Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TFORMZONE PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Latifah; Ekayanti, Arta; Wahyudi
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v10i1.12486

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan dan kelayakan media pembelajaran TformZone pada materi transformasi geometri untuk meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Prosedur pengembangan terdiri dari lima tahapan: (1) analysis, meliputi analisis kebutuhan, karakteristik siswa, dan materi; (2) design, meliputi penyusunan kerangka, penentuan sistematika, dan instrumen penilaian media; (3) development, meliputi tahap pembuatan media pembelajaran; (4) implementation, meliputi uji coba pada 20 siswa kelas IX dan satu guru matematika; (5) evaluation, meliputi uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran TformZone valid dengan skor ahli materi 91% dan ahli media 86%. Kepraktisan media berdasarkan respons siswa mencapai 87,125% (sangat praktis) dan guru 77,5% (praktis). Keefektifan media berdasarkan skala Guttman menghasilkan koefisien reprodusibilitas 0,92 dan skalabilitas 0,6465 yang menunjukkan kategori efektif. Dengan demikian, media pembelajaran TformZone memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif, sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa pada materi transformasi geometri.
Implementation of Deep Learning in Mathematics Education at MTs:: An Impact Analysis on Student Engagement and Conceptual Understanding Nurhidayah, Dwi Avita; Sutrisno, Sutrisno; Ekayanti, Arta
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 13 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v13i2.12489

Abstract

Many students struggle to grasp mathematical concepts due to conventional, rote-based learning approaches. Furthermore, teachers are often limited in integrating modern learning technologies such as deep learning due to a lack of knowledge and infrastructure. This Community Service activity emerged in response to these challenges, encouraging the transformation of mathematics education through a technology-based deep learning approach. This research aims to introduce and implement deep learning in mathematics instruction at MTs (Islamic junior high school), focusing on increasing in-depth understanding, student engagement, and teacher readiness to use innovative learning approaches. This research used a qualitative approach with a community service approach. Data collection techniques included participant observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation of activities. Data were analyzed thematically to identify patterns and meanings from participants' experiences during the program. The results showed a significant increase in student engagement and confidence in solving mathematics problems. Teachers said the deep learning approach helped them design meaningful and engaging lessons. Students became more active in discussions, more easily grasped abstract concepts, and demonstrated higher learning motivation. Furthermore, several teachers have begun integrating project-based learning and reflection into their mathematics classrooms. These findings demonstrate that deep learning is not just a trend, but a relevant and practical approach to improving the quality of mathematics learning in MTs (Islamic junior high school). The results of this research will form the basis for developing deep learning-based learning modules that can be used across schools.
Diagnosis Kesalahan Mahasiswa dalam Proses Pembuktian Berdasarkan Newmann Error Analysis Ekayanti, Arta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri euclide khususnya pada kasus pembuktian. Analisis yang digunakan berdasarkan pada Newmann Error Analysis yang meliputi reading error, comprehension error, transformation error, process skill error dan encoding error. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang sedang menempuh mata kuliah geometri euclide pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017. Jenis dan pendekatan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode dokumentasi, tes dan wawancara. Analisis dilakukan dengan menganalisis hasil tes kemudian wawancara dengan beberapa mahasiswa dengan tipe kesalahan yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kesalahan mahasiswa terletak pada kesalahan teori/konsep dasar serta ketidaklengkapan justifikasi pada setiap langkah yang digunakan dalam pembuktian.
Pengaruh Model Pembelajaran Giving Question Getting Answer dan Think Pair Share terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas VII Octaviyunas, Asurya; Ekayanti, Arta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2019): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.567

Abstract

Penelitian ini didasari atas permasalahan pentingnya kemampuan penalaran matematis dan pencapaiannya yang masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran Giving Question Getting Answer dan Think Pair Share terhadap kemampuan penalaran matematika siswa, dan efektifitasnya dalam meningkatkan kemampuan tersebut. Populasi Penelitian eksperimen semu ini mencakup seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Balong. Kelas VIIA diberi pembelajaran dengan model TPS sedangkan kelas VIIB dengan model GQGA. Instrumen pengumpulan data berbentuk tes, meliputi soal pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran GQGA berpengaruh terhadap kemampuan penalaran siswa kelas VIIB dengan peningkatan yang terjadi dari nilai pretest ke posttest. Begitu juga dengan model pembelajaran TPS berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematika siswa kelas VIIA dengan peningkatan nilai pretest ke posttest. Model pembelajaran GQGA tidak lebih efektif daripada model pembelajaran TPS dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa.
Pola Pembinaan Olimpiade Sains Nasional Matematika SMP di Kabupaten Ponorogo Suhendar, Uki; Ekayanti, Arta; Merona, Senja P
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.602

