Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

OPTIMALISASI PENCEGAHAN STROKE MELALUI SKRINING SKOR RISIKO STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR SERASAN PONTIANAK Dewin Safitri; Nurpratiwi Nurpratiwi; Lintang Sari; Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan skor risiko stroke merupakan Tindakan pencegahan efektif yang secara signifikan dapat mengurangi kejadian dan dampak stroke dengan mengidentifikasi individu berisiko tinggi sejak dini serta memungkinkan intervensi tepat waktu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mencegah kejadian stroke dengan cara mengidentifikasi kelompok risiko tinggi stroke melalui skrining skor risiko stroke. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan tanggal 11 Juli 2025 di Posyandu Mawar RW 3 yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat. Hasil skrining didapatkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, usia < 60 tahun, mayoritas menderita hipertensi, frekuensi nadi teratur, tidak menderita diabetes melitus dan hiperkolesterol, bukan perokok, kadang-kadang berolahraga, indeks massa tubuh ideal dan tidak mempunyai riwayat keluarga dengan stroke. Dari hasil tersebut, faktor-faktor yang paling signifikan adalah faktor yang dapat dimodifikasi. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, 13 partisipan (65%) termasuk dalam kategori risiko rendah dan 7 partisipan (35%) kategori risiko tinggi. Partisipan yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi memerlukan manajemen diri yang baik sehingga pencegahan kejadian stroke dapat dilakukan.
Peningkatan Pengetahuan Perawat tentang Keselamatan Pasien di Fasilitas Layanan Kesehatan Berbasis Video Pembelajaran: Pengabdian Kepada Masyarakat: Penelitian Yunita Dwi Anggreini; Wahyu Kirana; Hendra Priyatnanto; Dewin Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5532

Abstract

Kesalahan penggunaan obat tidak hanya terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga di rumah saat pasien atau pengasuh menyiapkan atau mengonsumsi obat. Prevalensi kesalahan pengobatan di rumah yang berakibat fatal berkisar antara 2–33%. Oleh karena itu, perawat memerlukan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai standar patient safety, baik di rumah maupun di fasilitas kesehatan. Pengetahuan tersebut dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan dengan media audiovisual. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien di fasilitas layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal) berbasis kebutuhan masyarakat, dengan sasaran petugas kesehatan di Puskesmas yang terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2026 dan diikuti oleh 30 peserta. Sebelum kegiatan, peserta mengisi kuesioner pretest tentang keselamatan pasien, kemudian mengikuti pembelajaran melalui video dan diskusi selama 30–45 menit, serta dilanjutkan dengan posttest. Data pengetahuan dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pembelajaran, sebagian besar peserta (80%) memiliki tingkat pengetahuan kategori baik. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan video efektif meningkatkan pengetahuan peserta tentang keselamatan pasien.
Nurse-led intervention to improve quality of life and reduce rehospitalization in heart failure patients: A scoping review Tobi Pitora; Rahmawati Dian Nurani; Dewin Safitri; Devi Harmita; Artanti Lathifah
Indonesian Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Politeknik Negeri Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31962/inj.v4i1.14

Abstract

Introduction: Heart failure (HF) remains a major global health problem, characterized by high morbidity and mortality rates. HF imposes a substantial burden on healthcare systems due to high rates of hospitalizations and the need for intensive medical care. Nurse-led interventions have been increasingly recognized for their potential to improve patient outcomes across various healthcare settings Objectives: This article aims to evaluate the effectiveness of a nurse-led intervention to improve the quality of life and reduce readmission rates in patients with heart failure. Methods: This study used the PRISMA-ScR (Preferred Reporting Elements for Systematic Reviews and Meta-Analyses) framework. Searches for primary studies in any language were conducted in electronic databases such as PubMed, ScienceDirect, EBSCO, and Scopus. The search began on July 30, 2025, and was updated on August 28, 2025. Articles were assessed using the Cochrane Risk of Bias Scale (ROB 2.0). Results: Five articles were included in this scoping review. Nurses provide tailored education that promotes medication adherence, lifestyle modification, and symptom monitoring, which together enhance self-care behavior and patient empowerment. Nurse-led interventions appear most effective at enhancing QoL, while their impact on rehospitalization depends on the intervention’s timing, duration, and intensity. Nurse-led interventions should be integrated into routine HF management, particularly during transitional care following hospital discharge, when patients are most vulnerable to readmission Conclusion: Nurse-led interventions improve QoL and show potential to reduce rehospitalization among HF patients.
Pemberdayaan Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Kekambuhan Penderita Skizofrenia: Pengabdian Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini; Dewin Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5140

