Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Perlawanan Tokoh Utama Perempuan terhadap Budaya Patriarki dalam Naskah Film Dua Garis Biru Karya Gina S. Noer Bachrin, Alifia Herika; Hanum, Irma Surayya; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i1.12720

Abstract

Budaya dan tradisi masyarakat telah menormalisasi segala bentuk opresi terhadap perempuan, karena pemberlakuan budaya patriarki yang menganggap status laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Berdasarkan kenyataan ini, terciptalah gerakan feminisme sebagai upaya memperjuangkan keadilan gender, salah satunya termanifestasi dalam naskah film Dua Garis Biru karya Gina S. Noer yang secara khusus menonjolkan perjuangan tokoh utama perempuan dalam menggaungkan keberadaannya lewat segala bentuk perlawanan terhadap budaya patriarki yang dialami di masyarakat. Penelitian kepustakaan ini membahas bentuk-bentuk budaya patriarki yang dialami tokoh utama perempuan dalam naskah film, serta caranya melawan setiap bentuk ketidakadilan gender lewat tinjauan feminisme dan pendekatan deskriptif kualitatif. Melalui deskripsi naskah film, didapati hasil bahwa tokoh utama perempuan mengalami berbagai bentuk ketidakadilan akibat statusnya sebagai perempuan di masyarakat patriarki, berupa marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan verbal, hingga beban kerja berlebih. Namun, tokoh utama perempuan dalam naskah film secara aktif terlibat dalam mengatakan secara tegas pendapatnya tentang tiap keputusan yang dapat memengaruhi diri serta orang-orang sekitarnya. Pada akhirnya, perjuangan yang ia lakukan berhasil membebaskan dirinya dari kungkungan budaya patriarki dan mendeklarasikan dirinya sebagai individu yang konkret—diakui keberadaannya, mempunyai tujuan hidup, dan bebas menentukan jalan hidupnya sendiri._____________________________Society’s culture and tradition have normalized every kind of oppression to women, due to patriarch culture of making men’s status higher than women been applied. Based on this circumstances, feminist movement has been made as an attempt to stand up for gender equality, in which one has been manifested in Dua Garis Biru film script by Gina S. Noer that especially highlight female main lead struggles to echoing her existence by doing any kind of counterwork against the patriarch culture which people are projecting towards her. This literature research will uses feminism point of view and qualitative descriptive method to examine any kind of patriarch culture experienced by the female main lead in the film script, and how she fights against those gender inequality. Through the film script descriptions, the result showed that the female main lead has been experiencing several kinds of inequity in the society caused by her status as woman in the eye of patriarch, which are marginalization, subordination, stereotype, verbal violation, even excess workload. Hence the female main lead in the film script been actively involved in decisively spoke her own mind about every little decision which going to be impactful towards herself and others around her. At the end, her struggles which she had been through had liberated herself from the confinement of patriarch culture and she declared herself clearly as one actual human being—which her existence being acknowledged, having her own life purpose, and free to choose her choice in life.
Analisis Gaya Bahasa Cerpen Keluarga M dan Yorrick Karya Budi Darma Khair, Mujiburrahman; Dahlan, Dahri; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.7850

