Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBERIAN SARI KURMA PADA BALITA STUNTING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI Saputri, Nurwinda; Yulianto, Andri; Septiasari, Yeti; Hasyim, Dzul Istiqomah
Bagimu Negeri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i2.2268

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa sebagai Sumber Daya Manusia. Kualitas anak dipengaruhi oleh cara Negara dalam mempertahankan generasi. Adapun upaya untuk peningkatan kualitas SDM ini dengan terpenuhinya kebutuhan dasar manusia dengan memperhatikan tumbuh kembang anak. Tingginya angka kejadian stunting menjadi perhatian pemerintah. Beberapa penyebab stunting itu sendiri adalah kurangnya asupan yang diserap oleh tubuh mulai dari masih didalam kandungan sampai dengan setelah lahir, kurangnya akses ke pelayanan kesehatan, kurangnya akses air bersih dan sanitasi. Keanekaragaman makanan yang tersedia adalah sumber zat gizi bagi tubuh manusia guna melaksanakan peran dan fungsinya yang  juga merupakan salah  satu cara memperbaiki kondisi Stunting pada anak. Buah kurma termasuk golongan buah-buahan yang satu satuan penukarnya mengandung 50 kalori, 10gram protein dan 12gram karbohidrat. Kegiatan dilakukan dengan pretest, pengukuran status gizi. Penyampaian materi, Posttest, pemberian sari kurma, monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan secara door to door.  Kemampuan ini kita lihat dari hasil pre dan post test yang dilakukan, dan dapat dikatakan Baik, penyampaian materi dengan metode ceramah dan demonstrasi mendukung kemampuan peserta dalam menguasai materi yang disampaikan oleh Tim Pengabdi.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA Vanessa, Tiara; Yulianto, Andri; Efendi, Rahmat
Bagimu Negeri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i2.2168

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut ( ISPA ­) adalah infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang saluran permafasan bagian atas (hidung) dan saluran pernafasan bawah (alveoli) beserta organ adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga dan pleura. Peningkatan penderita kejadian ISPA akan menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian dunia, karena ISPA memiliki berbagai komplikasi mengancam jiwa sepertipenyakit  otitis media, sinusitis, faringitis, pneumonia. Saat ini penataklasanaan ISPA meliputi perilaku hidup bersih dan sehat yang baik dalam lingkungan keluarga dan masayarakat. PHBS adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran seseorang sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri pada bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyaraka. Dengan menerapkan PHBS masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Kota Metro dengan sasaran masyarakat yang memiliki balita. Metode yang digunakan dalam pendidikan ini adalah pendidikan kesehatan dan pendekatan pada masyarakat. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat seluruh peserta dapat memahami informasi yang baik yaitu sebesar 80% dapat menerapkan PHBS pada balitanya
GERAKAN KESEHATAN MELALUI PENGETAHUAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING Yulianto, Andri
Bagimu Negeri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v8i1.2378

Abstract

Kejadian Stunting  dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah pengetahuan orang tua khususnya ibu menegenai gizi yang seimbang bagi balita. Status gizi kurang yang diberikan pada balita, berpengaruh terhadap outcome balita dan cenderung memiliki balita yang Stunting, dibandingkan dengan ibu yang memberikan gizi yang baik. Kejadian balita Stunting (pendek) merupakan salah satu masalah gizi utama yang harus dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir, balita pendek (Stunting) memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk. Pengetahuan gizi merupakan pengetahuan yang berkaitan antara pemberian makanan dan zat gizi. Hal tersebut berpengaruh terhadap sikap dan perilaku ibu karena pengetahuan gizi ibu yang kurang baik dapat menjadi salah satu penentu status gizi dalam memberikan makanan yang akan di konsumsi pada balita. Kegiatan dilakukan dengan memberikan Pre Post  dengan metode ceramah dan role play pengukurnan stunting. mendukung kemampuan peserta dalam menguasai materi yang disampaikan oleh Tim Pengabdi.
Implementasi Sterilisasi Dan Manajemen Arus Lalu Lintas Penumpang Dan Kendaraan Di Pelabuhan Penyeberangan Jepara Provinsi Jawa Tengah Priyono, Broto; Yulianto, Andri; Widjatmoko, Eko Nugroho; Triwahyuni, Siti Nurlaili; Agustini, Elfita; Agustini, Hera; Shintya Putri, Ni Ketut
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.205

