Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Eksploitasi Kesalahan Konsep Teori Graf dalam Perkuliahan Matematika Diskrit Menggunakan Metode Game "Tantangan Berhadiah Point" Mardiani, Dian
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 3 (2017): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.459

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan konsep teori graf apa saja yang dapat terjadi ketika game “tantangan berhadiah point” diterapkan dalam perkuliahan matematika diskrit dengan tema sejarah dan teori graf. Subjek penelitian dari penelitian ini adalah kelas 2B Prodi Pendidikan Matematika tahun ajaran 2016/2017 berjumlah 34 mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Hasil analisa data penelitian ini, ditemukan ada tujuh jenis kesalahan yang terjadi. Mahasiswa salah mengingat dalam menulis nama tokoh sejarah atau nama tempat dalam sejarah graf sebanyak 68%, kemudian 35% mahasiswa salah dalam menulis simbol derajat dari suatu simpul, 18% salah dalam memahami konsep derajat suatu simpul pada graf, 18% salah dalam memahami konsep sisi dan simpul pada graf, 15% mahasiswa salah dalam proses berhitung, 3% salah dalam mengingat informasi, 24% mahasiswa salah memahami konsep derajat dari graf yang mengandung loop. Dari survey diperoleh 88% mahasiswa memberikan pendapat positif terhadap game ini, walaupun hanya 9% yang berhasil menjawab sempurna semua soal tes. Kesimpulannya game ini tidak menjamin efektifitas perkuliahan namun memberikan suasana belajar yang lebih positif. The purpose of this study is to find out mistakes in learning Graph theory while applying the concept with games “Challenge made point” in Discrete Math lecturing with theme: Story and Graph Theory. Subjects of this study are 34 students of Math Program class 2B year 2017-2018. This descriptive study found that there are seven mistakes occurred. Some students were false to remember in writing the name of Math expert or the name of history place of Graph theory about 68%, meanwhile 35% students were false to write symbol degree concept from a knot of Graph, 15% students were false in counting process, 3% students were false to remember information, and 24 % students were false to understand degree concept of Graph had loop. Meanwhile, from survey, it found that 88% students gave positive response toward this game, although only 9% student’s success to answer the test perfectly. The main point is, this game didn’t ensure effective lecturing, but it made more positive atmosphere while teaching and learning process.
Kemampuan Mahasiswa Memahami Persamaan Diferensial Bernauli melalui Model Pembelajaran Game Menempel Nama Mardiani, Dian
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.479

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil pengamatan penulis tentang bagaimana game menempel nama diterapkan di perkuliahan Persamaan Diferensial pada tema Persamaan Diferensial Bernauli? Ini merupakan penelitian deskriptif. Observasi dilakukan di salah satu kelas mata kuliah Persamaan Diferensial di STKIP Garut. Instrument penelitian yang digunakan berupa lembar observasi untuk mengeksplorasi bagaimana metode game menempel nama digunakan dalam suatu perkuliahan persamaan diferensial. Berdasar hasil observasi diperoleh game ini membuat peserta didik lebih bergairah mendrill kemampuannya dalam menentukan solusi suatu persamaan diferensial Bernauli secara mandiri. Drill berulang untuk mahir menggunakan prosedur tertentu tak terasa membosankan bagi peserta didik, dengan harapan namanya dapat tertempel lebih banyak dari teman lainnya. Dengan game ini, diperoleh produk berupa buku lipat warna warni berisikan soalyang beragam dan penyelesaiannya yang dapat digunakan sebagai bank soal.
Model Accelerated Learning Cycle dalam Pembelajaran Pertidaksamaan Linear dan Nilai Mutlak Mardiani, Dian
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.583

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan tentang bagaimana membelajarkan matematika kepada suatu kelas di jurusan biologi di sebuah Institut sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan efektif. Tujuan peneltian adalah untuk mengeksplorasi bagaimana kemampuan bermatematika mahasiswa biologi setelah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model ALC. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 25 mahasiswa tingkat 1 jurusan Biologi di suatu Institut di provinsi Jawa Barat. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% subjek penelitian berhasil mencapai nilai tes di atas standar yang ditentukan. Hanya 8% yang masih belum terbantu dengan menggunakan model ini. Berdasar hasil observasi, model ALC secara bertahap mampu membawa suasana pembelajaran lebih kondusif, yang awalnya subjek belajar banyak diam dan tegang dalam kegiatan pembelajaran, menjadi lebih terbuka, mau bertanya dan berusaha memahami apa yang dibelajarkan secara mandiri. Berdasar hasil wawancara model ALC bagi beberapa subjek mampu membuat mahasiswa yang malas membuka buku menjadi mau membuka dan mempelajari buku matematika di rumah, mengerjakan soal soal latihan yang diberikan, belajar matematika di rumah lebih dari biasanya. This research is motivated by the challenges of how to teach mathematics to a class in the biology department at an Institute so that learning becomes meaningful and effective. The purpose of this research is to explore how the mathematical abilities of biology students after learning by using the ALC model. This is descriptive research. Research subjects numbered 25 levels 1 student majoring in Biology at an Institute in the province of West Java. The instruments used were observation sheets, interview guidelines, and tests. The results showed that 92% of research subjects managed to achieve test scores above the specified standard. Only 8% have still not been helped by using this model. Based on the results of observations, the ALC model is gradually able to bring a more conducive learning atmosphere, which initially subjects learning a lot of silence and tension in learning activities, becoming more open, willing to ask questions and try to understand what is being taught independently. Based on the results of the ALC model interviews for some subjects, it can make students who are lazy to open books to be willing to open and study mathematics books at home, do the practice questions given, learn mathematics at home more than usual.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP pada Materi Statistika Silviani, Endah; Mardiani, Dian; Sofyan, Deddy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.679

