Husen Hendriyana
Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Akselerasi Produksi Kain Batik di Musim Penghujan dengan Menggunakan Mesin Fotonik Komarudin Kudiya; Husen Hendriyana; Eko Mursito Budi
PANGGUNG Vol 31 No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i2.1575

Abstract

Industri batik tradisional di Indonesia, sebagian besar masih menggunakan teknik pewarnaan menggunakan sinar matahari langsung, sedangkan di musim penghujan perajin secara rutin masih harus tetap memproduksi kain batik untuk memenuhi target dari berbagai penanan. Artikel ini bertujuan menguatkan keberlangsungan industri kecil dan mengah perajin batik di musim penghujan, maka diperlukan langkah strategis dalam menghadirkan solusi yang lebih efektif. Metode yang digunakan dari penelitian ini yaitu Participation Action Research (PAR) dengan paradigma practice-led reseach dan pendekatan strategi kreatif industry design. Kelompok perajin home industry batik sebagai populasi, dan Batik Komar sebagai sampel pada penelitian ini. Instrumen penelitian melalui beberapa elemen dan prinsip desain, teknologi dan industri. Adapun prosedur penelitian melalui tahapan design thinking. Hasil penelitian ini yaitu produk kain batik dengan teknik pewarnaan sinar ultraviolet melalui mesin fotonik. Mesin fotonik batik merupakan salah satu solusi strategis dalam mengatasi langkanya sinar matahari pada musim penghujan sebagai energi penguat proses pewarnaan batik. Dengan kata lain, Mesin fotonik batik sangat membantu akselerasi kapasitas produksi batik yang menggunakan pewarna jenis indigosol. KataKunci: Pewarnaan Batik; Fotonik Batik; Musim Penghujan; Fotokimia; Sinar Ultraviolet
Respon Kreatif Perajin Pandan dalam Mendukung Lingkungan, Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat, dan Pelestarian Sumber Daya Alam Husen Hendriyana; I Nyoman Darma Putra; Tyas Rinestu; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1673

Abstract

Pangandaran Jawa Barat adalah daerah pantai pasir dan bukit berbatu membentang sepanjang 91 km yang separohnya, 44,85 km, ditumbuhi tanaman pandan (pandanus tectorius). Potensi kekayaan alam itu menginspirasi tumbuhnya pekerjaan baru dari mayoritas penduduk Pangandaran petani padi, kelapa, gula kelapa, serta nelayan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji respons individu dan kelompok masyarakat terhadap budaya kreatif untuk membuat produk kreatif berbasis material pandan. Uraian difokuskan pada respon psikologis individu dan atau kelompok terhadap sumber daya lingkungan, respons psikologis terhadap sumber daya lingkungan dalam membentuk hubungan antar-kelompok, dan menggambarkan pemahaman kelompok perajin terhadap pengetahuan dan keterampilan desain yang memperhatikan kelestarian sumber daya lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan Participation Action Research (PAR), eco-design, eco-friendly product, environmental design melalui sinergisitas unsur-unsur pengampu kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan timbulnya kesadaran kreatif baru bagi masyarakat Pangandaraan untuk membuat produk kriya berbasis pandan yang tidak saja bernilai ekonomi tetapi dapat mendukung program masyarakat mengurangi sampah plastik. Lewat berbagai produk olahan berbasis pandan seperti eco-friendly shopping bag (tas belanja ramah lingkungan), proses dan karya kreatif mereka pelan-pelan juga menimbulkan kesadaran baru untuk menjaga sumber daya pandan agar bisa menyediakan bahan baku secara berkelanjutan.     Kata Kunci:  pandanus tectorius; perajin pandan Pangandaraan Jawa Barat; produk ramah lingkungan, sampah plastik
Syair Gulung: Hegemoni Ajaran Islam dalam Budaya Masyarakat Melayu Ketapang Dana Waskita; Tri Sulistyaningtyas; RR Sri Wahyuni; Husen Hendriyana
PANGGUNG Vol 32 No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i3.2202

