Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Karakteristik Fisikokimia Tepung Belimbing Manis dengan Perbedaan Metode dan Suhu Pengeringan Riska Yulis Hidayana; Sukardi Sukardi; Desiana Nuriza Putri
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v5i1.18777

Abstract

Abstract. Sweet star fruit (Averhoa Carambola L.) is an abundant commodity which has a short shelf life and easy to be damaged. The decrease in the quality of sweet star fruit is not only caused by chemical components but also physical properties. However, to be able to improve the quality of sweet star fruit, it can be processed into semi-finished product such as flour. This research aimed to analyze the interaction between drying method and drying temperature at sweet star fruit flour to the physicochemical characteristics.The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD), namely differences in drying methods and drying temperatures, A1S1 (freezing+cabinet dryer 55⁰C), A2S1 (freezing+oven 55⁰C), A3S1 (cabinet dryer 55⁰C), A4S1 (oven 55⁰C), A1S2 (freezing+cabinet dryer 60⁰C), A2S2 (freezing+oven 60⁰C), A3S2 (cabinet dryer 60⁰C), A4S2 (oven 60⁰C). The observation parameters include moisture content, vitamin C, crude fiber content, antioxidants activity, total sugar, yield, and color intensity. The data is obtained followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test). The results of this research show that the A2S1 treatment using the oven drying method with a temperature of 55⁰C and the preliminary process in the form of microwave was the best treatment based on the results of physicochemical analysis with a moisture content of 17,64%, Vitamin C 41,00mg/100g, crude fiber content 16,24%, 19,25% total sugar, 12.45% yield, 17,28% antioxidant activity, brightness (+)63.56, redness (+)8,70, yellowness (+)12.36. Abstrak. Belimbing manis merupakan komoditas cukup melimpah yang memiliki masa simpan pendek dan mudah rusak. Penurunan kualitas belimbing manis tidak hanya disebabkan oleh komponen kimia tetapi juga sifat fisik. Namun untuk dapat meningkatkan kualitas belimbing manis dapat diolah menjadi produk setengah jadi yaitu tepung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara metode pengeringan dan suhu pengeringan pada tepung belimbing manis terhadap karakteristik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yakni perbedaan metode pengeringan dan perbedaan suhu pengeringan, yaitu A1S1 (freezing+cabinet dryer 55⁰C), A2S1 (freezing+oven 55⁰C), A3S1 (cabinet dryer 55⁰C), A4S1 (oven 55⁰C), A1S2 (freezing+cabinet dryer 60⁰C), A2S2 (freezing+oven 60⁰C), A3S2 (cabinet dryer 60⁰C), A4S2 (oven 60⁰C). Parameter pengamatan meliputi kadar air, vitamin C, kadar serat kasar, aktivitas antioksidan, gula total, rendemen, dan intensitas warna. Hasil analisa kemudian diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada α = 5%, apabila berpengaruh nyata maka data yang diperoleh dilanjutkan dengan uji pembeda menggunakan uji. .Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan A2S1 dengan menggunakan metode pengeringan oven dengan suhu 55⁰C  serta proses pendahuluan berupa microwave dan freezing menjadi perlakuan terbaik berdasarkan hasil analisa fisikokimia dengan kadar air 17,64%, Vitamin C 41,00mg/100g, kadar serat kasar 16,24%, gula total 19,25%, rendemen 12,45%, aktivitas antioksidan 17,28%, tingkat kecerahan (+)63,56, tingkat kemerahan (+)8,70, tingkat kekuningan (+)12,36.
Efektivitas Program Sosialisasi Konsep Keamanan Pangan terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SMA Okta Pringga Pakpahan; Desiana Nuriza Putri; Nadia Mardhiyah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.4109

