Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI YANG MENGGUNAKAN PUPUK BERSUBSIDI DAN NON SUBSIDI DI KABUPATEN MUSI RAWAS Primalasari, Ira; Octalia, Vera; Mulyadi, Maheran
Jurnal AGRIBIS Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v18i2.8607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pendapatan usaha tani padi yang memanfaatkan pupuk subsidi di Kabupaten Musi Rawas. Pendekatan yang digunakan adalah metode survei, yang dilakukan melalui wawancara langsung dengan petani menggunakan kuesioner yang telah disiapkan sebelumnya. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 150 petani. Sampel diambil dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi dan Muara Beliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi sebesar 1.365 kg/mt/0,5 ha. Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp 2.877.110. Rata-rata penerimaan total petani padi sebesar Rp 15.564.409 sehingga besar rata-rata pendapatan yang diperoleh petani padi yang menggunakan pupuk subsidi sebeasr Rp. 12.687.299. Hasil ini berbeda dengan petani yang memakai pupuk non subsidi. Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani yang memakai pupuk non subsidi sebesar Rp 9.783.860. Adanya perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan harga pupuk yang digunakan pada usahataninya. Pupuk non subsidi memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan pupuk tanpa subsidi Kata Kunci : Kinerja, Pasar beras, Perilaku , Struktur
Cost Structure and Function of Smoked Skipjack Fish Processing Business in North Sulawesi Province Octalia, Vera; Sukiyono, Ketut; Romdhon, M. Mustopa
AGRITROPICA : Journal of Agricultural Sciences Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agritropica.8.1.64-71

Abstract

This research aims to analyse the cost structure of the smoked skipjack fish processing business in North Sulawesi Province, with a focus on determining the cost function and its effects. Eighty-one skipjack-smoked fish producers were censused and interviewed using questionnaires that had been prepared before.  The analysis method used in this research consists of descriptive analysis and Cobb-Douglas cost function analysis, in which the cost function is modelled in the short term. The result showed that the cost of fresh fish, supplementary materials, and labour largely dominated the skipjack smoked fish processing cost. These costs account for 98.86% of the total cost; the remainder is variable costs, namely depreciation costs. From the regression analysis, the production volume and firewood price significantly affect production costs, while others do not.
Pelatihan Pembuatan Buket Sebagai Alternatif Peluang Usaha Untuk Meningkatkan Perekonomian di Desa Muara Tiku Ira Primalasari; Vera Octalia
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i2.2671

Abstract

The aim of this service activity is to provide knowledge to youth organizations and the community about techniques for making snack bouquets and flowers as well as fostering skills and creativity and empowering youth organizations and communities in the Muara Tiku Village area to be more productive. The service activity is carried out by providing training in making bouquets to the students. youth groups who have finished school in Muara Tiku Village, the importance of this bouquet making training can create business opportunities for the younger generation and improve the economy. Bouquet making training can not only create business opportunities, but can also increase income. Training in making attractive and beautiful bouquets with very affordable capital, so that they can be sold with maximum profit. Making attractive bouquets will increase the added value of the product which in turn supports the sustainability of the bouquet business thereby increasing better income. Keywords: Training, Craft, Bouquet
Sosialisasi Jenis Kemasan, Lebel dan Merek Bagi Pengrajin Jamu di O Mangunharjo Ira Primalasari; Vera Octalia
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3206

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan pengetahuan kepada pengrajin jamu dan masyarakat tentang teknik pengemasan dan pemberian labeling pada jamu tradisional yang berbentuk cair. Kegiatan ini juga memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai pengemasan jamu, cara memilih kemasan yang sesuai dengan bentuk jamu agar lebih inovatif dan kreatif dalam menjalankan usahanya. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dengan memberikan pelatihan pengemasan jamu dan pemberian label dan merek. Pentingnya pelatihan pengemasan ini dapat menciptakan peluang usaha bagi masyarakat dan menambah pendapatan bagi pengrajin jamu serta meningkatkan perekonomian. Pelatihan pengemasan dan pemberian labeling dan merek ini dapat menambah nilai jual jamu agar lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan gelas dan plastik biasa. Sehingga dalam hal ini akan meningkatkan pendapatan para pengrajin jamu agar menjadi lebih baik.
Pelatihan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pengrajin Jamu Tradisiona Di O Mangunharjo Ira Primalasari; Vera Octalia; Syabawaihi Syabawaihi
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3462

Abstract

Digital marketing training is a strategic approach to strengthen the capacity of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), especially traditional herbal medicine craftsmen who face marketing challenges in the digital era. This study aims to evaluate the impact of digital marketing training on improving the economic welfare of herbal medicine craftsmen in O Mangunharjo. The study used a descriptive qualitative approach through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that the training not only improved online promotion skills but also built the confidence of business actors in facing a wider market. Digital marketing training has been shown to contribute to increasing income and the existence of local herbal medicine products on digital platforms. Keywords: digital marketing, welfare, traditional herbal medicine, MSMEs, O Mangunharjo
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Inovasi Dan Teknologi Pengemasan Permen Jamu Di O Mangunharjo Ira Primalasari; Vera Octalia; M Nejatullah Sidqi
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i1.3859

