Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberdayaan “Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin” melalui Program Remaja Bersih Narkoba Fransiska, Mellia; Hidayati, Hidayati; Susanti, Evi; Zoni, Henri; Putra, Yuhendri; Ashra, Fauzi; Kustanto, Debby Ratno; Ramadanti, Indah Putri; Masnarivan, Yoko
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1078

Abstract

Diperlukan upaya sinergis antara pemerintah, kepolisian, perguruan tinggi, lembaga adat, dan masyarakat dalam penanggulangan narkoba di Kota Bukittinggi mengingat meningkatnya penyalahgunaan narkoba dari 67 kasus tahun 2022 menjadi 100 kasus di 2023. Tujuan PkM ini adalah meningkatkan partisipasi "Tungku nan tigo sajarangan, tali nan tigo sapilin" dalam penanggulangan narkoba melalui Program Remaja Bersih Narkoba (Raja Benar). Metode: Sosialisasi melalui analisis situasi dan advokasi mitra (LKAAM dan Satresenarkoba Kota Bukittinggi), edukasi melalui pelaksanaan kegiatan workshop, penerapan teknologi yaitu pembentukan manajemen dan desain Raja Benar, pendampingan dan evaluasi melalui pengukuran pengetahuan pre dan post kegiatan, pembentukan manajemen Raja Benar, dan desain Raja Benar. Hasil: Tahap Persiapan, koordinasi dan advokasi tim dengan Mitra untuk menentukan jadwal kegiatan dan peserta. Tahap Pelaksanaan, Lokakarya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 September 2024 di Aula UPN Bukittinggi. Workshop dihadiri oleh 25 peserta dari LKAAM, Satgas Narkoba Bukittinggi, LKAAM se-Kota Bukittinggi, KAN Kurai 5 Jorong, Kepala TrantibHumas se-Kota Bukittinggi, Alim Ulama, Parik Paga Nagari Kurai dan pers koran Singgalang. Narasumber Ketua LKAAM, Satgas Narkotika, dan Dosen UPN Bukittinggi. Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan pretest pengetahuan peserta. Kegiatan dibuka oleh MC, pemaparan materi oleh ketiga narasumber yang dipimpin oleh moderator dan dilanjutkan dengan diskusi panel, pembentukan pengurus Raja Benar, yang akan ditetapkan oleh Rektor UPN, menyepakati desain Raja Benar, dan setelah itu dilakukan post-test pengetahuan peserta dan diakhiri dengan pencatatan testimoni para peserta aktivitas. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan berupa peningkatan pengetahuan peserta worskshop sebelum dan sesudah kegiatan, pembentukan pengurus Raja Benar, disepakatinya prototipe Raja Benar di Kota Bukittinggi, dan adanya testimoni positif dari peserta kegiatan
STUNTING DIBERBAGAI NEGARA: PERBANDINGAN GLOBAL Debby Ratno Kustanto; Indah Putri Ramadhanti; Masya Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1932

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar di berbagai belahan dunia, khususnya negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan prevalensi, faktor penyebab, serta upaya penanggulangan stunting di beberapa negara secara global, dengan fokus khusus pada konteks Indonesia. Kegiatan utama dari penelitian ini adalah wawancara langsung yang disiarkan melalui program RRI Pro 4 Bukittinggi. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data yang diperoleh dianalisis untuk menemukan persamaan dan perbedaan kebijakan serta strategi yang diterapkan di berbagai negara dalam mengatasi stunting. Hasil wawancara mengungkap bahwa meskipun penyebab stunting relatif serupa, seperti kurangnya asupan gizi dan sanitasi yang buruk, pendekatan kebijakan sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masing-masing negara. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengambil kebijakan di tingkat lokal maupun nasional dalam merumuskan strategi yang lebih efektif dan kontekstual dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
Stunting dan Kemiskinan Debby Ratno Kustanto; Indah Putri Ramadhanti; Alfian Tanjung
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2032

