Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Musikal dan Teknik Permainan Biola Minuet Karya Luigi Boccherini Lanang Riyadi; Yensharti Yensharti
SENDRATASIK UNP Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v11i4.119245

Abstract

This study analyzes the musicological Minuet by Luigi Boccherini which focuses on the analysis of rhythm, melody, form and structure of the work. This research includes qualitative research with a content analysis approach. Data were collected through literature study, observation, labor and documentation. Based on the results of the study, it was found that the minuet by Luigi Boccherini was written in 48 bars, using 3 major strokes starting with 3/4 time signature. The form of the work consists of two macro parts (large) A consists of 4 forming characters, 3 phrases and 14 motifs and B consists of 5 forming characters, 3 phrases and 10 motifs. The work is processed through the formation of motifs with their own characters and developed by literal repetition, ascending sequences, descending sequences and repetitions with variations. In addition, it was found the use of acciaccatura ornamentation in the formation of motif 1 with a combination of the use of syncopation and trill rhythms, shifting the basic notes (modulation) to the a minor scale of part A in character 4. The shifting of basic notes to 2 sharp at the beginning of part B with a characteristic use staccato signs. 
Pengembangan Aplikasi Kelas Digital Scola sebagai Media Evaluasi Pembelajaran Musik di Sekolah Lanang Riyadi; Yudi Sukmayadi
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: The use of media in the learning evaluation stage affects student learning outcomes which can be seen from scores in tests and other evaluation stages. It is also seen from how the ability of educators to create learning media that can develop students' interest in the learning process to evaluate learning which is expected to make the stages of learning more effective and efficient with the use of attractive teaching media. One of the interesting learning media is the Digital Classroom application by Scola LMS (Learning Management System) also as a digital learning solution in schools. Method: By utilizing the Scola application, educators can also manage school data in an organized and centralized manner, access content and materials from other schools, and make learning interactive. Result and discussion: This research uses the 4D development model which is formed of the stages of define, design, develop, and disseminate by focusing on the definition and design stages of application development. Implication: The results show that the Digital Classroom Application by Scola is a solution to answer the challenges of conventional learning that is so-so so as to create a digitally sophisticated learning atmosphere.
Persepsi Guru Sekolah Dasar pada Penerapan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Lanang Riyadi; Yudi Sukmayadi
Jurnal Basicedu Vol 7, No 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.5323

Abstract

Penerapan dua kurikulum pada satuan pendidikan mengalami proses pembelajaran yang berbeda dan didasari oleh bedanya capaian pembelajaran masing-masing kurikulum. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap bagian integral persepsi guru SD Negeri 18 Bungo Pasang pada penerapan Kurikulum 2013 & Kurikulum Merdeka dalam permasalahan proses pembelajaran seni budaya. Mendasari hal tersebut dikarenakan penerapan Kurikulum Merdeka saat ini belum sepenuhnya dilaksanakan, baik itu dari segi kesiapan maupun kematangan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode analisis deskriptif dalam penelitian ini, datanya dikumpulkan dengan wawancara, dan studi pustaka untuk melengkapi pernyataan dari hasil wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa SD 18 Bungo Pasang masih menerapkan dua kurikulum dengan pembagian berdasarkan tingkatan kelas. Terdapat tantangan dan juga hambatan dalam pembelajarannya, diantaranya siswa masih berpatokan pada teori yang terdapat pada buku, sehingga minimnya eksplorasi siswa terhadap lingkungan. Selain itu metode belajar yang dilakukan oleh guru dianggap menjadi beban dan keluhan bagi siswa, seharusnya dengan adanya konsep Merdeka Belajar diharapkan dapat menciptakan belajar yang bahagia. Simpulan penelitian ini terlihat bahwa dua kurikulum tersebut masih berjalan dengan baik hingga saat ini dimana kelebihan dan kekurangan masing-masng kurikulum terlihat saling melengkapi khususnya pada pembelajaran seni budaya.
Persepsi Guru Sekolah Dasar pada Penerapan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Lanang Riyadi; Yudi Sukmayadi
Jurnal Basicedu Vol 7, No 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.5323

