Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hegemoni Agama (KYAI) dalam Pemilihan Wali Kota Pasuruan 2020 Dewi Masitah; Moch Mubarok Muharam
Jurnal EL-RIYASAH Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jel.v12i2.14065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hegemoni elita agama (kyai) dalam pemilihan walikota (pilwali) Pasuruan 2020 . Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis hegemomi dari Antonio Gramsci. Selain menggunakan  data sekunder seperti informasi tertulis di media online, jurnal dan buku, studi menggunakan data primer melalui wawancara mendalam terhadap  4 informan-yang berasal dari beberapa unsur- Pengurus NU Kota Pasuruan, Pengurus Muhammadiyah Kota Pasuruan, Santri dan tokoh masyarakat. Penelitian ini berpendapat elit agama (kyai) mempunyai pengaruh politik dalam pemilihan walikota (pilwali) Pasuruan 2020. Pengaruhnya dapat terbukti dengan adanya Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Adi Wibowo, pasangan yang didukung oleh kyai,  menjadi pemenang dalam pilwali 2020 di Kota Pasuruan.  Keberhasilan  menjadikan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Adi Wibowo memenangkan kontestasi pilwali tidak bisa dilepaskan dari kemampuan para kyai melakukan hegemoni kepada masyarakat dan santri agar memilih pasangan tersebut. Tulisan ini menyimpulkan bahwa elit agama (kyai) dapat melakukan hegemoni , karena pengetahuan agama yang dimilikinya. Hegemoninya menjadi lebih kuat, karena  keterlibatan kyai untuk menyelesaikan persoalan warga, serta adanya integritas moralnya serta karisma yang dimiliki kyai.
Power relation of the 212 Islamic Group and the government in the 2019 presidential election Moch. Mubarok Muharam; Kacung Marijan; Airlangga Pribadi Kusman
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol. 34 No. 3 (2021): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.286 KB) | DOI: 10.20473/mkp.V34I32021.305-316

Abstract

The 212 Islamic Group was in opposition with the government of Joko Widodo (Jokowi) in the 2019 presidential election. This group made militant resistance against Jokowi in the presidential election. This resistance influenced the presidential election contestation became more dynamic and fierce. The fierce contestation had divided the community into two camps, namely the pros and cons of Jokowi. This study explored and analyzed the resistance of the 212 Islamic Group against the government in the 2019 presidential election. This study was a qualitative study, interviewing 12 informants, consisting of the 212 Islamic Groups, Moderate Islamic Groups, Indonesian Ulema Council, online media, and academics. This study showed that The 212 Islamic Group can offset the government’s political influence so that the presidential election becomes more dynamic and balanced. However, the resistance of this group can be substantial (prominent) because of the narration about the rise of Islam and their ability to ideologize mosques and social media. This paper concluded that there was a resistance of the 212 Islamic Group to the country because Jokowi was considered secular and detrimental to Islam in politics and law, such as disbanding Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Penerapan Community Based Tourism (CBT) Berbasis Modal Sosial dalam Pengembangan Objek Wisata Sumber Biru Wonomerto Nensy Triristina; Yunita Rizki Pujiyanti; moch Mubarok Muharam
Jurnal EL-RIYASAH Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sultan Syarif Kasim State Islamic University, Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jel.v13i1.14206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat Desa Wonomerto dalam penerapan CBT di wisata Sumber Biru Kecamatan Wonosalam Jombang. Modal sosial tersebut berupa peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam mengembangkan wisata Sumber Biru, ditengah-tengah kemajemukan yang ada. Studi ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini memperoleh data primer melalui wawancara mendalam terhadap 5 informan yang berasal dari beberapa unsur, yakni kepala desa, ketua BUMDes, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Sedangkan data sekunder diperoleh dari informasi tertulis di media online, jurnal dan buku. Penelitian ini berpendapat bahwa penerapan CBT dalam mengembangkan obyek obyek wisata Sumber Biru adalah tepat, karena selain dapat membuat lingkungan menjadi sehat dan asri namun dapat meningkatkan perekonomian warga lokal setempat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBT obyek wisata Sumber Biru dapat berkembang karena adanya kesadaran, kepedulian dan tanggung jawab dari penggiat lingkungan dan masyarakat. Selain itu, kekompakan tokoh agama yang terbina secara turun-temurun menjadi unsur penting dalam menciptakan kehidupan bertoleransi antar umat beragama untuk mendukung pembangunan desa melalui pariwisata.
KOMUNIKASI AGAMA SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN BUMDES WISATA SUMBER BIRU DESA WONOMERTO Nensy Triristina; Moch. Mubarok Muharam; Yunita Rizki Pujiyanti
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v6i1.2370

Abstract

AbstrakBUMDes merupakan badan usaha di desa yang dapat mewujudkan pembangunan desa secara mandiri dan berkelanjutan. Perkembangan BUMDes dipengaruhi oleh modal sosial masyarakat yang berdampak positif pada perubahan sosial dan perekonomian desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran aktif setiap pemeluk agama dalam pengembangan ekonomi wisata Sumber Biru yang dikelola BUMDes.   Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap pengelola BUMDes, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi agama dalam sikap kepercayaan dan kekeluargaan antar umat beragama merupakan modal sosial dalam pengembangan BUMDes Wisata Sumber Biru Desa Wonomerto.Kata Kunci: BUMDes; relasi agama; modal sosialAbstractVillage Owned Enterprise (BUMDes) is a village institution to realize the independent and sustainable of village development. The development of BUMDes is influenced by social capital which has a positive impact on social change and village economy. This study aims to investigate the roles of each religious adherent in the development of the Sumber Biru tourism economy which is managed by BUMDes. The qualitative approach method with observation, documentation, and interviews to BUMDes administrator, village government, religious leaders, and society. The result of this study indicated that religion communication in the attitude of trust and kindship between religious communities are social capital in the development of the Sumber Biru tourism BUMDes in Wonomerto village.Keywords: Village Owned Enterprise (BUMDes); social capital; social change
Islamisme dalam Media Sosial (Studi Perlawanan ‘Kelompok Islam 212’ Terhadap Pemerintah Pada 2016-2019) Moch. Mubarok Muharam; Bambang Sigit Widodo; Wisnu Wisnu
Communicator Sphere Vol. 3 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55397/cps.v3i1.37

