Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EKSPLORASI HIPONIMI DAN HIPERNIMI DALAM NOVEL “NEGERI PARA BEDEBAH” KARYA TERE LIYE BERDASARKAN PERSPEKTIF J. D. PARERA Hadi Asrori; Almira Fidela Artha; Habil Abyad
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 2 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i2.4174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguraikan hiponimi dan (2) mendeskripsikan hipernimi dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye berdasarkan perspektif J.D. Parera. Sumber data utama adalah novel tersebut, dengan teknik pengumpulan data melalui pembacaan dan pencatatan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 12 hipernimi yang terbagi menjadi 9 jenis kata benda dan 3 jenis kata sifat; (2) hiponimi ditemukan pada jenis kata yang sama dengan hipernimi, yaitu 9 jenis kata benda dan 3 jenis kata sifat, karena keduanya saling berkaitan. Penelitian ini mengungkap hubungan hierarkis antara hiponimi dan hipernimi, di mana hipernimi mewakili makna umum dan hiponimi mewakili makna khusus. Temuan ini menegaskan kekayaan linguistik dalam novel serta hubungan antara makna umum dan khusus dalam struktur kata.
Wacana Kritis Perbandingan Tiga Kandidat dalam Debat Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024: Analisis Korpus Hadi Asrori; Almira Fidela Artha; Dika Prestiawan
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.200

Abstract

This study analyzes the use of verbs in the 2024 East Java Gubernatorial Debate from the perspective of Norman Fairclough's discourse analysis, which includes text, discourse practice, and social practice. The main objective of this research is to identify the verbs most frequently used by each pair of candidates (paslon) using the AntConc software. The method employed is qualitative descriptive, where data is collected from debate transcripts converted into .txt format and analyzed to identify the dominant verbs. The results show thirteen commonly used verbs, such as “obtain”, “ensure”, “present”, and “give”. The Luluk-Lukman pair frequently used the verbs “ensure”, “obtain”, and “give” to emphasize welfare; Khofifah-Emil used “present”, “build”, and “give” to highlight achievements; while Tri Rismaharini-Gus Hans used “give”, “obtain”, and “make” to focus on education and social togetherness. This research highlights the importance of critical discourse analysis in understanding political communication strategies and can be further developed to analyze political debates at other local levels.