Abstract

Khair, Mujiburrahman. 2022. ANALISIS GAYA BAHASA CERPEN KELUARGA M DAN YORRICK KARYA BUDI DARMA. Skripsi.Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman.Manusia berkomunkasi menggunakan gaya bahasa agar mempermudah penyampaian baik secara lisan maupun tulis, Gaya bahasa melalui media tulis memiliki fungsi yang dapat mempengaruhi pembaca dan dapat membuat ketertarikan terhadap apa yang disampaikan pengarang. Objek Penelitian ini adalah dua cerpen karya Budi Darma yaitu cerpen “Keluarga M” dan “Yorrick”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terkandung di dalam kedua cerpen tersebut dengan menggunakan teori gaya bahasa dari para ahli. Data yang diperoleh dengan cara studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa gaya bahasa yang sesuai dengan kerangka berpikir yang dituliskan 1. Gaya bahasa perbandingan terdiri atas Gaya bahasa Smile, Hiperbola, Personifikasi, dan Koreksio. 2. Gaya bahasa pertentangan terdiri atas Gaya bahasa Paradoks, Klimaks, Anti klimaks, Silpesis, Ironi, Sarkasme, Oksimoron, Inuendo, dan Sinisme. 3. Gaya bahasa Pertautan terdiri atas Gaya bahasa Eufemisme dan Eroteris atau Retoris. 4. Gaya bahasa Perulangan terdiri atas Gaya bahas Kiamus, adapun fungsi gaya bahasa dalam kedua cerpen menitikberatkan agar kalimat yang dibaca terkesan lebih indah dan menjadi penguat pesan untuk pembaca.Kata Kunci : Cerita pendek, Gaya Bahasa. 
PENINDASAN PEREMPUAN DALAM NASKAH MONOLOG “PEREMPUAN OBRAK-ABRIK” KARYA RIAN KURNIAWAN HARAHAP: KAJIAN FEMINISME RADIKAL Putri, Fira Rahmadania Eka; Yusriansyah, Eka; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.12165

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah monolog melalui penjelasan struktur naratif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskiptif kualitatif, dan dalam analisis objek dibantu dengan menggunakan teori semiotika untuk membedah struktur naskah, kemudian dikaji menggunakan teori feminisme sebagai teori utama pada penelitian ini. Data yang digunakan adalah kutipan kalimat yang bersumber pada naskah monolog “Perempuan Obrak-abrik” Karya Rian Kurniawan Harahap. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menujukkan bahwa melalui pembedahan struktur naratif dengan aspek sintaksis, semantik, dan pragmatik hasil yang didapatkan mampu menjadi jembatan penelitian untuk menemukan hasil penelitian yang kedua yaitu bentuk penindasan yang meliputi diskriminasi, labelisasi, kekerasan, dan subordinasi. Kemudian hasil penelitian selanjutnya ditemukan dua bentuk perlawanan yang dilakukan oleh tokoh utama perempuan yaitu perlawanan terhadap diskriminasi, serta perlawanan terhadap kekerasan.Kata Kunci: feminisme, naskah monolog, perempuan obrak-abrik, penindasan perempuan ABSTRACTThis study aims to describe monologue texts through explanations of narrative structures. The research  method used is qualitative descriptive, and in object analysis assisted by using semiotic theory to dissect the structure of the text, then analyzed using the theory of feminism as the main theory in this research. The data used are excerpts from sentences originating in monologue text of  “Perempuan Obrak-abrik” by Rian Kurniawan Harahap. Data collection techniques using reading and note techniques. Data analysis was carried out using qualitative descriptive techniques through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result showed that through dissecting narrative structure with syntactic, semantic and pragmatic aspects, the result obtained were able to become a research bridge to find the second research result, which is a form of oppression which includes discrimination, labeling, violence, and subordination. Then the results of further research found two forms of resistance carried out by the main female character, namely resistance to discrimination, and resistance to violence.Keywords: feminism, monologue text, perempuan obrak-abrik, oppression of women 
PERLAWANAN TOKOH UTAMA PEREMPUAN DALAM NOVEL LAKSAMANA MALAHAYATI SANG PEREMPUAN KEUMALA KARYA ENDANG MOERDOPO: KAJIAN FEMINISME PSIKOANALISIS KAREN HORNEY muhidinla, santriani; Nugroho, Bayu Aji; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.11901

