Articles
PELATIHAN STRATEGI BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA KELAS III SMP WALISONGO DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL 2018
Maliqul Hafis;
Muhammad Iqbal Ripo Putra;
Tri Kurniawati
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/gervasi.v2i2.986
Pelatihan strategi belajar bahasa inggris bagi peserta didik yang akan menghadapi Ujian Nasional di SMP Walisongo memiliki Beberapa tujuan yaitu; 1) siswa memiliki pengetahuan tentang cara belajar bahasa inggris yang efektif dalam meningkatkan kemampuan mereka menghadapi ujian nasional; 2) siswa memiliki ketertarikan mempelajari bahasa inggris secara lebih antusias. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan catatan Lapangan yang dilakukan dengan mendokumentasikan proses pembelajaran baik dari aktivitas guru maupun siswa serta lingkungan atau kondisi pembelajaran. Hasil dari analisa data menunjukkan bahwa 1) siswa mempunyai wawasan yang luas tentang cara belajar dan strategi menyelesaikan soal Ujian Nasional; 2) Terdapat perubahan sikap dari yang kurang aktif, tidak antusias dan kurang terlibat menjadi lebih aktif, antusias dan mau berinteraksi secara kolaborasi selama Pengajaran berlangsung. Key Words: Strategi Belajar, Bahasa Inggris, Ujian Nasional
PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN GAMES UNTUK MENARIK MINAT BELAJAR SISWA SMP AWALUDDIN
Sahrawi Sahrawi;
Maliqul Hafis;
Dian Shinta Sari;
Desi Sri Astuti;
Senny Wiyanti
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/gervasi.v2i2.1005
Pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh program studi pendidikan bahasa ingris IKIP-PGRI Pontianak di sekolah SMP Awaluddin kelas dua. Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk pelayanan terhadap masyarakat khususnya disekolah sebagai bentuk implementasi dari kewajiban yang terdapat dalam tri dharma perguruan tinggi. Metode yang digunakan berupa pengajaran kosakata bahasa inggris menggunakan games didalam kelas. Hasil dari kegiatan PKM menunjukkan bahwa peserta didik dapat lebih mudah mengerti dan mengingat kosakata selama proses belajar mengajar, efektifitas kegiatan belajar mengajar dapat dipantau oleh guru, siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan antusias yang tinggi, materi dapat disampaikan secara menarik oleh pengajar, dan topic dalam materi juga dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan tersebut membuat interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa menjadi lebih aktif, sehingga siswa menjadi lebih termotivasi selama proses pembelajaran. Kata kunci: Bahasa Inggris, Kosakata, Games
PELATIHAN MENGHADAPI BERITA PALSU DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI KABUPATEN KUBU RAYA
Aunurrahman Aunurrahman;
Maliqul Hafis;
Sahrawi Sahrawi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/gervasi.v3i2.1575
Pelatihan menghadapi berita palsu di era revolusi industri 4.0 ini bertujuan untuk membangun pengetahuan dan kemampuan dasar siswa dalam menghadapi berita palsu atau “hoax” yang sering kali menyebar secara daring dan dapat merugikan banyak orang. Pelatihan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-Ien di Kubu Raya yang diikuti oleh 28 siswa yang terdiri dari siswa kelas 8 (sebanyak 4 siswa), kelas 9 (sebanyak 15 siswa), dan kelas 10 (sebanyak 9 siswa). Siswa diberikan materi mengenai berita palsu seperti indikator elemen berita yang perlu diperhatikan, dampak dari berita palsu, dan cara mencegah penyebaran berita palsu. Selesai pelatihan diberikan, siswa diminta untuk mengisi kuesioner persepsi akhir. Respon para siswa menunjukkan adanya perkembangan pengetahuan akan indikator berita palsu yang sangat diperlukan mereka untuk mengenali berita palsu. Dengan mengenali indikator tersebut, para siswa paham apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, seperti mengecek kebenaran berita tersebut dan tidak membagi berita tersebut apabila dianggap palsu ke media sosial ataupun layanan sosial daring yang bisa berdampak negatif bagi orang lain. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan menghadapi berita palsu bermanfaat bagi siswa dalam mengenali berita palsu melalui indikator yang telah diajarkan dan tindakan apa yang perlu dilakukan seandainya mereka menemukan berita yang dibagi ke akun sosial media ataupun layanan sosial mereka.