Abstract

Kemampuan representasi matematis sangat penting dalam pembelajaran matematika, akan tetapi dalam kenyataannya siswa cenderung meniru langkah guru dalam menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan representasi verbal, representasi gambar, dan representasi simbol, serta pemahaman dari siswa SMP pada materi statistika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada indikator kemampuan representasi verbal dan indikator kemampuan representasi gambar atau visual ketiga subjek yang diteliti sudah cukup menguasai. Pada indikator kemampuan representasi simbol hanya dua subjek yang sudah menguasai, sedangkan satu subjek lainya kurang memahami representasi simbol. Pada pemahaman mengenai materi statistika, rata-rata dari ketiga subjek yang diteliti sudah cukup menguasai materi statistika. Saran penulis bagi guru adalah upayakan guru berusaha memberikan metode dalam penyampaian materi yang membuat siswa bersemangat misalnya memberikan materi melalui video supaya siswa tidak merasa bosan. The ability of mathematical representation is very important in learning mathematics, but in reality, students tend to imitate the teacher's steps in solving problems. The purpose of this study was to describe the ability of verbal representation, image representation, and representation of symbols, as well as an understanding of junior high school students on statistical material. This study uses descriptive research methods. The conclusions obtained from this study are the indicators of verbal representation capabilities and indicators of the capabilities of the representation of the image or visual three subjects studied have been quite mastered. In indicators, the ability of the symbolic representation is only two subjects that have mastered, while the other subjects do not understand the representation of the symbol. In an understanding of statistical material, the average of the three subjects studied has sufficiently mastered statistical material. The author's advice for teachers is to try the teacher trying to provide a method in delivering material that makes students vibrant for example giving material through video so that students don't feel bored.
KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: ANALISIS DESKRIPTIF BERDASARKAN EMPAT INDIKATOR UTAMA Maulany, Daffa Qania; Afriansyah, Ekasatya Aldila; Mardiani, Dian
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi yang mendalam mengenai tingkat kepercayaan diri siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika, dengan berfokus pada empat indikator utama, yaitu keyakinan terhadap kemampuan sendiri, berinisiatif mengambil keputusan, pandangan positif terhadap diri sendiri, dan berani mengemukakan pendapat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan instrumen utama berupa angket yang diberikan kepada 25 siswa dan wawancara mendalam dengan 5 siswa untuk menggali informasi lebih lanjut. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X SMA Negeri 5 Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tingkat kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran matematika termasuk dalam kategori “sebagian besar” dengan rata-rata persentase 69,17%. Indikator yang memperoleh skor tertinggi adalah pandangan positif terhadap diri sendiri dengan nilai 68,67%, sedangkan indikator yang memperoleh skor terendah adalah keyakinan terhadap kemampuan sendiri, yaitu 61%. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian besar siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup baik. Namun beberapa aspek, seperti keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri, masih perlu mendapatkan perhatian lebih. Kepercayaan diri siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk lingkungan belajar yang mendukung serta peran penting guru dalam menciptakan suasana yang mendorong kemandirian dan memberikan penguatan positif.
Hubungan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Kepercayaan Diri Siswa Al Dadista, Anisa; Maryati, Iyam; Mardiani, Dian; Nurhanifah, Nova
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.930

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis dan kepercayaan diri merupakan dua aspek penting dalam pembelajaran matematika, namun keduanya masih menjadi permasalahan di banyak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian adalah siswa SMP kelas VII dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes tertulis kemampuan berpikir kritis matematis dan angket kepercayaan diri siswa. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian yang di dapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis matematis siswa dan kepercayaan diri siswa dengan kategori hubungan sedang. Siswa dengan tingkat kepercayaan diri tinggi cenderung menunjukkan kemampuan berpikir kritis matematis yang lebih baik. Faktor kepercayaan diri mempengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis sebesar 22,75 % dan sisanya sebesar 77,25 % dipengaruhi faktor lain.