Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Introducing Market Access Using Trade Map to Export Products for a Micro and Small Entrepreneur in Bandung Angela, Francesca Klarensia; Rifawan, Affabile
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 10, No 2 (2024): June
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.92652

Abstract

Rahsa Nusantara is an Indonesian start-up established in 2016 with a specialization in crafting natural products derived from local ingredients. One of their products is Sukhaloka, a natural collagen booster extracted from taro's tuber. This product is rich in hyaluronic acid, offering hair, skin, and nail’s health benefits. As Rahsa Nusantara aims to expand globally, the company faces challenges in gaining international market access. In response, a community empowerment program was conducted by Universitas Padjadjaran, collaborating with the Free Trade Agreement (FTA) Center. The program involved two weeks of preparation, foreign market research, and a virtual consultation session with FTA Center expert. The findings highlighted the potential export destinations, such as Japan, where the demand for collagen products is notably high. The FTA Center expert provided valuable insights and recommendations, including product positioning, cost breakdown, and the importance of certifications for specific markets. The program successfully equipped Rahsa Nusantara with knowledge and tools for effective market entry. The study concludes by emphasizing the need for ongoing collaboration, continuous market research, and the implementation of expert advice for sustained success in international trade.
Fork on the Road: National Security as One of the Driving Forces behind Thailand’s Unilateral Move towards the Myanmar Crisis Manullang, Abel Josafat; Sudirman, Arfin; Rifawan, Affabile
Papua Journal of Diplomacy and International Relations Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/pjdir.v4i2.3534

Abstract

In June 2023, Thailand took a unilateral move to engage with Myanmar’s junta government, surprising ASEAN. It occurred in the midst of the lack of progress that ASEAN has made in addressing the Myanmar crisis, which directly affects Thailand as Myanmar’s closest neighbor. Although Thailand’s move did not worsen the situation, other ASEAN countries criticised it as going against ASEAN’s stance on the crisis. This article argues that Thailand’s decision was largely driven by concerns about its own national security. In terms of the research method, this article employs a qualitative approach. In particular, national security concepts and rational choice theory are employed to build the analysis. Using secondary data, this study shows how the Myanmar crisis impacts Thailand’s security, such as refugee inflows and airspace violations. ASEAN’s lack of progress, Thailand’s experience in engaging with Myanmar, and the presence of a precedent by Cambodia can also be seen as some of the driving forces behind its eventual move. KEYWORDSMyanmar crisis; National security; Rational choice theory; Thailand; Unilateral move
Peran Indonesia Sebagai Norm Entrepreneur Dalam Konsepsi Sentralitas ASEAN Melalui Inisiatif Karbon Lintas Batas Berbasis Teknologi Carbon, Capture and Storage (CCS) Fransiskus, Fransiskus; Rifawan, Affabile
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v7i1.58082

Abstract

Artikel ini membahas peran Indonesia sebagai pelopor inisiatif jaringan karbon lintas batas di ASEAN. Peran Indonesia akan dianalisis melalui teori peran yang diuraikan oleh Martha Finnemore dan Kathryn Sikkink, yakni norm entrepreneur. Isu ini dipilih karena masalah karbon lintas batas telah menjadi perhatian utama ASEAN, mengingat isu ini menjadikan konsepsi sentralitas ASEAN dalam posisi yang sulit. Dalam menghadapi isu karbon di kawasan, telah ditemukan tantangan dalam pengembangan kerangka kerja untuk jaringan transportasi dan penyimpanan karbon lintas batas. Melalui metode penelitian kualitatif ditemukan bahwa peran Indonesia sebagai norm entrepreneur dalam pembangunan kerangka kerja merupakan bagian dari upaya mempertahankan konsepsi sentralitas ASEAN, ang mana Indonesia memprakarsai program karbon lintas batas melalui pengembangan teknologi Carbon, Capture and Storage (CCS). Artikel ini menemukan bahwa terdapat pendekatan berbasis kebijakan dalam implementasi teknologi CCS yang menjadi model pertama di kawasan. Namun, direkomendasikan bahwa model dan pendekatan peran Indonesia dalam isu ini dapat diikuti oleh anggota ASEAN lainnya sehingga konsepsi sentralitas ASEAN dapat terpenuhi. This article discusses the role of Indonesia as a pioneer of transboundary carbon network initiatives in ASEAN. Indonesia's role will be analyzed through the role theory outlined by Martha Finnemore and Kathryn Sikkink, namely norm entrepreneur. This issue was chosen because transboundary carbon issues have become a major concern for ASEAN, as it puts the conception of ASEAN centrality in a difficult position. In dealing with carbon issues in the region, the challenges of developing a framework for transboundary carbon transportation and storage networks have been identified. Through a qualitative research method, it is found that Indonesia's role as a norm entrepreneur in the development of the framework is part of the effort to maintain the conception of ASEAN centrality, where Indonesia initiated a transboundary carbon program through the development of Carbon, Capture and Storage (CCS) technology. This article finds that there is a policy-based approach in the implementation of CCS technology which is the first model in the region. However, it is recommended that the model and approach of Indonesia's role in this issue be followed by other ASEAN members so that the conception of ASEAN centrality can be fulfilled.
FASILITAS EKSPOR UNTUK PELAKU UMKM JAWA BARAT Rifawan, Affabile; Wibawa, Satriya; Darmawan, Ivan; Mahyudin, Emil
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.57

