Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Respon Mahasiswa terhadap Penggunaan Bahan Ajar Kajian Fiksi Berbasis Kearifan Lokal Simarmata, Mai Yuliastri; Sulastri, Saptiana; Hartati, Mesterianti
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2020): Lentera
Publisher : STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fun learning is learning that is carried out interactively, fun, challenges, and motivates students to participate actively. Therefore, the development of teaching materials can motivate students to be more active in the learning process. The use of teaching materials used by students in reality is still minimal. Therefore, this study aims to describe and analyze student responses to the use of local wisdom-based study of fiction teaching materials. This research uses the Research and Development (RnD) type of research. Research respondents were 44 students who took the subject of fiction study in the even semester of the 2019/2020 school year. Data collection techniques using student response questionnaires, observation and documentation. Data analysis techniques using percentages. The results of the research on student responses to the use of fiction study teaching materials were 83.8% and were in the feasible category with a very good predicate. Based on student responses It can be said that students as users of teaching materials give good responses to the Fiction Study textbook. Thus the use of teaching materials can increase student learning motivation.
Dampak Penerapan Model Pembelajaran Multiliterasi Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Hartati, Mesterianti; Melia, Melia
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 1 (2025): Volume 8, Number 1 July 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i1.6274

Abstract

Penelitian ini mengenai dampak penerapan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal terhadap Mata Kuliah Sastra Klasik Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak penerapan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal terhadap mata kuliah Sastra Klasik Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penerapan pendekatan pembelajaran, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Penelitian ini dikelompokan dalam tiga tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengolahan data. Pada tahapan persiapan dilakukan studi pendahuluan, identifikasi masalah dan rumusan masalah. Pada tahapan pelaksanaan pertama yaitu dilakukan pretest pada kelas kontrol dan eksperiment selanjutnya pada kelas kontrol dilakukan pembelajaran secara konvesional dan pada kelas eksperimen dilakukan pembelajaran dengan Pembelajaran Multiliterasi Berbasis Kearifan Lokal. Setelah mendapatkan pembelajaran, kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan postest. Pada tahapan pengolahan data, hasil pretes, postest, observasi, skala sikap serta wawancara dilakukan analisis dan tahapan terakhir yaitu menyimpulkan hasil. Berdasarkan hasil pengolahan data dan temuan-temuan dalam penelitian ini, dihasilkan analisis bahwa mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan Multiliterasi Berbasis Kearifan Lokal secara signifikan memiliki pengetahuan tentang Sastra Klasik Kalimantan Barat lebih baik dibandingkan dengan  Mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional.
KEARIFAN EKOLOGIS SUKU DAYAK UUD DANUM DALAM NOVEL DANUM Wulansari, Fitri; Hartati, Mesterianti; Melia, Melia
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5467

Abstract

ABSTRAKKrisis ekologis global, yang ditandai oleh isu seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan, bersumber dari minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sastra, sebagai media yang merefleksikan nilai-nilai budaya, menawarkan potensi signifikan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis , namun integrasi etika lingkungan dan kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa dan sastra masih tergolong minim. Penelitian ini bertujuan menelaah nilai kearifan lokal terkait interaksi manusia dengan alam dalam novel Danum karya Abroorza A. Yusra. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif dan pendekatan ekokritik. Sumber data berasal dari kata-kata atau kalimat yang ada di dalam novel Danum. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian ekokritik sastra di Indonesia serta kontribusi praktis bagi pengembangan materi pembelajaran yang memperkuat kesadaran ekologis dan melestarikan kearifan lokal.Kata Kunci: Ekokritik, Etika Lingkungan, Kearifan Lokal, Novel Danum. ABSTRACTThe global ecological crisis, characterized by issues such as climate change and environmental degradation, stems from a lack of public awareness in safeguarding the environment. Literature, as a medium that reflects cultural values, offers significant potential for fostering ecological consciousness, yet the integration of environmental ethics and local wisdom in language and literature learning remains minimal. This research aims to analyze the values of local wisdom related to human-nature interaction in the novel Danum by Abroorza A. Yusra, using a qualitative content analysis method and an ecocritical approach. The data source consists of words and sentences within the novel Danum. This study is expected to make a theoretical contribution to literary ecocriticism studies in Indonesia, as well as a practical contribution to the development of learning materials that strengthen ecological awareness and preserve local wisdom.Keywords: Ecocriticism, Environmental Ethics, Local Wisdom, Danum Novel.
Dinamika Psikologis Konflik Tokoh Dalam Kumpulan Cerita Rakyat Kalimantan Barat Melia Melia; Mesterianti Hartati
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 9, No 1 (2026): VOLUME 9, NUMBER 1 July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v9i1.8820