Abstract

Penelitian ini mengkaji novel “Laksamana Malahayati Sang Perempuan Kuemala” karya Endang Moerdopo dengan menggunakan pendekatan feminisme psikoanalisis Karen Horney. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi tokoh utama perempuan melakukan perlawanan serta bentuk perlawan tokoh utama perempuan dalam novel Laksamana Malahayati Sang Perempuan Keumala karya Endang Moerdopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode deskripsi kualitatif yang termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan. Data penelitian ini berupa kutipan kalimat yang terdapat pada sumber data, yaitu novel Laksamana Malahayati Sang Perempuan Keumala karya Endang Moerdopo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor budaya patriarki menyebabkan tokoh utama perempuan memunculkan sebuah dorongan kompulsif sebagai usaha untuk melawan kecemasan dasar atas diskriminasi gender yang dialaminya, yaitu kebutuhan akan kasih sayang dan penerimaan diri, kebutuhan akan rekan yang kuat, kebutuhan akan kekuasaan, kebutuhan akan penghargaan sosial, kebutuhan untuk menjadi pribadi yang dikagumi, kebutuhaan akan ambisi dan pencapaian diri, kebutuhan akan kemandirian dan kebebasan, kebutuhan akan kesempurnaan. Tokoh utama perempuan kemudian melakukan perlawanan atas diskriminasi gender berupa perlawanan mendekati orang lain, melawan orang lain, dan menjauhi orang lain sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Horney.Kata Kunci: Perlawanan tokoh utama perempuan, feminisme psikoanalisis Karen Horney, Novel.
KERAGAMAN BUDAYA NUSANTARA DALAM PUISI ETNOGRAFI LUKA SEBUAH NEGERI KARYA M. JUNUS MELALATOA KAJIAN MULTIKULTURALISME Arifin, M. Bahri; Yusriansyah, Eka; M., Fatimah
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v0i0.13143

Abstract

Luka sebuah Negeri adalah buku kumpulan puisi etnografi karya M. Junus Melalatoa, etnografer dan guru besar antropologi di Universitas Indonesia. Buku ini berisi dua puluh satu sajak yang membicarakan kebhinekaan budaya, bahasa, agama, ras, dan suku di Indonesia. Membaca dan menelaahnya merupakan hal yang penting sebagai upaya untuk menyebarkan paham multikulturalisme di tengah kemajemukan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk dan makna keragaman budaya Indonesia yang termanifestasikan dalam kumpulan puisi etnografi tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan dengan metode deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teori semiotik yang dikembangkan oleh Michael Riffaterre. Telaah puisi dilakukan dengan cara menerapkan pembacaan heuristik dan hermeneutik yang dipadukan dengan perspektif multikulturalisme. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan wacana multikulturalisme yang bersumber dari buku kumpulan puisi Luka sebuah Negeri terbitan Yayasan Obor pada 2006. Pengambilan data penelitian ini dilakukan dengan teknik baca, catat, dan sistem kartu data. Seluruh puisi, pertama-tama, dibaca secara heuristik untuk menemukan diksi yang berkaitan dengan wacana keragaman budaya. Hasil pembacaan, kemudian ditandai dan dicatat di kartu data untuk diklasifikasikan berdasarkan budaya nusantara yang terdapat di dalamnya. Data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan pembacaan hermeneutik dengan perspektif multikulturalisme untuk menemukan bentuk dan makna keragaman budaya nusantara.
Representasi politik Dayak: Kajian ideologi dan kekuasaan dalam cerita rakyat Kalimantan Timur Nugroho, Bayu Aji; Yusriansyah, Eka
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22568

Abstract

This research examines the representation of power and ideology in Dayak folklore from East Kalimantan using the theoretical frameworks of Michel Foucault and Antonio Gramsci. Folklore is understood as a symbolic arena that records power relations in spiritual, customary, moral-ecological, and political forms. Data were collected from Dayak folktales circulating in East Kalimantan and analyzed qualitatively through a descriptive thematic approach. The findings reveal that spiritual power (as in the tale of Danau Aco), customary authority (Temputn Tolakng), and moral-ecological power (Anak Buaya) function to establish social rules and cultural legitimacy. Meanwhile, the tale of Sumbang Lawing emphasizes the importance of political legitimacy through counter-hegemony against tyrannical figures, Ikan Baung Putih generates moral-ecological regulations in the form of river taboos, and Sri Bangun illustrates colonial trauma shaping a defensive communal identity. This study concludes that Dayak folklore is not merely a moral narrative but also a political-cultural text that represents hegemony, resistance, and collective identity. It highlights folklore as both a medium of negotiating power and a cultural archive in the context of social change in East Kalimantan. 
RESPONS PEMBACA TERHADAP CERPEN “MAKAM” KARYA HERMAN RN KAJIAN: RESEPSI SASTRA Kholifah, Dwi Nur; Dahlan, Dahri; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.9696