Abstract

Keamanan dan keselamatan dalam kegiatan keberangkatan dan kedatangan penumpang/kendaraan di suatu pelabuhan penyeberangan dipengaruhi oleh pola arus lalu lintas di pelabuhan tersebut. Penerapan sterilisasi pada setiap zona di pelabuhan dan kelancaran arus lalu lintas akan menjadikan suatu kegiatan yang aman dan selamat di pelabuhan Penyeberangan Jepara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting sterilisasi di setiap zona dan kondisi arus lalu lintas di pelabuhan serta fasilitas yang mendukung penerapan sterilisasi dan arus lalu lintas. Metode yang digunakan untuk menganalisis permasalahan adalah metode observasi secara langsung di lapangan untuk mengamati penerapan sterilisasi pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 91 Tahun 2021 tentang Zonasi pada Kawasan Pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan dan manajemen arus lalu lintas di Pelabuhan Penyeberangan Jepara yang mengacu pada Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.242/HK.104/DRJD/2010 tentang Pedoman Teknis Manajemen Lalu Lintas Penyeberangan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa pelabuhan penyeberangan Jepara belum menerapkan sterilisasi pelabuhan seperti pedagang kaki lima yang bebas berjualan di area dermaga, pengantar/penjemput yang mengantar atau menjemput penumpang langsung ke dermaga (zona C) dan adanya pemancing di area dermaga, maka penerapan sterilisasi sangat diperlukan. Masih bergabungnya loket tiket untuk penumpang dan kendaraan masih bergabung dengan area parkir siap muat untuk kendaraan golongan II dan III dengan kendaraan golongan IV dan V. Belum adanya tollgate dan jembatan timbang serta kurangnya fasilitas pendukung seperti rambu-rambu di setiap zona pelabuhan.
Konsumsi Buah dan Sayur Meningkatkan Fungsi Kognitif pada Anak Sekolah Dasar di Kabupaten Pringsewu Prastikaningrum, Yulia Putri; Nuryati, Elmi; Yulianto, Andri
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.788 KB)

Abstract

Asupan makanan yang baik mengandung asupan serat bagi tubuh. Rata-rata asupan serat penduduk Indonesia hanya sepertiga yang dapat terpenuhi dari yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia. Rendahnya konsumsi buah dan sayur merupakan masalah perilaku terutama bagi anak usia sekolah yang paling sering ditemukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar terhadap fungsi kognitif. Jenis penelitian analitik komparatif numerik berpasangan dengan desain penelitian Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak sekolah sekolah dasar di Desa Sukoharjo III Barat Kecamatan Sukoharjo, sedangkan sampel penelitian 12 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan instrumen yang digunakan adalah kuesioner, leaflet, poster, buah dan sayur asli, serta video animasi. Analisis data bivariat dilakukan dengan Uji Nonparametrik Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian terdapat peningkatan rata-rata fungsi kognitif sesudah diberikan edukasi sebesar 98.75. Hasil uji statistik menunjukkan (p-value = 0.007 < 0.05) yang berarti bahwa terdapat pengaruh edukasi konsumsi buah dan sayur terhadap fungsi kognitif pada anak sekolah dasar di Desa Sukoharjo III Barat Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Tahun 2020. Diharapkan orang tua tetap memberikan motivasi bagi anaknya untuk mengonsumsi buah dan sayur secara mandiri sesuai anjuran pemerintah. Selain itu, keluarga dapat mendampingi dan memilihkan jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak dan menyiapkan bekal untuk dibawa ke sekolah agar terpenuhi kebutuhan harian buah dan sayur.
PENGARUH PEMBERIAN SARI KURMA TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSARI KABUPATEN PRINGSEWU Hasyim, Dzul Istiqomah; Saputri, Nurwinda; Septiasari, Yeti; Yulianto, Andri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i1.2283

