ramah anak.
Efektivitas Pendekatan Berdiferensiasi Dalam Kemampuan Membaca Siswa Autis Kelas 1 SD Partiwi Ngayuningtyas Adi; Nury Kurnia; Octalia Pramudiasti; Vivin Komalia
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p269-273

Abstract

Pendekatan berdiferensiasi merupakan metode yang dapat digunakan dalam mengajarkan siswa autis membaca, karena pada pendekatan berdiferensiasi tersebut memungkinkan guru untuk menyesuaikan lingkungan, metode dan materi pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi unik setiap siswa autis. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pendekatan berdiferensiasi dalam kemampuan membaca siswa autis kelas 1SD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Subject Research (SSR) atau penelitian subjek Tunggal. Kecenderungan stabilitas tahap baseline pada kemampuan membaca siswa autis adalah rentang stabilitas 6, mean level 34,2, batas atas 37,2 dan batas bawah 31,2 sedangkan pada tahap intervensi rentang stabilitas 13,5, mean level 74,4, batas atas 81,15 dan batas bawah 67,6. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode Single Subject Research (SSR) di Sekolah Kebutuhan Khusus Bangun Bangsa Surabaya maka dapat disimpulkan terdapat efektivitas pendekatan berdiferensiasi dalam kemampuan membaca siswa autis kelas 1SD.
Penerapan Permainan Balok Warna dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Pada Anak Usia 3-4 Tahun Rifatul Umamah; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5142

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan tahap penting dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, salah satunya kemampuan kognitif dalam mengenal bentuk geometri. Pengenalan bentuk geometri perlu diberikan sejak dini melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan agar anak dapat memahami konsep bentuk secara optimal.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 3–4 tahun melalui penerapan permainan balok warna di KB Darul Jannah Bondowoso.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang terdiri atas 7 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bentuk geometri anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap pra-siklus, ketuntasan klasikal hanya mencapai 20%, dengan sebagian besar anak (53,3%) berada pada kategori Belum Berkembang (BB). Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus I, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 46,6%. Selanjutnya, pada Siklus II ketuntasan klasikal meningkat menjadi 100%, dengan 86,7% anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan 13,3% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan balok warna efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 3–4 tahun di KB Darul Jannah Bondowoso. Selain meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri, media permainan balok warna juga mampu meningkatkan konsentrasi, partisipasi, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran.
Peningkatan Keberanian Berbicara Pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Role Playing dengan Menggunakan Media Boneka Tangan di KB Nurul Hidayah Situbondo Siti Junainah; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5143

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan aspek perkembangan bahasa yang penting distimulasi sejak usia dini karena berperan membantu anak mengekspresikan pikiran, perasaan, dan gagasan. Berdasarkan observasi awal di KB Nurul Hidayah Situbondo, keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun belum berkembang secara optimal, ditandai dengan rendahnya kepercayaan diri, rasa malu saat berkomunikasi, dan kurangnya keberanian menyampaikan pendapat secara lisan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun melalui metode role playing berbantuan media boneka tangan di KB Nurul Hidayah Situbondo. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 anak usia 4–5 tahun. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase ketercapaian indikator keberanian berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa role playing dengan media boneka tangan efektif meningkatkan keberanian berbicara anak. Pada tahap pratindakan, rata-rata ketercapaian indikator sebesar 25% (kategori Belum Berkembang/BB). Setelah tindakan Siklus I, ketercapaian meningkat menjadi 40,7% (kategori Mulai Berkembang/MB), dan meningkat lebih optimal pada Siklus II menjadi 73,6% (kategori Berkembang Sesuai Harapan/BSH). Peningkatan tersebut tampak dari keberanian anak tampil di depan kelas, berpartisipasi dalam percakapan, mengucapkan kalimat sederhana, menunjukkan rasa percaya diri, merespons percakapan teman, serta berkurangnya rasa malu dan keraguan saat berbicara. Dengan demikian, metode role playing berbantuan media boneka tangan terbukti efektif meningkatkan keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun di KB Nurul Hidayah Situbondo.