MEMBANGUN MINAT PESERTA DIDIK KAMPUNG INGGRIS PARIT BARU DALAM BELAJAR BAHASA INGGRIS
Aunurrahman Aunurrahman;
Musa Musa;
Rustam Rustam;
Citra Kusumaningsih;
Elly Susanti;
Tri Kurniawati;
Dedi Irwan;
Senny Wiyanti;
Sahrawi Sahrawi;
Maliqul Hafis;
Finny Anita;
Muhammad Iqbal Ripo Putra;
Desi Sri Astuti;
Dian Shinta Sari;
Elly Syahadati;
Ageung Darajat;
Yulia Ramadhiyanti
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/gervasi.v4i2.1907
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mengadakan program pengabdian kepada masyarakat yaitu membangun minat peserta didik Kampung Inggris Parit Baru dalam belajar Bahasa Inggris. 137 peserta didik Kampung Inggris Parit Baru terlibat. Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 22, 29 Pebruari, 7 dan 14 Maret 2020 di Kantor Desa Parit Baru, Kubu Raya. Catatan lapangan yang telah dianalisis secara tematik menunjukkan bahwa aktivitas bernyanyi yang menggunakan gerakan fisik tidak hanya berguna untuk mengajarkan Bahasa Inggris namun juga membangun minat peserta didik dalam belajar Bahasa Inggris. Rasa ingin tahu yang timbul dengan memberikan variasi pada materi ajar juga membantu membangun minat mereka. Dapat disimpulkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat telah berhasil membantu membangun minat preserta didik dalam belajar Bahasa Inggris.
Membangun kemandirian peserta didik Kampung Inggris Parit Baru dalam belajar Bahasa Inggris
Aunurrahman Aunurrahman;
Rustam Rustam;
Citra Kusumaningsih;
Tri Kurniawati;
Dedi Irwan;
Sahrawi Sahrawi;
Maliqul Hafis;
Finny Anita;
Muhammad Iqbal Ripo Putra;
Desi Sri Astuti;
Dian Shinta Sari;
Elly Syahadati;
Ageung Darajat;
Yulia Ramadhiyanti;
Diah Astriyanti
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/gervasi.v5i3.2508
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mengadakan program pengabdian kepada masyarakat yaitu membangun kemandirian peserta didik Kampung Inggris Parit Baru dalam belajar Bahasa Inggris menggunakan pengajaran eksplisit dan bimbingan tutor. Kampung Inggris melibatkan 137 peserta didik. Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 22, 29 Pebruari, 7 dan 14 Maret 2020 di Kantor Desa Parit Baru, Kubu Raya. Catatan lapangan yang telah dianalisis secara tematik menunjukkan bahwa pengajaran eksplisit dan bimbingan tutor membantu membangun kemandirian peserta didik dalam belajar Bahasa Inggris. Dapat disimpulkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat telah berhasil membantu membangun kemandirian preserta didik dalam belajar Bahasa Inggris
FACILITATING EFL STUDENTS’ LEARNING GRAMMAR; A DESIGN GAME BASED LEARNING
Maliqul Hafis;
Muhammad Iqbal Ripo Putra;
Sahrawi .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.836 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v8i4.2072
For second and foreign language mastery, grammar instruction’s role is inevitably essential. Unfortunately, some English teachers still teach grammar deductively in foreign language contexts, such as in Indonesia. Students are giving grammar rules and examples, told to memorize them, and then asked to apply the rules to other examples. This particular teaching approach believes in generating learners who can not express the language even if they have extensive grammar laws. The approach seeks to contribute to the passive participation of learners and negative grammar-learning feelings. This paper aims to provide an alternative solution to this problem by facilitating a teaching aid of game-based activities. Research and development had taken to develop teaching media. The study also administered questionnaires for collecting the data. The study involved 53 Islamic boarding school students taking an English course. The findings indicated that the teaching aid was successful in creating more attractiveness and non-threatening grammar class, changing students' negative perceptions of grammar learning, and improving their perceived communication skills. The products developed by researchers are suitable for use as a learning aid.
