Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Novice Translators’ Perceptions of AI-Assisted Translation Sulistya Ningrum; Almira Fidela Artha; Tahan Sihombing; Serli Meilina; Mutiara Ramadhani
Culturalistics: Journal of Cultural, Literary, and Linguistic Studies Vol 10, No 1 (2026): Culturalistics: Journal of Cultural, Literary, and Linguistics Studies (June 20
Publisher : English Literature Study Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ca.v10i1.30355

Abstract

This study investigates how novice translators perceive and engage with AI-assisted translation tools, emphasizing their emerging AI literacy and its impact on translation learning. Twelve undergraduate students enrolled in an introductory translation course participated in semi-structured interviews, sharing their experiences with tools such as Google Translate, DeepL, ChatGPT, and Gemini. Data were analyzed thematically to identify patterns in tool usage, perceived benefits and concerns, and attitudes toward AI’s role in learning. The findings indicate that novice translators actively experiment with multiple AI tools, often combining them strategically to support vocabulary, grammar, phrasing, and text naturalness. Participants appreciated AI’s efficiency and scaffolding potential but expressed concerns about overreliance, skill erosion, cultural inaccuracies, and ethical or privacy issues. Despite these concerns, they consistently viewed AI as a supportive resource rather than a replacement for manual translation, emphasizing the importance of human judgment, critical evaluation, and post-editing. Instructor guidance also played a role in shaping responsible AI use, with mixed stances encouraging careful, reflective engagement. The study underscores the need for translation curricula to incorporate AI literacy, enabling learners to leverage AI’s benefits while maintaining foundational skills, autonomy, and ethical awareness. These insights highlight the potential for human-centered, hybrid approaches in AI-integrated translation education.
EKSPLORASI HIPONIMI DAN HIPERNIMI DALAM NOVEL “NEGERI PARA BEDEBAH” KARYA TERE LIYE BERDASARKAN PERSPEKTIF J. D. PARERA Hadi Asrori; Almira Fidela Artha; Habil Abyad
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 2 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i2.4174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguraikan hiponimi dan (2) mendeskripsikan hipernimi dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye berdasarkan perspektif J.D. Parera. Sumber data utama adalah novel tersebut, dengan teknik pengumpulan data melalui pembacaan dan pencatatan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 12 hipernimi yang terbagi menjadi 9 jenis kata benda dan 3 jenis kata sifat; (2) hiponimi ditemukan pada jenis kata yang sama dengan hipernimi, yaitu 9 jenis kata benda dan 3 jenis kata sifat, karena keduanya saling berkaitan. Penelitian ini mengungkap hubungan hierarkis antara hiponimi dan hipernimi, di mana hipernimi mewakili makna umum dan hiponimi mewakili makna khusus. Temuan ini menegaskan kekayaan linguistik dalam novel serta hubungan antara makna umum dan khusus dalam struktur kata.