Abstract

Cerpen “Makam” karya Herman RN menarik untuk dijadikan objek penelitian karena cerpen ini memberikan pelajaran untuk menepati janji dan berbakti kepada orangtua terhadap pembaca. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu respons pembaca melalui unsur intrinsik pada cerpen “Makam“ Karya Herman RN di analisis menggunakan teknis analisis sinkronik eksperimental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respons pembaca melalui unsur intrinsik pada cerpen “Makam” karya Herman RN. Pendekatan resepsi sastra yang digunakan adalah teori resepsi sastra menurut Hans Robert Jauss.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ialah responden terhadap cerpen dan sumber data ialah 16 siswa kelas XI SMAN 2 Longikis. Teknik pengumpulan data merupakan teknik wawancara, teknik catat, teknik rekam, dan transkripsi. Teknik analisis data menggunakan metode resepsi sinkronis secara eksperimental.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan, bahwa secara keseluruhan responden dapat memahami unsur intrinsik cerpen “Makam” karya Herman RN dengan baik dan tidak ada kendala. Mulai dari tokoh, latar, alur, tema, sudut padang, dan amanat. Siswa memberikan tanggapan yang berbeda-beda pada unsur intrinsik amanat, ada yang memberikan tanggapan mengenai amanah, berbakti, dan pekerja keras pada cerpen “Makam” karya Herman RN. Hal tersebut dikarenakan setiap pembaca memiliki horizon harapan tersendiri berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya, bahkan juga ideologinya, maka mereka akan menanggapi sebuah karya sastra secara berbeda- beda.Kata Kunci : cerpen, resepsi sastra, respons pembaca, Herman RN
CAMPUR KODE PEDAGANG DALAM SIARAN LANGSUNG GRUP FACEBOOK BUSAM: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Abdullah, Norhaliza; Surayya Hanum, Irma; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7785