Abstract

The training aimed to provide knowledge about innovative herbal medicine product, specifically herbal candy and ut’s packaging. The goal of this activity was to increase the economics independence of herbal medicine artisans. The implementation method used a participatory training approach, including training in herbal candy making and the application of modern packaging technology. The results showed a significant increase in the knowledge and skills of women’s farmer group members regarding candy production techniques and more attractive packaging. Furthermore, the packaging innovation extended the product’s shelf life and increased competiveness in both local and online markets.
Transformasi Limbah Minyak Jelantah Menjadi Produk Kreatif Lilin Aromaterapi Bersama Kafe Nabata dan Komunitas Persona Warna Lubuklinggau Widya Analisa; Vera Octalia
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i1.3883

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan limbah minyak jelantah yang banyak dihasilkan oleh pelaku usaha kafe, khususnya di Nabata Coffee & Eatery, Kota Lubuklinggau. Limbah minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat. Pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga melibatkan Komunitas Persona Warna, sebuah komunitas seni lukis yang aktif di LubuklinggauMetode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu observasi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi limbah jelantah, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi kreatif dengan konsep zero waste.
Efektivitas Distribusi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Musi Rawas (Studi Kasus Tiga Kecamatan Sentra Beras) Vera Octalia; Ira Primalasari
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i5.6425

Abstract

The agricultural sector has received high priority from the government, one of which is the fertilizer subsidy policy. The distribution of subsidized fertilizer, applying the 5 right principles (right price, right quantity, right type, right time, right place), is crucial to implement. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the distribution of subsidized fertilizer in Musi Rawas Regency (Case Study of Three Rice Center Districts). The respondent in this study included 2 distributors, 4 retailers, and 75 farmers. This type of research employs both qualitative and quantitative approaches and can be classified as empirical research, utilizing primary and secondary data sources. The data analysis used is descriptive analysis involving indicators of the 5 right principles. The results show that the distribution of subsidized fertilizer in Musi Rawas Regency falls into the criteria of being quite effective, with an effectiveness percentage of 77%. It can be said that there are still indicators that have not been implemented by applicable regulations. Two principal indicators fall into the Less Effective criteria, namely the right quantity indicator and the right price indicator, while the other three indicators fall into the criteria of being very effective.
Analisis Komparasi Distribusi Keuntungan Penjualan Gabah dan Beras di Kabupaten Musi Rawas Ira Primalasari; Vera Octalia
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i6.6863

Abstract

Musi Rawas Regency is one of the regencies that has experienced significant growth in agriculture, especially rice. The choice to sell in the form of grain or rice is a strategic decision for farmers because it concerns production efficiency, potential profits, and risks that must be faced. This study aims to provide a comparative analysis quantitatively and qualitatively of both forms of sales, including considering cost factors, distribution models and supporting institutions in Musi Rawas Regency. The determination of the farmer sample in this study used purposive random sampling of 75 people. The data sources in this study used primary and secondary data The research results show that selling unhusked rice is more profitable for farmers if done directly, with a 100% profit margin (farmer to Bulog). Unhusked rice sales are more profitable because they don't require post-harvest activities. This differs from selling rice, which requires post-harvest handling and therefore incurs costs. There are three profit comparison models for rice sales: 70%/30%, 50%/50%, and 30%/70%. The largest marketing margin is located in marketing channel 1, with a total margin of Rp 5,300, while the smallest total margin is in marketing channel 3, namely Rp 2,000. From the analysis results, it is known that the marketing margin of agricultural products is influenced by the number of marketing institutions involved, transportation costs. High margins do not necessarily indicate inefficiency, but may reflect the high operational costs and risks borne by intermediaries.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi di Desa Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas Asiyah Maharani; Maya Hukjana; Aldi Saputra; Vera Octalia; Ira Primalasari; Gita Reva
KaliAgri Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal KaliAgri Juni 2026
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kegiatan pertanian yang sangat penting untuk meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan ketahanan pangan daerah adalah pertanian padi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan, penerimaan, dan biaya produksi petani padi sawah di Desa Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Pengambilan sampel purposif terhadap 20 produsen beras digunakan dalam metode penelitian deskriptif kuantitatif. Kuesioner, wawancara, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan temuan penelitian, rata-rata pendapatan setiap musim tanam adalah Rp 11.503.750, sedangkan rata-rata biaya produksi adalah Rp 5.003.902. Tiap musim tanam, petani rata-rata mendapat penghasilan sebesar Rp6.499.848. Temuan ini menunjukkan bahwa produksi padi di Desa Mardiharjo masih ekonomis dan bermanfaat. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi, khususnya dalam penggunaan tenaga kerja dan sarana produksi.