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi di dunia, ada 165 juta balita di dunia dalam kondisi pendek (stunting). Stunting merupakan permasalahan gizi di dunia, ada 165 juta balita di dunia dalam kondisi pendek (stunting). asupan nutrisi harus mengandung energi, protein, karbohidrat, vitamin, zat besi, mineral, dan asam folat.Sari kurma bisa menjadi pilihan yang baik untuk kenaikan gizi balita karena kurma kaya akan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Sarikurma merupakan makanan yang kaya akan nutrisi dan sering direkomendasikan untuk mencegah stunting pada anak-anak. Stunting adalah kondisi dimana anak memiliki pertumbuhan fisik yang terhambat secara kronis akibat defisiensi gizi atau kondisi lingkungan yang tidak memadai. Mengonsumsi sari kurma secara teratur dapat membantu mencegah stunting. Tujuan dari penelitian ini diketahuinya Pengaruh Konsumsi Sari Kurma Terhadap Peningkatan Status Gizi (BB/U) Pada Balita Stunting di Desa Podosari Kabupaten Pringsewu Tahun 2023. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian Exprimental Design dengan menggunakan rencana pretest-posttest dan dibagi dua kelompok yaitu kelompok control dan kelompok intervensi. Dalam penelitian dilakukan kepada balita stunting yang terdata di posyandu Podosari Pekon Podosari dan posyandu Matahari Pekon Pringsewu Barat sejumlah total terdapat 24 balita. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada berat badan, tinggi badan, status gizi berat badan menurut umur dan berat badan menurut tinggi badan pada kedua kelompok (p value > 0,05). Berbeda dengan status gizi berat badan menurut umur, didapatkan bahwa kelompok control memiliki status gizi yang lebih rendah dibandingkan kelompok intervensi dan didapatkan pervedaan bermakna ( p value < 0,024).
Penyuluhan kesehatan tentang penerapan terapi bermain puzzle pada anak pra sekolah untuk mengurangi kecemasan saat menjalani perawatan di rumah sakit Yulianto, Andri; Idayati, Idayati; Sari , Senja Atika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i1.53

Abstract

Health learning about the application of puzzle playing therapy in preschool age to reduce an anxiety during hospitalization The therapeutic game, in which the nature of therapeutic play is a simple game, and a mechanism for development and critical events such as hospitalization. The therapeutic play believed to have a healing or healing effect with cathartic or anxiety-relieving properties, so that play develops into a therapeutic method for children. Types of games in preschool-age that use motor skills or play skills that are widely chosen, such as candles that can form, such as drawing large manic and puzzles. Puzzle is a game that uses patience and persistence in arranging it. The puzzle playing method chosen as a therapeutic play medium during preschool-age children undergoing treatment in the hospital which aims to reduce the impact of hospitalization because of nursing procedures because this game is easy and does not require a lot of energy, so that gradually the child's mental also gets used to being calm, diligent and patient in getting things done. Extension activities for 4 people consisting of boys and girls. The equipment used for counseling such as leaflets, laptops, LCDs, power points, play therapy equipment. Keywords: Puzzle game; Anxiety; Preschool-age; Hospitalization Bermain merupakan permainan terapeutik (therapeutic play), dimana sifat permainan terapeutik merupakan permainan yang sederhana, dan sebagai mekanisme perkembangan dan peristiwa yang kritis seperti hospitalisasi. Bermain terapeutik diyakini memiliki efek healing atau penyembuhan dengan sifat katarsis atau pelepasan kecemasan sehingga menjadikan bermain berkembang menjadi sebuah metode terapi pada anak. Jenis permainan pada anak usia prasekolah yang menggunakan kemampuan motorik atau skill play yang banyak dipilih yaitu seperti lilin yang dapat dibentuk, menggambar manic manic ukuran besar, dan puzzle. Puzzle merupakan permainan yang menggunakan kesabaran dan ketekunan dalam merangkainya. metode bermain puzzle dipilih sebagai media bermain terapeutik selama anak usia prasekolah menjalani perawatan di rumah sakit yang bertujuan untuk mengurangi dampak hospitalisasi akibat prosedur keperawatan karena permainan ini mudah dan tidak memerlukan energy yang besar, sehingga lambat laun mental anak juga terbiasa untuk bersikap tenang, tekun dan sabar dalam menyelesaikan sesuatu. Kegiatan penyuluhan 4 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Adapun perlengkapan yang digunakan untuk penyuluhan seperti leaflet, laptop, lcd, power point, perlengkapan terapi bermain.
Penyuluhan kesehatan kekurangan energi kronik dan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita Yulianto, Andri; Hana, Resi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i4.160

Abstract

Faktor yang mempengaruhi stunting menurut WHO tahun 2013 salah satunya faktor keluarga yaitu faktor ibu kekurangan nutrisi (saat sebelum hamil, hamil dan menyusui, masa menyusui), status tinggi badan ibu, kehamilan remaja, infeksi, bayi lahir (IUGR dan Premature), bayi pendek/BBLR dan Hipertensi. (Lamid, 2015). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan KEK dan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Kota Dalam Kabupaten Pesawaran tahun 2019. Desain penelitian menggunakan survey case control.. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki balita yang tercatat dilaporan Gizi dan KIA dengan populasi sebanyak terdapat 4.310 bayi balita usia 8 – 59 bulan yang diukur antropometri dengan angka stunting sebanyak 256 bayi balita usia 8 – 59 bulan dan sampel sebanyak didapatkan 172 bayi balita dengan teknik sampling systematic random sampling. Jenis data menggunakan data sekunder dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakanchy square. Hasil penelitian didapatkan uji statistik bivariat didapatkan ρ – value KEK = 0,013 dan OR = 2,289 dan ρ – value tinggi badan = 0, 002 dan OR = 2,76. Dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen berhubungan dengan kejadian stunting. Saran bagi ibu pendek dapat memberikan intervensi dengan suplemen makanan dan suplemen gizi seperti zat gizi makro dan zat gizi mikro yaitu kebutuhan energi, protein, lemak, dan zat gizi lainnya untuk pencegahan atau penanggulangan Stunting sehingga faktor genetic dapat ditanggulangi dengan asupan gizi.
Edukasi kesehatan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kesulitan makan pada anak usia prasekolah Yulianto, Andri; Dwi Novitasari, Mella; Arimadiyanti, Desi; Widayati, Wahyu
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.219