Abstract

Masih banyak guru yang kebingungan menentukan pola pembinaan yang harusnya mereka lakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika SMP di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Pola pembinaan OSN Matematika SMP di Kabupaten Ponorogo dilakukan dalam tiga pola pembinaan, yakni otoriter, permisif, dan demokratis. Pada pola otoriter, terlihat dari kebijakan sekolah dalam menyusun program pembinaan, proses seleksi, hingga reward yang diberikan ketika lolos seleksi OSN tingkat Kabupaten. Pola permisif terlihat dari kegiatan pembinaan yang memberikan kesempatan bagi siswa secara terbuka untuk menambah kemampuan di luar pembinaan di sekolah. Terakhir adalah pola demokratis, yang terlihat saat sebagian besar proses pembinaan diawali pemberian materi, lalu siswa diberi kesempatan menyelesaikan soal latihan. Selanjutnya dilakukan pembahasan soal yang telah dikerjakan siswa. There are still many teachers who are confused about determining the pattern of coaching they should do. This research aims to determine the pattern of fostering the National Mathematical Science Olympiad (OSN) Junior High School in the Ponorogo Regency. This is qualitative descriptive research. The sample selection is done by purposive sampling. The instrument used was an interview sheet. Data analysis was performed descriptively qualitatively. The pattern of fostering the OSN Mathematics Junior High School in the Ponorogo Regency is carried out in three coaching patterns, namely authoritarian, permissive, and democratic. In the authoritarian pattern, it can be seen from the school's policy in developing a coaching program, the selection process, to the rewards given when passing OSN selection at the district level. Permissive patterns can be seen from coaching activities that openly provide opportunities for students to add skills beyond coaching at school. The last is a democratic pattern, which is very visible when most of the coaching process begins with the provision of material, then students are allowed to complete practice questions. Then a discussion on the questions the students have done is only done.
Student Strategy Profile in Solving Word Problems Based on Polya’s Novitasari, Riska Wahyu; Santi, Erika Eka; Ekayanti, Arta; Nasution, Ikhwan Fauzi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1187

Abstract

Siswa cenderung mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Keberagaman minat belajar siswa terhadap matematika berdampak pada semangat siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil strategi siswa dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan prosedur Polya ditinjau dari minat belajar. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Empat siswa kelas C Sanggar Bimbingan Kepong Malaysia sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan mengungkapkan bahwa pada tahap memahami masalah, subjek dengan minat belajar tinggi cenderung bertanya kepada peneliti untuk memastikan pemahamannya sudah benar, sedangkan subjek dengan minat belajar rendah membaca soal berulang-ulang. Pada saat menyusun rencana, subjek dengan minat belajar tinggi menulis rencana penyelesaian tahap demi tahap, sedangkan subjek dengan minat belajar rendah, berdiskusi untuk menemukan rencana penyelesaian. Tahap melaksanakan rencana, subjek dengan minat belajar tinggi menghitung menggunakan kelipatan, sedangkan subjek dengan minat belajar rendah menghitung dengan bantuan jari. Tahap peninjauan kembali, subjek dengan minat belajar tinggi menghitung kembali setiap hasil yang diperoleh, dan tahap ini cenderung tidak dilakukan oleh subjek dengan minat belajar rendah. Solving word problems is more complex than solving questions in numerical form. This research aims to describe students' profiles in solving word problems involving whole number operations, analyzed through the lens of Polya's procedural framework. A qualitative descriptive method was employed, selecting four students from Class C at Sanggar Bimbingan Kepong, Malaysia, as subjects. Two of these students exhibited high interest in learning, while the other two showed low interest. Data collection instruments included tests and interviews. Analysis was conducted descriptively, adhering to Polya's procedure. The findings indicate that students with a high interest in learning could systematically and coherently address understanding the problem, devising a resolution plan, executing the plan, and reviewing their results. In contrast, students with low interest displayed varying levels of performance. Subject A managed to progress through to the review stage, developing a coherent plan, arriving at the correct answer, and reviewing their results. Conversely, Subject N only reached the problem-understanding stage.
PENGEMBANGAN ENGLISH MATH FOR YOUNG LEARNER BASED ON NATURE (EMYLBON) SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Wulansari, Betty Yulia; Maghfiroh, Ana; ekayanti, arta
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 7 No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v7i2.6299

