Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kualitas Strategi Pembelajaran Aktif Peserta Didik di Sekolah Dasar Halwa Tamara; Fairuz Afifah Kesogihin; Hidayati Siregar; Siti Fatimah; Siti Khadijah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran aktif telah diakui menjadi metode yang efektif dalam meningkatkan motivasi dan yang akan terjadi pada pembelajaran siswa. Banyak sekali upaya dapat dilakukan buat menaikkan kualitas pembelajaran. Penelitian menemukan bahwa ada beberapa upaya yang bisa dilakukan guna menaikkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang menguraikan upaya apa saja yang berkaitan menggunakan peningkatan kualitas pembelajaran yang bersumber dari beberapa artikel yang telah terpublikasi dan diakui secara ilmiah. Berdasarkan lima artikel yang terpilih dan dilakukan peninjauan secara mendalam, ditemukan 5 upaya yang berbeda-beda untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian-penelitian teranyar jua mendukung penggunaan seni manajemen pembelajaran aktif pada menaikkan kualitas pembelajaran serta akibat belajar siswa.
GAMBARAN POLA MAKAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA BAGAN PERCUT SEI TUAN Romiza Arika; Faiza Adinda; Anggi Tri Octavelia; Huriya Al Humairah; Mutiara Ashifa; Amelia Resita Sari; Luthfia Aina Salsabila Parinduri; Siti Khadijah; Maulidia Khairiah; Rizki Makmur Siregar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16060

Abstract

Hampir dua miliar masyarakat mengalami “kelebihan gizi” sedangkan sekitar satu miliar masyarakat mengalami “kekurangan gizi” yang diakibatkan oleh pola makan tidak sehat dan budaya makan yang dipengaruhi adat/kebiasaan, agama, lingkungan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat pesisir. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pola makan Masyarakat Pesisir Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini merupakan seluruh masyarakat pesisir Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah sampel 80 responden usia 20-83 tahun yang terdiri dari 26 responden laki-laki dan 54 responden perempuan. Hasil yang didapat dalam penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir di Percut Sei Tuan sudah memiliki pola makan yang teratur namun juga masih mengkonsumsi makanan yang mengandung pengawet dan penyedap, porsi dalam mengkonsumsi makanan utama sudah cukup baik.
Hubungan Lama Duduk dengan Low Back Pain Pada Operator CC (Container Crane) di PT. X Anggi Febrian; Siti Khadijah; Fatma Sri Ramadhan Lubis; Keysha Febri Dhanty; Amelia Apriyuni; Rizka Aulia; Reni Agustina Harahap
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41466

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dialami oleh pekerja, terutama mereka yang bekerja dalam posisi duduk dalam waktu yang lama, seperti operator CC (Container Crane) di PT. X. Posisi duduk yang statis dan tidak ergonomis dapat meningkatkan risiko LBP, yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama duduk dengan kejadian low back pain pada pekerja operator CC di PT. X. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 32 operator CC di PT. X. Analisis data dilakukan dengan uji chis quare untuk melihat hubungan antara lama duduk dan kejadian low back pain. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama duduk dan kejadian low back pain pada pekerja operator CC (p < 0,05). Semakin lama durasi duduk, semakin tinggi intensitas keluhan low back pain yang dilaporkan oleh responden. Lama duduk berhubungan signifikan dengan kejadian low back pain pada pekerja operator CC di PT. X. Disarankan untuk menerapkan program intervensi ergonomi dan peregangan rutin guna mengurangi risiko LBP serta meningkatkan kesehatan dan produktivitas pekerja.
Determinan Keramas Dengan Penyakit Kutuan Terhadap Berat Badan Pada Anak di Desa Pematang Biara Nurly Fadila; Siti Khadijah; Angga Dwi Prasetyo; Mutiara Ashifa; Fatma Salsabila; Daffa Dhiba Oesrani; Keysha Febri Dhanty; Ghizka Aulia Putri
Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): (Mei)
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/ecos-preneurs.v2i1.97

Abstract

Pediculosis capitis is a common disease in Indonesia. The study aims to identify the shaming determinan with the incidence of pedicuinfirmcapitis in the village of gourd bay district monastery district, the serdang deli district. The study was carried out from December 16 to 17, 2023. Studies using primary data analysed by handing out questionnaires of 229 children. Data collection USES an interview sampling technique and USES a questionnaire consisting of questions about identity, body weight, how to get the disease in any way or treatment for the disease. The analysis of the data on this study is done using a descriptive method. The study was a quantitative study with a conceptual analysis that used a c-square test. As many as 125 respondents had suffered from backups and 70 of those who had hair lice affected their friends. In this study, shampooing becomes the reason children are subjected to kuples by the number of one week at 41 reponden 1x a week, 103 respondents at 2x-3x a week, 81 responders >3x a week, and 4 respondents daily shampooing. Next to those who did not treat me as many as 107 respondents while 56 reponden treated me with a comb of ticks, 42 reponden with peditox, 4 of those with hair cuts, 1 of olive oil, 2 of those with just shampooing, and 17 of those with magic chalk. It can then be deduced from study that the factors that caused the respondents to become Pediculosis capitis were those that resulted from irregular shampooing, the transmission of the family, and the transmission of a friend.
Upaya Meningkatankan Pemahaman Agama Islam Anak-Anak Mengaji Desa Pasir Permit Melalui Program GMB (Gerakan Mengaji Bareng) Abdul Rahman Ritonga; Mara Samin Lubis; Siti Khadijah; Siti Nur Wahyu Ningsih
Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): (Nopember)
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/ecos-preneurs.v2i2.209

Abstract

Lack of care and resources is a serious problem for the children of Pasir Permit village. Moreover, Pasir Permit Village is a village that has just experienced expansion from Titi Putih Village, causing ideas, ideas and village budgets to become factors that inhibit the intelligence of Pasir Permit Village children. Therefore, there is a need for modern breakthroughs both from various internal and external parties in order to overcome the decline in the knowledge of Pasir Permit village children. This program aims to find out and improve the understanding of Pasir Permit village children in terms of Islamic religious knowledge through the joint recitation movement program, which includes learning to recite iqro and the Qur'an, learning to pray the funeral prayer and the practice of caring for prayer rooms and mosques. The GMB program (joint recitation movement) is carried out in the form of the KKN 19 UINSU program by teaching the children of Pasir Village permits directly through the talaqqi method, memorization and practice. The method used in this study is a qualitative method with primary data sources through observation, interviews and practical documentation. The results of this study found an increase in the ability of children in Pasir Permit Village's basic knowledge of Islam in the form of 5 times prayer, reading the Qur'an and the practice of funeral prayer.