WHY WERE PRESERVICE ENGLISH TEACHERS RELUCTANT TO SPEAK ENGLISH? Case in IKIP PGRI Pontianak
Dedi Irwan;
Faryah Anshariyah;
Maliqul Hafis
Jurnal Education and Development Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (514.466 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i3.2667
This research aimed to find out factors affecting the reluctance of preservice English teachers who were studying in English Education Study Program of IKIP PGRI Pontianak to speak English. Descriptive research with quantitative approach was applied in this research. To collect the data, online questionnaire through google form was adopted. Sixty-five preservice English teachers were involved in the data collection process. The finding of this research showed three factors affecting preservice English teachers’ reluctance to speak English, namely linguistic factor, sociocultural factor and psychological factor. Furthermore, correlation analysis found out that there were no significant correlation between preservice teachers’ responses regarding the factor affecting their reluctance to speak English.
Desain Bahan Ajar Tambahan Untuk Meningkatkan Minat Siswa Dalam Belajar Bahasa Ingggris
Maliqul Hafis;
Sahrawi Sahrawi
Educatio Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/edc.v14i2.1606
AbstractThis research and development aims to describe the design and feasibility of the quality of English teaching materials for junior high school students. The research uses five out of ten stages based on Gall Borg (2007) determination of the stages of research including: (1) research and information collecting, (2) planning, (3) developing preliminary forms of product, (4) preliminary field testing, (5) main product revision. The researchers get an evaluation of learning material from several evaluators. The results obtained show that almost all opinions are in agreement and agree. 33.33% of evaluators agree that infographic can generally help students understand the lesson. The remaining 66.66% of students strongly agree. The evaluator agreed that graphs and drawings were broadly related to teaching material. All evaluators also agreed that the material was interestingly designed. This shows that all evaluators agreed in accordance with the statement instrument. Thus, the product results can be used by teachers in helping students in the learning process.
A Genre Pedagogy for Teaching Young EFL Learners of English Village of Parit Baru
Aunurrahman Aunurrahman;
Citra Kusumaningsih;
Sahrawi Sahrawi;
Maliqul Hafis;
Emi Emilia
IJELTAL (Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics) Vol 6, No 2 (2022): Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/ijeltal.v6i2.1136
This case study aimed to find out the implementation of a genre pedagogy under systemic functional linguistics (SFL) framework or under Sydney School to teach the English language to young English as a Foreign Language (EFL) learners of English Village of Parit Baru, Kubu Raya, West Kalimantan. Fifty-two young EFL learners were involved in this study. The data collection used two instruments, namely participant observations and documentation. The data analysis reveals that genre pedagogy elements could help the young EFL learners in constructing and communicating their texts independently. Also, the learners’ texts are following the schematic structures and linguistic features of the spoken genres the learners learned. To help the learners to cope with the teaching activities, songs and games activities were used to build their interest in the English language, new vocabulary, and practices to communicate their texts. This means that a genre pedagogy under the SFL framework could be integrated with joyful activities that not only provide guidance but also promote enjoyable learning in building the English language capacities of the young EFL learners in a non-formal educational context.
The Effectiveness of Quartet Card Game in Teaching Writing Descriptive Texts to Senior High School Students in Batu Ampar
Yuliani;
Aunurrahman Aunurrahman;
Maliqul Hafis
Proceedings of the International Conference on Literacy and Education Vol 1 No 1 (2020): Proceedings of the 1st International Conference on Literacy and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.192 KB)
This pre-experimental study aimed to find out the effectiveness of quartet card game in teaching writing descriptive text to the first-year students of a public senior high school in Batu Ampar in the Academic Year of 2018/2019. 36 first-year students were selected by using cluster random sampling. The researcher used writing test for data collection. The writing test sessions were conducted before (pre-test) and after (post-test) the treatment end. The researcher then conducted data analysis of the results of the tests by using inferential statistics, that is, by using t-test formula. The data analysis reveals that quartet card game is effective to teaching writing descriptive test. There is a significant difference of the result of the pre-test (mean score 59.17) and the result of the post-test (77.06) where the result of the t-test observed (16.961) is higher than the t-table (2.03).