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan lembaga pendidikan yang membutuhkan banyak inovasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran ini bertujuan untuk membentuk suasana belajar yang menyenangkan sesuai dengan karakter belajar anak. Pembelajaran yang dilaksanakan digunakan untuk mengembangkan enam aspek kemampuan anak meliputi kognitif, bahasa, nilai agama dan moral, fisik motorik, sosial emosional, dan seni. Salah satu pembelajaran yang sering menjenukan anak adalah baca tulis hitung atau dikenal dengan calistung. Proses pembelajaran konvensional tradisional sering digunakan pendidik tanpa melihat karakter belajar anak melalui kegiatan bermain. Sehingga muncul kalimat di PAUD tidak boleh diberikan calistung. Padahal yang tidak boleh bukan calistungnya melainkan bagaimana metode pembelajaranya seharusnya melalui bermain. Dari permasalahan ini maka kemudian peneliti mengembangkan English Math For Young Learner Based On Natute (EMYLBON). EMYLBON adalah materi pengenalan kosakata Bahasa Inggris dalam pembelajaran matematika untuk pendidikan anak usia dini menggunakan bahan berbasis alam. Pengembagan EMYLBON ini diharapkan dapat memberikan inovasi pembelajaran anak usia dini dalam meningkatkan kemampuan kognitif meliputi hafalan kosakata, angka, dan kepedulian terhadap alam dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan. Luaran penelitian ini adalah Buku ISBN: EMYLBON, artikel jurnal nasional Silogisme Sinta 3. TKT yang diusulkan dalam penleitian ini masuk dalam TKT 4 yaitu validasi komponen dan elemen Riset
PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT DENGAN MENGGUNAKAN CUISENAIRE RODS Rufiana, Intan Sari; Ekayanti, Arta; Munawaroh, Ika Tri; Putri, Fivi Intan Permata; Yuwiarti, Ika; Wulantar, Veny
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 7 No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v7i2.6457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Cuisenaire Rods untukmenyelesaikan soal dalam worksheet. Penelitian dilakukan pada siswa kelas 4,5,6 yangsedang mempelajari bilangan bulat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitianTindakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam implementasi pembelajaranmenggunakan Cuisenaire rods pada materi bilangan bulat dapat digunakan untukmeningkatkan kemampuan number sense siswa. Meskipun pada awalnya siswa kesulitanuntuk menggunakan media pembelajaran CR, tetapi pada akhirnya siswa mampumenggunakan media kemudian menggunakan hasilnya untuk memahami makna tanda samadengan. Di akhir pertemuan, siswa sudah mampu memaknai tanda sama dengan sebagaisebagai konsep yang merepresentasikan padanan. Hal ini dapat terlaksana karena siswasudah terbiasa menggunakan media Cuisenaire Rods.
BARONGAN REOG PONOROGO SEBAGAI ACUAN DESAIN MOTIF BATIK BERBASIS JULIA SET Ekayanti, Arta; Suhendar, Uki; Merona, Senja Putri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 38 No. 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i2.6445

Abstract

Reog Ponorogo merupakan kesenian yang berasal dari Kabupaten Ponorogo sehingga memunculkan julukan Kabupaten Ponorogo sebagai Kota Reog. Keindahan kesenian reog ini bermula dari pentas pertunjukkan, kemudian menginspirasi pada penciptaan kreatif yang lainnya, salah satunya  adalah penciptaan desain motif batik. Dewasa ini merupakan era Industri 4.0, sehingga kreativitas penciptaan desain motif batik pun perlu memanfaatkan teknik digital, salah satu  teknik yang relevan adalah ilustrasi Julia set. Ilustrasi Julia set dapat dimanfaatkan untuk menciptakan motif batik dengan inspirasi seni tradisional menjadi kreasi desain motif baru yang harmonis.. Tujuan dari penciptaan ini adalah mengembangkan motif batik barongan reog Ponorogo dengan memanfaatkan ilustrasi dari julia set, hal ini dilakukan dengan menyusun ilustrasi grafis julia set sedemikian hingga menyerupai bentuk dari komponen yang ada dalam kesenian Reog Ponorogo dalam hal ini barongan. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini yaitu observasi, kajian pustaka, eksplorasi (penciptaan) dan dokumentasi. Ilustrasi Julia Set yang digunakan adalah Julia Set yang dibangkitkan oleh persamaan polinomial derajat dua dengan parameter ,  dan , Serta polinomial derajat lima dengan c=0.8+0.6i dan polinomial derajat delapan dengan  Ilustrasi grafis Julia Set yang telah diperoleh disusun sedemikian hingga diperoleh desain motif batik barongan reog ponorogo yang mengacu pada bentuk barongan dalam seni Reog Ponorogo.
Penguatan Paradigma Pembelajaran Mendalam (Deep learning) bagi Guru Matematika Tingkat Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Ponorogo Ekayanti, Arta; Avita Nurhidayah, Dwi; Sutrisno
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.425

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru matematika Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Ponorogo melalui penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam bentuk lokakarya interaktif yang melibatkan 50 guru MTs sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, diskusi reflektif, serta sharing session pengalaman praktik mengajar. Materi utama membahas transformasi paradigma pembelajaran dari hafalan menuju pemahaman mendalam dengan strategi seperti problem-based learning, project-based learning, dan pendekatan STEM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep dan implementasi deep learning dalam pembelajaran matematika serta tumbuhnya kesadaran reflektif untuk menerapkan pembelajaran bermakna di kelas. Para guru juga berperan aktif sebagai narasumber lapangan, berbagi praktik baik dan tantangan yang mereka hadapi di sekolah. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru sebagai mitra sejajar dalam upaya membangun budaya pembelajaran inovatif di Ponorogo