Abstract

Schizophrenia is a mental health problem with a high relapse rate, influenced in part by the family's ability to care for the patient. Families, as primary caregivers, play a crucial role in preventing relapse in schizophrenia patients. This community service activity aims to empower families in efforts to prevent relapse in schizophrenia patients. The method used was educational counseling and mentoring through interactive discussions with 20 families accompanying schizophrenia patients undergoing outpatient treatment at the West Kalimantan Provincial Mental Hospital. The activity was carried out on November 17, 2025, using leaflets containing information about schizophrenia, signs and factors of relapse, and the role of families in patient care. Evaluation was carried out through observation and discussion. The results of the activity showed an increase in family understanding regarding relapse prevention, medication adherence, and increased family confidence in carrying out their role as caregivers.
Edukasi SUPER (Semangat untuk Perawatan) Gagal Ginjal Kronis dan Populasi Berisiko di Puskesmas Teluk Melano : Pengabdian Ali Akbar; Mimi Amaludin; Nurpratiwi Nurpratiwi; Defa Arisandi; Uti Rusdian Hidayat; Debby Hatmalyakin; Fauzan Alfikrie; Dewin Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5593

Abstract

Meningkatnya jumlah penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi isu permasalahan kesehatan nasional salah satunya penyakit Gagal Ginjal Kronis (GGK). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai Edukasi SUPER (Semangat untuk Perawatan) Gagal Ginjal Kronis (GGK) dan populasi berisiko di Puskesmas Teluk Melano, Kabupaten Kayong Utara. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan melalui analisis masalah kesehatan bersama pihak puskesmas. Tahap pelaksanaan berupa pemberian edukasi menggunakan media video berbasis mnemonic SUPER yang mencakup Skrining, Uremia, Pengelolaan asupan protein, Elektrolit seimbang, dan Renal terapi. Evaluasi dilakukan secara pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan ganda untuk menilai tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan diikuti oleh 30 lansia, dengan mayoritas peserta perempuan (80%). Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kategori kurang (50,0%), sedangkan setelah edukasi mayoritas meningkat menjadi kategori baik (83,3%). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis video dan strategi mnemonic SUPER efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang perawatan GGK serta berpotensi mendukung upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit secara lebih optimal.
Efektivitas Model Psikoedukasi Terhadap Peningkatan Dukungan Keluarga Pada Pasien Skizofrenia: Studi Kuasi Eksperimental Wahyu Kirana; Dewin Safitri; Yunita Dwi Anggreini
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25120

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is a chronic psychotic disorder with a high risk of relapse, in which family support plays a crucial protective role. This study aimed to evaluate the effectiveness of a structured psychoeducation model in increasing family support as a relapse prevention measure in schizophrenia patients. The study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach without a control group. A total of 30 families of outpatients with schizophrenia at the West Kalimantan Provincial Mental Hospital were selected using a purposive sampling technique. The intervention consisted of a systematically developed psychoeducation model focusing on strengthening emotional, informational, instrumental, and reward support. Family support was measured using a questionnaire with proven validity and reliability with a Cronbach's Alpha of 0.935. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-rank test. The study showed a significant increase in family support after the intervention (p-value 0.05). These findings indicate that a structured psychoeducational model is effective in increasing family support as a relapse prevention measure in patients with schizophrenia. Keywords: Family Support, Psychoeducational Model, Schizophrenia.  ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan psikotik kronis dengan risiko kekambuhan yang tinggi, di mana dukungan keluarga berperan sebagai faktor protektif penting.   Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas model psikoedukasi terstruktur dalam meningkatkan dukungan keluarga sebagai upaya pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia.Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test without control group. Sebanyak 30 keluarga pasien skizofrenia rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa model psikoedukasi yang dikembangkan secara sistematis dengan fokus pada penguatan dukungan emosional, informasional, instrumental dan penghargaan. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha = 0,935. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dukungan keluarga yang signifikan setelah intervensi (p value  0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa model psikoedukasi terstruktur efektif meningkatkan dukungan keluarga sebagai upaya pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Model Psikoedukasi, Skizofrenia.
Hubungan Resiliensi Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat Deni Setiyawan; Florensa; Dewin Safitri
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i1.309