Abstract

Penerapan dua kurikulum pada satuan pendidikan mengalami proses pembelajaran yang berbeda dan didasari oleh bedanya capaian pembelajaran masing-masing kurikulum. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap bagian integral persepsi guru SD Negeri 18 Bungo Pasang pada penerapan Kurikulum 2013 & Kurikulum Merdeka dalam permasalahan proses pembelajaran seni budaya. Mendasari hal tersebut dikarenakan penerapan Kurikulum Merdeka saat ini belum sepenuhnya dilaksanakan, baik itu dari segi kesiapan maupun kematangan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode analisis deskriptif dalam penelitian ini, datanya dikumpulkan dengan wawancara, dan studi pustaka untuk melengkapi pernyataan dari hasil wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa SD 18 Bungo Pasang masih menerapkan dua kurikulum dengan pembagian berdasarkan tingkatan kelas. Terdapat tantangan dan juga hambatan dalam pembelajarannya, diantaranya siswa masih berpatokan pada teori yang terdapat pada buku, sehingga minimnya eksplorasi siswa terhadap lingkungan. Selain itu metode belajar yang dilakukan oleh guru dianggap menjadi beban dan keluhan bagi siswa, seharusnya dengan adanya konsep Merdeka Belajar diharapkan dapat menciptakan belajar yang bahagia. Simpulan penelitian ini terlihat bahwa dua kurikulum tersebut masih berjalan dengan baik hingga saat ini dimana kelebihan dan kekurangan masing-masng kurikulum terlihat saling melengkapi khususnya pada pembelajaran seni budaya.
Empowering the potential of local cultural wisdom in the packaging of performing arts: a force for forming community identity in the Kampung Seni Edas Bogor City Trimulyani Nurjatisari; Tati Narawati; Trianti Nugraheni; Lanang Riyadi
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v21i2.4734

Abstract

Foreign culture has become a significant polemic for today's millennials, leading to a tendency to overlook their nation's identity and the robust cultural potential inherent in their own country. This article seeks to enhance the potential of local cultural wisdom in the packaging of art as a force for shaping community identity. A qualitative approach is employed to provide a detailed and careful description of the art packaging methods in Kampung Seni Edas. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with the research conducted in Kampung Seni Edas, Bogor City. Data validity was ensured through source triangulation and informant review techniques. Data analysis utilized interactive techniques involving data reduction, data display, and verification steps. The results underscore the necessity of elevating the potential of local wisdom in Kampung Seni Edas as an alternative model for empowerment and art packaging, contributing to character building and community identity, ultimately facilitating preservation through innovative performing arts. The implication is that the millennial generation needs to recognize, understand, and study culture as an essential achievement that must be embraced by millennials as the successors of the nation.
Persepsi Guru Sekolah Dasar pada Penerapan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Riyadi, Lanang; Sukmayadi, Yudi
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.5323

Abstract

Penerapan dua kurikulum pada satuan pendidikan mengalami proses pembelajaran yang berbeda dan didasari oleh bedanya capaian pembelajaran masing-masing kurikulum. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap bagian integral persepsi guru SD Negeri 18 Bungo Pasang pada penerapan Kurikulum 2013 & Kurikulum Merdeka dalam permasalahan proses pembelajaran seni budaya. Mendasari hal tersebut dikarenakan penerapan Kurikulum Merdeka saat ini belum sepenuhnya dilaksanakan, baik itu dari segi kesiapan maupun kematangan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode analisis deskriptif dalam penelitian ini, datanya dikumpulkan dengan wawancara, dan studi pustaka untuk melengkapi pernyataan dari hasil wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa SD 18 Bungo Pasang masih menerapkan dua kurikulum dengan pembagian berdasarkan tingkatan kelas. Terdapat tantangan dan juga hambatan dalam pembelajarannya, diantaranya siswa masih berpatokan pada teori yang terdapat pada buku, sehingga minimnya eksplorasi siswa terhadap lingkungan. Selain itu metode belajar yang dilakukan oleh guru dianggap menjadi beban dan keluhan bagi siswa, seharusnya dengan adanya konsep Merdeka Belajar diharapkan dapat menciptakan belajar yang bahagia. Simpulan penelitian ini terlihat bahwa dua kurikulum tersebut masih berjalan dengan baik hingga saat ini dimana kelebihan dan kekurangan masing-masng kurikulum terlihat saling melengkapi khususnya pada pembelajaran seni budaya.
Musical Analysis Structure and Violin Playing Technique in Suzuki Violin Book Riyadi, Lanang; Yensharti, Yensharti
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v6n2.p170-178