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kegagalan tumbuh yang akarnya melekat pada masalah kronis gizi dan kemiskinan struktural. Di Indonesia, prevalensi stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya untuk keluarga miskin dengan akses terbatas pada makanan bergizi, layanan dasar, dan pendidikan. Edukasi publik melalui media dirasa efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang hubungan antara stunting dan kemiskinan. Tujuan pengabdian ini adalah mendeskripsikan peran media radio publik dalam edukasi gizi dan pencegahan stunting dalam program “Obrolan Sehat: Satu Energi Hadapi Stunting” dengan topik “Stunting dan Kemiskinan” di RRI Pro4 Bukittinggi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam membahas bagaimana layanan siaran edukatif ini berdasarkan pada dokumen siaran, analisis materi pembicaraan, dan respons pendengar melalui media interaksi, yakni kuping masyarakat melalui telepon, WhatsApp, dan media sosial. Sumber informan ahli dari Universitas Prima Nusantara Bukittinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa program siaran ini berhasil memberikan latar belakang isu stunting terkait masalah kemiskinan, dan memberikan informasi praktis mengenai intervensi gizi keluarga. Partisipasi pendengar cukup baik, dan interaksi turut mendukung untuk meningkatkan kesadaran tentang penerapan formula “1.000 Hari Pertama Kehidupan” dan bantuan pemerintah. Program ini membuktikan potensi menjadi media advokasi kesehatan masyarakat yang adil dan partisipatif.
Variations of Ovitrap Autocidal Water for Controlling Aedes Aegypti Alhamda, Syukra; Cici Apriza , Yanti; Herawati, Nova; Kustanto, Debby Ratno; Susanti, Evi; Nurdin, Nurdin; Harisnal, Harisnal
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i3.21152

Abstract

Dengue fever in Indonesia is still classified as a serious disease because it has increased yearly from 2011 to 2013. This study aims to determine the difference in the effectiveness of various types of water in the queue as a trap for eggs of Aedes aegypti mosquitoes in Bukittinggi. This type of research is experimental. The test used is the Anova test because the data is not normal using the Mann-Whitney test. The research sample used a sampling technique. This study uses primary data which can be seen from the number of trapped Aedes Aegypti mosquito eggs. The results showed that between the straw bales using well water and mineral water, the p-value was (0.421)> ɑ (0.05), meaning that there was no difference between the straw-soaked line with well water and water mineral. Meanwhile, after a statistical test was carried out between the straw bales using mineral water and rainwater, the p-value was (0.008)> ɑ (0.05), (Ho was rejected, Ha was accepted), meaning that there was a difference between the straw-soaked anthers and mineral water and rainwater. Based on the results of various types of attractants on the number of Aedes aegypti mosquito eggs trapped in the applied science laboratory of the University of Fort De Kock, Bukittinggi, the straw-soaked extract with rainwater is more effective because it produces more eggs than the extract soaked in straw with well water and extract soaked in straw with mineral water.
Red Dragon Pudding (Hylocereus Polyrhizus) on Hemoglobin Levels of Anemia Adolescents Putri Ramadhanti, Indah; Nova H, Desri; Kustanto, Debby Ratno; Fitriani, Mimi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.5916

Abstract

WHO data in 2022 stated that anemia in adolescents aged 13-18 years was 23%, developing countries 53.7% in 2018. Based on the 2023 SKI, anemia in adolescents in Indonesia is quite high, which is 32% at the age of 15-24 years, which has an impact on adolescent health. The iron and vitamin content of dragon fruit affects the process of hemoglobin formation in red blood cells. This study aims to determine the effect of giving dragon fruit pudding on hemoglobin levels in anemic female adolescents. Quantitative research type, Pre-Experimental Design method, One-Group Pretest-Posttest Only Design. The infinite population of all anemic female adolescents in the Koto Lolo Health Center work area, Sungai Penuh City with a purposive sampling technique obtained 16 respondents in 2024. The instrument uses POCT (Easy Touch GCHb Brand) and observation sheets. Data is not normally distributed, using the Wilcoxon test. Univariate analysis obtained the average hemoglobin level before being given dragon fruit pudding was 9,81 + SD 0.832 and after being given dragon fruit pudding was 11,81 + SD 0.758. There was an increase of 2 gr/dl in Hb levels. The results of the bivariate analysis obtained a p value of 0.001 which means (p≤0.05). There is an effect of giving dragon fruit pudding on the hemoglobin levels of anemic adolescent girls in the Koto Lolo Health Center work area in 2024. It is hoped that giving dragon fruit pudding as one of the alternative companion therapy programs to increase Hb levels in anemic adolescent girls
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK DI RUMAH PADA MASYARAKAT DI JORONG GANTIANG ATEH NAGARI TANTUNG ALAM KECAMAAN TANJUNG BARU KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2013 Zoni, Hendri; Ratno Kustanto, Debby
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.184