Abstract

Syair Gulung merupakan warisan budaya Melayu yang sarat dengan pesan moral dan sangat berpengaruh dalam kehidupan keseharian masyarakat Melayu di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Seni budaya ini masih dilestarikan dan dilantunkan dalam acara-acara resmi dan tidak resmi, seperti keagamaan, kemasyarakatan, dan pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah isi yang dikaitkan dengan praktik sosial Syair Gulung tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan mengaplikasikan metode penelitian analisis wacana kritis berbasis korpus atau Corpus-Assisted Critical Discourse Analysis (CACDA). Analisis teks secara kuantitatif dengan menggunakan sebuah software Korpus Linguistik menunjukkan tema yang dominan berdasarkan frekuensi kosa kata yang muncul dalam Syair Gulung adalah berkaitan dengan Islam. Analisis kolokasi dan konkordansi secara kualitatif menunjukkan pesan-pesan moral berbasis ajaran Islam. Hasil kajian historis dan praktik sosial Syair Gulung menandakan penegasan identitas penduduk muslim dan tradisi panjang yang menunjukkan hegemoni ajaran Islam di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.Kata kunci: Syair Gulung, Melayu, Ketapang, hegemoni ajaran, Islam
Kontekstualitas dan Representasional Patung Monumen di Kota Bandung Gustiyan Rachmadi; Husen Hendriyana; Asep Miftahul Falah
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2609

Abstract

Pembuatan patung monumen sering dijadikan penanda seperti simbol dan ikon tertentu yang dianggap penting. Permasalahannya yaitu bagaimana kontekstualitas dan representasi dari gagasan, konsep, bentuk, dan tempat patung monumen itu diwujudkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teks dan konteks, serta bentuk estetik patung monumen di Kota Bandung. Berdasarkan penelusuran data di lapangan didapatkan lima puluh bentuk patung monumen di wilayah kota Bandung. Namun, dari hasil proses analisis seleksi objek hanya tiga patung monumen yang dijadikan sample pembahasan penelitian ini, yaitu Patung Monumen Pemuda Pelajar Pejuang 45, Patung Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dan Patung Monumen Bandung Lautan Api. Untuk mengetahui kontekstualitas dan representasi dibalik wujud dan bentuk patung yang dimaksud, penelitan ini menggunakan metode semiotika, yakni untuk mengkaji hubungan antara tanda-tanda dengan designata atau objek-objek patung monumen beserta kajian aspek kesejarahannya. Pada kajian fenomena seni patung monumental ditempatkan sebagai fenomena kebahasaan yang memiliki struktur tertentu seperti halnya bahasa, yakni aspek langue, parole, sintagmatik dan paradigmatik, icon, index, symbol. Hasil penelitian mengungkapkan teks dan konteks pembuatan patung monumen di Kota Bandung sehingga memungkinkan bisa memberikan jawaban secara kontekstual terkait dengan nilai historis, ekologis, nasionalis, edukasi serta representasi proses kreatif. Bentuk estetis merupakan gagasan dan konsep yang menjadi dasar perwujudan patung monumen tersebut. Kata Kunci : kontekstualitas; representasi; patung, monumen
Revitalizing Traditional Crafts: Bridging Cultural Heritage and Innovation in Indonesia's Creative Economy Hendriyana, Husen; Rachmadi, Gustiyan; Kudya, Komar; Jahada, Caraka Aji Puja
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 40 No 3 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v40i3.3234

