Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PROGRAM EDUKASI DAN MOTIVASI KEPATUHAN DIET BAGI PASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT HANDAYANI Yulianto, Andri; Adri, Asis
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2851

Abstract

Gagal ginjal kronik memerlukan terapi hemodialisa yang memerlukan pengaturan diet ketat untuk menunjang keberhasilan pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, kepatuhan diet pada pasien hemodialisa masih menjadi tantangan utama yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan motivasi pasien. Program edukasi dan motivasi kepatuhan diet ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kepatuhan diet pasien hemodialisa di Rumah Sakit Handayani. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan edukasi diet, konseling motivasional, serta pelibatan keluarga sebagai pendukung. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan pasien dari 35% menjadi 85%, motivasi dari 25% menjadi 70%, dan kepatuhan diet dari 30% menjadi 75%. Keterlibatan keluarga juga meningkat dan berkontribusi positif terhadap keberhasilan program. Tingkat kepuasan peserta mencapai 90%, menandakan efektivitas materi dan metode yang digunakan. Kesimpulannya, program ini efektif meningkatkan kepatuhan diet pasien hemodialisa dan dapat dijadikan model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Disarankan untuk mengintegrasikan konseling psikologis dan pemanfaatan teknologi digital guna mendukung keberlanjutan dan efektivitas program.
BALL GRASPING THERAPY TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON-HEMORAGIK DI RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA Yulianto, Andri; Aswadi, Fharis Apriza
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3045

Abstract

Stroke non-hemoragik (stroke iskemik) merupakan kondisi medis yang timbul akibat terganggunya aliran darah ke otak, umumnya disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah di otak. Gangguan ini mengakibatkan penurunan pasokan oksigen dan nutrisi ke bagian tertentu di otak, yang pada akhirnya bisa mengakibatkan kerusakan pada sel-sel otak. Tujuan penelitian ini untuk pengaruh ball grasping therapy terhadap kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik di RS Harapan Bunda Lampung Tengah Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ini menggunakan penelitian analitik pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posstest. Populasi dalam penelitian adalah semua pasien stroke non-hemoragik berjumlah 30 di RS Harapan Bunda Lampung Tengah Tahun 2024. Sampel penelitian adalah 30 orang dengan teknik sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian ini menggunkan lembar observasi dan SOP ball grasping therapy. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t test. Berdasarkan hasil data analisis univariat didapatkan hasil bahwa distribusi frekuensi bahwa rata-rata kekuatan otot sebelum dan setelah diberikan ball grasping therapy pada pasien stroke non-hemoragik adalah 0,33 dan 0,77 Hasil analissi bivariat menggunakan uji statistik dengan uji t test pre-test d post-test didapatkan hasil bahwa p value 0,001 dan 0,000 yang artinya ada pengaruh ball grasping therapy terhadap kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik di RS Harapan Bunda Lampung Tengah Tahun 2024. Diharapkan agar perawat menerapkan menerapkan ball grasping therapy dalam meningkatakan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE Nurhalizah, Desy; Yulianto, Andri; Tiara
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v1i4.86

Abstract

Background: Post-stroke patients often experience a decline in quality of life due to physical, psychological, social, and economic limitations. Muscle weakness, mobility difficulties, and inability to perform daily activities reduce independence, making patients highly dependent on family support during recovery. Adequate family support can enhance motivation, confidence, and adaptability, while lack of support may lead to depression, helplessness, and poor quality of life. Many post-stroke patients still do not receive optimal family support, resulting in persistently low quality of life. Objective: This study aimed to analyze the relationship between family support and the quality of life of post-stroke patients in the working area of the Ambarawa Health Center, Pringsewu Regency. Methods: This quantitative study used an analytical cross-sectional design. The population consisted of 33 post-stroke patients selected using a total sampling technique. Data were collected using family support (30 items) and quality of life (25 items) questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. Results: Among 17 respondents with good family support, 21 (88.2%) had good quality of life, while 12 of 16 respondents (68.8%) with poor family support had low quality of life. The Chi-Square test showed p = 0.000 (< 0.05), indicating a significant relationship between family support and quality of life. Conclusion: Family support plays a crucial role in improving post-stroke patients’ quality of life. The stronger the family support, the better the quality of life across physical, psychological, social, and economic aspects.