Abstract

Perilaku merokok selalu terjadi peningkatan di Indonesia, survei yang dilakukan di Kabupaten Tanah Datar pada dua puluh dua jorong ditemukan tingginya kasus yang merokok di rumah terutama pada kepala keluarga di jorong Gantiang Ateh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok di rumah pada masyarakat di Jorong Gantiang Ateh Nagari Tantung Alam Kecamatan Tanjung Baru Kabupaten Tanah Datar Tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang ada di Jorong Gantiang Ateh dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Systematic Random Sampling dengan jumlah populasi 203 orang dan sampel 67 orang. Hasil penelitian ini ada 62 orang merokok di dalam rumah, 35 (52,2%) orang yang memiliki sikap negatif, 36 (53,7%) terpapar dengan iklan rokok, dan 51 (76,1%) orang berada pada lingkungan yang buruk. Dari hasil analisis dengan menggunakan uji chi-square tidak ada hubungan antara sikap dan iklan rokok dengan perilaku merokok, dan terdapat hubungan antara lingkungan sosial dengan perilaku merokok, dengan p value 0,010 ≤ α (0,05). Dapat disimpulkan dari tiga variabel yang diteliti tidak terdapat hubungan antara sikap dan iklan rokok dengan perilaku merokok, dan terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial dengan perilaku merokok. Diharapkan kepada kepala keluarga untuk tidak merokok di rumah agar dapat meningkatkan kesehatan keluarga dan kepada pihak puskesmas agar dapat melakukan pembinaan kepada keluarga yang memiliki kepala keluarga perokok.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Konsumsi Sayur Pada Anak Di SD Negeri 05 Simpang Tiga Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2013 Rahmi Kurnia Gustin, Rahmi; Debby Ratno Kustanto, Debby Ratno Kustanto
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i2.201

Abstract

Vegetables and fruits are a source of the best fiber with a high water content, it useful facilitate digestion. The cause of nutrition problem is the lack of nutrition including vegetable intake in children. Thesurvey resultsobtainedfromSDN05whichat least12 peopleto consume vegetables(40%).. Secretary of the Ministry of Agriculture Directorate of Horticulture, said the people of Indonesia vegetable consumption among the lowest in the world. The low consumption of vegetables in children is influenced by several factors, knowledge, attitude, related factor availability of vegetables, and education, this study aims to determine the Factors Associated With Vegetable Consumption In Children At SD N 05 Simpang Tiga subdistrict Luhak Nan Duo West Pasaman 2014.This research is analytic studies using cross sectional study design with the entire population of mothers who have children attending the elementary school as much as 439 people, random sampling method (random sampling). The collection of data is data taken from the distribution of questionnaires to the respondents. The collected data is processed by computerized using Chi-square statistical test. These results indicate that most mothers high knowledge level of 41 (50,6%), have a positive attitude 31 (38,3%), availability of vegetables 56 (69,1%) and higher education 18 (22,2%). The results of chi-square test for knowledge obtained p = 1,000, p = 0.322 attitude, availability of vegetable p = 0.878 and p = 0.928 obtained education. It means that the probability of p> .0,05. So some hypothesis is not proven, it means there is no relationship between knowledge, attitude, availability of vegetable and education with vegetable consumption in children, Suggestedthat the counseling and health education to mothers of elementary school children about the importance of nutrition and a balanced diet containing vegetables inelementaryschoolchildren.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK DI RUMAH PADA MASYARAKAT DI JORONG GANTIANG ATEH NAGARI TANTUNG ALAM KECAMAAN TANJUNG BARU KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2014 Ratno Kustanto, Debby; Prihmono, Bambang; Utami, Lestari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i2.251