Abstract

Pendahuluan : Kesulitan makan disebut sebagai feeding problem sebagai ketidakmauan anak untuk mengkonsumsi, menolak, dan memilih makanan yang dihidangkan. Tujuan: ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesulitan Makan pada Anak Usia Prasekolah di Paud Mutiara Sejati Pringsewu Barat Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini yaitu Observasional Analitik dengan pendekatan Cros Sectional, teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel yaitu 40 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis stastistik mengunakan Chis-quare(a = 0,05). Hasil : penelitian didapatkan Anak prasekolah yang mengalami kesulitan makan sebanyak 15 responden (37,5%) sedangkan tidak mengalami kesulitan makan sebanyak 26 responden (62,5%). Tidak ada hubunganantara pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun)p-value= 0.159 >α (0,05). Ada hubunganantara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun) p-value= 0.017 <α (0,05). Simpulan : dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak dan terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah. Pendahuluan : Kesulitan makan disebut sebagai feeding problem sebagai ketidakmauan anak untuk mengkonsumsi, menolak, dan memilih makanan yang dihidangkan. Tujuan: ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesulitan Makan pada Anak Usia Prasekolah di Paud Mutiara Sejati Pringsewu Barat Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini yaitu Observasional Analitik dengan pendekatan Cros Sectional, teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel yaitu 40 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis stastistik mengunakan Chis-quare(a = 0,05). Hasil : penelitian didapatkan Anak prasekolah yang mengalami kesulitan makan sebanyak 15 responden (37,5%) sedangkan tidak mengalami kesulitan makan sebanyak 26 responden (62,5%). Tidak ada hubunganantara pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun)p-value= 0.159 >α (0,05). Ada hubunganantara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun) p-value= 0.017 <α (0,05). Simpulan : dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak dan terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah.
Edukasi kesehatan tentang status vaksinasi dengan kejadian stunting Yulianto, Andri; Yusnita, Yusnita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.221

Abstract

Introduction: Stunting conditions at birth affect the development or growth of children so that stunting toddlers in the future will have difficulty in achieving optimal physical and cognitive development. Objective: To determine the relationship between vaccination status and the incidence of stunting. Methods: Analytical observational research with a case-control study approach. The sampling technique used is simple random sampling with a sample size of 99 respondents. Collecting data using observation sheets and MCH handbooks. statistical analysis using Chi Square Statistical Test. Results: From 33 toddlers 1-3 years old, there were 19 (57.6%) respondents who experienced stunting with a history of vaccination status in the incomplete category and 14 (42.4%) complete respondents. there is a relationship between vaccination status and the incidence of stunting in infants aged 1-3 years, the P value is 0.011 (smaller than alpha = 0.05). Conclusion: There is a relationship between vaccination status and the incidence of stunting in infants aged 1-3 years in the Work Area of ​​the Wates Health Center.   Pendahuluan: Kondisi stunting saat lahir berpengaruh terhadap perkembangan atau pertumbuhan anak sehingga balita stunting di masa dating akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status vaksinasi dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian observasional analitik dengan penekatan  studi kasus control. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel yaitu 99 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan buku KIA. analisis stastistik mengunakan Uji Statistik Chi Square. Hasil: Diketahui dari 33 balita 1-3 tahun didapatkan yang mengalami stunting dengan riwayat status vaksinasi dalam kategori tidak lengkap sebanyak 19 (57,6%) responden dan lengkap 14 (42,4%) responden. ada hubungan status vaksinasi terhadap kejadian stunting pada bayi usia 1-3 tahun  diperoleh nilai P sebesar 0,011 (Lebih kecil dari nilai alpha = 0,05). Simpulan: Ada hubungan status vaksinasi terhadap kejadian stunting pada bayi usia 1-3 tahun  di wilayah kerja Puskesmas Wates.