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menganalisis konflik internal dan eksternal yang dialami oleh para tokoh dalam kumpulan cerita rakyat Kalimantan Barat, dengan fokus pada representasi dinamika psikologis. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan psikologi sastra, studi ini menerapkan teori psikoanalisis Sigmund Freud (Id, Ego, dan Superego) sebagai kerangka analisis. Sumber data berasal dari lima cerita rakyat, termasuk "Burung Arue dan Burung Talakot" serta cerita turunannya. Temuan menunjukkan bahwa konflik tokoh utamanya adalah pergulatan antara dorongan primitif (Id), tuntutan moral (Superego), dan upaya penyeimbang dari Ego. Karakter anak-anak yang awalnya dikuasai Id (lalai) bertransformasi setelah mengalami Superego yang menghukum, sementara Raja Tunggal menunjukkan Ego yang matang setelah menyadari kelalaiannya. Artikel ini menyimpulkan bahwa cerita rakyat berfungsi sebagai media transmisi nilai moral dan pemahaman mendalam tentang sifat dasar manusia dan resolusi konflik, yang relevan untuk pendidikan karakter.Kata Kunci: Dinamika Psikologis, Konflik, Cerita Rakyat
Hubungan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dengan Kemampuan Menulis Teks Puisi Marsiana Yuni; Al Ashadi Alimin; Mesterianti Hartati
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 4 No. 3 (2026): Bhinneka
Publisher : Universitas Palan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v4i3.1788

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI), particularly Large Language Models such as ChatGPT, has changed the paradigm of creative writing learning in secondary schools. However, empirical evidence regarding the relationship between the intensity of this technology utilization and the quality of students' literary works is still limited. This study aims to examine the relationship between AI utilization and the poetry writing skills of grade XI students at Karya Budi Putussibau Senior High School. The method used was a quantitative correlational method with a sample of N = 27 students selected through a random sampling technique. Data were collected using an AI utilization questionnaire (30 valid and reliable statements, (α= 0.975) and a poetry writing test assessed with an analytical rubric. The results of descriptive statistical analysis showed that the level of AI utilization was in the high category (M = 3.70) and students' poetry writing skills were in the good category (M = 78.41). The Pearson Product Moment correlation test showed a very strong and significant positive relationship between the two variables (r = 0.978; p < 0.01). These findings confirm that proper AI integration acts as a creative catalyst that helps students explore diction and imagery structure in the poetry writing process.
PENGENALAN PERMAINAN TRADISIONAL GASING SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN IDENTITAS BUDAYA PULAU LEMUKUTAN Adhitya Prihadi; Suriani Sari; Syarifah Fadillah; Mesterianti Hartati; Henry Maksum; Yenni Rizal
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.10655

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap pola bermain anak-anak di wilayah pedesaan pesisir. Kondisi ini menyebabkan permainan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal semakin terlupakan. Pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi permainan tradisional melalui kegiatan sosialisasi kepada anak-anak di RW 02 Dusun Lemukutan Besar, Desa Lemukutan, Kabupaten Bengkayang. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan utama, yaitu: (1) persiapan melalui koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh adat, ketua RW, dan sekolah dasar; (2) eksekusi kegiatan berupa pengenalan, praktik, dan refleksi permainan tradisional; dan (3) evaluasi menggunakan form kesan peserta dan dokumentasi visual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak tidak lagi mengenal permainan gasing, galah asin, dan engklek sebelum program dilaksanakan. Namun, setelah intervensi, terlihat antusiasme tinggi, peningkatan interaksi sosial, serta tumbuhnya pemahaman anak terhadap nilai budaya lokal. Kegiatan ini berhasil menjadi sarana konservasi budaya dan mendorong partisipasi masyarakat untuk pelestarian permainan tradisional secara berkelanjutan.
Asesmen Diagnostik Kognitif dan Nonkognitif pada Pembelajaran Teks Deskripsi Siswa Kelas VIII Nisa Nur Anis Wara Nisa; Muhammad Thamimi; Mesterianti Hartati; Endah Cahyaning Ratri; Resti Cahyani; Windi Atika Yulianti Rista; Sheren Gustaviani; Jelpa Kurnila Sari
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v15i1.11162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan karakteristik kognitif dan non-kognitif murid kelas VIII pada pembelajaran teks deskripsi mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai dasar perencanaan pembelajaran berdiferensiasi. Asesmen diagnostik dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tes kesiapan belajar sebagai aspek kognitif, serta angket minat dan angket gaya belajar sebagai aspek non-kognitif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes tertulis, pengisian angket, dan observasi perilaku belajar di kelas, dengan alat pengumpulan data berupa lembar soal tes diagnostik (pilihan ganda dan uraian) untuk mengukur kesiapan belajar, lembar angket berskala Likert untuk menjaring minat belajar, serta lembar angket dan pedoman observasi untuk memetakan gaya belajar peserta didik. Subjek penelitian berjumlah 30 murid kelas VIII. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan teknik persentase. Hasil menunjukkan murid terbagi ke dalam tiga kelompok kesiapan belajar, yaitu mahir (30%), sedang (43,3%), dan berkembang (26,7%). Minat murid paling banyak mengarah pada topik tempat wisata alam (33,3%), sedangkan gaya belajar didominasi oleh gaya visual (40%) dan kinestetik (33,3%). Temuan ini menegaskan perlunya diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar, misalnya melalui model Station Rotation, agar pembelajaran teks deskripsi lebih responsif terhadap kebutuhan individual murid.