Abstract

Keamanan pangan ialah keadaan dan usaha untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran kimia, biologis, dan benda lain yang merugikan, mengganggu, dan membahayakan kesehatan manusia. Rendahnya tingkat keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) masih menjadi persoalan yang penting. Data pengawasan PJAS yang dilakukan BPOM RI Direktorat Inpeksi dan Sertifikasi Pangan menyatakan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi ketentuan keamanan yaitu PJAS tersesbut ternyata mengandung bahan kimia seperti boraks, formalin, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP), seperti benzoat dan siklamat yang  melebihi batas aman. Permasalahan di SMA Negeri 2 Batu yaitu di sekolah terdapat banyak jajanan tidak sehat, jajan di sekolah yang menjadi kebiasaan siswa, tidak ada media dari sekolah yang dapat digunakan sebagai media transfer pengetahuan jajanan sehat, dan pengetahuan pihak kantin yang kurang terhadap keamanan pangan. Kegiatan sosialisasi terdiri dari penyampaian materi mengenai keamanan pangan, praktek uji formalin dan boraks, serta evaluasi keberhasilan program melalui kuisoner. Pengabdian inimemiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh program sosialisasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa melalui pengukuran pre-test post-test melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode nonparametrik uji 2 sampel berhubungan Wilcoxon. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa pogram sosialisasi konsep keamanan pangan dapat meningkatkan pemahaman siswa, guru, dan civitas akademika dalam memahami keamanan pangan.
Pengaruh Penggunaan Trehalosa dalam Adonan Beku dan Waktu Pembekuan terhadap Viabilitas Yeast dan Karakteristik Roti Manis Desiana Nuriza Putri; Damat Damat; Okta Pringga Pakpahan; Erika Novena Santoso; Elfi Anis Saati
agriTECH Vol 42, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.501 KB) | DOI: 10.22146/agritech.56693

Abstract

Trehalosa sebagai krioprotektan dalam adonan beku berfungsi untuk mencegah kerusakan adonan roti saat penyimpanan beku dengan cara melindungi membran ragi dan mencegah melemahnya jaringan gluten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penambahan trehalosa yang efektif untuk mempertahankan karakteristik roti manis selama pembekuan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Tersarang (Nested) dengan 2 faktor yaitu penambahan trehalosa (0; 0,1; 0,15 dan 0,2% b/b) dan waktu pembekuan (0, 15, 30, 45, dan 60 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan trehalosa efektif mempertahankan yeast yang hidup sebanyak 4,29%, dimana pada hari ke-0 ragi yang hidup sebanyak 33x10 6 CFU/g dan pada hari ke-60 ragi yang hidup sebanyak 141,5x10 6 CFU/g, selain itu juga dapat mempertahankan spread ratio sebanyak 2,4 cm, volume spesifik sebesar 1%, volume pengembangan sebesar 1,6%, dan menurunkan daya tekan sebanyak 0,6 N sehingga roti menjadi semakin lembut. Skor organoleptik untuk rasa agak enak, aroma agak harum, tekstur agak lembut dan warna agak menarik.
Karakteristik Kimia Roti Manis Sourdough yang Menggunakan Ragi Alami dari Apel Manalagi (Malus sylvestris) Desiana Nuriza Putri; Noor Harini; Liza Ni’matul Azizah; Hanif Alamudin Manshur
agriTECH Vol 42, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.61100

Abstract

Sourdough adalah campuran terigu, air, dan atau komponen lain yang difermentasi dengan starter alami yang mengandung bakteri asam laktat (BAL) dan yeast. Campuran tersebut digunakan sebagai agen pengembang dalam produksi roti manis. Sourdough dalam penelitian ini menggunakan fermentasi air rendaman apel manalagi sebagai raginya. Sourdough dapat mengubah ketersediaan fraksi serat, protein, dan meningkatkan kandungan mineral pada tepung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sourdough starter terhadap karakteristik kimiawi roti manis. Percobaan terdiri atas 6 level perlakuan yaitu perbedaan konsentrasi penambahan sourdough starter pada adonan yaitu 0% sebagai kontrol, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Parameter pengamatan yang digunakan meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat pangan total. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan penambahan proporsi sourdough starter yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kadar air dengan kisaran 25,09-31,20% (basis basah), kadar abu dengan kisaran 1,29-1,82%, protein dengan kisaran 6,57-18,22%, lemak dengan kisaran 1,85-8,39%, karbohidrat dengan kisaran 45,4458,67%, dan serat pangan total dengan kisaran 7,48-14,02%. Terjadi peningkatan kadar serat sebesar 2,4 kali lipat pada roti sourdough dibandingkan roti manis.
RED ONION (Allium ascalonicum) PEEL EXTRACT AS A NATURAL SOURCE OF ANTIOXIDANTS TO ENHANCE THE OXIDATION STABILITY OF REFINED BLEACHED DEODORIZED PALM OIL (RBDPO) Destia Ayu Prameswari; Dela Retno Maryuni; Saffarina Dini Astari; Salsabila Permata Sari; Desiana Nuriza Putri
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.552 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2022.023.01.4