Abstract

UMKM merupakan salah satu penyokong besar bagi perekonomian nasional. Selain berkontribusi melalui aktivitas perdagangan, UMKM juga menjadi salah satu sumber lapangan pekerjaan bagi masyarakat. UMKM juga menjadi sektor bisnis yang mampu bertahan di berbagai kondisi ekonomi, bahkan terus mengalami kemajuan yang pesat hingga saat ini. Namun, di balik peran penting tersebut, kontribusi UMKM untuk berpartisipasi di pasar global melalui kegiatan ekspor masih kurang. Padahal, di era globalisasi saat ini, UMKM memiliki peluang besar dalam melakukan ekspansi bisnis. Bahkan, kecanggihan teknologi digital dapat menjadi salah satu cara bagi UMKM untuk melakukan pemasaran produk hingga ke mancanegara. Pemerintah pun telah menyediakan fasilitas melalui FTA Center untuk membantu para pelaku UMKM dalam melakukan aktivitas ekspor. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa sosialisasi dan kegiatan lapangan untuk menyebarkan informasi terkait kegiatan ekspor. Berdasarkan hasil kegiatan yang diperoleh, ditemukan bahwa terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat melakukan ekspor produk. Selain itu, para pelaku UMKM juga perlu untuk melakukan inovasi untuk dapat bertahan dalam persaingan pasar.
Strategi Diplomasi Budaya Indonesia Oleh PT Produksi Film Negara (PFN) Terhadap Cina Melalui Indonesia Movie Weekend Festival 2024 Pradito, Muhammad; Alam, Gilang Nur; Rifawan, Affabile; Dermawan, Windy
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 2 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i2.6245

Abstract

Penelitian ini membahas strategi diplomasi budaya yang dijalankan oleh PT Produksi Film Negara (PFN) melalui penyelenggaraan Indonesia Movie Weekend Festival (IMWF) 2024 di Cina. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini dianalisis melalui kerangka diplomasi budaya Patricia Goff yang mencakup tiga dimensi utama: koneksi, konsistensi, dan inovasi. Meski bukan lembaga diplomatik, PFN—sebagai badan perfilman milik negara—berperan aktif dalam mendukung diplomasi budaya Indonesia di tengah belum adanya strategi nasional yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi 4C PFN (Connect, Collaborate, Create, dan Commerce) mampu menerjemahkan teori Goff ke dalam praktik. Strategi Connect membangun keterhubungan emosional dan kontekstual dengan audiens dan mitra di Cina, Collaborate menciptakan kemitraan jangka panjang lintas budaya, sedangkan Create dan Commerce mencerminkan inovasi dalam format dan pendekatan, termasuk sinema digital vertikal dan teknologi imersif. Namun, tantangan tetap ada, seperti minimnya koordinasi antar lembaga dalam negeri dan proteksionisme pasar film Tiongkok. Kendati demikian, PFN tampil sebagai aktor negara yang adaptif dan strategis, menjadikan diplomasi perfilman sebagai sarana memperkuat citra Indonesia di kancah global melalui pendekatan naratif yang berkelanjutan dan inovatif.