Abstract

The revitalization of traditional crafts represents a strategic approach to strengthening Indonesia’s creative economy, which is deeply rooted in its rich cultural heritage. This article examines the dynamic interplay between the preservation of traditional values and the pursuit of innovation, aiming to bridge the past and future within the practices of the creative economy. Employing a qualitative approach within an interpretative-critical paradigm, the study investigates the intersection of tradition and innovation. Design Thinking serves as the methodological framework for exploring how sustainable innovation can emerge from local cultural traditions while responding to global market demands. In the initial phase, a practice-based research methodology is utilized to uncover the fundamental values embedded in traditional Indonesian artefacts. Building on these insights, a practice-led research approach is then employed to develop a design model that translates traditional knowledge into applicable strategies for creating innovative works. In this context, practice-based research focuses on the creation of artefacts as a primary method of generating knowledge, while practice-led research emphasizes the development of new theoretical understandings through creative practice. The findings suggest that revitalization efforts grounded in local cultural values can foster a sustainable creative ecosystem, strengthen national identity, and stimulate community-based economic growth. These results underscore the importance of synergy among creative practitioners, government institutions, and local communities in shaping an inclusive and culturally grounded future for Indonesia's creative industries.
Industri Kreatif Unggulan Produk Kriya Pandan Mendukung Kawasan Ekowisata Pangandaran, Jawa Barat Hendriyana, Husen; Putra, I Nyoman Darma; Sunarya, Yan Yan
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1202

Abstract

ABSTRACTPangandaran is known as one of many famous tourist destinations in West Java Province that possesspotential beautiful natural marine resources. This coastal area which streches 91 km and has sloping steeprocky beaches. Grows overabundant pandan (pandanus tectorius) plants, however conditions are verydamaged and there is no concern for good governance from the local government. This research aims toproduce eminent products of craft in supporting tourism by increasing the natural resources potentialand the local craftsmen resources from the surrounding areal environment. This article is result of appliedresearch in a type of practice-led research with a focus on the creative industries of craft products thatsupport tourism through the eco-design and eco-tourism approach. This research uses design-thinkingmethod, with Participation Action Research (PAR) approach and the Hexa Helix system. The result is aeminent product prototypes and start up business of craft art creative industries that support eco-designand eco-tourism park.Keywords: Creative Industry, Pangandaran Area, Pandan-based Craft, EcotourismABSTRAKPangandaran dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Provinsi Jawa Barat yang memilikipotensi alam laut yang indah. Wilayah pantai membentang sepanjang 91 km terdiri dari kawasanpantai pasir yang landai dan pantai berbatu curam. Di wilayah Pangandaran banyak ditumbuhitanaman pandan (pandanus tectorius), namun kondisinya sangat rusak dan tidak ada kepeduliaantata kelola yang baik dari pemerintah setempat. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produkprodukseni kriya unggulan daerah untuk menunjang pariwisata dengan mengangkat potensisumber daya alam dan sumber daya perajin dari lingkungan masyarakat setempat. Artikel inimerupakan salah satu hasil penelitian terapan jenis practice-led research dengan fokus industrikreatif produk seni kriya yang mendukung pariwisata melalui pendekatan eco-design dan ecotourism.Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan ParticipationAction Research (PAR) dan sistem Hexa Helix. Hasil dari penelitaian ini berupa prototipe produkunggulan dan terwujudnya start up-start up bisnis industri kreatif seni kriya pendukungekowisata berbasis kawasan.Kata Kunci: Industi Kreatif, Kawasan Pangandaran, Kriya Pandan, Ekowisata
Respon Kreatif Perajin Pandan dalam Mendukung Lingkungan, Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat, dan Pelestarian Sumber Daya Alam Hendriyana, Husen; Putra, I Nyoman Darma; Rinestu, Tyas; Sunarya, Yan Yan
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1673