Abstract

          The repeated use of cooking oil can trigger chemical reactions that cause the cooking oil to be unstable to heat. Red onion peel may be an antioxidant because it contains flavonoid compounds, polyphenols, saponins, and alkaloids that scavenge free radicals. This study aims to prove the use of natural antioxidant concentrations of onion peel. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments of onion peel extract, namely 3% (P1), 6% (P2), 9% (P3) 12% (P4), without treatment (P-), and the addition of 0,1% BHT (P+) with consecutive times. The ability of antioxidant of onion peel extract is known to be able to maintain the stability of cooking oil compared to  an antioxidant synthetic BHT. Peroxide in extract oil 9% (6.65 meq/kg), Total Oxidation in extract oil 9% (15.92 meq/kg), P-anisidine in extract oil 3% and 9% (3.54 meq/kg) /kg and 3.92 meq/kg) and the iodine value of the extract oil 3%, and 9% (21.41 mg iodine/g and 20.81 mg iodine/g). It was found that natural antioxidants of onion peel extract showed better primary oxidation inhibition ability than synthetic antioxidants BHT and among the five types of antioxidant concentrations, antioxidants from onion peel extract 9% showed the best oxidation inhibition ability. So that it can be obtained that the addition of onion peel extract is used as a natural antioxidant to maintain the stability of the oil against heat
Karakteristik Kimia dan Sensori Minuman Instan Kombucha dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Berdasarkan Konsentrasi Gula dan Lama Fermentasi Achmad Naufal; Noor Harini; Desiana Nuriza Putri
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v5i2.21556

Abstract

Kombucha merupakan produk minuman dari hasil fermentasi antara substrat dengan gula oleh mikroorganisme yang terdiri dari bakteri dan jamur. Bahan yang dapat digunakan untuk membuat kombucha adalah kulit buah naga yang memiliki kandungan tinggi antioksidan. Metode foam mat drying menjadi solusi untuk mempertahankan kandungan gizi kombucha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi gula dan lama fermentasi terhadap karakteristik kimia dan sensori kombucha instan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor (G) konsentrasi gula terdiri dari 3 taraf (5%, 10%, 15%) dan faktor (L) lama fermentasi yang terdiri dari 3 taraf (6 hari, 8 hari, 10 hari) dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Paramater yang diamati meliputi aktivitas antioksidan,  total fenol, rendemen, kadar air, kadar abu, pH, kelarutan, vitamin C dan uji organoleptik. Data dianalisis dengan analisa ragam dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antar perlakuan terhadap pH, organoleptik aroma, rasa, warna dan kesukaan dari kombucha instan. Pada hasil penelitian diperoleh aktivitas antioksidan pada perlakuan L2 sebesar 79,67%, kadar air pada perlakuan L3 sebesar 3,35%, kadar abu pada perlakuan G3 sebesar 0,67%, kelarutan pada perlakuan L3 sebesar 97,89%, total fenol pada perlakuan L2 sebesar 0,40 mg GAE/g, uji pH pada perlakuan G1L1 sebesar 4,37, rendemen pada perlakuan G3 sebesar 29,02%, vitamin C pada perlakuan L2 0,72%, aroma pada perlakuan G1L1 sebesar 4,52 (Netral), skor rasa pada perlakuan G2L1 sebesar 4,92 (Agak suka), skor warna pada perlakuan G1L1 sebesar 6,00 (Suka), skor kesukaan pada perlakuan G2L1 sebesar 4,72 (Agak suka)
Analysis Of Cl, Fe, Ai, Ph, And Water Content On Various Sizes Of Crystal Monosodium Glutamate (Msg) Fika Treeza Putri; Desiana Nuriza Putri; Iwan Nuddin; Elfi Anis Saati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v10i1.3455