Abstract

Background: Schizophrenia is a chronic illness that requires long-term and continuous management. In an effort to maximize the recovery process, the role of family is crucial in the care of schizophrenia patients. One important task of the family is to attend to the patient's needs, such as taking medication regularly. Objective: This study aims to analyze the relationship between family resilience and medication adherence in schizophrenia patients. Methods: This research is a quantitative study using a descriptive-analytic approach with a cross-sectional design. The sample size of 96 respondents consists of patients and their families. The sampling technique used is purposive sampling. The data collection method used is a questionnaire. The statistical test used is the Gamma Test. Results: The study showed a significant relationship between family resilience and medication adherence in schizophrenia patients (p = 0.004) with a moderate correlation and a positive direction (r = 0.453). Conclusion: Family resilience is essential in the process of caring for patients with schizophrenia, where each family member can provide positive motivation, support, and work together to overcome any difficulties or problems experienced by the patient, including taking medication regularly. The hospital, thru the Keswamas, is advised to always educate the public about the importance of family resilience in providing maximum care for schizophrenia patients to prevent relapse.
Intervensi Storytelling untuk Mengatasi Dampak Hospitalisasi Pada Anak Usia Prasekolah Lintang Sari; Dewin Safitri; Florensa; Wahyu Kirana; Fajar Yousriatin; Yunita Dwi Anggreini
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.440

Abstract

Latar Belakang:Rawat inap atau hospitalisasi seringkali menimbulkan pengalaman yang kurang menyenangkan terutama pada anak usia prasekolah. Hospitalisasi dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis yang berpotensi menghambat proses pengobatan anak di rumah sakit. Reaksi yang paling umum ditunjukkan oleh anak yang menjalani pengobatan adalah menangis, berteriak dan tidak kooperatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi storytelling terhadap stres sebagai dampak hospitalisasi yang dialami oleh anak usia prasekolah. Metode:Desain pre-experiment one group pre-test post-test digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 30 anak yang dirawat di ruang anak RSU Yarsi Pontianak terlibat sebagai responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Kriteria inklusi yang ditetapkan antara lain: anak yang dirawat pertama kali di rumah sakit, rentang usia tiga sampai enam tahun, didampingi oleh orangtua, mendapat persetujuan dari orangtua. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner stres hospitalisasi. Uji Wilcoxon signed-rank digunakan untuk analisis bivariat karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai median sebelum diberikan intervensi sebesar 43,50 dan setelah intervensi sebesar 32,00 dengan nilai signifikansi p<0,001.Kesimpulan: Intervensi storytelling efektif mengurangi dampak hospitalisasi anak usia prasekolah.
Efektifitas Transtheoretical Model untuk Meningkatkan Self-care Behavior pada Kelompok Risiko Tinggi Stroke Dewin Safitri; Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.446

Abstract

Latar Belakang: Stroke masih dilaporkan sebagai beban kesehatan utama. Kontrol hipertensi yang buruk, seringkali dikaitkan dengan perilaku perawatan diri (self-care behavior) yang tidak memadai sehingga individu yang menderita penyakit tersebut berisiko tinggi mengalami stroke. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas transtheoretical model terhadap self-care behavior individu yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi stroke. Metode: Desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest only digunakan dalam penelitian ini. Partisipan adalah 30 individu dengan hipertensi dan diabetes melitus yang rutin berobat di Puskesmas Banjar Serasan Kota Pontianak selama lebih dari enam bulan. Data tentang perilaku perawatan diri dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dengan koefisien reliabilitas 0,870. Hasil: Skor median self-care behavior sebelum intervensi adalah 32 (IQR = 15), yang berkurang menjadi 28 (IQR = 10) setelah intervensi. Analisis Wilcoxon signed-rank menunjukkan perbedaan yang signifikan pada skor self-care behavior sebelum dan setelah intervensi (p = 0,002). Kesimpulan: Intervensi transtheoretical model merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan self-care behavior di antara individu dalam kelompok berisiko tinggi terkena stroke di lingkungan perawatan primer.