Abstract

ABSTRAK Pedagang yang memiliki kemampuan lebih dari satu bahasa cenderung memiliki kode yang hendak digunakan dalam berkomunikasi agar menarik perhatian calon pembeli. Hal ini memicu pedagang melibatkan dirinya dalam beberapa fenomena percampuran dua bahasa atau lebih. Fenomena bahasa yang dimaksud ialah gelaja percampuran dalam pemakaian bahasa karena adanya faktor yang menjadi penyebab terjadinya campur kode. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan dari pedagang pakaian saat melakukan siaran langsung grup facebook BUSAM kemudian ditranskripsikan dalam bentuk tulisan. Sumber data berasal dari pedagang yang melakukan siaran langsung melalui media sosial facebook bernama Ria Bucan sebagai pedagang 1 dan facebook Marwi Amy sebagai pedagang 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode pada tuturan pedagang yaitu campur kode ke dalam (inner code mixing), campur kode ke luar (outer code mixing) dan campur kode campuran ((hybrid code mixing) berupa penyisipan unsur berwujud kata, penyisipan unsur berwujud frasa, penyisipan unsur berwujud klausa, penyisipan unsur berwujud perulangan kata dan penyisipan unsur berwujud baster. Faktor penyebab terjadinya campur kode ialah faktor keterbatasan kode, Faktor penggunaan istilah yang lebih populer, Faktor pembicara atau penutur, Faktor fungsi dan tujuan, Faktor ragam dan tingkat tutur bahasa.Kata Kunci: siaran langsung facebook, campur kode, sosiolinguistik, BUSAM ABSTRACT The merchants who have more than one language skills tend to have codes to communicate with in order to attract the attention of potential buyers. This led the merchant to get involved in some bilingual or more multilingual phenomena. The linguistic phenomenon is the mixing of it in language because of the factors involved in the mixing of code. It is a field study with a qualitative descriptive approach. The research data from the clothing dealer's speech during a live broadcast of the BUSAM facebook group was then transcripted. The data source came from a trader who was broadcasting live through social media called Ria Bucan as trader 1 and Marwi Amy's facebook as trader 2. Research has shown that a code mixing on the trader's speech is internal the code mixing (inner code mixing), external code mixing (outer code mixing) mixed the code mixing (the hybrid code mixing) of interpolation of elements intinged, the insertion of elements belonging to clause, the insertion of elements The underlying factors that arise in code mixing are the factors of the code's limitations, the more popular use of terms, of speakers or speakers, of function and purpose, of diversity and degree of language.Keywords: live broadcast facebook, mixing code, sociolinguistics, BUSAM
GANGGUAN MENTAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NADIRA KARYA LEILA S. CHUDORI: PERSPEKTIF PSIKOLOGI EKSISTENSIALISME Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.11538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah struktur novel Nadira karya Leila S. Chudori serta mendeskripsikan gangguan mental eksistensial tokoh utama dalam novel. Penelitian ini adalah penelitian psikologi sastra yang bertolak dari telaah struktur, aspek sintaksis dan semanti, sebagai lintasan analisis gangguan mental. Aspek sintaksis menelaah struktur naratif Greimas, yaitu skema aktansial dan fungsional sementara aspek semantis menerapkan analisis tokoh. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian adalah kalimat, paragraf, serta wacana gangguan mental yang bersumber dari novel Nadira karya Leila S. Chudori tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telaah struktur naratif, aspek sintaksis dan semantik, dilakukan untuk menyorot peristiwa demi peristiwa yang menunjukkan gangguan mental tokoh Nadira. Gangguan mental yang dialami Nadira berupa stress, depresi, dan trauma, mengarah pada gangguan kepribadian dan berdampak pada pola pengalaman dan perilaku tidak wajar. Pada puncaknya mencapai kehampaan makna hidup. Dalam keadaan demikian, manusia mengalami transendensi, yaitu mengingat Tuhan untuk berserah diri meminta petunjuk dari kesesatan pikir dan perilaku.
TRANSFORMASI DAN KRITIK SOSIAL NASKAH DRAMA ADAPTASI DARI CERPEN RAHIM KARYA COK SAWITRI Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.10849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah proses transformasi dan kritik sosial cerpen Rahim karya Cok Sawitri menjadi naskah drama adaptasi karya Putut Buchori. Adaptasi adalah wujud dari transformasi yang menjadi bagian dari alih wahana, yaitu perubahan wujud dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode deskriptif kualitatif. Data primer penelitian ini adalah kutipan dialog dan keterangan pemanggungan yang bersumber dari naskah drama adaptasi karya Puthut Buchori. Teori yang digunakan adalah teori adaptasi dari Riffaterre dan mengadopsi teori sosiologi sastra untuk menemukan representasi kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah drama adaptasi karya Puthut Buchori dari cerpen Rahim karya Cok Sawitri memuat ekspansi, modifikasi, dan ekserp pada alur, tokoh, latar, dan dialog. Hal ini disebabkan oleh perbedaan media dan genre karya di mana naskah drama menuntut adanya dialog sehingga suara batin tokoh cerita dalam cerpen pun harus dihadirkan sebagai adegan maupun didialogkan melalui tokoh. Ekserp atau irisan kedua karya adalah gambaran perempuan yang membuang rahimnya karena penyakit tumor, namun dituding sebagai gerakan anti kelahiran generasi baru. Irisan ini mengukuhkan gerakan perempuan atas kritik sosial terhadap negara yang tidak memenuhi hak warga negaranya. Kritik sosial yang ditemukan terdiri atas kritik terhadap sistem politik, ekonomi, dan sosial budaya.   Kata kunci: transformasi, kritik sosial, adaptasi, naskah drama