Abstract

Produksi bahan tambahan pangan Monosodium Glutamate (MSG) memiliki berbagai macam resiko, salah satu contoh resiko yang diduga terjadi yaitu kualitas produk tidak mencapai target yang ditentukan seperti produk rusak/ defect. Kualitas produk dapat dikontrol dengan cara pengendalian mutu terhadap produk MSG. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran kristal MSG terhadap kadar Cl, Fe, pH, Ai, kadar air,agar produk MSG dari berbagai jenis ukuran kristal guna memiliki mutu yang baik sesuai dengan standart spesifikasi dan dapat diterima di pasaran dengan baik. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana dengan 3 sampel ukuran MSG yang berbeda yaitu LC (Large Crystal) 30 mesh, RC (Regular Crystal) 40 mesh, FC 100 mesh (Fine Crystal), yang dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Hasil dari penilitian diperoleh nilai rata-rata untuk setiap ikuran kristalnya 0,00393% untuk nilai Cl, 2,95% untuk nilai Fe, 6,88 untuk pH, 0,013nm untuk nilai Ai, 0,038% untuk kadar air.
Characteristics of halal gelatin from red snapper (Lutjanus malabaricus) bone and its potency as beta-carotene coating material Dwi Syanti Wirandhani; Mei Linda Nikma Nur Ulumi; Reza Fadilah Ardhani; Cathrine Olivia Andhani; Desiana Nuriza Putri
AGROINTEK Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i3.15460

Abstract

Gelatin is a material produced from the partial hydrolysis of collagen sourced from the skin and bones of farm animals such as cows and pigs. Gelatin has been used for coatings because it has high permeability and dissolves in warm conditions, so the matrix cross-links are strong. The red snapper fillet processing industry produces 11.2-15% of waste, such as bone which has not been utilized optimally. The objective of this study was to determine the characterization of red snapper bone gelatin as a source of halal gelatin and measure its ability as a coating material for β-carotene pigment microencapsulation. Results showed the characteristics of red snapper bone gelatin with a yield of 10.71%, water content of 9.63%, protein content of 34.06%, ash content of 7.62%, gelatin fat content of 0.28%, and color intensity (L: 62.6). ; a+: 13.3 and b+: 30). The obtained halal gelatin was applied as a coating material for β-carotene pigment microencapsulation through the foam-mat method. It resulted in encapsulation with a yield of 16.75%, water content 9.25%, total carotenoid content 145.49 mg/g, surface carotenoid content 2.04%, solubility 78%, encapsulation efficiency 98.22%, color intensity (L: 50; a+: 29.9 and b+: 14.6), the particle size of 1004.04 μm and irregular shape.
Physical Properties and Consumer Acceptance of White Bread with The Substitution of Coconut Dregs and Avocado Seed Flour Winda Dwi Oktarini; Delsi Anjarwati; Ari Setiawan; Nabilla Dhiya Ulhaq; Desiana Nuriza Putri
agriTECH Vol 43, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.77899

Abstract

Analysis of the relationship between physical properties and consumer acceptance, which is commonly influenced by sensory properties is crucial in delivering a high-quality food product. Therefore, this study aimed to analyze the effect of physical properties, including hardness, adhesiveness, dough expansion, specific volume, color intensity (L*, a*, b*, and °hue), browning index, and analysis of consumer acceptance by employing Partial Least Squares (PLS) regression. The analysis focused on high-fiber white bread made by substituting coconut dregs and avocado seed flour with different ratios, denoted as P0 (control), P1 (90% wheat flour: 5% coconut dregs flour: 5% avocado seed flour), P2 (85% wheat flour: 10% coconut dregs flour: 5% avocado seed flour), P3 (80% wheat flour: 15% coconut dregs flour: 5% avocado seed flour), P4 (75% wheat flour: 20% coconut dregs flour: 5% avocado seed flour), and P5 (70% wheat flour: 25% coconut dregs flour: 5% avocado seed flour). The results showed that consumer preferences had a positive correlation with the physical properties of white bread, including hardness, adhesiveness, dough expansion, specific volume, as well as colors L*, and °hue, while, a*, b*, and had a negative correlation with the browning index. The circular correlation analysis between physical properties and consumer acceptance indicated that the substitution of 25% coconut dregs flour and 5% avocado seed flour in white bread was accepted by consumers.
Effect of substitution ratio of wheat flour with coconut dregs and avocado seed flour as gluten-free flour on the chemical characteristics of white bread Delsi Anjarwati; Winda Dwi Oktarini; Ari Setiawan; Nabilla Dhiya Ulhaq; DESIANA NURIZA PUTRI
AGROINTEK Vol 17, No 4 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i4.17053

