Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Pendapatan Pelaku Usaha Ikan Nila Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Studi Kasus Kolam Tanah Jepi Riliani; Vera Octalia; Widya Analisa
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i4.9131

Abstract

This study was conducted to analyze production costs, revenue, income, and the feasibility of tilapia farming businesses in Tugumulyo District, Musi Rawas Regency. A quantitative approach utilizing descriptive methods was employed. Data were gathered through observation, interviews, documentation, and literature review. The study involved 102 tilapia farmers in Tugumulyo District, Musi Rawas Regency, as the primary data sources. The collected data were processed and analyzed using production cost, revenue, income, and Revenue-Cost Ratio (R/C Ratio) analyses to assess the business's feasibility. The results indicate that the average production cost per cycle was Rp97,950,995, comprising fixed costs of Rp1,699,779 and variable costs of Rp96,251,216. Average revenue per production cycle was Rp126,347,847, resulting in an average income of Rp28,396,852. The analysis yielded an R/C Ratio of 1.29, meaning that for every Rp1 of cost incurred, the business generated Rp1.29 in revenue. An R/C Ratio greater than one indicates that tilapia farming in Tugumulyo District is a feasible business to develop; the revenue generated exceeded the production costs, thereby enabling the business to yield a profit for the farmers.
Dodol Jamu Sebagai Bentuk Inovasi Jamu oleh Pengrajin Jamu O Mangunharjo Vera Octalia; Ira Primalasari; Syabawaihi; Febrina Nur Annisa; Widya Analisa
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 3 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i3.32

Abstract

Kabupaten Musi Rawas memiliki potensi tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu tradisional. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat mendorong permintaan produk herbal lokal, namun inovasi produk jamu di Musi Rawas masih terbatas dalam bentuk cair tradisional. Pengembangan dodol jamu tradisional menjadi salah satu inovasi pangan fungsional yang potensial karena memiliki daya simpan lebih lama, praktis dikonsumsi, dan dapat diterima oleh berbagai kalangan usia. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya inovasi produk, keterbatasan teknologi pengolahan, lemahnya penerapan sanitasi dan higienitas, belum adanya merek produk, serta kemasan yang masih sederhana sehingga sulit bersaing di pasar modern. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan produksi, inovasi formulasi dodol jamu, pengemasan modern, serta penguatan branding dan pemasaran. Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan produk dodol jamu yang higienis, bernilai tambah, menarik, dan berdaya saing tinggi sehingga dapat menjadi produk unggulan lokal Kabupaten Musi Rawas sekaligus mendukung pengembangan UMKM berbasis herbal tradisional.