Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : METANA

Uji Kinerja Mesin Pencacah Tumbuhan Nilam dengan Kapasitas 120 Kg/Jam Porawati, Hilda; Darmuji, Darmuji; Rifa'i, Ahmad Imam
METANA Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v16i2.34010

Abstract

Tumbuhan nilam merupakan tanaman penghasil minyak atsiri dan salah satu penyumbang devisa terbesar di  antara  tanaman  atsiri  lainnya. Minyak nilam merupakan bahan baku dalam industri kosmetik, parfum, antiseptik serta aromaterapi. Salah satu indikator peningkatan kapasitas produksi minyak nilam adalah terdapat pada proses pencacahan tumbuhan nilam sebelum dilakukan proses penyulingan minyak nilam. Proses pencacahan tumbuhan nilam akan lebih efektif dalam efisiensi waktu pengerjaan dan peningkatan kapasitas jika dilakukan dengan mesin pencacah. Komponen utama dari mesin pencacah tumbuhan nilam adalah rangka, cover dan rangka, poros, saluran masuk, saluran keluar, kedudukan mata pisau, transmisi  tunggal  serta  mesin  penggerak. Daya mesin penggerak yang digunakan sebesar 5.5 HP dengan mata pisau planer berjumlah 4 buah dimensi 300 x 30 x 30 mm yang terbuat dari komposisi material High Speed Steel (HSS) 18%. Posisi mata pisau di pasang dengan kemiringan mata pisau 3⁰. Sistem transmisi menggunakan sistem transmisi tunggal yaitu 2 buah pulley dihubungkan dengan menggunakan v-belt. Penelitian ini dilakukan dengan mengatur variasi putaran motor penggerak untuk mengetahui kapasitas cacahan dalam rentang waktu 1 jam. Ukuran hasil cacahan yang diteliti diatur dengan variasi jarak potong mata pisau yaitu 20 mm dan 30 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas cacahan meningkat seiring dengan meningkatnya putaran poros mata pisau. Pada putaran poros mata pisau > 1000 rpm mesin pencacah tumbuhan nilam memiliki kapasitas cacahan ±120 kg/jam. Kapasitas cacahan untuk variasi jarak 30 mm memiliki kapasitas cacahan yang lebih banyak di bandingkan dengan pengaturan jarak 30 mm. Berdasarkan syarat mutu dan metode uji dari mesin pencacah (chopper) mesin pencacah tumbuhan nilam SNI 7580:2010 tergolong kedalam mesin kelas A. Patchouli plant produces essential oils and one of the largest foreign exchange earners, among other essential plants. Patchouli oil is a raw material in the cosmetics, perfume, antiseptic, and aromatherapy industries. One indicator of an increase in patchouli oil production capacity is the patchouli plant's chopping process before the patchouli oil refining process is carried out. The patchouli plant's chopping process will be more effective in the efficiency of processing time and increased capacity if it is done with a chopping machine. The patchouli chopping machine's main components are the frame, cover and frame, shaft, inlet, outlet, the position of the blade, single transmission, and engine. The power of the engine used is 5.5 HP with 4 planer blades of 300 x dimensions. 30 x 30 mm, which is made of 18% High-Speed Steel (HSS) material composition. The position of the blade is attached with a 3 angle of the blade. The transmission system uses a single transmission system, namely 2 pulleys connected using a v-belt. This research was conducted by adjusting the motor rotation variation to determine the chopping capacity within 1 hour. The size of the chopped results studied was adjusted by varying the cutting distance of the blades, namely 20 mm and 30 mm. The results showed that the chopping capacity increased with an increasing rotation of the blade shaft. At the blade rotation> 1000 rpm, the patchouli chopping machine has a ±120 kg/hour chopping capacity. The chopping capacity for 30 mm spacing variations has more chopping capacity than the 30 mm spacing setting. Based on the chopper's quality requirements and the test method, the patchouli plant SNI 7580: 2010 is classified as a class A machine.
Perancangan Panel Surya Sebagai Sumber Energi Pompa Sprayer Pendingin Shade House Semi Terbuka Rifa'i, Ahmad Imam; Pandjaitan, Maria Margaretha Lanny Widyastuti; Lukas, Lukas
METANA Vol 20, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v20i2.63682

Abstract

Hidroponik tipe shade house semi terbuka memiliki sistem tanam yang terbebas dari hama tanaman serta suhu di dalam shade house lebih terjaga. Suhu di dalam shade house diatur dengan menggunakan sprayer untuk jangka waktu setiap 30 menit dilakukan pengabutan air dengan memanfaatkan pompa tekanan tinggi. Kabut air dapat menjaga suhu ruangan shade house hidroponik sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tahapan dalam perancangan panel surya sebagai sumber energi alternatif khususnya dalam sistem tanam hidroponik. Indonesia merupakan daerah yang memiliki iklim tropis sehingga Indonesia selalu disinari Matahari sepanjang tahun. Hal tersebut menjadi sumber energi yang sangat berpotensi untuk dikembangkan.  Dalam penelitian ini energi alternatif panel surya dirancang sebagai sumber listrik dari pompa sprayer pendingin yang meliputi penentuan jumlah kebutuhan daya harian, analisis Peak Sun Hours (PSH), efisiensi dan kapasitas panel surya yang dibutuhkan untuk menangkap energi matahari yang tersedia, kapasitas baterai, serta waktu pengisian baterai. Hasil perancangan menunjukkan bahwa beban pemakaian daya harian total adalah 417,6Wh dengan efisiensi energi listrik yang dibangkitkan dari panel surya masing-masing panel surya adalah sebesar 98,8Watt dengan jumlah radiasi matahari yang diterima permukaan panel surya selama 5 jam 23 menit. Kapasitas baterai yang digunakan adalah 12V 100Ah membutuhkan waktu pengisian baterai 4 jam 27 menit dengan panel surya sejumlah 4 buah yang disusun secara paralel. Semi-open shade house type hydroponics has a planting system that is free from plant pests, and the temperature inside the shade house is maintained more. The temperature in the shade house is regulated using a sprayer every 30 minutes; the water is misted using a high-pressure pump. Water mist can maintain the hydroponic shade house's room temperature so plants can grow well. This research provides an overview of the stages in designing solar panels as an alternative energy source, especially in hydroponic planting systems. Indonesia is an area with a tropical climate, so Indonesia is always illuminated by the sun all year round. This is an energy source that has great potential to be developed. In this research, alternative energy solar panels are designed as a source of electricity from a cooling sprayer pump, which includes determining the amount of daily power requirements, analysis of Peak Sun Hours (PSH), efficiency and capacity of solar panels needed to capture available solar energy, battery capacity, and time. battery charging. The design results show that the total daily power consumption load is 417.6Wh, with the efficiency of the electrical energy generated from the solar panels for each solar panel being 98.8Watt with the amount of solar radiation received by the surface of the solar panels for 5 hours 23 minutes. The battery capacity used is 12V 100Ah, requiring a battery charging time of 4 hours 27 minutes with four solar panels arranged in parallel.