Abstract

Analysis of the chemical properties of white bread whose formulation is modified by substitution of coconut dregs flour and avocado seed is very important to do to find out how much increase in dietary fiber content in white bread and to determine the content contained in it, which can affect the quality of the white bread. The research aimed to study the effects of coconut dregs flour and avocado seed ratios on chemical properties and daily index sufficiency of white bread. This research used a randomized block design with one factor, the ratio of white flour, coconut dregs flour and avocado seed flour is P0 (control), P1 (90%:5%:5%), P2 (85%:10%:5%), P3 (80%:15%:5%), P4 (75%:20%:5%), and P5 (70%:25%:5%). The results of the research showed that P5 white bread had the lowest water content of 35.10%, P0 white bread had the lowest ash content of 0.66%, P5 white bread had the highest fat content of 12.34%, P0 white bread had the highest protein content of 9.11%, P1 white bread has the highest carbohydrate content of 45.43%, P5 white bread has the highest crude fiber and dietary fiber content, respectively 7.78% and 17.92%. The substitution ratio of coconut dregs flour and avocado seed flour in all treatments does not significantly affect the value of the daily index sufficiency.
Co-Authors Achmad Naufal Adinda Dian Octarina Afifa Husna Afifa Husna Agung Dwi Ahmad Wira Wasistha Ahmad Wira Wasistha Aldi Riyansah Alifianti Nur Waqiah Amilia Wulandari Annis Mulyani Annisa’ Sakina Aulia Annisa’ Sakina Aulia Ari Rizki Yuspita Ningrum Ari Setiawan Ari Setiawan Aryani, Arisma Dila Astari, Saffarina Dini Athaya Milda Putri Yuwana Athaya Milda Putri Yuwana Ayu Lestari Cathrine Olivia Andhani Cathrine Olivia Andhani Chusnul Hidayat Damat, Damat Dania Amalia Putri, Dania Amalia Dela Retno Maryuni Dellia Ayu Elma Anindya Delsi Anjarwati Delsi Anjarwati Destia Ayu Prameswari Desy Rachmatullah Devi Dwi Siskawardani Dina Amalia Dwi Syanti Wirandhani Dwi Syanti Wirandhani Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Elisa Kusno, Elisa Erika Novena Santoso Erika Novena Santoso Erika Novena Santoso Erika Novena Santoso, Erika Novena Eureksa, Refka Mizard Faiqotul Hikmah, Faiqotul Fika Treeza Putri Fiki Herianto Frida Dhia Ramadhani Hadad Alwi Alwi Hanif Alamudin Manshur Hanif Alamudin Mansur Irawan, Tofan Andrew Iwan Nuddin Lady Agitasi Amrillah Livia Windiana Liza Ni’matul Azizah Mardhiyah, Nadia Maryuni, Dela Retno Mei Linda Nikma Nur Ulumi Mei Linda Nikma Nur Ulumi Melliana Rahmah, Annisa' Muhammad Reza Sukma Dika Muhammad Reza Sukma Dika Nabilla Dhiya Ulhaq Nabilla Dhiya Ulhaq Nadia Mardhiyah Nafidzah Nur Nimas Aura Sukma Noor Harini Norazkya Mutiara Samudra Norazkya Mutiara Samudra Novi Dwi Priambodo Novia, Vira Octarina, Adinda Dian Oki Indah Lestari, Oki Indah Okta Pringga Pakpahan Okta Pringga Pakpahan Prameswari, Destia Ayu Pudji Hastuti Putri Romadhani Ramadhani, Frida Dhia Refka Mizard Eureksa Reza Fadilah Ardhani Reza Fadilah Ardhani Riska Yulis Hidayana Rista Anggriani S. Sukardi Saffarina Dini Astari Salsabila Permata Sari Sari, Salsabila Permata Siti Nur Elisa Sukardi Sukardi Sukma, Nimas Aura Suprasetyo Suprasetyo Teguh Setyawan Vira Novia Vritta Amroini Wahyudi W. Warkoyo Warkoyo . Wibowo, Yessi Maulidhia Nugrahani Winda Dwi Oktarini Winda Dwi Oktarini Wulandari, Amilia Yahya Suhaimi Yessi Maulidhia Nugrahani Wibowo Yuwana, Athaya Milda Putri