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisa perlawanan ‘Kelompok Islam 212’ terhapadap pemerintah pada 2016-2019. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam terhadap 13 informan-yang berasal dari 4 unsur- dari ‘Kelompok Islam 212’, Kelompok Islam Moderat, Akademisi dan Jurnalis. Selain itu, juga menggunakan data sekunder seperti media dan buku. Studi in menyimpulkan bahwa teknologi informasi (media online dan medsos) mempunyai peran besar untuk membuat gerakan perlawanan ‘Kelompok Islam 212’ terhadap pemerintah pada 2016-2019 begitu menonjol. Gerakan perlawanan yang menonjol dapat dilihat pada Aksi Bela Islam (ABI) pada 2 Desember 2016. Walaupun negara berusaha menghalangi aksi tersebut, ABI tersebut berhasil mendatangkan beratus ribu peserta dari berbagai provinsi dan menjadi perhatian nasional dan internasional.  Karena aksi tersebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.
The Opposition of Kelompok Islam 212 (212 Islamic Group) to Joko Widodo's Government : Strengthening or Weakening Democracy? Muharam, Moch Mubarok; Widodo , Bambang Sigit; Kasanusi , Kasanusi; Adi, Agus Satmoko; Firmansyah, Faiz Armathori
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v9n1.p25-36

Abstract

TThis study aims to analyze the opposition of the 212 Islamic Group to the government led by Joko Widodo. This study uses a qualitative approach by conducting in-depth interviews with nine informants from the 212 Islamic Group and the Moderate Islamic Group. In addition to conducting interviews, data was collected from written information from books, online media, and journals. This study concluded that the opposition carried out by ‘Kelompok Islam 212’  (‘the 212 Islamic Group') against Joko Widodo has been carried out for a long time since the President of the Republic of Indonesia became Governor of DKI Jakarta. In that case, on the one hand, the opposition carried out by the group can strengthen democracy because there is a practice of checks and balances on power. Nevertheless, on the other hand, if this group wins, there is concern that the principle of democracy cannot be adequately implemented, because the group carries out exclusive practices politically and religiously.
DALANG DI BALIK LAYAR: : PERAN TERSEMBUNYI KAUM PEREMPUAN DALAM SEJARAH MARITIM INDONESIA Adziyak, Adziyak; Muharam, Moch. Mubarok
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 9 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kjhi.v9i1.42786

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran tersembunyi namun signifikan dari perempuan dalam sejarah maritiIndonesia, sebuah aspek yang sering terabaikan dalam narasi sejarah konvensional. Melalui analisis sumber-sumber primer, termasuk catatan pelayaran, dokumen perdagangan, dan tradisi lisan, serta peninggalan arkeologi, penelitian ini mengungkap kontribusi multifaset perempuan dalam membangun dan mempertahankan tradisi maritim Nusantara. Temuan menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam ekonomi pesisir sebagai pedagang dan pengolah hasil laut, tetapi juga terlibat aktif dalam navigasi, diplomasi maritim, dan bahkan perlawanan terhadap kolonialisme. Studi ini mengidentifikasi beberapa tokoh perempuan kunci yang memainkan peran strategis dalam jaringan perdagangan maritim, serta menganalisis bagaimana norma gender dan struktur sosial mempengaruhi partisipasi perempuan dalam aktivitas maritim. Lebih lanjut, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pengetahuan maritim diwariskan melalui garis keturunan perempuan, mempertahankan keberlanjutan tradisi bahari Indonesia. Dengan mengungkap narasi yang sering terpinggirkan ini, artikel ini tidak hanya memperkaya pemahaman kita tentang sejarah maritim Indonesia, tetapi juga menantang persepsi gender dalam studi maritim secara lebih luas. Implikasi dari penelitian ini mencakup perlunya reevaluasi historiografi maritim Indonesia dan pentingnya mengintegrasikan perspektif gender dalam studi dan kebijakan maritim kontemporer.
Kiai sebagai Kekuatan Politik dalam Pemilihan Presiden 2019 di Jawa Timur Mukari, Mukari; Muharam, Moch Mubarok; Fithriyyah, Mustiqowati Ummul
POLITEA Vol 5, No 1 (2022): Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam
Publisher : State Islamic Institute of Kudus (IAIN Kudus)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/politea.v5i1.12671

Abstract

This study aims to analyze the political power of the kiai in the 2019 Presidential Election in East Java Province, Indonesia. The research method we use is a qualitative method with a case study type. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews to obtain primary data and literature review through books and journals. How the power and actions of kiai in the 2019 presidential election are the focus of this journal research. The theory of political elites from Vilvredo Pareto and Gaetano Mosca becomes the basis for the analysis of this journal. The results of this study see that the kiai have succeeded in winning the pair Joko Widodo (Jokowi) and Ma'ruf Amin in the 2019 presidential election and can minimize the existence of identity politics in East Java. This study concludes that this success is due to the existence of the kiai as an elite in society. With moral integrity, the depth of religious knowledge and concern for the problems that exist in society become a separate political force for the kiai.