Abstract

Pangandaran Jawa Barat adalah daerah pantai pasir dan bukit berbatu membentang sepanjang 91 km yang separohnya, 44,85 km, ditumbuhi tanaman pandan (pandanus tectorius). Potensi kekayaan alam itu menginspirasi tumbuhnya pekerjaan baru dari mayoritas penduduk Pangandaran petani padi, kelapa, gula kelapa, serta nelayan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji respons individu dan kelompok masyarakat terhadap budaya kreatif untuk membuat produk kreatif berbasis material pandan. Uraian difokuskan pada respon psikologis individu dan atau kelompok terhadap sumber daya lingkungan, respons psikologis terhadap sumber daya lingkungan dalam membentuk hubungan antar-kelompok, dan menggambarkan pemahaman kelompok perajin terhadap pengetahuan dan keterampilan desain yang memperhatikan kelestarian sumber daya lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan Participation Action Research (PAR), eco-design, eco-friendly product, environmental design melalui sinergisitas unsur-unsur pengampu kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan timbulnya kesadaran kreatif baru bagi masyarakat Pangandaraan untuk membuat produk kriya berbasis pandan yang tidak saja bernilai ekonomi tetapi dapat mendukung program masyarakat mengurangi sampah plastik. Lewat berbagai produk olahan berbasis pandan seperti eco-friendly shopping bag (tas belanja ramah lingkungan), proses dan karya kreatif mereka pelan-pelan juga menimbulkan kesadaran baru untuk menjaga sumber daya pandan agar bisa menyediakan bahan baku secara berkelanjutan.     Kata Kunci:  pandanus tectorius; perajin pandan Pangandaraan Jawa Barat; produk ramah lingkungan, sampah plastik
Kontekstualitas dan Representasional Patung Monumen di Kota Bandung Rachmadi, Gustiyan; Hendriyana, Husen; Falah, Asep Miftahul
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2609

Abstract

Pembuatan patung monumen sering dijadikan penanda seperti simbol dan ikon tertentu yang dianggap penting. Permasalahannya yaitu bagaimana kontekstualitas dan representasi dari gagasan, konsep, bentuk, dan tempat patung monumen itu diwujudkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teks dan konteks, serta bentuk estetik patung monumen di Kota Bandung. Berdasarkan penelusuran data di lapangan didapatkan lima puluh bentuk patung monumen di wilayah kota Bandung. Namun, dari hasil proses analisis seleksi objek hanya tiga patung monumen yang dijadikan sample pembahasan penelitian ini, yaitu Patung Monumen Pemuda Pelajar Pejuang 45, Patung Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dan Patung Monumen Bandung Lautan Api. Untuk mengetahui kontekstualitas dan representasi dibalik wujud dan bentuk patung yang dimaksud, penelitan ini menggunakan metode semiotika, yakni untuk mengkaji hubungan antara tanda-tanda dengan designata atau objek-objek patung monumen beserta kajian aspek kesejarahannya. Pada kajian fenomena seni patung monumental ditempatkan sebagai fenomena kebahasaan yang memiliki struktur tertentu seperti halnya bahasa, yakni aspek langue, parole, sintagmatik dan paradigmatik, icon, index, symbol. Hasil penelitian mengungkapkan teks dan konteks pembuatan patung monumen di Kota Bandung sehingga memungkinkan bisa memberikan jawaban secara kontekstual terkait dengan nilai historis, ekologis, nasionalis, edukasi serta representasi proses kreatif. Bentuk estetis merupakan gagasan dan konsep yang menjadi dasar perwujudan patung monumen tersebut. Kata Kunci : kontekstualitas; representasi; patung, monumen
The Method of Coloring Techniques to Enhance Creativity in The Product Creation of Pandanus Wickerworkers in Sungai Bakau, Ketapang : Teknik Pewarnaan untuk Peningkatan Kreativitas dalam Penciptaan Produk Perajin Anyaman Pandan Sungai Bakau, Ketapang Sulistyaningtyas, Tri; Suryani, Yani; Dewanti, Sira Kamila; Hendriyana, Husen; Widiawati, Dian
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i1.24105

Abstract

This community service activities was conducted in Ketapang, West Kalimantan. Ketapang is a coastal area with abundant natural resources, one of which is the pandanus plant. Pandanus plants are utilized by the Ketapang community to become the basic material for handicrafts by craftsmen. The pandanus crafts produced by the craftsmen contain Ketapang's cultural identity. However, the craftsmen do not have knowledge of natural coloring techniques so that the products produced are monotonous. This activity aims to increase the independence and creativity of pandan embroidery crafters through coaching and mentoring. This service uses a participatory method so that all crafters are actively involved during the activity. The result of this activity is an increase in the creativity of pandan embroidery crafters in Ketapang. Providing material on natural coloring techniques can increase the creativity of crafters. This activity opens opportunities for Ketapang crafters to introduce their cultural identity while increasing the income of Ketapang crafters' Organitation. This activity also provides an understanding of sustainable products that support environmental preservation.