Abstract

Perilaku merokok selalu terjadi peningkatan di Indonesia, survei yang dilakukan di Kabupaten Tanah Datar pada dua puluh dua jorong ditemukan tingginya kasus yang merokok di rumah terutama pada kepala keluarga di jorong Gantiang Ateh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok di rumah pada masyarakat di Jorong GantiangAteh Nagari Tantung Alam Kecamatan Tanjung Baru Kabupaten Tanah Datar Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang ada di Jorong Gantiang Ateh dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Systematic Random Sampling dengan jumlah populasi 203 orang dan sampel 67 orang. Hasil penelitian ini ada 62 orang merokok di dalam rumah, 35 (52,2%) orang yang memiliki sikap negatif, 36 (53,7%) terpapar dengan iklan rokok, dan 51 (76,1%) orang berada pada lingkungan yang buruk. Dari hasil analisis dengan menggunakan uji chi-square tidak ada hubungan antara sikap dan iklan rokok dengan perilaku merokok, dan terdapat hubungan antara lingkungan sosial dengan perilaku merokok, dengan p value 0,010 ≤ α (0,05). Dapat disimpulkan dari tiga variabel yang diteliti tidak terdapat hubungan antara sikap dan iklan rokok dengan perilaku merokok, dan terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial dengan perilaku merokok. Diharapkan kepada kepala keluarga untuk tidak merokok di rumah agar dapat meningkatkan kesehatan keluarga dan kepada pihak puskesmas agar dapat melakukan pembinaan kepada keluarga yang memiliki kepala keluarga perokok.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 0 – 23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO RAJO KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2016 Ratno Kustanto, Debby; Mellia Fransiska, Mellia; Elma, Elma
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v8i1.286

Abstract

Adanya 178 juta anak di dunia yang terlalu pendek berdasarkan usia dibandingkan dengan pertumbuhan standar WHO, stunting menjadi indikator kunci dari kekurangan gizi kronis, seperti pertumbuhan yang melambat, perkembangan otak tertinggal dan sebagai hasilnya anak-anak stunting lebih mungkin mempunyai daya tangkap yang lebih rendah. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Koto Rajo Kabupaten Pasaman tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain crossectional study dengan jumlah populasi sebesar 444 balita dan sampel sebanyak 82 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan Multistage Random Sampling dan menggunakan proporsi untuk mengambil disetiap posyandu, selanjutnya digunakan metode Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan α 95 % dan uji statistik yang digunakan adalah chi-square test. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara umur balita dengan kejadian stunting (p 0.708), ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin balita dengan kejadian stunting ( p 0.037), tidak ada hubungan yang bermakna antara besar keluarga dengan kejadian stunting (p 0.197), ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting (p 0.031) dan ada hubungan yang bermakna antara status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting (p 0.044). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa usia balita dan besar keluarga tidak memiliki hubungan yang bermakna sedangkan jenis kelamin, pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stunting. Diharapkan kepada masyarakat untuk meningkatkan status gizi balita dan pihak puskesmas untuk meingkatkan program pelayanan gizi balita.
EFEKTIVITAS MOBILISASI DINI DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN PASCA SECTIO CAESAREA DI RSUP DR M.DJAMIL PADANG TAHUN 2016 Ria, Trifita; Kustanto, Debby Ratno
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v8i2.335

Abstract

Smoking for most Indonesian people is still regarded as normal behavior, part of social life and lifestyle, without understanding the risks and health hazards to themselves and the people and the surrounding community. A survey conducted by the Global Adults Tobacco Survey (GATS) in 2011, the prevalence of smokers in Indonesia rank climbed to number 2 in the world. Therefore, the government passed a law on December 24, 2012, the Government issued Regulation 109/2012 on cigarettes for health therein contained rules that must be obeyed by cigarette manufacturers. The purpose of this study to determine how perceptions ofcurrent smokers through five stages, namely the perception of stimulation-organization interpretation and evaluation-memory and recall. This type of research is research using qualitative methods, from the month of August - September 2016. The primary data obtained through interviews focus group discussion while the secondary data obtained to study the document. Informants in this study were active smokers in the village of Tarok Dipo Guguk Panjang District of Bukittinggi. The results of this study are tobacco consumption by the majority of society into its own phenomenon that is difficult to stop the government's efforts to reduce tobacco consumption society by requiring cigarette manufacturers to include warning labels to cigarettes on the packaging cigarette have indeed been done, but smokers still stubborn to keep doing the habit of smoking, In conclusion, note that consumer understanding of the meaning of the stimulus put on warning labels to cigarettes that they see and experience the past is an important factor in shaping perceptions. each individual interpretation based on past experience and interests. Active smokers in the village of Tarok depot on its common aware of any warning labels to cigarettes and are able to understand the meaning of the warning message.