Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Majene: IASP 2020 Muhammad Saddang; Suddin Bani; Hamzah S. Fathani; Usri Usri; Kamus Kamus; Muhammad Idris Hasanuddin; Bulqia Mas'ud; Aan Setiawan; Yusril Yusril; Nurul Hazirah Hamzah
MALAQBIQ Vol. 1 No. 2 (2022): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v1i2.328

Abstract

Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 merupakan perangkat akreditasi baru yang disusun pemerintah melalui Badan Akreditasi Nasional Sekolah/ Madrasah. Penyusunan Instrumen akreditasi baru ini menjadi kebutuhan yang mendesak karena banyaknya perubahan yang terjadi dalam dinamika pendidikan. Perubahan instrumen ini diarahkan pada pemenuhan mutu pendidikan yang lebih substantif yang harus dipenuhi oleh sekolah dan madrasah pada setiap jenjangnya. Dalam hal ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Majene sebagai tim pengabdi melakukan pelatihan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dalam pelatihan ini, tim pengabdi menyajikan materi secara rinci tentang Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 terutama pada 4 komponen utama yaitu mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, dan manajemen sekolah. Tujuan pelatihan ini adalah agar pihak sekolah memiliki persiapan lebih maksimal saat mengajukan penilaian akreditasi sekolah sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan. Pelatihan ini dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah seluruh peserta yang terdiri dari kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, dan guru dapat memahami secara rinci setiap komponen yang ada pada instrumen akreditasi yang baru.
Enhancing Students' Self-Regulated Learning through Differentiated Instruction Based on Prior Knowledge Muhammad Idris Hasanuddin; Zuhdiah Zuhdiah; Sukri Badaruddin; Aan Setiawan; Ummi Kalsum
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1371

Abstract

Differentiated instruction, which tailors learning experiences based on students’ readiness, interests, and prior knowledge, has been identified as an effective approach to fostering self-regulated learning. This study aims to analyze the impact of differentiated instruction based on prior knowledge on students' self-regulated learning, focusing on its benefits, challenges, and potential solutions for effective implementation. A systematic literature review was conducted using major academic databases, applying PRISMA guidelines for article selection. Thematic analysis was employed to identify key themes related to prior knowledge, differentiated instruction, and self-regulated learning. The findings indicate that differentiated instruction based on prior knowledge positively contributes to the development of students' self-regulated learning, metacognitive skills, self-efficacy, and intrinsic motivation. However, challenges such as limited teacher training, time constraints, and lack of institutional support hinder its implementation. Various strategies, including professional learning communities (PLCs), dynamic assessment, and adaptive technology, have been proposed to address these issues. The study concludes that strengthening teacher training programs, fostering collaboration among educators, and leveraging technology are essential to optimizing the implementation of differentiated instruction based on prior knowledge. Future research should explore its application across different educational levels and subject areas to enhance its effectiveness in diverse learning contexts.
RUANG LINGKUP DAN FUNGSI ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Abdul Syukur; Aan Setiawan
El-Fakhru Vol. 1 No. 1 (2021): El-Fakhru
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.855 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i1.16

Abstract

Pada dasarnya Islam mengajarkan dan memberikan mencontohkan tentang kehidupan yang serba terarah dan sudah teratur dengan baik, dan telah memberikan contoh konkrit adanya tertib administrasi yang mengarah ke sebuah keteraturan, seperti halnya Puasa, haji dan beberapa ajaran agama lainya. Teori dan konsep administrasi yang digunakan saat ini sebenarnya sudah ada sejak dulu dalam Al-Qur’an, seperti pada saat Allah SWT menciptakan alam semesta beserta isinya, di sana Allah sudah memperlihatkan bagaimana penciptaan alam semesta ini diciptakan dengan teratur dan bekerja seperti tujuan diciptakanya.
Keutamaan Dan Kedudukan Menuntut Ilmu Dalam Islam (Majelis Taklim) Al-Muthmainnah; Aan Setiawan
El-Fakhru Vol. 1 No. 2 (2022): El-Fakhru
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.802 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i2.224

Abstract

Abstract In the 4.0 era which will lead towards the industrial session 5.0, the institutions and Islamic education experience significant progress. In everyday life, the issues often arise in the atmosphere of society whose background is not from an educator or instructor and is classified as a layman or lacks Islamic knowledge. In the midst of the emergence of broadcasts on social media, lecture content that can be accessed at any time only applies to the urban or suburban community level, while rural communities who have not been touched by internet access cannot enjoy this. Meanwhile, in the perspectives of  Islam, seeking religious knowledge (syar’i) is very important for the servant in order to distinguish which things are allowed and what are prohibited in islam. In this paper, the focus is on discussing the primacy of studying in Islam using a library research approach, namely by collecting data, literature, and reference books that are considered to be related to the themes discussed. The results of this study are the primacy and position of studying in islam based on the description of Hadist that have been agreed upon by the authenticity scholars both in matan and sanad are obligatory (highly recommended). Keywords: The primacy of science, source of science
Peradaban Islam di China Aan Setiawan; Darwis; Muhammad Saddang; Al-Muthmainnah
El-Fakhru Vol. 2 No. 2 (2023): El-Fakhru
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v2i2.571

Abstract

Abstrak Negara China untuk pertama kalinya disatukan oleh Kaisar Shi Huang Thi pada masa Kekaisaran Dinasti Qin (221-207 SM. Masuknya agama ke China memiliki beberapa teori, diantaranya: semenjak pada masa Rasulullah SAW dan baru masuk ketika pada masa khalifah Utsman bin Affan. Agama Islam mulai masuk dan menyebar di wilayah cina melalui beberapa cara, di antaranya melalui hubungan perdagangan, perkawinan ataupun dengan asimilasi atau persesuain budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara jelas bagaimana Agama Islam bisa menyebar ke Negara China dan peranan Islam dalam perkembangan Negara China . Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan (library research) atau studi pustaka. Penulis mengumpulkan dan membaca informasi yang didapat dari buku-buku, artikel, jurnal, maupun tulisan ilmiah lainnya. Adapun hasil dari penelitian ini adalah kaum muslim di China telah mempunyai pengaruh dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan politik, ekonomi, dan budaya China. Selain itu perkembangan Islam di China pada masa Dinasti-Dinasti sangatlah berkembang baik dalam bidang komunikasi ataupun transportasi. Kata kunci : China, Agama Islam, Penyebaran Islam, Etnis Muslim