Abstract

This article aims to describe and provide an overview of the analysis of the musical structure and violin playing techniques contained in the works in Suzuki Violin Book Volume 1. The research contained in this article uses a qualitative method with a systematic content analysis approach, objectivity, and generalization. The works analyzed in this research are "Twinkle, Twinkle, Little Star", "Lightly Row", and "Song of the Wind". The results show that the three works are simple works that are appropriate as teaching materials for educators in teaching students who are just learning violin instruments. This is evidenced by violin playing that only uses the A string and E string with 1, 2, 3, and 0 (open string). The works are composed of intervals that make the melody movement dominated by stepping movements rather than jumping. In addition, the techniques that appear in these works are simple techniques such as up-bow, down-bow, tenuto, and staccato, and a little complicated for beginners is syncopation. So, the three works are the right works to learn for beginners.
Persepsi Guru Sekolah Dasar pada Penerapan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Riyadi, Lanang; Sukmayadi, Yudi
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.5323

Abstract

Penerapan dua kurikulum pada satuan pendidikan mengalami proses pembelajaran yang berbeda dan didasari oleh bedanya capaian pembelajaran masing-masing kurikulum. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap bagian integral persepsi guru SD Negeri 18 Bungo Pasang pada penerapan Kurikulum 2013 & Kurikulum Merdeka dalam permasalahan proses pembelajaran seni budaya. Mendasari hal tersebut dikarenakan penerapan Kurikulum Merdeka saat ini belum sepenuhnya dilaksanakan, baik itu dari segi kesiapan maupun kematangan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode analisis deskriptif dalam penelitian ini, datanya dikumpulkan dengan wawancara, dan studi pustaka untuk melengkapi pernyataan dari hasil wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa SD 18 Bungo Pasang masih menerapkan dua kurikulum dengan pembagian berdasarkan tingkatan kelas. Terdapat tantangan dan juga hambatan dalam pembelajarannya, diantaranya siswa masih berpatokan pada teori yang terdapat pada buku, sehingga minimnya eksplorasi siswa terhadap lingkungan. Selain itu metode belajar yang dilakukan oleh guru dianggap menjadi beban dan keluhan bagi siswa, seharusnya dengan adanya konsep Merdeka Belajar diharapkan dapat menciptakan belajar yang bahagia. Simpulan penelitian ini terlihat bahwa dua kurikulum tersebut masih berjalan dengan baik hingga saat ini dimana kelebihan dan kekurangan masing-masng kurikulum terlihat saling melengkapi khususnya pada pembelajaran seni budaya.
Transforming music learning: Keroncong guitar VSTi prototype as a catalyst for educational innovation Kusuma, Adel Sulaiman; Sukmayadi, Yudi; Riyadi, Lanang
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2024): December
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v11i4.71223

Abstract

The rapid development of technology in music education requires music educators to be creative and critical in developing technology-based learning tools. This ensures that learning aligns with current trends and is implemented more effectively. In addition to enhancing learning, technology also addresses challenges faced by music composers. This study focuses on creating a Virtual Studio Technology Instrument (VSTi) for the keroncong guitar as a teaching aid. In keroncong music, the guitar plays a key role in improvising chord progressions, demanding specialized skills from musicians and composers. Using a practice-oriented approach, this study covers the pre-production, production, and post-production stages of developing a VSTi for the Keroncong guitar. The results show that the VSTi operates effectively in a Digital Audio Workstation (DAW), serving as a valuable learning tool and reference for keroncong guitar patterns. The assessment demonstrated significant improvements in sound quality and user satisfaction, with 90% of users approving. Integration with other instruments showed a 25% average improvement, while flexibility and ease of improvisation received positive feedback from 80% and 75% of users. To conclude, the prototype of the Keroncong Guitar VSTi can catalyze educational innovation.
Peran Media Video Tutorial YouTube sebagai Sumber Penunjang Praktik Instrumen Gesek (Violin): Studi Literatur Yensharti, Yensharti; Riyadi, Lanang
KOLEKTIF: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2024): December
Publisher : CV ALFA EDU KARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70078/kolektif.v1i2.40

Abstract

Kebutuhan akan metode pembelajaran violin yang lebih fleksibel dan interaktif di era digital, menjadi akar permasalahan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menelaah literatur terkait dampak penggunaan video tutorial terhadap keterampilan musik siswa serta mengidentifikasi tantangan dan kelebihan yang terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, di mana peneliti mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video tutorial secara signifikan meningkatkan keterampilan teknis siswa, memberikan aksesibilitas yang lebih baik, dan memungkinkan pembelajaran mandiri. Video tutorial juga membantu siswa memahami teknik dengan lebih baik melalui demonstrasi visual. Namun, tantangan terkait kualitas dan kredibilitas sumber video teridentifikasi, yang dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi video tutorial dalam kurikulum pendidikan musik dan perlunya pelatihan bagi pengajar untuk memaksimalkan potensi video tutorial sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif, menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan bermanfaat bagi siswa.